Athena

Athena
Sick (2)



"Mimpi apa Lo makan sama kita-kita?" tanya Kevin saat Fany datang dan duduk di samping Eros.


"The gak masuk. Sepii" jawab Fany.


"The kemana emang?" tanya Wildan.


"The ada urusan keluarga, kata Miss Fina."


"Penting kali urusannya sampai gak masuk sekolah segala" timpal Darren.


Raga dan Eros hanya menjadi pendengar setia.


Fany bertepuk tangan saat baksonya sudah sampai. Ia menambahkan beberapa sendok sambel juga perasan jeruk di baksonya.


"Fany, sambelnya jangan terlalu banyak" tegur Eros.


Fany hanya mengangguk. Ia tetap menyantap baksonya dengan lahap.


Setelah dari kantin, Raga pamit ke toilet. Ia berbelok menuju kelas si kembar.


"Arvin!" panggilnya.


Arvin menoleh. Ia berdiri dari bangkunya, berjalan mendekati Raga yang berdiri di pintu kelasnya.


"Kenapa bang?" tanya Arvin.


Raga melihat sekitarnya.


"The gak masuk sekolah. Kenapa?"


"Ohh, Arvin kira apa. Kakak lagi sakit. Kemarin habis joging, kakak tertidur di ruang pribadinya. Kata Daddy ruangannya sangat dingin." jelas Arvin.


"Terus?" tanya Raga lagi.


"Kemarin sore waktu Arvin lihat, kakak berbaring terus sih, lemas gitu. Ehh tahu-tahu tadi pagi Nevan ke rumah buat nebeng. Terus bilang panas kakak makin tinggi" lanjut Arvin.


Raga mengangguk. Ia menepuk pundak adik kelasnya.


"Makasih yah" ucapnya.


"Sama-sama, bang" balas Arvin.


Melihat Raga yang sudah jauh, Arvin kembali bergabung dengan teman-temannya.


Arion bertanya lewat tatapannya. Arvin hanya menjawab 'kakak' dengan gerakan mulutnya.


Arion mengangguk mengerti.


"Tadi bang Raga bilang apa Vin?" tanya Fadli, teman kelas Arvin dan Arion.


"Ngasih info tentang basket aja. Katanya pekan depan udah lepas dianya" jawab Arvin berbohong.


Fadli mengangguk.


✨✨✨


Athena duduk bersandar pada headbord ranjang nya. Di sampingnya ada Alda yang makan sambil menyuapinya. Alda makan siang tentu saja, Athena hanya meminta bubur ayam.


"The mau perkedel nggak?" tanya Alda.


Athena mengangguk.


Alda kembali menyuapi Athena perkedel.


"Udah mom" ucap Athena saat Alda akan menyuapinya kembali.


Alda membantu anaknya minum.


"Mom lanjut makan aja" ucap Athena pelan.


Alda mengangguk. Ia kembali memakan makan siangnya. Setelah makan siangnya habis, Alda pamit ke bawah sebentar. Ia akan meminta mbak Ani menyiapkan makan siang untuk asisten dokter William.


Athena kembali menarik tiang infusnya ke kamar mandi.


Huwek huwek


Bubur yang baru saja ia makan sudah keluar. Alda yang baru membuka pintu kamar anaknya bergegas lari ke kamar mandi. Tangan kanan Athena mencengkram kuat pinggiran wastafel. Setelah di rasa semuanya keluar, Athena kembali membersihkan wajahnya.


"Hati-hati sayang" ucap Alda sambil memapah anaknya berjalan ke tempat tidur.


"Mau baring lagi?" tanya Alda.


Athena menggeleng.


"Sandaran aja, mom" jawabnya.


Tak lama kemudian, Renal sudah kembali dari kantor. Ia hanya mengganti setelan kantornya menjadi baju rumahan.


"Gimana perasaan The?" tanya Renal.


"Lemas, dad" jawabnya.


"Nanti gak boleh lagi yah lewatin minum vitaminnya. Kata kak Ani, The juga udah jarang minta dibuatin susu" kata Renal.


Athena mengangguk. Ia sendiri bahkan lupa kapan terakhir minum susu. Di desa ia bahkan tak pernah terlihat minum susu juga vitamin.


"Tadi anaknya muntah, dad." lapor Alda.


Mata Renal membulat mendengar laporan istrinya.


Athena menggeleng.


"Kalau muntahnya sampai besok, baru ke rumah sakit" tawarnya.


Renal mengusap kepala anaknya.


"Deal yah?"


"Deal, dad" jawabnya.


"Mommy istirahat aja. Atau temenin Daddy makan siang" ucap Athena pelan.


"Kan tadi mommy udah tiduran sama The" kata Alda.


"Daddy juga udah makan sama klien. Tadi ke kantor cuma untuk ketemu klien sekalian makan siang. Kalau klien Daddy gak datang, pasti Daddy nemenin The tadi" Jelas Renal.


"Makasih mommy, makasih Daddy" ucap Athena.


Alda mencium pipi anaknya. Sementara Renal mengelus tangan anaknya yang terpasangi infus.


"Tangan The sakit nggak?" tanya Renal.


"Ngilu, dad. Kadang pegal juga" jawabnya.


"Kasian anak Daddy" ucap Renal.


Nevan di jemput oleh mang Udin. Ia tentu saja tidak mau menunggu lebih lama untuk segera mengetahui keadaan kakaknya. Kakaknya adalah orang yang paling menghindari absen dari sekolah, tapi hari ini ia terpaksa tidak hadir karena sakit.


Setelah mengganti bajunya, ia segera membuka pintu di depannya. Nampak Daddy nya sedang tertidur di sofa yang berada dalam kamar sang kakak. Mommy nya juga tertidur di samping sang kakak. Tangan kakaknya sudah terpasang infus. Nevan tidak melihatnya tadi pagi.


"Udah pulang?" tanya Alda saat menyadari keberadaan anak lelakinya.


Nevan mengangguk.


"Mommy istirahat nya di kamar aja, panggil Daddy. Kakak biar Nevan yang jagain" katanya.


Alda mengangguk. Ia membangunkan suaminya, memintanya untuk istirahat di kamarnya sendiri.


Nevan kemudian menggantikan posisi mommy nya. Ia ikut tertidur di samping kakaknya.


"Apaan nih, di suruh jaga kakak malah tidur?" tanya Arion saat melihat mata Nevan sudah terbuka.


Nevan melihat sekitarnya. Athena sudah bangun, ia bahkan sudah duduk bersandar di headbord ranjang. Arvin sedang makan buah di sofa.


"Tadi ketiduran, bang" jawab Nevan. Ia numpang cuci muka di kamar mandi sang kakak.


"Kakak udah baikan?" tanya Nevan.


Athena mengangguk. Ia mengambil tangan Nevan dan meletakkannya di keningnya.


"Gak sepanas tadi pagi" jawab Athena.


Nevan mengiyakan.


"Kakak mau buah?" tanya Arion.


"Mau jeruk" ucap Athena.


Arvin berpindah tempat. Ia duduk di pinggir kasur kakaknya.


Nevan duduk di samping kakaknya, Arion duduk di bagian samping kaki Athena. Ia memijat pelan betis Athena.


"Geliii Yon" ucap Athena. Yah, Athena cukup sensitif terhadap sentuhan, ia akan merasa geli.


"Mau buah apa kak?" tanya Arvin.


"Jeruk, Vin. Tolong yah" jawabnya lembut.


Arvin mengangguk. Ia mengupas beberapa buah jeruk, apel juga buah pear, menyimpannya dalam wadah persegi.


"Kurang cream, keju dan batu es udah jadi salad ini" kata Arion yang ikut mencomot buah yang Arvin kupas.


"Jeruknya manis" kata Nevan.


Arvin berpindah tempat. Ia juga ikut duduk bersama Nevan dan Arion di kasur Athena yang space nya lebih luas.


"Arion kalau mau salad buah, bilang sama mbak di bawah" kata Athena.


"Iya, kak. Biasanya juga begitu." Arion mengiyakan ucapan sang kakak.


"Kakak sedang lemas, gak bisa buatin Arion salad buah" ucap Athena.


"Iya, nanti aja kalau kakak The udah sembuh, baru deh buatin Arion salad buah" kata Arion.


"Nevan juga kak"


"Arvin juga"


Athena mengangguk. Ia merasa sangat diperhatikan oleh ketiga adik-adiknya.


"Mama, papa, opa dan Oma sedang dalam perjalanan dari bandara" beritahu Arvin setelah melihat ponselnya.


"Kok cepet pulangnya?" tanya Nevan.


"Kan akak The lagi sakit. Oma dan opa udah khawatir banget. Apalah kata mommy akak tadi juga muntah" jawab Arion.


Setelah makan buah bersama, Athena meminta Nevan memanggil mbak Mita buat bersihin tempat tidurnya. Badannya terasa sangat lemas. Ia butuh membaringkan tubuhnya segera.