Athena

Athena
Ngidamnya Raga



Rujak 3 porsi habis disantap oleh Raga. Ia seperti sedang kesetanan, makan rujak dengan begitu cepat, seolah ada orang yang akan merebutnya.


Raga mengelus perutnya.


"Nikmat sekali makan rujak menjelang malam seperti ini" katanya.


Athena yang sedang menemani Anne bermain pun, menoleh.


"Lega nggak?" tanya Athena.


"Lega banget, gak mikirin lagi, gak pengen lagi" jawab Raga.


Anne sedang asyik menarik ulur tali balon, ia begitu menikmati melihat pemandangan 3 balon melayang layang.


"Kata oma, kalau suaminya yang ngidam, berarti suaminya cinta banget sama istrinya" kata Athena.


"Yang oma bilang berarti beneran dong. I love you so big" Raga mengedipkan sebelah matanya.


Athena terkekeh.


"The, ingat nggak, kapan hari aku pernah minta kamu buat puding tapi perasa asamnya minta di campur?" tanya Raga.


Athena mengangguk. Beberapa pekan yang lalu, Raga tiba-tiba minta dibuatkan puding, tapi diberi perasa yang asem.


"Jangan-jangan karena waktu itu kamu udah hamil, terus itu pertama kali aku ngidam" tebak Raga.


"Bisa jadi sih. Dedek pinter nih, ngasih kode ke papanya" Athena mengelus perutnya.


"Anak aku yah pasti pinter" Raga mengganti kan tangan Athena mengelus perutnya.


Anne berdiri, berjalan perlahan memegang ujung tali balon nya yang diberi batu kecil. Anak itu berjingkrak senang dan bertepuk tangan.


"Gimana yah kalau kakak terbang?" tanya Raga ngawur.


"Ngawur banget " Athena menepuk pelan lengan Raga.


Mereka masih menikmati pemandangan di depannya. Dimana Anne kembali duduk bersila dan menyimpan kembali batu kecil balon nya di lantai. Ada mainan lain juga di depannya.


"Anaknya makin pinter, gak rewel" ucap Raga. Matanya masih menatap Anne yang bermain sendiri.


"Iya. Kalau pagi, kamu ke kantor, aku bersih-bersih atau masak, terus Anne asyik sendiri. Gak rewel. Kecuali kalau pagi, harus aku yang ambil dia dari tempat tidurnya" cerita Athena.


"Yah gimana lagi. Ini baru permulaan, anaknya masih kecil. Kalau udah besar pun yang dicari pasti mamanya. Apa-apa cari mamanya. Cari papanya kalau lagi tanya mamanya doang ada dimana."


Athena terkekeh mendengar ucapan Raga. Benar. Ada kekuatan tersendiri yang dimiliki setiap ibu di bumi.


"Cari papanya kalau minta duit juga yah?"


"Iya, aku lupa. Kalau gak minta duit yah bertanya mamanya dimana" kata Raga.


"Kamu jagain kakak dulu yah, aku mau masak. Udah gelap banget ini" pamit Athena.


"The, masak sup boleh?" tanya Raga.


Athena tersenyum.


"Tunggu bentar yah"


Raga mengangguk. Rasanya ia kembali lapar saat menyebut kata 'sup' tadi. Sup kentang, diberi bihun yang banyak, dikasih sambel, enak banget seperti nya.


Raga makan dengan lahap. Ia tidak makan nasi, tapi berhasil menghabiskan sup yang Athena buat. Athena hanya mengambil semangkuk untuk dirinya, dan juga semangkuk kecil untuk Anne, sisanya Raga yang habiskan. Padahal tadi Athena memasak cukup banyak.


"Lapar apa doyan nih?" tanya Athena dengan senyum tertahan.


Raga meringis.


"Lapar dan doyan, ngidam juga" jawabnya jujur.


Athena menyempatkan untuk mengelus rambut Raga.


"Yaudah, kamu ke depan gih. Tolong yah, badan Anne di lap dulu, ganti bajunya juga. Aku bersihkan ini dulu"


"Siap, mama. Ingat kata dokter, jangan kelelahan" Raga mengingatkan.


"Nggak lelah, Ga. Ini aku cuma mau lap meja, terus cuci piring" kata Athena .


Raga mengangguk. Ia lalu menggendong Anne menuju kamar bayi itu.


"Kakak kemana?" tanya Athena saat melihat Raga kembali sendiri. Suaminya juga sudah berganti baju.


"Tidur. Waktu aku lap badannya, matanya udah redup banget. Habis aku pakaikan baju, ehh udah pulas" jawab Raga.


Athena terkekeh mendengar jawaban suaminya.


Raga mengangguk. Ia berjalan ke depan mengunci pintu rumahnya, memeriksa semuanya aman, sebelum menyusul Athena memasuki kamarnya.


"Kapan kamu beritahu keluarga?" tanya Raga.


"Nanti aja, Ga. Aku pengen memberi kejutan kepada keluarga kita. Bentar lagi kan kakak ulang tahun yang pertama, gimana kalau kita undang keluarga untuk kesini?"


"Boleh, boleh banget. Jadi rencananya, kita umumkan kehamilan kamu bersamaan dengan ulang tahun kakak?"


"Iyaa" jawab Athena.


Athena rebahan. Raga menindih tungkai bawah Athena, hingga kepalanya sejajar dengan permukaan perut Athena. Baju Athena ia angkat sedikit, agar bisa leluasa untuk melihat perut sang istri.


"Kaki kamu gak sakit kan?" Tanya Raga.


Athena menggeleng. Ia mengelus kepala suaminya yang berada di atas permukaan perutnya.


"Sampai sekarang masih terasa mimpi, ada bayi dalam perut kamu"


Athena tersenyum.


"Tuhan akan kasih kita di waktu yang tepat, Ga"


Raga mencium perut Athena.


"Selamat malam, dedek. Baik-baik yah di perut mama. Ayo kita tidur" ucap Raga sebelum bangkit dan kembali tidur di samping istrinya.


Athena kembali menurunkan bajunya.


"Ayo tidur" ucap Raga pelan, ia mengecup kening istrinya.


"Selamat malam, Ga" ucap Athena sebelum menutup matanya.


"Selamat malam juga, sayang" Raga memeluk pinggang istrinya.


✨✨✨


Satu pekan sebelum Anne berulang tahun, Athena sudah sibuk dibuat nya.


"The, tema bola boleh nggak?" tanya Raga.


Athena mendelik.


"Ga, anaknya perempuan ini lho" kata Athena.


"Yah nggak apa-apa. Boleh yah?" Raga merayu.


"Tanya sama anaknya sana!" Athena berjalan ke dapur, meninggalkan Raga dan Anne yang sedang menonton video baby shark.


"Kakak, suka bola nggak?" Raga benar-benar merayu anaknya.


Athena kembali dengan segelas jus alpukat ditangannya. Ia duduk di sofa, melihat usaha suaminya membujuk sang anak. Ada-ada aja sih, ngidamnya Raga. Out of the box banget. Padahal Athena sudah berencana akan membuat birthday party dengan tema baby shark.


"Kak" Raga menarik narik baju anaknya yang sedang melihat televisi.


Anne sedang dalam mode tidak ingin di ganggu.


"Kak" Raga kini sudah mulai gemas, ia mencubit pipi anaknya.


Merasakan sentuhan pada pipinya, barulah Anne menoleh melihat papanya. Ia hanya melihat papanya sekilas sebelum kembali fokus nonton tv.


Athena tertawa kecil melihatnya.


Raga mendelik mendengar tawa kecil Athena. Ia menatap istrinya sebentar dan menghela napasnya dengan kasar. Sebuah ide melintas di kepalanya, dengan cepat ia mematikan Tv.


"Huaaaa" Anne akhirnya menangis.


"Ragaaaaa" Athena berdiri, menghampiri sang anak.


"Tenang yah sayang yah. Ini mama nyalain lagi Tv nya"


Tangis Anne terhenti saat melihat kartun lumba-lumba kembali tayang. Athena mengusap air mata anaknya.


"Kak" panggil Athena.


Anne memandang mamanya, matanya berkedip kedip lucu.


"Tadi papa mau ngomong sama kakak. Ayo, lihat dulu papanya" kata Athena.


Anne menurut. Entah kekuatan apa yang Athena miliki, hingga anaknya begitu patuh kepadanya.


Raga tentu saja heran melihatnya. Tadi ia berusaha dengan keras agar perhatian anaknya teralihkan. Sementara Athena hanya perlu berlemah lembut dan perhatian anaknya langsung tertuju kepadanya.