
Athena mengantarkan teman-temannya ke bandara. Sementara dirinya akan tinggal beberapa hari lagi.
"Nggak ikut pulang The?" tanya Kevin.
"Nggak, Vin" jawab Athena.
"Lan, thanks yah udah menjamu kita semua" ucap Eros.
"Santai, bro" kata Eros.
Pengumuman terdengar, sebentar lagi pesawat dengan tujuan Negara G- Kota A akan segera berangkat.
Alan berhi-five dengan Eros, Raga, Kevin, Wildan dan Darren. Hal yang sama dilakukan Athena. Raga tak lupa menepuk pelan kepala Athena.
"Gue pulang yah" pamit Raga.
Athena mengangguk. Ia tersenyum.
"Safe flight" ucapnya sambil melambaikan tangannya.
Athena dan Alan meninggalkan bandara saat pesawat sudah take off.
"Lan, aku pamit yah." ucap Athena.
"Mau kemana? Biar aku temenin" tanya Alan.
"Mau ke suatu tempat. Nggak usah ditemenin, ada Min kok" jawab Athena.
"Okay, gue tunggu di rumah kalau gitu"
Athena mengangguk. Ia segera naik ke mobil yang sudah menunggunya sejak tadi. Athena tak lupa membeli makanan yang bisa menemaninya hingga sore nanti, tak lupa cemilan juga minuman kesukaannya.
Athena menekan digit angka yang sudah ia hapal. Ia memasuki apartemen milik papinya.
Bau khas menyapa indera penciuman nya. Kata mommy nya, itu adalah parfum kesukaan Rafa.
Athena mengelilingi setiap sudut apartemen, seolah membawanya ke masa lalu yang bahkan ia sendiri tidak ingat.
Athena lalu memasuki kamar utama, tidak ada yang berubah dari isi kamar ini. Ada foto Athena dan Rafa yang tertempel di dinding, hanya mereka berdua.
Athena mengambil salah satu foto dimana dirinya terlihat memegang balon dan Rafa berjongkok di sampingnya. Athena melihat sisi belakang foto itu, dimana ada tanggal kapan mereka di potret juga tempatnya.
Athena selalu merasa nyaman dan damai saat menghirup aroma parfum papinya. Ia lalu merebahkan dirinya di kasur, berharap ia segera memasuki alam mimpi dan bertemu papinya.
Okan meminta pelayan rumahnya membersihkan apartemen milik Rafa setiap pekan sekali. Hal itulah yang membuat apartemen tersebut awet dan selalu bersih.
Athena terbangun karena dering ponselnya. Rupanya mommy nya yang menelpon.
"Mommy" sapa Athena.
Alda terkekeh melihat ekspresi sang putri.
"Mommy ganggu The yah? Maaf yah?" tanya Alda.
Athena terlihat menggeleng.
"Mommy, aku tadi ketemu papi" cerita Athena.
"Hah, gimana kak?"
"Papi tidur disampingnya The, sambil mengelus rambut The. Terus papi bilang The gak boleh sedih"
"The lagi di apartemen papi yah?"
"Iya, mommy. The ketiduran di sini."
"The ketemu papi lewat mimpi pasti" tebak Alda.
Athena terkekeh mendengar tebakan mommy nya yang selalu benar.
"The sedih yah?"
Athena menggeleng cepat.
"Nggak mommy, serius"
"Mau mommy jemput nggak?"
"Nggak usah, mommy. Besok The pulang kok" jawab Athena cepat.
"The jangan sedih yah sayang. Papi pasti bahagia lihat The udah besar, udah cantik, baik hati pula. Selalu kirim doa buat papi"
"Iya, mommy"
"Yaudah, mommy matiin telponnya yah. The hati-hati di sana, have yah sayang. Titip salam buat aunty Indi, om Okan sama Alan"
"Siap mommy"
Athena melihat layar ponselnya, sambungan telponnya dengan Alda sudah terputus.
Senyumnya terbit, ia benar-benar bahagia bertemu papinya meskipun hanya di alam mimpi.
Athena lalu bangkit, perutnya perlu di isi. Ia membuka makanan yang tadi dibelinya, dipindahkan ke dalam piring.
Ia makan dengan tenang, sambil melihat time line ponselnya.
Ia tersenyum saat melihat insta story milik Raga. Ada siluet mereka berdua saat bermain jetski. Raga meskipun dingin, tidak banyak bicara, tapi ia cukup manis dalam bersikap.
Setelah rindunya pada sang papi terobati, Athena meninggalkan apartemen Rafa. Ia akan ke rumah Indi untuk makan malam sekalian pamit.
"Ehh sudah datang ponakan cantik aunty" sambut Indi.
Athena tersenyum. Ia memeluk Indi, bergelayut manja di lengan Indi.
"Kayak anak monyet aja, bergelantungan" cibir Alan.
Indi dan Okan terkekeh mendengar cibiran anaknya.
"Om Okan suka lihat The kalau manja gitu. Jadi anak om mau nggak?"
"Kan udah jadi anak om"
"Menantu om maksudnya" ralat Okan.
"PII" teriak Alan.
"Gue juga nggak mau yah"
"Tengkar terus. Nanti jodoh" Indi menggoda dua remaja di depannya.
"Mamiii, Alan udah ada pacar yah"
"The juga udah ada Raga." sambung Alan.
"Ehh, Raga tampan yah The" puji Indi.
"Lumayan tampan heheh" cengir Athena.
"Orang tua Raga udah tahu identitas kamu?" tanya Okan.
Athena menggeleng.
"Belum, om" jawabnya.
"Lo sih, pake topeng segala" kata Alan.
"Topeng apanya, Lan? Wajah aku asli tauuu"
"Wijih iki isli tihi"
"Alan nih, marah-marah terus" Athena memeluk pinggang Alan yang kebetulan duduk di sampingnya.
"Alan juga galak, om. The gak suka" kata Athena.
Okan tertawa lepas mendengar jawaban tanpa filter anak gadis di depannya.
"Emang Raga nggak galak?" tanya Alan.
Meskipun ia sering membuat Athena kesal, lelaki itu sangat sayang terhadap gadis di depannya.
"Galak banget" jawab Athena.
"Kok mau The?" tanya Indi.
"Raga tampan, tinggi, meskipun galak tapi ada manis-manisnya" jawab Athena lancar.
"Wuihhh" Seru Alan dan Indi.
"Selain itu, ia satu-satunya lelaki yang lolos dari segala pemeriksaan bapak Lathief Arunika" sambung Athena.
Kini giliran Okan yang takjub.
"Om Lathief udah ACC?" tanya Okan.
"Udah dong" bangga Athena.
"Asyiiik" seru Alan heboh.
"Kok kamu yang senang?"
"Biar papi gak jodoh-jodohin gue lagi" jawab Alan cepat.
"Papi cuma godain kamu yah, biar gak bulat cabang dimana-mana" kata Okan.
"Iya om, cabangnya Alan banyak" Athena menimpali.
"Pusat tetap satulah"
"Pusatnya yang dimana nak?" tanya Indi.
"Yang di ummm" Alan segera menutup mulut Athena.
"Masih rahasia, mami" jawab Alan. Ia mengode Athena agar tidak memberitahu maminya.
Athena nyengir.
"Beritahu aunty sayang" pinta Indi.
"Alan aja yang bilang, aunty" tolak Athena halus.
"The, katanya mau ambil hukum?" tanya Okan.
Athena mengangguk.
"Rencana, om. Mau jadi dokter juga sih" Athena sedang dilema.
"Pikirin baik-baik sayang." Indi mengelus rambut Athena.
✨✨✨
Setelah dinner, Athena pamit. Ia berada dalam pelukan Indi cukup lama.
"The, kalau libur kesini lagi yah sayang. Aunty selalu nunggu The datang"
Athena mengangguk. Ia mencium kedua pipi Indi.
"The sayang Aunty" ucapnya.
Okan juga memeluk anak sahabatnya.
"Hati-hati yah sayang"
"Siap, om"
Athena lalu berpelukan dengan Alan. Mereka bak saudara kembar.
"Gue tunggu Lo datang The, bawa Raga deh. Terus kita double date" ngawur Alan.
Athena terkekeh mendengar ucapan ngawur Alan.
"Wacana dulu aja yah, Lan"
Alan mencubit pipi Athena, lalu mencium kening Athena.
"Take care my sister" katanya.
Athena mengangguk. Ia sekali lagi pamit lalu melambaikan tangannya.
Okan merangkul pundak istrinya yang terlihat begitu berat melepas Athena pergi. Alan juga memeluk maminya, berusaha menghibur sang ibu.