
Setelah benar-benar sehat, Athena kembali seperti semula. Apalagi sekarang masih libur untuk persiapan ujian Nasional. Gadis itu akan bangun pagi, kemudian berolahraga. Jika moodnya sedang baik, ia akan berlari atau bersepeda hingga ke taman kompleks, namun jika sedang mager, ia akan memasuki ruang olahraga yang ada di rumahnya.
Sekarang hari Sabtu, dan ujian nasional akan diadakan Senin mendatang. Setelah berolahraga, Athena kemudian mandi, sarapan lalu menonton kartun kesukaannya.
"Udah besar masih nontonin tikus dan kucing" kata Renal yang ikut duduk di samping anaknya.
"Lucu tauuu dad" jawab Athena. Ia mencomot kripik singkong yang mamanya Renal kirim kemarin.
Renal ikut mencomot kripik yang Athena pegang. Kripiknya rasa original.
"Tumben gak makan yang rasa pedas" Renal masih ingin bercakap dengan anaknya.
"Jaga kesehatan dulu lah. Tangan The masih ngilu kalau mau diinfus lagi"
Renal mengelus rambut anaknya.
"Masih bisa ngeles yah"
Athena terkekeh.
"Lulus di jurusan apa?"
"Bisnis manajemen dan hukum, dad"
"Mau jalanin dua-duanya?"
Athena mengangguk.
"Of course" jawabnya.
"Dirinya jangan dipaksakan, semua manusia masing-masing ada batasnya. Kalau The mencoba melampaui batas itu, bisa jadi The akan sakit seperti kemarin. Daddy kalau bisa gak mau lihat anak Daddy sakit lagi." Renal merangkul anaknya.
"Thank you so much Daddy, udah sayang banget sama The. " Athena menyimpan kepalanya di pundak sang Daddy.
"Ehh, malah nempel sama Daddy nya, padahal mommy minta di panggilin Oma dan opa" omel Alda.
Athena hanya nyengir.
"Telpon aja mom" katanya.
Alda menghela napasnya. Ia lalu mengambil ponselnya dan menelpon sang mama. Hari ini ia meminta Lathief, Aina dan keluarga Mika untuk makan siang di rumahnya. Sekalian memberi kejutan kecil buat si kembar. Semalam ia sudah membuat dua buah kue bersama Althena. Ia juga sudah mendekor ruang kosong yang ada di belakang, yang berhadapan langsung dengan kolam renang.
Nevan memasuki rumah, ia baru saja pulang dari kelas bela dirinya.
"Mandi dulu sayang. Bentar lagi yang lain datang" Alda mengelus rambut Nevan yang basah karena keringat.
Sebelum benar-benar meninggalkan ruang keluarga, Nevan menjahili kakaknya, dengan sengaja ia menarik rambut kakaknya yang diikat seperti ekor kuda.
"NEVAAAAN" teriak Athena membahana.
Nevan tertawa bahagia karena berhasil membuat kakaknya yang lemah lembut menjadi berteriak. Alda dan Renal saja mengelus telinganya, berharap telinganya tidak bermasalah setelah mendengarkan teriakan sang putri.
Setelah mandi, Nevan bergegas turun untuk berkumpul dengan yang lain.
"Bang Arvin sama bang Arion mana?" tanyanya. Ia duduk di samping sang kakak yang terlihat masih kesal. Ia berinisiatif meluluhkan hati sang kakak, caranya cukup mudah, ia hanya perlu memeluk erat kakaknya dan mencium pipi cabinya.
"I'm sorry sister" ucapnya. Ia sekali lagi melayangkan kecupan di pipi sang kakak.
"Oke deh" kata Athena.
"Masih mandi" jawab Ivana.
Athena menunggu kedua adiknya. Ia bertugas membawa kedua adiknya ke belakang.
"Halo kak" sapa Arvin hangat. Ia mencium kening kakaknya.
Arion malah memeluk tubuh langsing kakaknya.
"Ayo, masuk." ajak Athena. Ia mengapit lengan adik-adiknya agar berjalan mengikuti langkahnya.
"Yang lain di mana?" tanya Arion.
"Lagi di belakang" jawab Athena.
Athena membuka pintu ruangan yang sudah ia dekor.
HAPPY BIRTHDAY TO YOU
HAPPY BIRTHDAY TO YOU
HAPPY BIRTHDAY
HAPPY BIRTHDAY
HAPPY BIRTHDAY TWINS
Arvin mengusap wajahnya. Perempuan di keluarganya ada-ada saja. Tapi ia sangat bersyukur bisa merasakan kehangatan seperti ini.
"Ayo sayang tiup lilin dulu" Alda dan Ivana masing-masing membawa kue ditangannya.
Arvin meniup lilin yang tertancap dikue yang Alda bawa, Arion juga melakukan hal yang sama pada lilin yang tertancap di kue yang Ivana pegang.
"YEEEEEEEEEE" heboh Nevan dan Alda.
"Lunch dulu yah baru makan kue. Opa udah lapar soalnya" jujur Lathief.
"Okay opa" jawab Twins.
"The gak pusing makan Coto terus?" tanya Ivana.
"Nggak, ma." jawab Athena.
"Oma juga pengen makan Coto deh" Aina menyendokkan Coto ke dalam mangkuknya.
"Makan aja Oma. Habisin" kata Athena.
"Twins mau makan apa sayang?" tanya Alda.
"Ayam goreng" kompak twins dan Nevan.
Setelah makan siang, barulah Arvin dan Arion memotong kuenya. Kue tart mereka menjadi dessert siang ini.
"Mau kado apa dari mommy?" tanya Alda.
"Mau satu bangunan resort yang ada di pulau Renalda" jawab Arion cepat.
"Matre kayak bapaknya" cibir Ivana.
Alda terkekeh mendengar jawab Arion.
"Di kasih nggak nih? Liburan nanti boleh lah liburan di sana" tanya Mika meminta kepastian.
"Boleh deh" jawab Alda.
"Ehh, Al, Arion cuman bercanda" Ivana dengan cepat meluruskan.
"Gak apa-apa, Van. Bangunannya banyak" jawab Alda enteng.
"Itu kado dari mommy dan Daddy yah?"
Arion mengangguk cepat.
"Thank you so much, mommy, Daddy. " ucapnya.
Lathief hanya mengelus dadanya pasrah. Cucunya yang satu ini benar-benar berbeda.
"Opa gak nanya Arion mau apa?" Arion kini bertanya pada sang penguasa.
"opa kasih sangu aja deh" Lathief mengeluarkan dompetnya, memberi beberapa lembar uang dollar pada sang cucu.
"Dibagi dua sama kakaknya" katanya
"Siap, opa" kaya Arion heboh. Ia benar-benar membagi dua uang yang kakeknya berikan.
"Nevan juga mau, opa" cicit Nevan.
Lathief kembali mengeluarkan uang dari dompetnya.
"Buat Nevan, jangan diusilin lagi kakaknya. Kakaknya opa ambil, Nevan tauu rasa" ceramahnya.
Nevan dengan cepat memeluk sang kakak.
"Opa gak boleh yah ambil kakaknya Nevan" kata Nevan setelah mengambil uang yang diberikan Lathief.
"Anak kamu posesif banget, Ren" kata Mika.
"Udah gen itu, gak bisa diubah bang" Renal menimpali.
"Posesif sama kakaknya, ntar kakaknya di bawa pergi bakal nangis nggak?" tanya Mika iseng.
"Gak ada yah. Akak The gak boleh pergi." kata Nevan.
Aina mengelus kepala Nevan yang duduk di sampingnya.
"Papanya hanya bercanda sayang" ucap Aina.
"Ehh nggak bercanda, ma. Emang kok The bakal ke RelFath sama papa" jujur Mika.
"Benar opa?" tanya Nevan.
Lathief mengangguk.
"Lama nggak?"
"45 hari" jawab Lathief.
"Jangan opa. Itu kelamaan." larang Nevan.
"Nevan, kakaknya mau belajar dulu di sana." Alda mencoba menjelaskan.
"Tapi lama, mom"
"Nevan, itu sebentar kok. Dulu kakak kan pernah ke desa selama 3 bulan." Athena ikut memberikan pengertian kepada adiknya.
"Kakak gak ada dong kalau Nevan wisuda di sekolah" kata Nevan.
"Kakak bakal balik,, Nevan. Kakak juga Adi wisuda di sekolahnya nanti" Kata Aina.
"Kasian, kakaknya diambil opa" Arion menggoda adiknya yang sudah besar tapi masih manja.
"Arion" tegur Lathief.
"Canda opa" Arion meringis lucu.