
"Kakak jadi ambil cutinya?" tanya Aina.
"Jadi, Oma. Oma nggak apa-apa aku tinggal?"
"Nggak apa-apa, sayang" jawab Aina.
"Kan masih ada Ayra."
Athena mengangguk.
"Ehh, Ayra kemana Oma, tadi izin nggak mau main kemana?" Athena mencari keberadaan adiknya.
"Ohiya, udah sore gini belum balik. Tadi kata opa masih main di rumahnya Tristan, nanti diantar balik sama uncle Brian"
Athena mengambil ponselnya dan segera menghubungi Brian untuk menanyakan keberadaan Ayra. Athena bisa bernapas lega, katanya Ayra ketiduran di sana, Brian akan mengantarnya jika anak itu sudah bangun.
"Gimana?"
"Ayra katanya ketiduran waktu nonton bareng Tristan dan Regan" jawab Athena.
"Nanti uncle Brian bakal anterin kok Oma"
Aina mengangguk mengerti. Seperti ia menyayangi Athena, ia tentu juga menyayangi Ayra dengan porsi yang sama banyak nya.
Pagi kembali menyapa, Lathief kembali mengambil bagiannya untuk mengantarkan kedua cucunya, yang kecil menuju sekolahnya, sedangkan yang besar menuju kantornya.
"Ayra kok bisa temenan sama Regan?" tanya Lathief.
"Regan kan tetangganya Tristan. Terus main bereng deh" jawab Ayra.
Anak kecil itu begitu manis dengan seragam sekolahnya yang khas, rambutnya di kuncir dua.
Ayra mencium punggung tangan Athena dan Lathief sebelum turun dari mobil.
"Semangat yah belajarnya" pesan Athena.
"Siap kakak. Bye opa!" balasnya ceria.
Lathief kembali menjalankan mobilnya.
"Gak nyangka masa tua opa bakal seperti ini"
"Seperti apa opa?" tanya Athena.
"Yah seperti ini, bakal nganterin cucu-cucu opa ke sekolah dan ke kantor."
"Opa sih nggak mau diam. Padahal ada Min dan yang lain" ucap Athena.
Lathief tertawa kecil mendengar Omelan cucunya.
Tidak butuh waktu lama, Lathief menginjak pedal rem nya di depan kantor tempat Athena bekerja.
"Terima kasih, opa. Hati-hati di jalan" Athena kemudian mencium punggung tangan Lathief.
Lathief mengelus rambut cucunya.
"Yang semangat kerjanya"
"Baik, opa" ucap Athena. Ia kemudian membuka pintu mobil kemudian turun dari mobilnya. Ia menunggu hingga mobil yang kakeknya kendarai hilang dari pandangannya.
"Hoi" Hana mencoba mengagetkan Athena dengan cara menepuk pundak gadis itu.
"Udah datang juga ternyata" kata Athena.
"Iya dong. Gue kan karyawan paling rajin sepanjang masa" bangga Hana.
"Rajin kalau masih tanggal baru"
Hana terkekeh mendengar ucapan Athena.
"Tuh tahuuu" katanya.
"Udah yuk, masuk" mereka jalan bersama-sama menuju lift hingga ke ruangan mereka.
✨✨✨
"Tumben ambil cuti lama" heran Yudha.
"Berapa lama The?" tanya Hana.
Mereka sedang berada di kantin untuk mengisi perut mereka.
"Satu pekan"
"Wehh, lama banget" seru Hana.
"Lo cara minta cutinya gimana The?" tanya Yudha.
"Yah, aku ngomong baik-baik dengan pak Andika, ditanya-tanya gitu, habis itu baru di suruh ke bagian HRD yang urus surat cutinya" jawab Athena .
"Terus alasan Lo waktu di tanya apa? Ya kali Lo bilang mau trip" tanya Hana.
"Aku bilang, aku ada urusan. Mereka ngerti kok, tanpa bertanya lebih lanjut"
"Gue juga kayaknya bakalan minta cuti buat liburan" Hana mulai dengan pikiran liciknya.
"Hentikan deh apapun yang ada di otak Lo sekarang, karena cuti tahunan sudah hampir tiba" Yudha mengingatkan.
Ya, di kantor mereka ada yang namanya cuti tahunan. Biasanya berlangsung 7 hari hingga 10 hari. Ada juga liburan bersama tiap tahunnya, sebagai bentuk terima kasih dari perusahaan untuk para karyawan dalam usahanya memajukan perusahaan.
Seperti biasa, Athena akan pulang di jemput Min. Mereka sedang dalam perjalanan pulang ke kediaman Athena. Athena tentu menyelesaikan semua pekerjaannya hingga 7 hari ke depan, agar saat masuk nanti pekerjannya tidak terlalu menumpuk.
Malam nanti Raga akan menjemput Athena. Raga mengubah rencananya. Awalnya ia hanya akan mengajak Athena untuk dinner, dan merayakan ulang tahun berdua. Tapi terlintas dipikiran nya, mereka belum pernah sama sekali trip berdua, jadilah ia meminta Athena untuk mengosongkan jadwalnya selama 7 hari ke depan. Soal gaun yang ia beli untuk Athena, Raga meminta Athena untuk tetap membawa gaun itu.
Raga sudah tiba di kota C siang tadi, ia kini sedang sibuk menyiapkan perlengkapannya. Sebenarnya ia ingin hanya berdua dengan Athena, tapi itu adalah hal yang mustahil. Salah satu dari pengawal Athena pasti akan mengikuti langkah mereka. Dan kini Rum lah yang bertugas menemani mereka, Athena juga meminta Dina, pengawal nya yang baru untuk ikut. Setidaknya Rum nanti tidak akan kesepian karena ada Dina yang ikut bersamanya. Mereka tentu akan berada dalam jarak aman.
Sementara di kediaman Athena, ada Ayra yang sedang merengek karena akan ditinggal trip oleh Athena.
"Adek di sini yah, tunggu kakak pulang. Kakak gak lama kok. Kan ada Oma dan opa yang nemenin adek. Nanti ada Tristan juga, ada Regan juga yang akan menemani adek" Athena mencoba memberi pengertian kepada adiknya.
Ayra hanya mengangguk pasrah dalam gendongan Athena.
"Jangan nangis lagi hmm" Athena mengusap air mata Ayra. Ia kini duduk di sofa, Ayra masih berada dalam pelukannya.
"Tuh lihat, opa dan Oma senyum-senyum lihat adek nangis. Nanti muka adek jelek lho kalau nangis terus."
Ayra menoleh ke arah Lathief dan Aina, sepasang orang itu dengan cepat menoleh ke arah lain.
"Jangan ketawain Ayra" ucap anak kecil itu.
"Nggak sayang. Tadi Oma sama kakek kertawain kartunnya, bukan Ayra. Ayo sini Oma peluk. Kakaknya mau siap-siap dulu" Aina merentangkan tangannya.
Athena mencium sekilas kening adiknya, kemudian melepaskan pelukannya.
"Adek sama Oma dulu yah"
Ayra mengangguk. Ia turun dari pangkuan Athena kemudian berjalan ke sofa yang di duduki Aina dan Lathief.
Tidak butuh waktu lama, Athena sudah siap. Ia hanya mengenakan celana jeans, baju kaos yang dilapisi switer bagian luarnya. Ia juga membawa backpack cukup besar yang berisi pakaian serta perlengkapannya.
Rupanya Raga sudah menunggunya. Ia sedang ngobrol dengan Oma, opa dan Ayra.
"Gak makan malam dulu?" tanya Lathief.
"Kami makan di jalan saja, opa. Jadwal keberangkatan pesawatnya juga kian dekat" jawab Raga.
"Adek, kakak pergi dulu yah. Jangan repotin Oma dan opa yah" Athena mengelus rambut adiknya.
"Iya, kakak" ucap anak kecil itu.
"Oma, opa, jaga kesehatan yah selama The tidak ada" pesan Athena. Ia lalu mencium punggung tangan keduanya secara bergantian.
"Raga, hati-hati yah bawa cucu opa."
"Baik, opa" kata Raga.
Raga membawa mobilnya sendiri. Ia akan menyimpannya di bandara sampai ia tiba nanti.
"Rum dan Dina dimana?" tanya Raga.
"Udah di bandara" jawab Athena.
Raga mengangguk. Ia mengelus rambut Athena dengan sebelah tangannya.