
Argantara Perdanakusuma
Jam 7 aku jemput.
^^^Athena MA^^^
^^^Aye aye captain.^^^
Setelah membalas pesan Renal, Athena segera mandi. Ia akan dibantu oleh Alda untuk bersiap-siap.
"Kakak mau kemana?" tanya Ayra. Ia masuk ke kamar Athena bersama Alda.
"Mau ke pesta sekolah, dek" jawab Athena.
Ayra mengangguk seolah mengerti jawaban Athena. Alda mulai menggerakkan tangannya di wajah sang anak. Tidak butuh waktu lama, ia selesai.
"Mau mommy tebalin nggak?" tanya Alda.
"Gini aja, mom" jawab Athena.
Alda kembali merias rambut anaknya. Rambut anaknya hanya sebatas tengah belakang, tidak terlalu panjang untuk dikepang. Ia membuat dua ikatan kecil di sisi kiri dan kanan kepala Athena, kemudian disatukan pada bagian tengah. Rambut anaknya ia buat Curly di bagian bawah.
"Ayra juga mau mom" ucap Ayra.
Alda terkekeh. Ia juga merias rambut anak kecilnya.
"Cantik" ucap Ayra saat bercermin.
"Kakak ganti baju deh. Bentar lagi jam 7 lho" suruh Alda saat Athena masih asyik bermain ponsel.
"Siap, mommy" Athena meletakkan ponselnya di lemari make up-nya, kemudian memasuki walk in closed nya. Gaun berwarna hitam melekat ditubuhnya, begitu kontras dengan kulit putihnya yang selalu terawat.
"Perfect" kagum Alda.
"Sendalnya warna apa mom?"
"The bawa clutch warna apa sayang?"
"Kalau silver cocok nggak mom?"
"Boleh deh. Lagian gaunnya juga ada warna silver nya kok" Jawab Alda.
Athena kembali memasuki walk in closed nya untuk mengambil high heels juga clutch. Clutch yang Athena pegang adalah hasil dari perburuan Alda dan Ivana saat mereka berjalan-jalan ke luar negeri kapan hari.
"Benar-benar anak mommy" Alda mencium pipi Athena sekilas.
"Waaaaw, akak The cantik" ucap Ayra yang begitu terpesona melihat kecantikan Athena.
"Terima kasih, sayang. Adeknya akak juga cantik" Athena mengelus kepala Ayra.
"Ayo, kita turun" ajak Alda. Ia berada di tengah-tengah, masing-masing tangannya menggandeng tangan kedua anaknya.
"Waw, ada princess di rumah ini" goda Nevan.
Renal menoleh kebelakang, mencari objek yang Nevan bicarakan.
"Princess nya Daddy cantik banget" ucap Renal.
"Adiknya Nevan juga cantik ihh" Nevan mencubit pipi Ayra yang duduk di sampingnya.
Min datang bersama Raga.
"Udah di jemput tuh kak" beritahu Alda.
Athena asyik bermain dengan kedua adiknya, ia menoleh.
"Ehh, udah datang"
Raga terkekeh kecil. Ia dibuat terkejut saat melihat keberadaan anak yang ia kenal saat di desa kemarin.
"Eh, kok di sini?" Raga tidak bisa menahan rasa penasarannya.
"Iya, ikut sama kakek Abraham" jawab Nevan.
Raga mengangguk mengerti. Ia dan Athena lalu pamit untuk ke salah satu hotel termegah di kota A, AR HOTEL.
"You look so beautiful" ucap Raga.
"Thank you, sir" kata Athena.
"Ayra kok bisa di rumah kamu?" tanya Raga penasaran.
"Kedua orang tuanya serta kakaknya mati terbunuh. Ia juga luka berat saat itu, lalu kakek membawanya ke sini untuk menjalani pengobatan. Pas disuruh milih ikut kakek pulang ke desa atau ikut uncle Jake, Ayra nggak mau. Ayra maunya tinggal sama aku" Athena menjelaskan kronologi nya dengan singkat.
"Kasihan banget dia. Masih sekecil itu udah rasain gak punya orang tua dan keluarga" ucap Raga.
"Sekarang udah punya keluarga baru kok." kata Athena.
"Kamu sibuk banget waktu libur kemarin? sampai gak bales pesan aku" tanya Raga lagi.
"Sibuk banget, Ga. Aku gak megang ponsel bahkan. Kalau mommy sama Daddy mau bicara, yah lewat ponsel Oma. Opa benar-benar ngawasin aku. Sorry"
"Never mind. Yang penting sekarang sudah ketemu lagi." kata Raga.
Raga menghentikan mobilnya di halaman AR HOTEL. Lelaki itu memasuki ballroom hotel sambil menggandeng tangan Athena. Mereka kini menjadi sumber perhatian orang-orang.
"Prince dan Princess kita udah datang" kata Wildan.
"Ada-ada aja sih" ucap Athena. Ia melihat sekitarnya, mencari teman kelasnya. Artis papan atas mulai bernyanyi, menghibur para pelajar yang akan menjadi mahasiswa sebentar lagi.
"Marilah kita sama-sama memanggil King and Queen of the year. Argantara Perdanakusuma dan Athena MA" panggil pembawa acara.
"Naik gih" suruh Fany yang tadi menarik Athena menuju meja dimana teman kelasnya berada.
"Malu, Fan" ucap Athena.
Raga sudah berdiri diatas panggung.
"Queen nya mana nih?" tanya Pembawa acara itu
"Naik, The" suruh Dwi.
Athena berdiri dari duduknya, ia perlahan berjalan ke atas panggung.
"Silahkan duduk" kata pembawa acara itu.
"Malam ini kami selaku panitia memanfaatkan dengan baik kesempatan yang ada. Kalian akan diminta untuk menjawab pertanyaan para siswa-siswi yang kadang merangkap menjadi netizen. Okay?"
"Jawab jawab jawab" teriak yang ada di bawah.
Keduanya mengangguk bersamaan.
"Pertanyaan pertama untuk Raga, apakah pernah merasakan kesal saat Athena menyalip peringkat Lo?" pembawa acara itu membacakan pertanyaan entah dari siapa.
"Never." jawab Raga singkat.
"Pertanyaan untuk Athena. Apakah Raga adalah tipemu?"
Athena terkekeh kecil mendengar pertanyaan yang di dengarnya.
"Raga tampan, tinggi dan tentu saja smart. Semua perempuan pasti menginginkan seorang Raga, saya perempuan dan Raga bisa saja menjadi tipe saya" jawab Athena lugas.
Uhhhui
ciyee
"Pertanyaan dari unknown, Athena, who is you?"
"I'm Athena, seorang gadis, seorang pelajar yang sebentar lagi bergelar seorang mahasiswi" jawab Athena diplomatis.
Pertanyaan demi pertanyaan mereka jawab dengan tenang. Sesekali terdengar godaan dari arah audience.
"Ada yang mau bertanya langsung kepada Queen dan King kita?"
Banyak orang yang mengangkat tangannya.
"Baiklah, mari kita beri kesempatan kepada presiden sekolah kita pada zamannya, Eros Widjayanto" kata pembawa acara itu heboh.
Athena cemas menanti pertanyaan dari temannya yang sebelas dua belas dengan Raga.
"Sejauh mana perkembangan hubungan kalian?" tanya Eros.
****, udah jalan ternyata.
Gue patah hati
patah hati se Maheswari banget ini
cocok sih mereka
tampan dan cantik, apalagi yang ditunggu
best couple sih
Suara-suara terdengar lirih ditelinga Athena. Eros benar-benar minta ditonjok.
"Yang jawab siapa nih?" tanya pembawa acara.
Raga lebih cepat menjawab.
"Kami berteman. Athena menjadi teman saya bercerita dan berkeluh kesah. Athena menjadi pendengar yang baik untuk saya. Sejauh mana hubungan saya dengan dia, yah dia teman saya. Kami berteman. Sama seperti saya berteman dengan Eros, Kevin, Wildan, Darren, Fany dan Dwi, kami, I mean saya dan Athena berteman baik dan tentu saja dalam konteks berbeda dari yang lain, she is special person" jawab Raga.
Jawaban Raga mendapat tepuk tangan dari teman-temannya. Lelaki ini rupanya lebih suka bergerak diam-diam.