Athena

Athena
Dinner



Aina dan Lathief memilih untuk berada di kota C untuk waktu yang lama. Pagi pagi sekali Aina akan bangun dan menyiapkan sarapan, sesekali Athena akan ikut membantunya, seperti pagi ini.


"Masih suka bubur ayam?" tanya Lathief saat melihat kedua cucu perempuannya sarapan dengan bubur ayam.


Menyadari pertanyaan itu untuk dirinya, Athena menjawab,


"Masih dan akan selalu suka, opa" jawab Athena.


"Adiknya juga sampai ikutan minta bubur ayam setiap hari waktu di kota A, mbak Ani jadi senang bisa masak bubur ayam lagi" cerita Aina.


Ayra hanya nyengir mendengar cerita Omanya.


"Emang iya dek?" tanya Athena pada Ayra.


"Iya, kakak" jawab anak kecil itu.


"Habis buburnya enak yah dek yah"


"Enak banget. Apalagi pake sambel" kata Ayra.


"Sambelnya jangan banyak-banyak yah sayang" Aina mengingatkan.


"Iya, Oma" jawab Athena dan Ayra kompak.


"Hari ini opa yang anterin yah?"


"Opa mau anterin adek?" tanya Athena.


"Dua-duanya, Kakak dan adek" jawab Lathief.


Jika ada yang bertanya keberadaan Bagas, lelaki itu belum kembali dari negara T. Ia tertahan di sana untuk beberapa waktu.


Aina melihat kepergian suaminya dan kedua cucunya. Ia tersenyum, merasa senang. Mereka seolah diberi kesempatan untuk mengulang kembali kebiasaan saat Mika dan Alda masih kecil dulu. Setiap pagi Lathief akan mengantarkan kedua anak kembarnya ke sekolah sebelum ke kantor, dan Aina senang akan aktivitas itu. Sekarang ia merasakan kembali momen-momen itu. Meskipun Athena tidak lagi sekolah, setidaknya ada Ayra yang menduduki posisinya kini.


Hari ini adalah hari ulang tahun Athena, tapi sepertinya anak gadis itu melupakannya. Renal, Alda, Mika, Ivana dan ketiga cucunya akan tiba nanti malam di kota ini. Tentu saja ini adalah rahasia, Athena tidak tahu.


Anak kecil yang dulu menjadi obat bagi Alda kini sudah tumbuh besar, subur dan sudah menjadi tempat bernaung banyak orang. Ia tumbuh dengan sangat baik, ia menjadi gadis yang sangat cantik, anggun dan begitu tangguh. Aina tidak tahu seberapa sakit ditinggalkan oleh ayah kandung, tapi ia akan selalu memberi warna hingga Athena lupa bagaimana cara bersedih dan rasa sakit itu sendiri. Cucunya itu kini sudah menginjak usia 23 tahun. Usia keemasan, seperti bunga sudah waktunya ia mekar.


"Ehh, belum masuk?" tanya Lathief saat melihat keberadaan istrinya masih berada di teras.


Aina melihat ke arah Lathief.


"Aku nungguin kamu" jawab Aina.


"Yuk masuk" Lathief merangkul bahu cucunya sambil berjalan memasuki rumah.


✨✨✨


Athena di jemput oleh Min sore ini. Ia mampir ke minimarket terlebih dahulu untuk membeli makanan ringan titipan Ayra.


"Sudah nona?" tanya Min.


"Iya, Min. Ayo pulang" jawab Athena.


Min kembali menginjak pedal gasnya. Mobil mulai bergabung dengan kendaraan yang lain.


"Terima kasih, kakak" ucap Ayra saat Athena meletakkan sebuah kantong yang berisi makanan ringan pesanannya.


"Sama-sama, sayang" Athena mencium pipi chubby adiknya.


"Sini, kakak bantuin" Athena membantu Ayra menyusun makanan ringan ke dalam rak khusus yang ada di kamar adiknya. Di samping rak itu juga ada kulkas mini yang adiknya gunakan untuk menyimpan ice cream juga buah.


"Ehh, pada di sini toh" Aina memasuki kamar Ayra.


"Iya, Oma. Kakak bantuin Ayra nyusun makanannya" jawab Ayra. Ia ikut duduk di sofa bersama sang Oma.


"Bantuin apa kakak aja nih yang ngerjain?"


"Tadi Ayra ikut bantu kok Oma" jawab Ayra cepat.


"Beneran?" goda Aina.


"Iya, Oma. Oma tanya kakak deh.


"Beneran, Oma." kini Athena yang menjawab.


"Syukurlah, cucu-cucu Oma pada suka saling bantu membantu. Oma senang lihatnya" Aina mengelus rambut sebahu Ayra.


"Oma kenapa nyari kita?" tanya Ayra.


"Ohiya, oma hampir lupa. Nanti malam kita dinner di luar yah, opa lagi mau suasana yang berbeda" beritahu Aina.


"Tempatnya udah ada? Kalau belum Athena booking dulu" tanya Athena.


"Udah, sayang. Oma juga udah nyiapin baju"


"Ehh, tumben" heran Athena.


"Udah lama Oma gak ribet. Pas opa ngajak makan di luar, Oma excited banget, makanya sampai siapin dress segala" kata Aina yang diakhiri kekehan kecil.


"Wah, gaunnya kayak tuan putri nggak Oma?" tanya Ayra yang terlihat begitu senang.


Athena terkekeh mendengar jawaban Omanya.


Malam baru saja menyapa, Lathief, Aina dan kedua cucunya sudah siap.


"Kak, naik Limosin aja boleh nggak?" tanya Lathief.


"Boleh, opa" jawab Athena.


"Kirain gak boleh. Opa takut diomelin lagi soalnya" kata Lathief yang mengundang tawa kecil Aina.


"Opaaa, itu sudah lama banget. Jangan diingetin lagi, The malu" Athena menutup wajahnya.


Lathief juga ikut tertawa melihat ekspresi malu cucunya. Hanya Ayra yang terlihat cengo, ia tidak tahu apa-apa.


"Udah yuk berangkat" ajak Aina.


Min dengan sigap membuka pintu untuk keempat orang majikannya.


Setelahnya, barulah ia naik ke kursi penumpang bagian depan, duduk bersebelahan dengan Run.


Limosin itu berhenti di depan AR Hotel yang ada di kota C. Hotel yang sama megah dan mewahnya seperti di kota A.


"Ngajak dinner kok di tempat sendiri, gak nanggung banget" Athena mendumel.


"Kakak sensitif banget" ucap Ayra.


"Iya. Lagi dapat yah kak?" tanya Aina.


Athena nyengir.


"Iya, Oma" jawabnya.


"Opa salah timing kayaknya godain harimau yang lagi nunggu mangsanya" Lathief makin menyiram bensin.


"Opa" tegur Aina.


"Omelin aja Oma" bibir Athena mengerucut lucu.


Lathief mencubit pelan pipi Athena.


"Opa minta maaf yah" ucapnya.


Athena mengangguk.


"Iya, opa"


"Opa, kapan sampai?" tanya Ayra.


"Bentar lagi, sayang." jawab Lathief. Ia merangkul pundak anak kecil itu.


Lift berhenti di lantai teratas gedung ini. Dimana ada satu penthouse, dan sebagiannya dibuat menjadi outdoor.


"Udah sampai" ucap Aina.


Mereka menuju ke salah satu meja yang hanya tersedia 4 kursi. Di sisi lainnya, ada sebuah meja yang cukup lebar.


"Tumben papa nyewain lantai teratas gedungnya" heran Athena.


"Biar bisa dapat uang yang banyak kali" Lathief menimpali dengan ucapannya yang ngawur.


Meja sebelah sudah ramai, rupanya ada pesta topeng.


"Keren banget, pesta topeng" kini Ayra yang berkomentar.


"Adek juga mau?" tanya Aina.


"Mau, Oma. " jawab Ayra cepat


"Nanti yah sayang" Athena mengelus rambut adiknya.


Ayra mengangguk.


"Udah boleh makan belum nih?" Lathief lagi-lagi merusak suasana.


"Silahkan dinikmati hidangannya tuan Lathief Arunika" Athena berdiri kemudian membungkuk sejenak.


Perlakuan nyeleneh Athena mengundang tawa Aina dan Lathief.


"Ayra, mau apa sayang?" tanya Aina pada Ayra.


"Mau pasta, Oma. Mau French fries juga" jawab Ayra.


"Kecil-kecil makannya banyak" goda Lathief.


"Biar cepat besar, opa. Terus kerja seperti kakak" Ayra membela dirinya.


"Ayra mau jadi apa sayang?" tanya Aina.


"Mau jadi seperti kakak The" jawab Ayra.