
Menjelang malam, Lathief, Aina, Mika dan Ivana tiba di kompleks Arunika. Mereka langsung mendatangi kediaman Renal.
"Akak The dimana?" tanya Aina saat mendapati menantu dan tiga orang cucunya sedang duduk di ruang keluarga lantai 2.
"Di kamarnya, ma" jawab Renal.
Ia berdiri, mengantar mertua dan iparnya ke kamar anaknya. Nampak Athena sedang bersandar di bahu mommy nya.
Aina mencium pipi anak dan cucunya. Ia merasakan panas saat mencium pipi cucunya.
"The kenapa bisa gini sayang?" tanya Aina lembut.
"The hanya kelelahan, Oma. Terus waktu tidur gak sengaja suhu AC nya aku turunin. Jadilah panas dingin gini" jawab Athena dengan suara lemasnya.
"Dokter bilang apa, Al?" tanya Ivana.
"Dokter William bilangnya The kelelahan juga. Infeksi virus gitu. Makanya demam gini, lemas juga, tadi dia ada muntah 2 kali" jawab Alda.
"Ehh, pas sore tadi, panasnya naik lagi." lanjut Alda.
"Gak dibawa ke rumah sakit aja?" tanya Mika.
"The gak mau, bang." Renal ikut berbicara.
Seandainya The mau, sudah sejak kemarin ia membawa anaknya ke rumah sakit.
"The udah agak baikan. Tunggu panas dinginnya hilang aja, sama lemasnya juga " ucap Athena.
"Cepat sembuh yah, cucunya Oma" Aina mengelus rambut Athena.
"Mama duduk sini aja. Adek mau ke bawah dulu nyiapin makan malam" kata Alda.
Mika, Ivana dan Renal meninggalkan kamar Athena. Yang tersisa hanya Athena, Aina dan Lathief.
"Maaf yah udah bikin opa dan Oma pulang cepat" ucap Athena.
Lathief mengelus tangan Athena yang masih terpasangi infus.
"Opa khawatir. Kami semua khawatir The sakit." katanya lembut.
"Kaciaaan sayangnya oma, jadi sakit gini" ucap Aina.
"Kata mommy The udah lama gak sakit. Pas sakit bikin mommy ketar ketir" Athena terkekeh kecil saat mengingat ucapan mommy nya.
"Dulu waktu kecil The sampai menggemparkan dunia karena kekurangan darah. Mana darahnya Rh-Null pula. Untung om Jake punya golongan darah yang sama. Sekarang sakit, opa yang dibuat ketar ketir" kata Lathief.
"Segitunya opa?" tanya Athena.
Lathief mengangguk.
"Makanya, The jaga kesehatan yah. Vitaminnya jangan jadi hiasan nakas aja, selalu makan makanan yang sehat, minum susu juga"
"Padahal The udah 15 tahun, masih disuruh minum susu aja" ucap Athena.
"Lho, Oma yang sudah berumur 63 tahun aja masih minum susu kok, opa juga" kata Aina.
"Iya, The gak akan bandel lagi" janji Athena.
Pintu kamar Athena terbuka. Nevan, Arvin dan Arion masuk.
"Oma sama Opa makan dulu. Akak The biar kami yang jaga" kata Arvin sopan.
Aina turun dari tempat tidur cucunya. Ia mengelus kepala ketiga cucu laki-lakinya.
"Titip kakak yah jagoannya Oma" ucapnya lembut.
"Siap, Oma" jawab ketiganya bersamaan.
Lathief membuka dompetnya. Ia mengeluarkan beberapa lembar uang merah. Ia tahu betul ketiga cucunya ini sangat menyukai uang.
"Opa lagi baik hati, opa kasih sangu deh" kata Lathief.
Ketiga cucu laki-lakinya bertepuk tangan senang.
"Yang banyak, opa" ucap Arion.
Lathief masing-masing memberi 2 lembar uang merah kepada ketiga cucu laki-lakinya.
"Lumayan buat beliin kakak tahu bulat" kata Nevan.
Lathief terkekeh mendengar ucapan cucunya. Mereka ini benar-benar bisa diandalkan. Mereka saling menyayangi.
"Tunggu opa yah. Habis makan malam kita pergi cari tahu bulat" katanya.
"Siap, opa" jawab ketiganya.
"Opa makan dulu yah sayang" Lathief mengelus rambut Athena.
"Makan yang banyak opa" ucap Athena.
Lathief mengangguk.
"Asistennya dokter William udah makan?" tanya Athena.
"Di lepas aja boleh nggak yah?"
"Big no!" jawab ketiganya.
"Kasihan kak Nita kalau sampai nginap di sini karena kakak." ucap Athena tidak enak.
"Nggak nginap, kok. Habis pasangin infus baru, kak Nita bakal pulang. Kesini lagi besok pagi" jelas Nevan.
Alda mengangguk mengerti.
✨✨✨
Setelah makan malam, Lathief benar-benar membawa ketiga cucunya mencari tahu bulat. Tentu bukan itu saja, Nevan bahkan meminta kakeknya untuk membelikannya hoodie. Yang paling repot tentu saja Ram. Ia yang bertugas mencari Hoodie yang diinginkan tuan mudanya.
Tak mau kalah, Arion meminta sepatu basket. Arvin juga. Jadilah mereka benar-benar menghabiskan uang Lathief.
"Tahu bulatnya udah ganti merk yah?" tanya Alda saat melihat paper bag yang dibawa anaknya dan juga ponakannya.
"Tahu bulat internasional dan limited edition" sambung Ivana.
"Habis berapa, pa?" tanya Mika.
"Gak tahu. Papa gak hitung." jawab Lathief biasa aja.
"Jangan di manja deh, pa. Sekarang masih minta hoodie, sepatu, besok-besok minta mobil, papa sendiri yang repot" omel Alda.
"Gak repot kok. Uang jajan kalian yang papa kurangin" kata Lathief enteng.
"Papa" panggil Alda dan Mika kompak.
Lathief terkekeh melihat ekspresi anak-anaknya.
"Papa mau lihat cucu papa dulu. The pasti suka papa beliin tahu bulat" katanya.
Arvin, Arion dan Nevan sudah tenggelam di kamar milik Nevan. Yang tersisa di ruang keluarga hanya Renal, Alda, Mika dan Ivana. Tak lama kemudian, mbak Ani datang sambil membawa nampan yang cukup besar. Ada banyak jenis gorengan di nampan itu. Ada jus juga.
"Mbak Ani udah pisah buat yang lain juga kan?" tanya Alda.
"Sudah, nyonya" jawab Mbak Ani.
Alda mengangguk. Mbak Ani pamit untuk bergabung dengan yang lain.
"Al, banyakin sambelnya, mayonaise nya juga" kata Ivana.
"Heran aku sama perempuan, suka banget yang pedas-pedas" ucap Mika.
"Biarin aja, bang." pasrah Renal.
Sementara di dalam kamar Athena, Lathief menyuapi cucunya.
"Banyakin sambelnya opa" kata Athena.
"Jangan, pa. Nanti cucunya muntah lagi" larang Aina.
"Nggak akan muntah, Oma"
"Pokoknya gak boleh. Sambelnya dikit aja, mayonaise nya yang banyakin" kata Aina tegas.
Lathief hanya mengangkat kedua bahunya pasrah.
Setelah makan tahu bulat, badan Athena kembali merasakan dingin. Padahal suhu tubuhnya mencapai 39,5 derajat.
"Ke rumah sakit aja deh" Ivana kasihan melihat anak perempuannya yang terlihat begitu tersiksa.
"Tunggu besok. Tadi udah buat perjanjian sama Daddy nya. Ini masih untung gak muntah" kata Alda.
"Mau nginap di sini semua?" tanya Alda.
Lathief, Aina, Mika dan Ivana mengangguk.
"Aku siapin kamarnya dulu" Alda meninggalkan kamar anaknya. Ia menyiapkan kamar untuk orang tua dan juga kakaknya.
"Mama, papa, kakak dan Ivana istirahat dulu. Kalian belum istirahat. Ini juga sudah larut malam" kata Alda.
Masing-masing menuju kamar yang telah Alda siapkan. Arvin dan Arion jangan di tanya lagi. Sejak ia memasuki kamar Nevan, wajah mereka bertiga sudah tidak nampak lagi hingga sekarang.
"Daddy nggak apa-apa tidur sendiri?" tanya Alda.
"Daddy tidur di sofa aja. Mommy tidur di kasur sama The" jawab Renal.
"Kalau lihat The sakit gini, mommy selalu ingat yang dulu-dulu." ucap Alda.
Athena sudah tertidur. Mungkin efek obat yang diminumnya.
Renal mencium kening Alda.
"Kita jaga The sama-sama yah" ucapnya.
Alda mengangguk.