Athena

Athena
Bye Kota A



"Katanya mau ikut sama kakak, kok nempel sama mommy terus?" tanya Nevan pada Ayra yang sedang memeluk mommy nya.


"Kan di peluk dulu sebelum Ayra pergi" Ayra ngeles.


"Udah, di sini aja. Ada mommy, Daddy dan kak Nevan" Renal ikut membujuk anaknya.


"Mau sama kak The" kata Ayra.


Alda mengelus rambut Ayra dengan penuh kasih sayang.


Keberangkatan Athena dan Ayra ke kota C kian mendekat. Ini adalah hari terakhir mereka di kota A. Athena sedang ke rumah Fany untuk merayakan kelulusan gadis itu.


"Finally, Fany Febiola S.Ked" ucap Athena sambil memberikan bucket yang dollar kepada sahabatnya.


"Aw aw, bucket nya gak main-main nih" Dwi merebut bucket nya dari tangan Fany.


"Thanks, The" ucap Fany.


Athena mengangguk.


"Selfie dulu lah" Dwi memposisikan ponselnya agar menangkap wajah mereka bertiga.


"Woi tunggu woi" toa Audy yang baru tiba.Lala, Wulan dan yang lain ikut dibelakangnya.


Satu persatu memberikan selamat kepada Fany. Fany terlihat begitu senang mendapatkan kunjungan dari teman-temannya.


"Wuilah, cuan cuan" Irvandi memeluk bucket yang Athena berikan untuk Fany.


"Dollar, man" Bastian menimpali.


"Ehh, jangan dekat-dekat Athena" kata Arsya saat Lala akan duduk di samping Athena.


"Kenapa deh Sya ?" tanya Athena.


"Lo terlalu princess untuk Lala yang masih otw glow up" kata Arsya yang mengundang tawa dari teman-temannya.


Plak


bantal sofa melayang dan mendarat sempurna di kepala Arsya.


"Syalan benar" ucap sang pelaku, Lala.


"La, kalem dikit napa" Arsya merenggut.


"Lagian Lo ada-ada aja. Lo lupa kalau Lala duta wisata waktu kita masih SMA?" Naufal mencoba mengingatkan kepada Arsya siapa Lala.


"Canda aelaaah" Arsya mengangkat jarinya membentuk huruf V.


"Lo besok jadi ke kota C?" tanya Wulan.


Athena mengangguk.


"Of course" jawabnya.


"Asiquee. Pengacara dan pebisnis, dua profesi sekaligus" puji Irvandi.


"Apaan sih, Irvandi." Athena memberenggut.


"Mau makan siang di mana?" tanya Fany pada teman-temannya.


"Belakang rumah Lo aja deh. Delivery order aja" usul Dwi.


"Oke" Fany menyetujui.


"Aku udah order makanannya. Bentar lagi tiba" beritahu Athena.


"The, yang wisuda kan Fany, kok Lo yang traktir?" tanya Soni heran.


"Nggak apa-apa. Besok aku kan udah gak di sini, hitung-hitung sebagai salam perpisahan aja sih" ucap Athena.


Tak lama kemudian, 3 orang pelayan AN resto memasuki kediaman Fany. Mereka mengantarkan makanannya hingga ke taman belakang rumah Fany.


"Terima kasih yah" ucap Athena.


"Sama-sama, nona" jawab salah satunya. Mereka bertiga kemudian membungkuk sejenak kemudian pamit.


"Lo selalu diperlakukan kayak gitu The?" tanya Bastian.


"Nggak, kok." jawab Athena.


Tugas pelayan AN resto kemudian dilanjutkan oleh mbak-mbak yang bekerja di rumah Fany untuk menghidangkan makanan yang Athena order.


"Gak nyangka sih,setelah 4 tahun kita lepas seragam SMA , pertemanan kita awet hingga sekarang." ucap Naufal.


"Yang penting jangan putus komunikasi aja. Komunikasi adalah kuncinya" kata Bastian menimpali.


Setelah bertemu dan saling berbagi pengalaman, Athena pamit kepada teman-temannya. Ia diantar pulang oleh Raga.


"Gak pamit dulu sama mama dan papa?" tanya Raga.


"Yaudah, lain kali aja" ucap Raga.


"Kamu marah?"


"Nggak, The" Raga mengelus rambut Athena.


"Nanti, yah" janji Athena.


Raga mengangguk sambil tersenyum.


✨✨✨


Athena melihat jam tangannya, sebentar lagi ia akan check in.


"Yakin ikut kakak?" tanya Athena.


Ayra mengangguk.


"Sayang, adiknya jangan digalakin" pesan Alda.


"Siap, mommy" Athena hormat.


"Daddy bakal kesepian deh" ucap Renal.


"Daddy mah" Athena dan Ayra memeluk Renal.


"Sorry, aku terlambat" ucap Raga yang baru datang. Napasnya memburu.


"Eh, kok datang?" tanya Athena.


"Pengen lihat kamu aja" jawab Raga.


"Wah, sepasang love bird nih" goda Alda.


Raga dan Renal terkekeh.


Panggilan untuk check in sudah menggema.


"Bye mommy, bye Daddy, bye kak Raga!" pamit Ayra sambil menyalami satu persatu orang disana.


"Bye sayang, hati-hati yah" Alda mencium kening putri bungsunya. Renal juga melakukan hal yang sama.


"Ayra, kak Raga titip akak The yah. Kalau ada yang deketin kakaknya,halal kok buat di sleding"


Ayra mengangguk mendengar pesan Raga.


"Siap, kak Raga" ucap Ayra sambil hormat.


Semuanya terkekeh melihat interaksi dua orang di depan mereka. Kini saatnya Athena yang pamit.


"Daddy tunggu yah buat mimpin perusahaan" pinta Renal.


"Kan ada Nevan"


"Nevan maunya pegang sekolah aja"


Athena mengangguk. Ia kemudian berjalan ke arah Raga.


"Jaga diri, jaga hati juga" ucap Athena.


"Siap, tuan putri"


Raga membawa Athena masuk ke pelukannya.


"Selamat belajar dan mengabdikan diri"


"Selamat berjuang" balas Athena.


Alda memeluk pinggang suaminya.


"So sweet banget" ucapnya.


"Dadaahhh" Athena dan Ayra melambaikan tangannya yang dibalas lambaian tangan oleh Renal, Alda dan Raga.


"Athena sedang belajar untuk memegang tanggung jawab besar, semoga kamu bersedia menunggunya" kata Renal.


"Baik, om" Raga mengangguk mengerti.


"Salam yah sama mamanya" ucap Alda.


"Baik, Tante. Raga akan sampaikan"


"Hati-hati yah nyetirnya"


"Iya, om. Om dan Tante juga hati-hati"