
Setelah libur selama 2 hari, Athena kembali masuk jmhari ini. Hari ini adalah hari pertama untuk ujian praktek. Para kelas 12 dibebaskan untuk memilih kelasnya masing-masing. Athena memilih untuk ujian praktik biologi lebih dulu. Di depannya ada tanaman kacang hijau dengan umur yang bervariasi. Athena menanam kacang hijau itu satu bulan yang lalu dan baru dibawa ke sekolah tadi pagi. Ada dua box tanaman kacang hijau yang ia bawa. 1 box berisi tanaman kacang hijau yang ia simpan di luar ruangan, satu box lagi ia simpan di tempat yang tidak terkena cahaya matahari. Ia menjadikan tanaman kacang hijau sebagai bahan praktikumnya, dengan judul Pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kacang hijau. Hari ini ia tinggal memaparkan hasil praktikumnya dengan membawa bukti-bukti tadi, yakni tumbuhan kacang hijau.
Setelah keluar dari laboratorium biologi, ia lalu ke kantin. Athena memilih untuk beristirahat sebentar sebelum melakukan praktikum kimia.
"Habis dari mana?" tanya Raga yang memilih duduk di depan Athena.
"Lab biologi" jawab Athena.
Raga mengangguk. Ia ikut memesan makanan dan makan bersama Athena di meja yang sama.
"Habis ini mau kemana?" tanya Raga.
"Laboratorium kimia. Kamu?"
"Mau praktikum fisika dulu."
"Semangat, Ga" ucap Athena.
Raga mengangguk. Ia mengelus rambut Athena sebelum meninggalkan kursinya.
Hal itu tentu tak luput dari pandangan orang-orang yang berada di kantin. Athena memilih untuk mendengarkan saja, toh mereka punya mulut untuk bicara.
Di praktikum kimia, Athena memilih materi menentukan asam, basa dan garam menggunakan kertas lakmus. Penguji hanya diam duduk di depan layar laptopnya, mengamati Athena yang sedang berjalan untuk mengambil alat dan bahan yang akan ia gunakan dalam praktikumnya. Setelah itu, barulah penguji duduk di hadapan Athena yang sedang larut dalam praktikumnya. Setelah selesai, Athena kembali memaparkan hasil praktikumnya.
"Sempurna" Miss Evelyn bertepuk tangan. Ada lima orang siswa lain yang sedang mengantri untuk melakukan praktikum di kelas Miss Evelyn.
"Terima kasih, Miss" ucap Athena sopan.
Miss Evelyn memberikan Athena sebuah gantungan yang berbentuk tabung kecil yang digunakan untuk praktikum.
"Wah, thank you so much, Miss" Athena begitu senang mendapat hadiah dari gurunya.
"You're welcome, girl" Miss Evelyn mengelus rambut Athena sebelum memanggil nama siswa selanjutnya.
Setelah keluar dari laboratorium kimia, Athena bergegas ke laboratorium fisika. Ternyata masih ada Raga yang sedang memaparkan materi yang ia pilih. Hanya ada mereka bertiga di dalam laboratorium, Athena, Raga dan Sir Anwar.
Sir Anwar dan Athena bertepuk tangan setelah Raga menyudahi pemaparannya.
"Bapak sedih, senang juga karena kamu akan meninggalkan sekolah ini" ucap Sir Anwar.
"Bapak seharusnya senang, tidak perlu menunggu lama untuk memulai kelas lagi" canda Raga.
Sir Anwar tertawa.
"Bapak berharap ada bibit-bibit seperti kamu lagi di sekolah ini"
"Pasti ada, pak." kata Raga pasti.
Sir Anwar mengangguk.
"Athena, silahkan"
Athena lalu menyambungkan laptopnya dengan layar proyektor sebelum memaparkan materinya.
"Kamu nggak keluar?" tanya Athena saat melihat Raga malah duduk di samping Sir Anwar.
"Gue nemanin pak Anwar, bentar lagi pisah soalnya" ngawur Raga.
Sir Anwar terkekeh pelan mendengar jawaban ngawur dari murid emasnya. Ia merangkul Raga dan menepuk pelan pundak lelaki itu.
Athena memilih materi Hukum Newton 1,2 dan 3 sebagai bahan praktikum nya. Di depannya ada alat dan bahan yang bisa ia gunakan. Athena memilih metode mempraktekkan sambil menjelaskan. Beda dari metode yang ia gunakan sebelumnya.
"Gimana Raga?" tanya Sir Anwar.
"Apanya pak?" tanya Raga.
"Athena gimana praktikumnya?"
"Bagus, pak" jawab Raga.
Sir Anwar bertepuk tangan setelah salam penutup keluar dari mulut Athena.
"Selalu luar biasa" ucap Sir Anwar.
Athena membungkuk sejenak,
Sir Anwar terkekeh pelan. Ia mengeluarkan dua magnet kecil dari laci mejanya. Satu berwarna merah satu lagi berwarna putih. Itu bukan magnet biasa. Magnet itu terlihat seperti batu permata yang dipahat.
"Athena, pilih salah satunya" perintah Sir Anwar.
Athena mengambil yang berwarna putih. Sisanya Sir Anwar memberikannya pada Raga.
"Bapak berikan hadiah kecil itu kepada kalian. Dijaga yah"
"Wah, terima kasih, pak" ucap Athena.
"Terima kasih, pak" Raga melanjutkan.
Pintu terbuka, ada Fany dan Dwi yang masuk.
"Mau praktikum sekarang?" tanya Sir Anwar.
"Iya, pak" jawab Fany.
Sir Anwar mengangguk. Fany lebih dulu duduk di meja praktikum. Athena, Dwi dan Sir Anwar duduk di kursi audience. Raga tadi pamit untuk ke laboratorium biologi.
Setelah menjadi audience untuk Fany dan Dwi, Athena memilih untuk segera pulang dan beristirahat. Pelajaran jurusan telah ia habiskan hari ini, sisa pelajaran wajib.
Athena menunggu giliran untuk ujian praktek bahasa Inggris. Ia harus melewati beberapa kuis sebelum melakukan ujian praktek. Athena memilih story telling untuk di mapel ini.
Di pelajaran bahasa Indonesia, Athena memilih untuk menceritakan sebuah dongeng, tak lupa dengan animasi yang ia buat sendiri. Ia membuat animasi yang digabung dalam sebuah album besar. Setiap Athena bercerita ia akan membuka tiap lembar album itu dan para tokoh dari cerita Athena akan muncul. Athena juga mampu mengubah-ubah suaranya.
Di hari ketiga, Athena memilih untuk praktek olahraga terlebih dahulu sebelum seni budaya. Di mapel olahraga Athena memilih memanah. Sedangkan di mapel seni budaya, Athena memilih untuk bernyanyi sambil memainkan piano. Ia mengkover salah satu lagu dari penyanyi favoritnya.
Pulang sekolah, Athena demam. Ia merasa dingin juga panas sekaligus. Pekan ini ia benar-benar sibuk, gadis itu bahkan lupa untuk makan. Ia tidak berdiri dari meja belajarnya jika Renal atau pun Alda tidak menjemputnya di kamar.
"Pusing nggak?" tanya Nevan.
Athena menggeleng.
"Lemas" jawabnya lirih.
Nevan memijit telapak kaki kakaknya. Remaja laki-laki itu sangat menyayangi sang kakak.
Alda datang membawa semangkuk bubur ayam.
"Nevan bersih-bersih dulu yah sayang, habis itu istirahat. Mommy yang gantiin jagain kakak" titah Alda.
Nevan mengangguk. Ia mencium kening kakaknya.
"Nevan mandi dulu yah kak" pamitnya.
Athena tersenyum kecil.
Alda menyuapi anaknya.
"Masih mau malas makan?" tanya Alda.
"Nggak lagi, mom." jawab Athena.
"Dibilangin kok, jangan kecapean, istirahat yang cukup, jangan paksain dirinya" omel Alda.
Athena hanya mengangguk.
"Mom, anaknya lagi sakit lho ini. Kok malah diomelin?" kata Renal yang baru memasuki kamar Athena.
"Liburannya ditunda dulu yah sayang?"
Athena menggeleng.
"Besok pagi The pasti udah sehat" katanya.
"Kalau belum ada perubahan, liburannya harus ditunda." kata Alda tegas.
"Iya mommy"
Sekarang masih hari Kamis sore. Athena berharap demamnya benar-benar hilang besok pagi atau ia akan merepotkan semua orang.