
Seperti janjinya semalam, kini Athena sedang dalam perjalanan menuju tempat pemakaman keluarga, ia tentu saja diantar oleh Renal dan Alda.
"Papi, hari ini seseorang akan meminta The di hadapan semua orang untuk menjadi teman hidupnya. Seperti The yang siap bersamanya, menerima nya, semoga papi juga sama. Semoga papi merestui kami dari surga, mengirimkan kami doa-doa terbaik." ucap Athena di depan nisan sang papi.
Ia lalu berpindah ke makam orang tua Raga, yaitu James dan Rina. Kemudian ke makam Ares, Weni, Hans dan Karina. Ia tentu tak lupa ke makam Jake yang sudah seperti ayahnya sendiri, dan juga ke makam Abraham.
Renal dan Alda yang menemani juga melakukan hal yang sama. Berharap mereka semua yang telah mendahului memberikan restu serta doanya untuk Athena dan Raga.
"Udah lega?" tanya Alda saat mereka dalam perjalanan pulang ke rumah.
Athena mengangguk.
"Iya, mom. Thanks for everything" ucap Athena. Ia mengecup pipi mommy nya.
"Daddy nggak?" tanya Renal yang sedang mengemudikan mobilnya.
Athena sedikit berdiri agar bisa mengecup pipi sang Daddy.
"Daddy juga, terima kasih yang tak terhingga" ucap Athena.
Renal terkekeh mendengarnya.
Sesampainya di kediaman 03, Athena segera di minta untuk mandi dan bersiap. Penata rias sudah tiba beberapa menit sebelum kedatangan Athena.
Athena terlihat cantik dengan kebayanya, rambutnya di sanggul begitu rapi.
"Kakak, you look so beautiful" ucap Ayra yang memasuki kamar Athena.
Athena terkekeh mendengar ucapan adiknya. Ayra juga sudah selesai, anak itu mengenakan gaun yang menutupi hingga pergelangan kakinya.
"Ayra juga sangat cantik" ucap Athena.
Pintu kembali terbuka, ada Nevan, Bagas, Arvin dan Arion memasuki kamar Athena.
"Wah, dua orang princess kita sangat cantik hari ini" ucap Bagas.
"Perlu diabadikan ini" usul Arion.
Nevan lalu memanggil fotografer keluarga untuk memotret mereka berenam. Keempat orang lelaki itu mengenakan batik merah maroon sebagai atasannya, dan celana kain hitam yang menutupi bagian bawah. Dari pihak keluarga Athena, mereka memilih warna maroon untuk membersamai acara hari ini.
"Panggil yang lain deh, kita foto keluarga dulu sebelum membernya bertambah" kata Nevan.
"Iya, habis ini member akan bertambah" Arvin mengiyakan.
Arion dengan suka rela memanggil anggota keluarganya.
"Fotonya di sini aja yah" usul Aina.
"Iya, biar nanti orang-orang pada kaget lihat kecantikan cucu kita" Dina menyetujui.
Athena duduk di kursi, disisi kirinya ada Dina dan Arka, sementara di sisi kanannya ada Aina dan Lathief. Dibelakang mereka ada Mika, Ivana, Alda, Renal, Rian dan juga Angel. Sementara Arvin, Arion,Ayra, Nevan dan Bagas duduk bersila di barisan paling depan.
Setelah sesi foto selesai, mereka kembali turun ke lantai 1 untuk menyambut kedatangan keluarga dari pihak Raga. Tersisa Ayra dan Athena yang ada di lantai 2.
"Kakak senang?" tanya Ayra.
Athena tersenyum.
"Sangat senang. Ayra senang nggak?"
"Sangat senang" jawab anak itu mengikuti jawaban Athena.
Sementara di taman, Raga datang bersama kedua orangtuanya, juga kakek dan neneknya dari pihak papa dan mamanya. Mereka datang hanya bertujuh.
"Selamat datang di kediaman kami" sambut Lathief dan Arka pada tamunya.
"Teman lamaku" Alexander memeluk tubuh Raka.
"Alex" seru Raka.
"Selamat datang Mr dan Mrs. Perdanakusuma" sambut Lathief.
"Terima kasih pak Lathief, pak Arka" ucap Adinata Alexander.
Rombongan dari pihak Raga mengenakan batik berwarna gold.
"Beberapa hari yang lalu saya dan juga besan saya, Alexander mendapat telpon dari Baskara, anak kami ini menyampaikan berita yang sangat kami tunggu-tunggu selama ini. Mendengar jika satu-satunya cucu kami telah memantapkan hatinya untuk mempersunting seorang gadis, kami sekeluarga tentu saja merasa sangat bahagia. Hari ini kami datang kemari bersama cucu kami, Argantara Perdanakusuma untuk melamar secara resmi putri dari keluarga Maheswari dan Arunika." Adinata yang menjadi juru bicara dari pihak keluarganya.
"Terima kasih kami ucapkan untuk segala niat baiknya yang telah tersampaikan dengan baik. Kami dari pihak pendukung tentu menerima dengan segala kerendahan hati. Tapi mari sama-sama mengembalikan kepada anak-anak kita, karena mereka yang akan menjalaninya" Kini Raka yang berbicara.
Athena terlihat keluar dari pintu yang menghubungkan ruang keluarga dan taman, dengan Ayra yang menggandeng tangannya.
Vania, Ayunita dan Alecia yang melihatnya begitu terpesona akan kecantikan calon menantu mereka. Athena duduk diantara Daddy dan mommy nya, ia berhadapan langsung dengan Raga.
Raga berdiri dari duduknya.
"Beberapa tahun lalu saya bertemu seorang gadis yang suaranya terdengar begitu menenangkan. Kami menghabiskan waktu beberapa di desa, menjadi teman dan juga bersahabat. Hingga beberapa bulan lalu, saya memberanikan diri untuk melamar teman sekolah saya, sahabat saya untuk dijadikan teman hidup. Hari ini saya membawa keluarga besar saya datang ke tempat ini, untuk kembali melamar anak dari bapak Renaldi Maheswari dan Ibu Renalda Arunika."
Setelah menyampaikan niatnya, Raga kembali duduk di tempat duduknya.
Kini, Renal lah yang berdiri.
"Terima kasih kepada ananda Argantara Perdanakusuma dan keluarga untuk segala niat baiknya. Gadis yang kalian lamar hari ini adalah anak kecil yang kami jaga dengan sepenuh hati, anak perempuan yang kami besarkan dengan cinta dan kasih sayang. Bagi seorang ayah, melepaskan anak perempuannya kepada lelaki lain adalah hal yang paling sulit, ini lebih dari sulit yang pernah saya bayangkan. Tapi bersama itu, tentu kami merasa bahagia, merasa senang, anak perempuan kami diminta dengan cara yang baik. Segala keputusan saya serahkan kepada anak saya"
Athena mengusap air matanya terlebih dahulu sebelum berdiri.
"Atas restu dari mommy, Daddy, papi dan keluarga besar The, juga semoga atas restu Tuhan, saya menerima lamaran dari Argantara Perdanakusuma" ucap Athena.
Tepuk tangan terdengar dari para keluarga.
Vania berdiri, ia memasangkan kalung di leher Athena. Athena tak lupa mencium punggung tangan Vania.
"Selamat yah jeng, keinginan jeng Vania untuk memiliki anak seperti Athena akan segera terwujud" goda Ivana.
Vania terkekeh ringan mendengarnya.
"Jeng Alda puas-puasin deh kelonan sama anak gadisnya" kata Vania.
Kini Alda dan Ivana yang dibuat terkekeh oleh ucapan Vania.
"Kenalin jeng, Angel, adik Daddy nya Athena" Alda mengenalkan Angel.
"Saya Vania, calon besan kalian" kata Vania ramah.
Sementara di lain tempat, para tetua sedang mengobrol, entah apa yang mereka obrolkan. Para lelaki juga membuat kelompok sendiri.
"Dek, boleh nggak kak The ikut bang Raga nanti?" tanya Athena.
"Akak The mau pergi?" tanya Ayra balik.
"Bang Raga akan bawa akak The pergi setelah menikah" Arion yang memanasi.
Mata Ayra mulai berkaca-kaca, hingga tangisnya meledak.
Huwaaaaaaa
Semua mata kini memandang ke arah kelompok milenial.
"Adiknya kenapa?" tanya Lathief.
"Arion nakal, Opa" adu Ayra.
"Emang benar kan, akak The bakal dibawa pergi sama bang Raga nantinya" Arion membela dirinya.
"Jangan heran yah pak, anak-anak memang seperti ini" ucap Mika.
Baskara, Adinata dan Alexander yang mendengarnya hanya terkekeh pelan.