Athena

Athena
Dinner



Setelah gelap menyapa, Renal membawa keluarganya beserta Raga untuk makan malam di luar. Ia tak lupa menjemput Ayra di kediaman Brian, tapi bocah itu tertidur karena kelelahan.


"Ayra aja yang diajak?" tanya Jake.


"Semuanya, bang" jawab Renal.


"Jangan ngambekan gitu, bang. Ingat, udah ada Ayra" Alda mengingatkan Jake.


Jake terkekeh. Ia mengelus rambut Alda.


"Iya iya. Udah, sana kalian pergi" usir Jake.


"Bang Brian sama Tristan di mana?" tanya Renal.


"Lagi ke bandara buat jemput ayah dan Brandon"


"Ehh, kok kesini semua?"


"Kangen sama cucunya kali"


Renal mengangguk mengerti. Mereka lalu berpamitan. Renal dan Alda berada di mobil lain, sementara Raga, Athena dan Nevan juga bersama di mobil lainnya.


"Gimana kak kerjaan?" tanya Nevan.


"Yah gitu-gitu aja. Kan cuman jadi staff" jawab Athena.


"Atasannya resek nggak?"


"Gak pernah ke aku sih."


"Asiklah, jadi bawahan emas berarti."


"Asik pasti, orang atasannya suka kakak kamu kok" Raga menimpali percakapan dua bersaudara itu.


"Ehh, beneran?" tanya Nevan.


"Kayaknya sih. Tapi kakak biasa aja. Kalau ketemu terus di sapa yah nyapa balik. Atau kakak yang sapa duluan. Namanya atasan yah gimana" Athena menjelaskan.


"Tampan gak kak?"


"Lebih tampan Daddy lah" bangga Athena.


"Nevan tampan nggak?"


"Tampan, kalau lagi nggak resek"


"Bang Raga gimana?"


"Menurut kamu, Raga tampan nggak?" tanya Athena balik.


"Ya tampan lah. Gak bakal lolos kalau gak tampan" jawab Nevan pasti.


Raga terkekeh mendengar jawaban Nevan.


"Tuh tahuuu" ucap Athena.


Mereka sampai di AY Resto. Restoran yang Jake bangun untuk Ayra kelak. Restorannya sudah terkenal dimana-mana, dan sudah ada di beberapa kota lain.


"Selamat datang nona, dan tuan-tuan" sapa seorang pelayan.


"Daddy dan mommy udah sampai belum?" tanya Nevan.


"Belum, tuan" jawab pelayan itu sopan.


"Baiklah"


Pelayan itu lalu mengantarkan mereka bertiga ke lantai 5 restoran. Mereka memasuki ruangan VVIP. Ruangannya terbuka menyerupai outdoor, berada di sudut bangunan. Jika sedang hujan, atap otomatis akan terpasang.


"What a beautiful view" ucap Athena.


"Baru kesini?" tanya Raga.


Athena mengangguk.


"Padahal punya sendiri" gumam Raga.


"Aku tuh kalau nggak di rumah yah di kantor, jarang pergi-pergi" ucap Athena.


"Kak, bang, ngadep sini. Aku fotoin" suruh Nevan.


Athena dan Raga lalu menghadap ke arah Nevan, menatap ponsel yang Nevan pegang. Raga merangkul bahu Athena, dan Athena juga melingkarkan tangannya pada pinggang Raga.


"Mommy juga dong" Alda yang baru datang juga tak mau kalah. Ia bahkan sudah menarik tangan Renal agar berdiri di sampingnya.


"Berdua apa berempat nih?" tanya Nevan.


"Mommy dan Daddy aja dulu. Bentar berlima sama kamu" kata Athena. Ia berpindah sedikit agar dirinya tidak terlihat di kamera.


Alda dan Renal tak mau kalah, mereka berpose seperti yang Athena dan Raga lalukan tadi.


"Ayo, minta tolong sama masnya buat pegangin ponsel" ajak Athena.


Lelaki yang berdiri di sudut ruangan pun menawarkan dirinya untuk membantu mengambil gambar.


Nevan berdiri paling tengah. Disebelah kiri nya ada Alda dan Renal, disebelah kanannya ada Athena dan Raga.


"Terima kasih, mas" ucap Nevan.


Mas tadi mengangguk. Ia kemudian membantu temannya untuk menata makanan di atas meja.


"Ngenes banget aku" Nevan mengusap wajahnya.


"Cari calon istri aja gimana mom?"


"Itu lebih baik, son" jawab Renal.


"Tapi selesaikan dulu kuliahnya" syarat Alda.


"Soon, mom"


"Iya, Nevan gak pernah ngajak perempuan ke rumah" kata Athena.


"Nantilah. Dibawa ke rumah pas udah jadi menantu" gurau Nevan yang membuat semuanya tertawa.


"Sayang banget Ayra gak ikut" kata Nevan.


"Adiknya udah tidur. Kecapean, kata uncle Jake" kata Renal.


Mereka makan malam diselingi obrolan ringan.


"Gimana perkembangan aplikasinya, Ga?" tanya Renal.


"Bulan depan udah launching, om. Minta doanya" jawab Raga.


"Wah, keren sih idenya bang. Bisnis teknologi diera sekarang benar-benar menguntungkan" kata Nevan.


"Om Randi juga dulu mulai dari bawah, bareng-bareng sih rintisnya, ehh malah jadi besar gini." cerita Alda.


"Asal gak gampang nyerah aja" kata Renal.


"Iya, om, Tante" ucap Raga.


"Semangat, bang" seru Nevan.


Raga mengangguk.


"Om, Tante, Nevan, kedatangan saya kesini selain untuk mengurus pekerjaan hingga pekan depan, saya juga ingin meminta Athena secara pribadi, sebelum orang tua dan keluarga saya memintanya kepada kalian." ucap Raga.


"Ga" Athena memegang lengan Raga.


Raga memegang tangan Athena yang berada di lengannya.


"The, understanding me, please. Saya ini lelaki, harus lebih banyak bertindak daripada berbicara. Kamu udah nunggu aku selama lima tahun, tidak layak rasanya jika kamu harus menunggu lebih lama lagi" Raga menatap dalam mata Athena.


"Kalian belum bicara sebelumnya?" tanya Alda.


Keduanya menggeleng.


"Ga, om berterima kasih atas niat baik kamu. Kami menyerahkan semua keputusannya kepada Athena" kata Renal.


Raga mengambil sebuh cincin di saku jasnya, meletakkannya di telapak tangan Athena.


"Cincinnya kamu pegang dulu. Kalau kamu menerima lamaran aku, kamu pakai cincinnya sebelum aku kembali ke kota A. Namun jika kamu meminta untuk kembali menunggu, simpan cincin ini dan berikan saat kamu sudah siap" ucap Raga.


✨✨✨


Sepulang dari restoran, keadaan kembali seperti sedia kala, seolah tidak ada lamaran saat dinner tadi.


"Daddy dan mommy istirahat dulu yah sayang" Renal pamit pada ketiga anak mudanya.


"Sleep tight, mom, dad" ucap Athena yang dihadiahi kecupan di keningnya oleh Renal dan Alda.


"Bye sayang, Nevan, Raga"


"Siap, mommy. Nevan juga mau rebahan dulu" pamit Nevan.


Kini hanyalah tersisa Athena dan Raga yang berada di ruang keluarga.


"Pinjem ponselnya dong" Athena menengadahkan tangannya.


Raga mengeluarkan ponselnya kemudian memberikannya pada Athena. Athena kembali bersandar di dada bagian kanan Raga sambil memanjangkan kakinya.


Athena membuka aplikasi i* di ponsel milik Raga.


"Ga, foto yuk" ajak Athena.


Raga melihat kearah kamera sambil tersenyum tipis, Athena juga memasang senyum manisnya. Tanpa permisi, Athena menjadikan foto mereka insta story.


Athena kemudian mengambil ponselnya. Ia menjadikan feed ig fotonya bersama Raga saat di restoran tadi.


athenaaa Important person.


"Tumben?"


"Biar kamu gak khawatir aku diambil orang lain" kata Athena.


"Saingan aku terlalu banyak dan cukup berat, The. Daddy, papa juga opa pasti sudah dilobi banyak orang buat jadiin kamu keluarga mereka"


"Kamu gak percaya aku?"


Raga membalikkan badan Athena agar menghadap ke arahnya. Mereka sama-sama duduk bersila di atas sofa.


"Aku bukannya gak percaya sama kamu. Aku gak percaya sama diriku sendiri. Aku bukan satu-satunya lelaki yang menginginkan kamu"


Athena menangkup wajah Raga.


"Kamu tenang yah" ucapnya. Ia mengelus dengan lembut pipi lelaki itu.


Raga membawa Athena masuk ke dalam pelukannya.