
"Ga, tolong bawain tempat tidur Anne" ucap Athena.
"Yang kecil itu yah?" tanya Raga.
Athena mengangguk. Sebenarnya ia hendak menidurkan Anna di kamarnya sendiri, tapi ia merasa tidak tega, walaupun sudah ada bell otomatis yang akan bunyi jika bayi itu terbangun atau menangis.
Raga lalu menempatkan ranjang kecil yang setiap sisinya memiliki pelindung agar bayinya tidak terbentur ataupun jatuh tepat di sebelah tempat tidurnya.
Athena dengan pelan menaruh Anne ke dalam tempat tidurnya yang menyerupai keranjang, ia tentu tak lupa mengunci rodanya agar tidak bisa bergerak.
Dengan pelan Athena mencium kening anaknya, Raga juga melakukan hal yang sama. Mereka lalu berbaring mengistirahatkan tubuh mereka.
Tangan Raga memeluk pinggang Athena, sesekali merambat ke perut Athena.
"Ga, tangannya tolong" tegur Athena.
Raga terkekeh, ia lalu menciumi seluruh permukaan Athena.
Athena lalu menangkup wajah Raga.
"Kenapa hmm?" tanyanya.
"Adiknya Anne gak diproses?" tanya Raga.
Kini Athena yang tersenyum mendengar pertanyaan spontan Raga. Mereka ternyata sudah begitu lama tidak bersama.
"Mau nambah anak lagi?" tanya Athena.
Raga mengangguk cepat.
"Yaudah"
"Jadi boleh nih?" tanya Raga.
Athena mengangguk. Ia mengelus rambut Raga.
Raga yang mendapat lampu hijau pun dengan segera melakukan aksinya bersama Athena untuk menghasilkan keturunannya, yang akan melanjutkan kisah mereka berdua.
Raga masih menindih tubuh Athena, napas keduanya memburu. Raga mencium kening istrinya, seolah mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Ia lalu kembali menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Athena, membuat sensasi geli pada tubuh istrinya.
"Aku keluarin?" tanyanya pelan, ia seolah berbisik tepat di sebelah telinga istrinya.
Athena menggelengkan kepalanya.
"Di dalam aja" jawabnya.
Raga sekali lagi melukis sesuatu di bagian dada atas Athena.
"Gaa" Athena melenguh.
"Jangan gerak terus" ucap Athena.
"Kasian kalau aku nindih kamu terus." kata Raga.
Ia memiringkan badan Athena agar menghadap ke arahnya, tak lupa memeluk istrinya.
"Tidur Anne pulas banget" ucap Athena.
"Dia ngerti kali papa mamanya lagi lepas kangen" Raga mengelus rambut istrinya.
"Astaga, frontal sekali anda" Athena terkekeh.
Raga ikut terkekeh.
"Terima kasih yah The"
"Terima kasih untuk apa?"
"Terima kasih udah mau maafin aku dan kembali melanjutkan kisah kita. I'm not perfect person."
"Aku juga mau bilang makasih. Terima kasih sudah tetap berusaha untuk menjadi bagian dari perjalanan ku. Terima kasih udah mau menerima Anne" ucap Athena.
Raga makin mengeratkan pelukannya. Ia merasa begitu tenang saat berada di dekat istrinya.
"Ayo istirahat." ucap Raga. Ia mengecup kening istrinya sambil mencoba menutup matanya.
"Good night my king"
"Sleep tight my queen"
✨✨✨
Di luar masih gelap, tapi mata satu-satunya bayi yang ada di Arunika sudah terbuka. Kakinya menendang-nendang, hingga suara bell di atas nakas berbunyi.
Setelah memberi susu pada Anne, Athena kembali meletakkan bayi itu di tempat tidur, tepat di sebelah Raga yang hanya mengenakan celana pendek. Entah kapan ia bangun mengenakannya.
"Anne sama papa dulu yah sayang. Mama mandi dulu" ucap Athena.
"Uuuku uuku ukkuuu, ya aaa " bayi kecil itu mengoceh, seolah membalas ucapan mamanya.
Athena terkekeh, ia lalu mencium kedua pipi anaknya tanpa henti.
"Gemesin banget anak mama" ucapnya.
Anne kembali mengoceh.
"Tidur sama papa dulu yah. Mama pamit mandi dulu" Athena kemudian memasuki kamar mandinya untuk segera membersihkan dirinya yang terasa sangat lengket.
"Udah bangun?" tanya Athena saat melihat Raga sedang bermain dengan Anne. Mereka bercakap-cakap dengan bahasa masing-masing.
Raga menoleh.
"Udah, mama. Papanya udah bangun" jawab Raga. Ia kembali menemani anaknya mengobrol.
"Nggak mandi?" tanya Athena..Ia sedang mengeringkan rambutnya.
"Nanti aja. Aku mau berjemur sama Anne" Anne sudah dalam pelukan Raga. Bajunya sudah terlepas, hingga hanya menyisakan popoknya.
"Yaudah, jemurannya di lapangan basket aja. Tapi jangan kelamaan, kasian kulit Anne masih sangat tipis. Aku bikin sarapannya dulu" kata Athena.
Raga mengangguk. Ia langsung ke lapangan basket, sementara Athena belok ke dapur. Ia hanya menyeduh bubur instan yang tersisa, juga memanggang roti untuk Raga, tak lupa mengolesnya dengan selai.
"Mau mandi dulu atau sarapan?" tanya Athena.
"Aku mandi dulu, badanku lengket sekali rasanya, kayak habis di lem" jawab Raga.
Athena terkekeh.
"Ya sudah, mandi dulu gih. Jangan lama"
"Baik mama. Sayangnya papa, ke mama dulu yah. Papa mau mandi" Raga memberikan Anne pada Athena.
Athena menunggu Raga sambil bercakap-cakap dengan anaknya. Anne, gadis kecilnya, memberikan peran baru dalam kehidupannya dan juga Raga. Tugasnya juga bertambah, tidak hanya mengurus Raga dan rumah tangga mereka, tapi kini ia juga harus mengurus Anne, memberikan segala hal terbaik untuk bayi perempuan yang sedang ada dalam dekapannya.
Athena mendudukkan Anne di kursi bayi saat melihat Raga sudah menuruni tangga. Ia tentu tak lupa memberikan mainan pada bayi tersebut.
"Ga, gak apa-apa yah sarapan seadanya?"
"Nggak apa-apa, sayang. Nanti kita belanja yah " Raga mengelus rambut istrinya.
Mata bulat Anne melihat Raga dan Athena secara bergantian. Bibirnya mendoweh.
"The, kayaknya Anne juga mau makan deh" ucap Raga.
Athena melihat anaknya, bibirnya mendoweh dan menyecap.
"Aku bikinin dulu bentar" pamit Athena. Ia juga menyeduh bubur untuk anaknya.
"Aku aja yang suapin" Kata Raga. Ia menarik mangkuk kecil milik Anne ke hadapannya. Ia juga menggeser kursinya agar lebih dekat dengan anaknya.
Dengan tangan besarnya ia menyuapi Anne dengan penuh kelembutan dan juga kasih sayang. Bayi itu mengoceh sambil menyecap makanannya, ia juga kadang tertawa memamerkan isi mulutnya yang belum ditumbuhi gigi. Kini mereka bertiga benar-benar dalam lingkup keluarga kecil yang bahagia.
"Kamu temanin Anne main yah, aku beresin ini dulu" kata Athena.
"Siap, mama" jawab Raga.
Ia menggendong anaknya, sesekali mengangkatnya lebih tinggi.
"Ga, jangan digituin. Anaknya habis makan, nanti muntah lho" teriak Athena dari dapur.
"Iya, mama" Raga kemudian mendudukkan Anne di atas karpet, tak lupa memberikannya mainan. Sementara dirinya menonton berita terbaru di televisi. Hingga ia mencium bau yang beberapa hari belakangan sudah ia kenali. Raga terkekeh pelan, anaknya sedang pup.
"The, Anne pup" beritahu Raga.
"Kamu bisa nggak?" tanya Athena.
"Takut. Tapi aku pengen belajar"
"Nggak jijik?"
"Nggak, The" jawab Raga yakin.
""Yaudah, ayo ke kamar Anne. Sekalian kamu mandiin yah. Aku bakal lihat kok di samping kamu" kata Athena.
Raga mengangguk setuju. Ia akan belajar materi luar biasa dalam dunia perbapakan.