
Perjalanan kisah cinta antara Eros dan Fany akhirnya menemukan titik temu, hari ini akan dilangsungkan akad juga resepsi atas keduanya.
"Udah siap?" tanya Raga.
Athena mengangguk, tak lupa tersenyum pada suaminya.
"Beneran kita gak bawa Anne?" tanya Raga, entah sudah berapa kali pertanyaan itu keluar dari mulutnya.
Athena menghela napasnya.
"Menurut kamu gimana? Kalau kamu gak tega ninggalin Anne, ayo kita jemput di rumah mommy. Tapi kamu juga harus mikirin Anne di sana, gimana kalau capek, terus rewel?"
"Yaudah, ayo kita berangkat" Raga menggandeng tangan istrinya turun dari tangga.
Athena mengenakan gaun kain renda yang sangat cantik, berwarna hijau mint, rambutnya di gerai dan di Curly pada bagian ujungnya, ada bando dengan warna yang sama dengan bajunya menghiasi kepalanya. Di tangan nya ada clutch berwarna putih tulang, senada dengan sendal yang heels nya hanya 5 CM. Sementara Raga terlihat tampan dengan baju batik berwarna senada dengan gaun sebetis Athena. Dipadukan dengan celana kain berwarna hitam pudar, dan sepatu yang mengkilap.
Acara akad berlangsung dikediaman Fany, barulah setelahnya menuju gedung untuk acara resepsi. Para tamu berdatangan, mulai dari keluarga inti, kerabat, sahabat dan juga teman dari Eros dan Fany.
"Ehh, cucu mama nggak diajak?" tanya Vania saat bertemu dengan anak dan menantunya.
"Nanti Anne kecapean, ma" kata Raga.
"Iya sih, acaranya juga sampai sore." Ucap Vania.
Sejak semalam mereka berpikir tentang Anne, apakah akan ikut bersama mereka atau ditiitp pada Alda dulu untuk hari ini. Dan pagi Athena memutuskan untuk menitip anaknya pada mommy nya.
"Makin ke sini makin glow up yah The" suara Dwi terdengar.
"Kamu juga makin makin deh Dwi. Makin cantik, makin makin pokoknya" ucap Athena.
"Yang lain mana?" tanya Lala, sambil melihat sekelilingnya.
"Belum tiba. Kita tunggu aja, sambil cerita-cerita gitu" jawab Dwi.
"Suami kamu mana The?" tanya Lala.
Athena menunjuk Raga dengan dagunya.
"Lagi sama geng nya" jawab Athena.
"Gak berubah sih. Selalu dengan mereka" ucap Dwi.
"Sekarang Fany, jangan-jangan besok Dwi lagi" kata Lala.
"Hilal nya belum kelihatan, La. Santai dulu lah aku nya" Dwi memberenggut.
"Woiiiii" seru Nindi dan Raina.
Athena dan Dwi menghela napasnya. Mereka kini menjadi bahan perhatian beberapa tamu yang hadir. Feby yang berjalan beriringan dengan Nindi dan Raina pun menunduk malu. Bisa-bisanya mereka berdua bertingkah absurd, tidak tahu tempat.
Mereka saling menyapa dan cipika-cipiki.
"Wulan mana?" tanya Lala.
"Ehh, belum datang yah? Padahal tadi katanya udah di jalan" heran Feby.
"Tuh, dibelakang kalian" tunjuk Dwi dengan dagunya.
Feby menoleh, Wulan datang bersama Arsya.
"Aku mencium aroma friendzone " ucap Raina.
Arsya menyentil dahi Raina.
"Negatif thinking mulu" katanya.
Raina mencibir.
Sebagai alumni, tentu saja mereka menjadikan pesta pernikahan sebagai tempat reuni. Satu persatu teman kelasnya datang, mulai dari Galang, Aldo, Naufal, Soni, Alam dan yang lain.
"Gue dulu deh, Son" jawab Arsya cepat.
"Wuihhh" heboh semuanya.
"Sama siapa Sya? Udah ada calon emang?" tanya Aldo.
"Wulan, dong" jawab Arsya cepat.
"Ehh, gimana?" heran Nindi.
Arsya memberikan kode pada Wulan. Wulan dengan cepat mengangkat tangannya, sebuah cincin melingkar di jari manisnya.
"Syalaaan" umpat Alam.
"Definisi diam seperti tak berpawang, bergerak menyebar undangan" Galang bertepuk tangan heboh.
"Gue ketinggalan banyak kayaknya" ucap Irvandi yang baru saja tiba.
"Ketinggalan pake banyak, sob. Habis dari sini, ke rumah Arsya lagi kita" Naufal menepuk bahu temannya.
"Beneran Sya?" Irvandi meminta kepastian.
Arsya mengangguk.
"Sat set sat set bangeet" kata Irvandi.
Tawa bahagia tidak lepas dari mereka semua. Kebersamaan kali ini seolah menarik mereka ke masa lalu, tertawa, seru-seruan dan saling memberi support dengan yang lain. Hari ini mereka hanya bisa mengenang masa lalu.
Sama seperti halnya dengan Eros dan Fany yang akhirnya bersatu setelah berjuang selama beberapa tahun. Senyum bahagia tak luput dari mereka.
Di sesi foto bersama, Athena foto bersama dengan teman kelasnya terlebih dulu. Ada hal yang menarik, mereka semua diminta untuk mengucapkan "HAPPY WEDDING" berjamaah, yang nantinya akan dibuat menjadi video singkat tentang hari ini.
"Foto berdua nya nanti aja?" tanya Raga.
"Iya. Kita sama mereka dulu" jawab Athena sambil menunjuk ke arah 4 orang eksekutif muda yang entah sedang membicarakan apa. Yah, Irvandi bergabung dengan tim basketnya di masa sekolah.
"Eros, Fany, selamat yah. Semoga selalu bahagia" ucap Athena tulus. Ia memeluk Fany dengan erat. Sahabatnya ini benar-benar apa adanya.
"Thanks, The, Ga" ucap Eros.
"Terima kasih, The." Fany mengelus pipi Athena.
"Santai" kata Raga pelan.
Athena dan Raga pulang setelah puas bertemu dengan teman lamanya. Senyum bahagia selalu terpancar dari wajah Athena.
"Langsung singgah aja atau pulang dulu ganti baju?" tanya Raga.
"Singgah aja, Ga. Aku udah kangen banget sama Anne" jawab Athena.
Raga mengangguk. Ia menginjak pedal rem nya di depan kediaman mertuanya.
"Kamu di mobil aja, biar aku yang ambil Anne" kata Athena lalu turun dari mobilnya.
"Anne rewel nggak mom?" tanya Athena.
"Nggak, dong. Anteng banget malah."
"Terima kasih yah mom, udah bantuin The jaga Anne" ucap Athena.
Alda tersenyum.
"Mommy seneng kok" katanya.
Athena lalu pamit pulang untuk ke rumahnya sendiri.
Meskipun melelahkan, hari ini sangat berkesan.