
Setelah makan malam, mereka menyempatkan untuk berselfie. Setelah itu Raga membuka kadonya di hadapan teman-temannya.
Pertama, Raga membuka kado dari Wildan. Wildan memberikan kado sebuah ticket ke pulau RelFath.
"Karena kita udah sepakat bakal ke RelFath suatu hari nanti, gue ajak anak-anak buat daftar sama-sama, sekalian daftarin Lo sebagai kado dari gue. Gak apa-apa yah Ga nunggu lama" kata Wildan.
Raga mengangguk mengerti mendengar penjelasan Wildan.
"Thanks Wil" ucap Raga.
Raga lalu membuka kado dari Darren. Sebuah ticket untuk menonton balap moto *p di negara sana.
"Liburan nanti harus barengan yah. Nonton moto *p sama-sama" pinta Darren.
"Harus" kata Raga.
Ia lalu membuka kado dari Kevin.
"As always sejak tiga tahun lalu, gue ngasih Lo jam tangan lagi."
"Thanks, Vin"
Raga lalu membuka kado dari Eros.
"Lo suka fotografi. Kali ini gue hadiah in lensa"
"You know me so much. Padahal gue baru mau minta kado lensa dari papa" kata Eros.
Raga lalu memegang kado dari The.
"Bukanya di rumah aja, Ga" ucap Athena.
"Kenapa emang kalau disini?" tanya Wildan.
"Nanti Kevin ngamuk" jawab Athena jujur.
"Lo kasih jam ke Raga?" tanya Kevin.
Athena mengangguk.
"Daddy yang kasih, bukan The" jawabnya.
"Jangan ngamuk Vin, gak percaya diri bener." kata Eros.
Kevin meminum cola di depannya.
"Sorry, Vin" ucap Athena.
Kevin terkekeh.
"Gue gak marah yah" kata Kevin.
"Buka Ga" suruh Darren.
Raga membuka kotak yang Athena berikan. Patek Philippe Nautilus 40 5990/1R terlihat dihadapannya. Ia lalu melihat ke arah Athena.
Athena nyengir.
"The gak tahu apa-apa, serius. Tadi pagi saat The buat kue sama mommy, The bertanya mau kasih kado apa buat Raga. Mommy gak ada ide, makanya daddy yang ngasih ide beli jam aja. Daddy kok yang beliin, bukan The. Matanya jangan tajem gitu Ga" Jelas Athena, ia menutup wajah Raga agar tidak melihat tatapan tajam Raga.
"**** " umpat Kevin saat berhasil mengambil kotak dari tangan Raga.
"keren bener" Eros ikut berkomentar.
"Kalah jauh Vin" ucap Wildan.
"Gak main-main cuyy" celetuk Darren.
"Ga" panggil Kevin.
"Hmm?" Raga menatap Kevin.
"Lo gak suka jamnya?" tanya Kevin.
"Aroma modus mulai tercium" kata Darren.
"Gue aja yang pake deh. Gue cicil deh. Mobil gue Lo ambil, gue nebeng kalian gak apa-apa kok" ucap Kevin ngawur.
"Yeuhh, mimpinya kejauhan pak" kata Eros.
"The, Daddy Lo dapat itu dari mana?" tanya Wildan.
"Gak tahu. Daddy cuman nelpon gitu, terus jamnya tiba sore hari" jawab Athena.
"Lo tahu harga jam itu berapa?" tanya Kevin.
Athena menggeleng.
"Athena yang paling cantik, baik hati dan suka menolong, satu jam ini udah bisa kasih makan orang satu desa selama setahun penuh" jelas Kevin.
"Dengan menu daging tiap hari, juga jus tiap saat" sambung Wildan.
Athena membulatkan matanya.
"Mahal yah?" tanyanya polos.
Raga hanya mengusap wajahnya pasrah.
Kevin dan Wildan mengangguk. Eros dan Darren hanya memilih diam. Ia benar-benar tidak tahu harus berkata apa.
"Daddy The kerjanya apa?" tanya Eros setelah sekian lama diam.
"Nulis, tanda tangan juga, kadang The lihat sambil mendengarkan gitu"
"Kerjanya dimana?" tanya Darren.
"Di kantor" jawab Athena.
"Nama kantornya apa The?" tanya Kevin.
"Nggak tahu. The pernah ke sana sih waktu kecil, tapi belum bisa baca, jadi gak tahu nama kantornya" jawab Athena.
Mereka berempat lalu mengatur napasnya.
"Tadi Daddy Lo bilang apa waktu jamnya udah datang?" tanya Raga setelah sekian lama diam.
"Daddy bilang, ini kasih ke Raga. Kasih tahu, waktu itu penting, setiap detik sangat berharga. Daddy saranin jam ini bukan karena ini adalah jam, tapi karena fungsinya. Banyak orang yang memiliki jam tangan, tapi tak memiliki waktu. Banyak orang yang sanggup membeli jam, tapi tidak sanggup meluangkan waktunya untuk keluarga." jawab Athena panjang lebar.
Raga mengangguk mengerti. Ia tahu tujuan Renal memilih jam tangan tadi, meskipun harganya gak main-main.
"Sebelum jam tangan Daddy Lo nyaranin apa The?" tanya Kevin kepo.
"Beliin mobil" jawab Athena.
"Mobil kan mahal, Eros." jawab Athena.
"Mobil ratusan Jeti kan ada" kata Darren.
"The gak tahu deh." ucap Athena.
"Ga, semoga suka yah kadonya" kata Athena.
Raga mengangguk. Lidahnya keluh, tidak tahu harus bilang apa.
"The, bilang dong sama Daddy Lo, dapat salam dari Darren Handika, katanya kalau ulang tahun mau jam juga yang seperti Raga" kata Darren.
"Ntar yah The bilangin kalau ingat" katanya.
"Karena buka kadonya telah selesai, mari kita pulang. Besok sekolah" ucap Eros.
"Kuyy" Wildan dan Darren saling merangkul.
Raga menggandeng kembali memegang lengan Athena. Kado Raga di bawa oleh Kevin. Kevin masih ingin memandangi jam milik Raga. Untung saja tadi ia ke sini nebeng di mobil Eros.
"Bayarnya gimana The?" tanya Eros.
"Aman, kok. Mommy yang atur" jawab Athena.
"Yuk, keluar" ajak Athena.
Mereka berpisah di parkiran restoran.
"Tadi beneran dari Daddy Lo?" tanya Raga saat mereka sudah di jalan.
"Iya, Raga" jawab Athena.
"Daddy Lo nggak kira-kira kalau ngasih sesuatu"
"Daddy emang gitu. Tahu nggak kado yang Daddy kasih buat aku?" tanya Athena.
"Nggak tahu" jawab Raga.
"Daddy kasih anak harimau" beritahu Athena.
"Beneran?" tanya Raga tak percaya.
"Beneran." jawab Athena.
"Gue kira Lo benar-benar ke zoo hari itu"
"Itu di belakang rumah, Ga"
"Diberi dua anak harimau langsung?" tanya Raga penasaran.
Athena menggeleng.
"Yang jantan baru datang kemarin, dikasih papa Mika" jawab Athena.
"Lo suka harimau?"
"Suka, lucu gitu aku lihat di tv. Iseng bilang ke Daddy kayaknya taman belakang keren deh kalau ada baby harimau nya, ehh tahunya diberi kado anakan harimau" cerita Athena.
"Bilang terima kasih yah ke Daddy, Lo. Gue gak tahu mesti bilang apa." ucap Raga.
"Santai, Ga." kata Athena.
"Kamu ada hal yang diinginkan?" tanya Athena.
"Gimana?"
"Aku belum kasih kamu kado. Kamu mau apa?" tanya Athena.
"Temanin aku akhir pekan nanti yah." pinta Raga.
"Aku izin Daddy mommy dulu yah. Nanti aku kabarin" kata Athena.
"Bilang juga makasih sama mommy Lo. Makasih buat kuenya, buat makan malamnya, buat tempatnya juga" ucap Raga. Hampir saja ia lupa.
"Kenapa gak bilang sendiri aja?" tanya Athena.
"Orang tua Lo belum tidur?" tanya Raga saat mobilnya sudah berhenti di depan rumah Athena.
"Belum. Mereka pasti nunggu aku pulang" jawab Athena.
Raga mengangguk. Ia keluar dari mobilnya dan mengikuti langkah Athena memasuki rumahnya.
"Mom dad" panggil Athena.
Renal dan Alda yang sedang larut dalam tayangan berita jadi tersadar saat mendengar panggilan anaknya.
"The udah pulang" kata Alda.
"Ehh, ada Raga juga" lanjut Alda.
"Maaf Tante, om, The telat pulangnya. The juga sekalian mau berterima kasih kepada om dan Tante. Om, terima kasih kadonya. Tante, terima kasih untuk hari ini, maaf merepotkan Tante" ucap Raga.
Renal dan Alda terkekeh mendengar perkataan kaku dari lelaki di depannya.
"Selamat ulang tahun yah, Raga." ucap Alda.
"Terima kasih, Tante"
"Suka nggak kadonya?" tanya Renal.
"Lebih dari suka, om. Terima kasih."
"Semoga bermanfaat yah untuk Raga" harap Renal.
Raga mengangguk.
"Terima kasih sekali lagi om, tante. Raga pamit pulang dulu"
Renal menepuk pelan pundak Raga.
"Hati-hati yah" pesan Alda.
"Iya, Tante"
Athena kembali mengantar Raga hingga ke mobilnya.
"Gue pulang. Makasih banget" ucap Raga. Ia menepuk kepala Athena pelan.
"Hati-hati" ucap Athena. Ia melambaikan tangannya yang dibalas klakson oleh Raga.