Athena

Athena
Office



Pagi-pagi sekali Athena terbangun. Ini hari Senin, itu tandanya Raga akan ke kantor hari ini. Sebelum meninggalkan kamar, ia lebih dulu melihat Anne yang masih tidur dengan nyenyak.


Ia kemudian menyiapkan sarapan untuk dirinya, Raga dan anak kecilnya. Athena selalu suka akan segala kegiatan menyangkut kehidupan rumah tangga, terutama dalam hal memasak dan menyiapkan segala keperluan anak dan suaminya.


Setelah menyiapkan sarapan, ia kembali ke kamar. Ternyata Anne sudah bangun, anak itu celingak-celinguk melihat sekitarnya. Sebelum mengangkat Anne, Athena lebih dulu membangunkan Raga.


"Ga, ayo bangun" ucapnya pelan, sambil menepuk pelan pipi suaminya.


"Gaaa" panggil Athena lagi.


Perlahan Raga membuka matanya, ia melihat wajah cantik istrinya. Sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk lengkungan bulan sabit. Dengan cepat ia mengecup pipi istrinya, dan duduk.


"Kamu liatin Anne bentar yah, aku siapin dulu baju kamu" Athena mengelus rambut suaminya.


Raga memeluk pinggang Athena, menenggelamkan wajahnya di perut sang istri.


"Tunggu bentar dulu" ucapnya.


Beberapa saat kemudian, Raga melepaskan pelukannya. Ia mencium kembali pelipis istrinya dan berjalan menuju tempat tidur Anne. Ia menggendong anaknya, membawanya ke balkon kamar dan menemaninya bercakap-cakap.


Athena dengan cepat membersihkan tempat tidur, merapikannya kembali. Ia lalu menyiapkan pakaian kerja untuk Raga, tak lupa dasi dan juga jam tangannya.


"Ga, udah selesai" beritahu Athena.


"Anne sama mama yah sayang, papa mau mandi dulu" ucap Raga pada anaknya.


Anne hanya berceloteh ria.


Athena terkekeh, ia mengambil Anne dari gendongan suaminya.


"Sana gih, mandi dulu" katanya.


Raga mengangguk. Ia memasuki kamar mandi.


Melihat suaminya sudah berada dalam kamar mandi, Athena ke kamar Anne. Ia akan memandikan Anne juga, sebelum sarapan bersama. Soal dirinya, ia bisa mandi siang nanti saat Anne tertidur.


Anne terlihat menggemaskan dengan celana selututnya dan juga baju lengan can see nya, yang hanya menutupi hingga ketiaknya. Bau khas bayi begitu harum, kadang Athena khilaf mencium Anne hingga bayi itu merengek.


"Udah?" tanya Athena.


Raga menoleh, ia belum memasang dasinya, rambutnya juga masih acak-acakan.


Athena menyimpan Anne di tempat tidurnya, lalu membantu Raga memakai dasi dan merapikan rambut suaminya.


"Bentar, aku ambilin jasnya dulu. Sepatunya mau yang warna apa?"


"Hitam saja, tolong" jawab Raga.


Athena memasuki walk in clothes, sementara Raga kembali mengambil Anne yang berseru minta digendong.


"Anak papa bawel nih, celoteh terus kerjanya." Raga bermain sebentar dengan anaknya.


Mereka bertiga lalu ke ruang makan untuk sarapan bersama. Anne sudah duduk di kursi bayi, ia disuapi bubur oleh Athena.


"The, aku bawa Anne ke kantor yah?" pinta Raga.


Athena menoleh, menatap suaminya.


"Nanti kerjaan kamu gak beres. Nggak usah" katanya.


"Ayolah, The. Nggak pengen masuk kantor rasanya" Raga memelas.


"Ga, cepat sarapan. Habis itu ke kantor"


"Anne ikut sama papa mau? Mau yah sayang yah?"


Anne tertawa dan mengedipkan matanya beberapa kali, ia seolah bersorak.


"Tuh, anaknya aja senang kok aku ajak ke kantor " ucap Raga.


"Ga, Anne ini kadang rewel lho. Kerjaan kamu pasti berantakan kalau Anne ikut " Athena mencoba menjelaskan kepada Raga, memberikan pengertian kepada suaminya.


"Kamu ikut aja kalau gitu"


"Kalau aku ikut, kamu malah nggak kerja"


"Ayolah The."


"Aku ke kantor kamu jam makan siang, sekalian bawa makan siang dan kita lunch bersama" ucap Athena bijak.


"Aku tungguin deh, kita berangkatnya bareng " Raga masih mencoba peruntungan.


"Jam makan siang atau tidak sama sekali?"


Raga memberenggut.


"Habiskan sarapan kamu"


Raga melanjutkan memakan sarapannya hingga habis. Athena juga melakukan hal yang sama.


Anne berada dalam gendongan Raga, sesekali Raga mencium pipi anaknya, menghirup aroma bayi pada tubuh kecil itu. Sementara Athena di sampingnya ikut sambil membawa jas milik suaminya.


"Nak, papa mau kerja. Ayo sini, sama mama dulu" Athena mengambil Anne.


Raga mengambil jasnya dari lengan Athena, kemudian memakainya.


"Aku tunggu di kantor yah. Sayang, papa berangkat yah. Papa tunggu mama dan Anne di kantor. Okay?"


Bayi itu bertepuk tangan dan mengoceh, Athena terkekeh mendengarnya.


Athena mencium punggung tangan suaminya, yang dibalas dengan ciuman di keningnya. Athena juga mengajari Anne melakukan hal yang sama.


"Aku berangkat yah" pamit Raga, ia mengelus rambut istrinya.


Athena tersenyum.


"Hati-hati, papa" ucapnya.


Ia melambaikan tangan kecil Anne sambil melihat mobil suaminya perlahan berjalan.


✨✨✨


Athena sudah siap. Ia mengenakan celana kulot selutut berwarna mocca dan juga kemeja berwarna senada, rambutnya ia ikat ekor kuda. Sementara Anne terlihat manis dengan legging katun berwarna biru malam, dan baju lengan pendek yang panjangnya hingga ke paha.


"Lucunya anak mama" Athena mencium pipi anaknya hingga kemerahan.


"Min, stroller nya Anne di bawa yah. Sekalian tolong ambilkan paper bag yang ada di meja makan"


''Baik, nona" Min dengan cepat melaksanakan perintah nona nya.


Jalanan tidak terlalu padat, sehingga mereka bisa sampai di kantor Raga lebih cepat.


"Min, stroller nya gak usah diturunkan. Maaf yah" ucap Athena tak enak.


"Tidak masalah, nona" ucap Min. Ia membantu Athena membawakan paper bag juga tas kecil yang berisi keperluan nona kecilnya.


Athena tentu saja menjadi bahan perhatian para karyawan, apalagi ada bayi menggemaskan yang ada dalam gendongannya. Mereka semua seolah terpana akan kedatangan istri boss besar mereka.


Pintu ruang kerja Raga terbuka, ia menoleh dan mendapati istri dan anaknya. Tidak lama kemudian, Min juga terlihat. Ia menyimpan paper bag dan tas kecil yang ia bawa di meja yang berada tidak jauh dari jendela.


"Terima kasih, Min" ucap Athena.


"Apakah saya harus menunggu nona?" tanyanya sopan.


"Tidak perlu, Min. Pulang lah dan beristirahat, The akan pulang bersama saya nanti" jawab Raga.


Min mengangguk mengerti. Ia kemudian pamit dan meninggalkan ruangan Raga.


Anne yang melihat keberadaan papanya sejak tadi merengek dan mengoceh, ia merentangkan tangan kecilnya minta digendong oleh sang papa.


Raga mencium kening istrinya.


"Anak papa rindu yah sayang yah" Raga mengambil Anne, dan membawanya menuju sofa.


Athena ikut dibelakang suaminya, lalu menyusun makanan yang ia bawa. Tak lupa bubur untuk Anne.


"Kamu makan dulu, Anne biar aku yang suap" ucap Athena.


"Kamu juga makan, kita makan bersama" kata Raga. Ia menyuapi Athena, bergantian dengan dirinya. Sementara Athena menyuapi anak mereka.


Setelah makan, Raga bermain dengan anaknya, Athena duduk di dekat mereka sambil merekam kegiatan dua orang kesayangannya. Tawa renyah anak dan papanya terdengar merdu di telinganya.


Anne mulai gusar, pertanda anak itu mengantuk.


"Udah dulu mainnya, Anne ngantuk" ucap Athena.


Raga sekali lagi mencium pipi Anne dengan sedikit menekan, ia begitu gregetan.


"Pengen gigit pipinya"


Athena tertawa.


"Ayo sayang, tidur dulu"


"Aku aja yang bawa" kata Raga.


Mereka bertiga masuk ke dalam kamar pribadi yang ada dalam ruang kerja Raga. Athena menidurkan Anne dengan mengelus dahi sang anak, sementara Raga tidur dibelakang Athena sambil memeluk pinggang istrinya.