Athena

Athena
Congratulation, Kevin!



"Ayra nanti aja yah perginya, sama mommy, Daddy dan kak Nevan. Kakak The bakal sibuk di sana, sayang" bujuk Alda.


Ayra mengangguk. Ia memeluk sang mommy, menyembunyikan wajahnya pada lengan mommy nya. Anak kecil itu meminta untuk ikut bersama Athena mengunjungi Kevin yang sebentar lagi wisuda.


"Adiknya akak The suka ngikut yah sekarang" goda Athena. Ia menoel-noel pipi adiknya.


"Iya, sekarang minta ikut terus lho kalau kakak pergi" kata Alda.


"Di rumah sepi" ucap Ayra.


Di kediaman ini, Ayra satu-satunya anak kecil, yang belum punya kesibukan apapun selain sekolah. Berbeda dengan Athena dan Nevan yang mesti kuliah, juga Renal yang harus kerja dan Alda yang sering ada urusan di luar.


"Ayra mau jadi apa sayang?" tanya Alda lembut.


"Mau jadi pianis, mom" jawab Ayra.


"Mau les piano nggak?" tawar Alda


Ayra mengangguk.


"Oke, nanti minta Daddy yah buat beliin Ayra piano, sambil nyari guru les buat Ayra. Maaf juga yah sayang, mommy kadang sibuk di luar, kakak-kakaknya juga sibuk kuliah, akhirnya Ayra jadi kesepian di rumah" Alda mengecup lama kening putrinya.


"Iya, mommy"


"Nggak ngambek lagi kan?" tanya Athena.


"Tidak, kakak" jawab Ayra.


✨✨✨


Pesawat yang membawa mereka ke negara seberang sudah mendarat dengan selamat. Raga menggenggam tangan Athena, mereka berjalan beriringan menuju area parkir mobil. Sedangkan. Eros, Darren dan Wildan jalan di depan mereka dengan alasan mereka tidak sanggup jika melihat sepasang teman tapi mesra itu.


"Wih, berseri banget tuh muka" kata Darren sambil berhi-five dengan Kevin.


Kevin terkekeh mendengar ucapan sahabatnya.


"Biasalah, muka habis ujian dan lulus yah begini" Kevin menimpali.


Kevin sendiri yang menjemput teman-temannya di bandara.


"Aku nginap di apartemen papi yah" ucap Athena saat mereka dalam perjalanan ke apartemen Kevin.


"Nggak, yah. Apartemen aku ada 4 kamar. Duanya udah terisi, masih ada 2 yang kosong. Lo tidur sendiri. Yang lain gampang" tolak Kevin cepat.


"Astaga, Vin. Padahal gak jauh lho dari unit kamu" kata Athena.


"Emang di The?"


"Di gedung ABC Apartemen, unit 99." jawab Athena.


"Ehh" kaget Kevin.


Satu gedung ternyata, cuman milik papi Athena berada di lantai atas.


"Aku nginap di apartemen papi yah?" Athena mencoba membujuk.


"Gue ikut deh" kata Raga dan Eros bersamaan.


"Gue juga" kata Wildan dan Darren bersamaan.


"Apaan ini?" tanya Kevin.


"Vin, papi dan mami Lo juga ada, gak enaklah entar kita ribut-ribut pas beliau lagi istirahat " kata Eros.


"Kayak gak ribut aja kalau di rumah" cibir Kevin.


"Ya beda lah, tampan. Rumah Lo luasnya gak maen, mau ribut segimana pun gak bakal bikin orang terganggu. Beda lagi kalau di apartemen, luasnya kayak gimana ja, suara dimana-mana." jelas Wildan.


"Tapi kalau waktunya makan, Lo pada turun yah. Masuk ke unit gue dulu Lo semua, sungkem sama mami papi gue" kata Kevin galak.


"Galak bener" ucap Athena pelan.


Raga terkekeh mendengar lirihan Athena.


✨✨✨


Athena terlihat manis dengan kebayanya yang berwarna merah maroon dan rok batik selututnya dengan dasar hitam. Ditangannya ada sebuah clutch berwarna hitam dan kakinya dibalut high heels. Rambutnya ia hias sedemikian rupa agar terlihat ayu. Sedangkan para lelaki terlihat tampan dengan kemeja batiknya yang senada dengan rok yang Athena kenakan. Orang tua Kevin bahkan Kevin sendiri mengenakan pakaian yang nyaris sama tapi beda warna.


"Tampan sekali teman kita" goda Darren saat melihat Kevin keluar dari kamarnya.


"Yang punya hari mah beda" Athena ikut menggoda.


Kevin hanya terkekeh. Ia melihat jam tangannya.


"Sejam lagi acaranya di mulai. Berangkat sekarang aja" usul Kevin.


"Oke deh" serempak semuanya.


"The cantik banget sih" ucap Diandra saat mereka berada dalam lift.


"Bisa aja nih" Diandra terkekeh mendengar ucapan manis Athena.


"Vin, aku dan yang lain pisah mobil yah. Kamu sama om Evan dan Tante Diandra" beritahu Athena.


"Ehh gimana?" tanya Kevin.


"Itu, ada Alan yang jemput. Kamu nggak lupa kan ada Alan di negara ini?" tanya Athena balik.


"Astagaa, bisa-bisanya gue lupa" sesal Kevin.


"Makanya jangan kebanyakan lirik cewek. Padahal Lo udah nyaris 4 tahun di sini" Wildan dengan puas berceramah.


Tidak sekalipun Kevin pernah melihat wajah Alan. Padahal nyaris semua sudut ibu kota negara G ia datangi.


"Sorry, telat" ucap Alan yang baru datang.


"Nih, orangnya udah datang" Athena mencubit pipi Alan.


"Napa deh?"


"Tuh Kevin sombong amat, katanya gak pernah lihat kamu" omel Athena.


"Kevin mah emang gitu" setuju Alan yang langsung mendapatkan jitakan maut dari Kevin.


Kevin puas setelah menjitak jidat Alan, ia bergegas naik ke mobil dimana orang tuanya sudah duduk manis.


"Lo juga gak pernah ketemu Kevin, Lan?" tanya Eros.


"Pernah sih kayaknya, gue lihatnya kan cuma sekilas. Dan tiga tahun belakangan juga gue gak di sini" jawab Alan.


"Lo kuliah di luar?" tanya Wildan.


"Iya, merantau ke negara D. Orang tua gue soalnya dulu kuliah di sana" cerita Alan.


Banyak orang yang hilir mudik di depan aula kampus terbaik di negara ini.


Athena dan kawan-kawan menunggu di taman kampus, sambil melihat tayangan dimana Kevin menerima tabung dan map wisuda.


"Kevin pasti lega banget" kata Darren.


"Pulang dari sini, Lo mesti nyusul" kata Eros.


"Iya bapak Eros" pasrah Darren.


"Kalian bakal wisuda bersamaan?" tanya Alan.


"Yoo pasti" serempak Darren dan Wildan.


"Kamu semangat jalaninnya, udah hampir step akhir juga kan?"


Alan mengangguk mendengar petuah Athena.


"Woiii congratulation bro!" Wildan berhi-five dengan Kevin.


"Selamat, Kevin!" seru Athena.


Evan dan Diandra terharu saat melihat anaknya menyelesaikan kuliahnya dengan baik, juga hal di depan mereka. Sahabat-sahabat dari anaknya bahkan ikut ke negara ini untuk merayakan kelulusan Kevin.


"Mama dan papa ngundang kalian untuk makan siang di rumah" beritahu Alan.


"Sekarang banget?" tanya Athena.


"Iya, habis acara wisudanya Kevin, katanya" jawab Alan.


"Tante dan om juga harus ikut" kata Alan pada kedua orang tua Kevin.


"Terima kasih sudah bersedia mengundang kami, nak" ucap Diandra.


"Sama-sama, Tante"


"Foto dulu lah" ajak Darren.


"Gue hampir lupa" Kevin menepuk jidatnya.


Mereka mencari spot yang keren untuk dijadikan latar sebelum foto bersama. Beberapa kali teman Kevin menyela untuk mengabadikan momennya bersama Kevin.


"Today is yours. Happy birthday Kevin!" Athena membawa kue tart untuk Kevin ke ruang keluarga di kediaman Okan.


Kevin terkejut. Ia sampai lupa hari ulangtahunnya karena terlalu bahagia menjadi wisudawan hari ini.


"Thanks, The. Thanks, semuanya. Om, Tante, maaf ngerepotin" ucap Okan.


"Sama-sama, sayang" kata Indi lembut.


"Terima kasih, pak, Bu. Maaf sudah merepotkan ibu dan bapak" ucap Evan.


"Bukan hal yang besar, pak" Okan menimpali.