
Setelah makan malam, Raga ditahan oleh Nevan, Arvin dan Arion.
"Tanya dulu, kak Raga nya buru-buru apa nggak. Nggak boleh maksa gitu, dek" ucap Athena lembut.
"Kak Raga sibuk? Atau disuruh buru-buru sama mamanya?" tanya Nevan.
Raga menggeleng.
"Nggak kok" jawab Raga.
"Ayo kak, kita ke belakang. Main basket di belakang" seru Arion semangat setelah mendengar jawaban Raga.
Raga hanya mengikuti kemana tiga orang adik Athena melangkah. Di taman belakang rumah milik Mika, ada sebuah lapangan basket.
"Mau dibuatin apa The?" tanya Ivana.
"Buatin apa? Kan biasanya Athena ambil sendiri" jawab Athena.
"Bukan The yang mama maksud. Tapi Raga" jelas Ivana.
Athena mengangguk.
"The biasanya liat Raga minum air mineral sama orange jus" kata Athena.
"Bentar yah, mama minta mbak bikin minum dulu" pamit Ivana.
Athena mengangguk.
"Lho, pada kemana semua?" tanya Mika.
"Ke belakang, pa. Main basket" jawab Athena.
"Yaudah, ayo jadi penonton" ajak Mika.
Athena menggandeng tangan Mika ke taman belakang. Ternyata permainan sudah berlangsung. Raga satu team dengan Nevan, sementara Arvin tentu saja bersama Arion.
"Tingginya Raga berapa, The? Kok papa lihatnya kayak gala" tanya Mika.
"180, pa" jawab Athena.
Tak lama kemudian, Ivana datang bersama pekerja rumahnya. Sudah tertata rapi berbagai jenis minuman juga gorengan.
"Ada tahu otak-otak" seru Athena senang. Ia mengambil beberapa, mengisinya di piring yang lebih kecil. Tak lupa mayonaise juga sambel.
"Suka banget yah sama tahunya" Ivana mengelus rambut Athena.
"Suka pake banget" kata Athena.
Setelah lelah bermain, keempat lelaki beda usia itu ikut duduk di gasebo.
"Susah buat nyetak. Pasti selalu kehalang tangannya bang Raga" kata Arion.
Semua orang terkekeh mendengar perkataan Arion.
"Wah, pada seru nih makan gorengan tapi nggak panggil-panggil" kata Alda yang baru saja bergabung.
Rupanya ia pulang ke rumahnya dulu untuk berganti baju sebelum menyambangi rumah kakaknya.
"Ini ada French fries juga puding" katanya sambil menaruh paper bag yang di bawanya.
"Makasih mommy" ucap Athena, Nevan, Arvin dan Arion.
"Mommy aja, sama Daddy nggak" kata seorang Renaldi Maheswari. Alda masuk terlebih dahulu, karena Renal menerima telpon dari Dian.
"Terima kasih Daddy" ucap keempatnya lagi.
Renal terkekeh mendengar ucapan anak-anaknya.
"Ehh, Raga yah. Maaf yah, di drop kesini, soalnya Tante tadi ada acara di luar" ucap Alda.
Raga tersenyum.
"Tidak apa-apa, Tante"
"Salam kenal, Tante, pak" lanjut Raga.
"Selamat malam, Raga" sapa Renal.
"Jangan kaku gitu, Ren. Tuh anak baru aja berbaur. Jangan dibuat kaku lagi" kata Mika frontal.
Renal terkekeh.
"Wah, maafin om yah Raga" ucap Renal.
Raga mengangguk.
"Kak, dekat Daddy sini. Daddy juga mau tahunya" Athena bergeser ke samping Daddy nya. Ia diapit oleh Daddy nya dan Raga. Alda duduk di sisi lain Renal.
"Kakak beli kripik singkong?" tanya Alda.
"Nggak, mom. Tadi dikasih Tante Ivana, mamanya Raga" jawab Athena.
"Banyak The?" tanya Ivana.
"Banyak kak. Besok ke rumah aja, nanti aku bagi" jawab Alda.
"Mamanya suka bikin kripik, Ga?" tanya Renal.
"Suka, om. Kalau papa udah ke kantor, terus Raga sekolah, yah mama di rumah bikin kripik sama mbak-mbak yang kerja" jawab Raga.
"Kripiknya di jual, bang?" tanya Arion yang langsung mendapat jitakan maut di jidatnya.
"Sakit, Vin" keluhnya sambil mengusap jidatnya.
"Nggak, kripiknya gak di jual. Mama bagi-bagi ke tetangga. Atau di drop ke pantai." jawab Raga.
"Wah, hebat mamanya" ucap Alda.
"Tumben kalian berdua pulangnya cepat." heran Mika.
"Atau kalian penasaran dengan tamunya?" tanya Ivana.
"Itu juga. Secara ini baru kali pertama anak gadis kita membawa temannya ke rumah" jawab Alda jujur.
Raga melihat ke arah Athena. Athena hanya mengangkat sebelah alisnya.
"Gak usah tatap-tatapan gitu, bang. Ntar Daddy ngamuk" celetuk Nevan.
Raga segera melihat ke arah lain.
Semua orang terkekeh melihat Raga yang salah tingkah. Athena seperti biasa, lempeng.
"Jangan salah tingkah gitu, nak. Om tahu anak om cantik" kata Renal.
Raga tersenyum mendengar perkataan Renal.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 kurang. Raga pamit untuk pulang.
"Terima kasih yah udah berkunjung. Sering-sering kemari" kata Mika. Raga lalu mencium punggung tangan Mika dan Ivana.
"Hati-hati, bang" ucap Arvin
"Main kesini lagi yah bang" kata Arion.
Mereka lalu berhi-five.
Raga sudah di tunggu oleh Renal dan Alda di kediaman 03.
"Bye papa, Mama, kembar" Athena dan Nevan melambaikan tangannya.
"Bye sayang"
"Good night kakak"
"Kak Nevan kebelet. Gak apa-apa yah Nevan lari" kata Nevan.
"Yaudah, awas keciprit" goda Athena.
"Nevan udah besar yah" teriaknya.
Raga terkekeh melihat interaksi kakak beradik di depannya.
"Maaf yah, jadi tertahan disini" ucap Athena.
"Keluarga Lo asyik" kata Raga.
"Ga, aku boleh minta tolong?" tanya Athena.
Raga menoleh ke arah Athena.
"Minta tolong apa?"
"Tolong rahasiain ini dari yang lain."
"Termasuk orang tua gue?"
"Kalau menurut kamu, beliau bisa menjaga ini dengan baik, kamu boleh kasih tahu beliau." jawab Athena.
"Gue masih banyak pertanyaan sebenarnya. Tapi udah semalam ini. Habis presentasi gue minta waktu Lo"
Athena mengangguk.
"Asyik banget ngobrolnya" kata Alda yang sudah berdiri di samping mobil Raga.
"Apa sih mom?" tanya Athena malu-malu.
"Om, Tante, Raga pamit. Maaf udah ngerepotin banget." ucap Raga.
Renal menepuk bahu Raga.
"Om yang seharusnya berterima kasih. Makasih udah jagain anak om, udah nganterin pulang juga" kata Renal.
"Ini buat mamanya Raga yah. Bilang makasih udah diberi kripik singkong banyak gitu" Alda menyerahkan sebuah paper bag kepada Raga.
"Terima kasih, Tante" Raga menerima paper bag yang Alda berikan.
"Hati-hati di jalan." pesan Renal.
Raga mengangguk. Ia mencium punggung tangan Renal dan Alda.
"Bye, Ga" Athena melambaikan tangannya.
Raga membunyikan klakson mobilnya sebelum menginjak pedal gasnya.
"Anak Daddy udah ada yang ngapelin" goda Renal.
"Tadi cuma kebetulan Daddy. Mamanya Raga maksa untuk nganter Athena" jelas Athena.
"Anaknya tampan gitu, sopan juga meski agak kaku" kata Alda.
"Suka narik kuping juga, mom" adu Athena.
"Emang iya?" tanya Alda.
"Tadi Athena cibirin, terus dia dengar. Dia langsung ambil jurus andalannya, narik kuping Athena. Tapi gak sakit" cerita Athena.
"Anaknya gemesin juga ternyata" kata Alda sambil membayangkan hal itu terjadi di depannya.
"Raga juga galak, mom"
"Galaknya gimana?" tanya Renal.
"Athena kan mau bersihin bekas makan waktu praktek, terus dia galakin Wildan dan Darren, minta Athena istirahat"
"Berarti galaknya galak yang baik" kata Alda.
Athena mengangguk. Raga adalah sosok teman yang baik. Meskipun ia pernah nge-judge Athena yang tidak-tidak. Ada hal yang Athena syukuri, hal itu tidak sampai ditelinga Lathief. Hanya mereka berenam yang tahu.