Athena

Athena
Cake



Sekarang akhir pekan, Raga berada di atas treadmill sementara Anne duduk di atas keretanya sambil melihat papanya olahraga di pagi hari.


"Pa pa pa" Anne sejak tadi mengoceh, seolah mengiringi tiap langkah papanya di atas treadmill.


Raga sesekali melihat ke arah anaknya yang kadang bertepuk tangan, mengoceh, memasukkan kepalan tangannya di mulut dan tertawa lucu.


Athena sedang sibuk di dapur, dibantu oleh Ayra.


"Ayra makin jago nih" ucap Athena.


"Kan sering bantuin mommy kalau daddy gak ada."


"Emang daddy masih larang adek masuk dapur?"


"Menurut kakak aja gimana. Kalau buat kue yah nggak apa-apa. Kalau masak yang ekstrim, daddy bakal ngomel, takut jarinya diiris pisau lah, takut kecipratan minyak lah. Tapi daddy yang terbaik. I know, ini salah satu cara daddy menyayangi Ayra" cerita Ayra.


"Adek kan masih kecil, makanya belum daddy izinin. Nanti kalau udah agak besar, pasti diizinin kok. Kakak dulu juga begitu" Athena mengelus rambut adiknya.


Setelah membantu kakaknya memasak, Ayra pamit pulang. Ia belum mandi, ia juga akan menemani Alda nanti siang.


"Adek pulang yah kak" pamit Ayra.


"Makasih yah sayang, udah nemanin kakak ke pasar, udah dibantu masak juga"


Ayra mengangguk.


"Bye bye" ia mengecup singkat pipi kakaknya sebelum berjalan dengan riang keluar dari rumah Athena.


Ya, pagi tadi Athena menjemput Ayra untuk menemaninya ke pasar. Lalu anak itu ikut membantunya di dapur.


Athena melihat jam dinding, sudah cukup siang ternyata. Ia bergegas ke ruang olahraga untuk melihat suami dan anaknya. Tapi hanya ruangan kosong lah yang ia dapatkan. Ia lalu berjalan menuju kamarnya, rupanya Raga sedang mandi, sementara Anne di simpan di tempat tidurnya.


"Anak mama"


Panggilan Athena membuat Anne menoleh, ia tertawa lucu.


"Ayo sayang bersih-bersih dulu. Para uncle akan berkunjung" Athena membawa Anne menuju kamar bayi itu. Ia membersihkan badan anaknya dan juga mengganti bajunya.


"Oke deh, udah cantik" Athena mengelus pelan pipi anaknya.


"Ga, udah selesai?"


Raga menoleh, ia tersenyum dan mengangguk. Lelaki itu terlihat tampan dengan celana selututnya yang berwarna coklat susu dan baju kaos hitamnya.


"Aku mau mandi dulu. Titip Anne lagi yah?"


Raga mengelus rambut istrinya.


"Iya, mandi gih. Anne sama papa yah sayang. Kita tunggu para uncle di bawah"


Raga menggendong anaknya menuju lantai bawah, sambil menunggu kedatangan sahabat-sahabat nya.


✨✨✨


Dua mobil terparkir di depan rumah Athena. Ternyata Eros dan Kevin memilih untuk naik mobil bersama, sedangkan Wildan dan Darren berada di mobil yang lainnya.


"Wehh, lucu banget baby A" perhatian Kevin lebih dulu jatuh pada anak kecil yang ada di gendongan Raga.


"Bapaknya gak disapa, Vin?" tanya Wildan setelah berhi-5 dengan Raga.


"Kalau sama bapaknya mah aku udah bosan, dari kecil sama dia terus. Kalau baby A kan baru ketemu" kata Kevin, tapi tetap berhi-5 dengan Raga.


"Nggak di suruh masuk nih, Ga?" tanya Darren.


Raga dan Eros kompak memutar bola matanya.


"Masuk gih" ucap Raga.


Ia mendudukkan Anne di karpet, sementara ke empat temannya yang lain duduk di sofa.


Suara langkah kaki yang turun dari tangga membuat mereka menoleh.


"ma ma ma" oceh Anne.


Athena terkekeh.


"Ehh, nyonya Perdanakusuma" celetuk Darren.


"Long time no see, The" ucap Eros.


"Iya. Maaf yah, yang pekan kemarin jadi tertunda"


"Nggak masalah lah. Kan hari ini ngumpul, anggota nya bertambah pula" Kevin menimpali.


"Tambahannya anak bayiik lucu, pipinya seperti bakpao " Wildan menguyel uyel pipi Anne.


"Kayak pipinya Athena waktu sekolah" tawa Darren pecah setelah mengatakannya.


Athena refleks menepuk bahu Darren.


"Sakit, The" Darren meringis.


Semuanya menatap Darren kasihan.


"Bentar yah, aku bikin minum dulu. Atau mau makan dulu?"


"MAKAN DULU " kompak Wildan, Darren dan Kevin.


"Ya udah, ayo kita makan dulu" ajak Raga.


Eros menggendong Anne menuju ruang makan di kediaman Athena. Ada beberapa jenis makanan yang tertata rapi di atas meja makan.


"Tahu banget kalau kita pada rindu masakan Athena" kata Kevin.


"Iya, udah lama banget gak makan masakan Athena " Wildan menyetujui.


"As always, selalu enak" Darren makan dengan semangat.


Athena tersenyum puas melihat lima orang lelaki di depannya makan dengan semangat. Ia sesekali menyuapi Anne bubur kentang yang ia buat tadi. Tekstur nya ia buat menjadi lebih padat, tidak lagi seencer sebelumnya.


"Aku gak di suruh lagi cuci piring?" tanya Wildan.


"Kalau kamu mau yah silahkan. " jawab Athena. Ingatan nya kembali ke masa lalu, dimana Athena bertugas memasak, Eros akan membentang tikar, setelah makan mereka berlima akan membagi tugas, entah menyapu tempat bekas mereka makan atau mencuci piring. Sementara Athena akan diminta untuk beristirahat.


"Rindu masa lalu yah Wil?" tanya Raga.


"Manis untuk dikenang, tidak untuk diulang" kata Wildan.


"Kalian ke depan gih, atau nggak ke taman samping" ucap Athena.


"Nggak apa-apa kamu beresin sendiri The?" tanya Eros.


Athena terkekeh.


"Nggak apa-apa. Sana gih. Aku udah jadi istri lho sekarang, dan kalian ke rumah aku, sudah seharusnya aku memperlakukan kalian dengan sangat baik. Kita gak lagi praktek kan"


"Oke deh. Thank you, The" ucap Darren.


Athena menggelengkan kepalanya heran. Ia melihat Suaminya, anaknya dan teman-temannya memilih untuk ngadem di taman samping. Dengan cekatan ia membersihkan meja makan, mencuci piring dan juga membuat minuman untuk semuanya.


Jika di desa ia membuat teh hangat atau kopi, beda lagi di kota A. Siang-siang begini yang dicari hanyalah minuman dingin untuk menetralisir cuaca panas. Athena membuat ice coklat, minuman netral. Tak lupa puding, bolu kukus coklat yang dingin dan juga kripik singkong sebagai pelengkapnya. Sumber kripik singkong jangan ditanya lagi, sudah pasti dari Vania. Athena tentu tak lupa menyiapkan buah untuk Anne. Kali ini adalah buah naga yang dimasukkan ke dalam empeng.


"Wahh, ma favorit cake" Ucap Darren saat melihat bolu kukus di depannya. Tangannya dengan cepat mengambil sepotong kue dan menyantapnya.


"Stoknya banyak kan The?" tanya Eros.


"Kenapa, Ros?"


"Aku tebak kurang dari 20 menit kuenya habis" jawab Eros. Ia juga ikut mencomot kue dan memakannya.


Athena dan Raga terkekeh.


"Raga mah anteng aja, tiap hari pasti makan ini." kata Kevin.


"Ya nggak setiap hari juga lah, Vin" Raga menimpali.


"Sayang banget, padahal serumah sama The, kalau mau pasti dibuatin" Wildan ikut berkomentar.


"heh, kamu kira kerjaan The cuma buat kue untuk aku? Ya nggak lah." Raga menggeplak kepala Wildan.