Athena

Athena
Liburan



"Mom, The boleh nggak liburan ke negara G?" tanya Athena.


"Wah, izinnya sama daddy yah" ucap Alda.


Athena mengangguk.


"The ke teras deh sambil nunggu Daddy pulang" kata Athena. Ia membawa pudingnya juga jus alpukatnya.


Athena sedang asyik menonton di ponselnya, entah apa yang sedang ia lihat.


"Hmm" Renal yang sudah tiba sejak tadi menggumam untuk menyadarkan anaknya.


Athena mendongak.


"Ehh Daddy" ucapnya lalu memeluk pinggang sang Daddy.


Renal menyimpan tas kerjanya di meja, ia mengelus rambut anaknya.


"Ayo masuk" ajak Renal.


Athena mengangguk. Ia tak lupa mengambil cup bekas puding juga gelas jus alpukatnya.


"Daddy, tangan The penuh. The gak bisa bawain tas kerja Daddy" kata Athena.


"Nggak apa-apa, ayo masuk" Renal mengambil tasnya juga ponsel anaknya untuk di bawa masuk.


Athena langsung ke dapur, sementara Renal berbelok ke ruang kerja lalu masuk ke kamarnya.


"Udah bilang sama Daddy?" tanya Alda yang sedang masak.


"Belum, mom. Nanti malam aja, habis makan malam." jawab Athena.


Alda mengangguk.


✨✨✨


Athena telah mengantongi izin keluarganya untuk berlibur ke negara G. Mika mengurus segala keperluan anaknya yang akan berlibur. Tidak butuh waktu lama, semuanya sudah jadi. Athena sisa berangkat.


"Kalian beneran gak ikut?" tanya Athena pada ketiga adiknya.


"Bentar lagi aku dan Arion bakal praktek kak, waktu liburnya di pake buat latihan basket." jawab Arvin yang diangguki Arion.


"Nevan mau ikut mommy Daddy ke Pulau, kak" jawab Nevan.


"Kakak perginya sendiri dong" ucap Athena.


"Mana ada sendiri. Papa udah siapin 2 jet. Satu jet buat kakak dan 3 serangkai, 1 jet buat yang bayangan" kata Arion semangat.


"Akak The kayak tuan putri aja yang banyak pengawalnya"


"Kan tuan putrinya Arunika" ucap Athena.


✨✨✨


Athena diantar oleh mommy dan Daddy nya ke bandara.


"Sampai disana salam yah buat om Okan, aunti Indi sama Alan juga" ucap Alda.


"Siap mommy" Athena memeluk mommy nya.


"The gak mau ke perusahaan?" tanya Renal.


Athena menggeleng cepat.


"Suruh Nevan dad" jawabnya.


Alda terkekeh mendengar jawaban anaknya.


Renal memeluk lalu mencium kening anaknya.


"Will gonna miss you princess" ucapnya.


"The juga bakalan rindu Daddy, mommy juga" balas Athena.


"Udah mau berangkat yah?" tanya Renal pada Min.


"Iya, tuan"


Renal mengelus rambut anaknya.


"Take care!" ucap Alda dan Renal bersamaan.


Athena melambaikan tangannya.


Setelah mengudara cukup lama, jet pribadi itu mendarat dengan sempurna. Ternyata sudah ada yang menjemput mereka di bandara. Orang-orang itu membawanya ke rumah Renal yang pernah ditinggali nya waktu melanjutkan sekolahnya di negara ini.


Ia merebahkan badannya yang terasa begitu lemas. Liburan kali ini ia harus melakukannya sendiri, mungkin akan meminta bantuan Alan untuk menemaninya mengelilingi negara ini. Mata Athena perlahan meredup, anak gadis itu tertidur.


Sementara di lain tempat, Eros dan keempat orang sahabatnya juga baru saja menginjakkan kakinya di negara G. Pengumuman moto *p baru keluar semalam bahwa akan digelar di Negera ini.


"Pesan taksi, Vin" suruh Wildan.


Tidak butuh waktu lama, mereka telah sampai di hotel yang telah di booking beberapa hari sebelumnya.


Moto *p akan digelar dua hari lagi. Mereka harus menempuh perjalanan lewat jalur laut jika ingin ke lokasi dimana moto *p akan dilaksanakan.


Athena membalas pelukan Indi yang terlihat begitu senang saat melihatnya. Okan yang berada di samping Indi pun ikut mengelus rambut Athena.


"Sendiri aja?" tanya Okan.


"Iya, om" jawab Athena.


Indi menggandeng tangan Athena memasuki rumahnya.


"Nginap sini aja yah?" pinta Indi.


"The nginap di rumah Daddy, aunty" ucap Athena.


"Yaah, gak apa-apa deh. Yang penting datang kemari" kata Indi.


"Duduk dulu yah sayang" Indi mendudukkan Athena di sofa ruang keluarganya.


"Alan kemana om?" tanya Athena.


"Lagi ke ATM buat bayar tiket buat moto *p besok. Kamu mau juga? Biar om telpon Alan."


"Ehh"


"Bentar yah, om telpon Alan dulu." Okan sudah melakukan panggilan dengan Alan, meminta Alan untuk membeli tiket buat Athena.


"Udah, katanya" beritahu Okan.


"Maaf, om. The udah ngerepotin Om" ucap Athena tak enak.


"The, om ini sahabat papimu. Kamu itu sudah seperti anaknya om. Lihat tuh, foto kamu di mana-mana di rumah ini." Okan menunjuk dinding rumahnya yang terdapat beberapa foto Athena.


"Terima kasih om, udah sayang banget sama Athena"


Okan terkekeh mendengar ucapan tulus gadis di depannya.


"Itu waktu The umur setahun kayaknya. Waktu tinggal di sini, nemenin papinya berobat" beritahu Okan. Ia menunjuk salah satu foto dimana ada dirinya, Indi dan juga Athena yang sedang berada di taman.


"Wahh, pipi The gimbul gimbul" Athena memegang kedua pipinya. Membayangkan jika pipinya masih gimbul gimbul seperti di foto. Ia sedikit meringis membayangkan nya.


Indi yang datang membawa air mineral, jus alpukat juga cup cake, terkekeh mendengar ucapan Athena. Yang membuat tawanya pecah adalah saat melihat ringisan Athena.


"Sekarang udah cantik, tinggi semampai, untung gimbulnya gak ikut" goda Indi.


"Gak gimbul gitu aja pipi The sering di cubit, aunty" kata Athena.


"Lucu tauu, gemoy gitu" ucap Indi.


Tak lama kemudian, Alan datang. Ia berhi-five dengan Athena, kemudian memeluk singkat perempuan itu.


"Ikut gue nonton yah?"


Athena mengangguk.


"The, Alan berangkatnya nanti malam. Kamu mau ikut Okan atau nunggu konfirmasi dari Mika dulu?" tanya Okan. Ia baru saja menghubungi Renal yang ternyata sedang ada Mika di sisinya.


"Papa bilang apa?" tanya Athena.


"Minta orang-orangnya nyiapin kapal ke pulau sebelah." beritahu Okan.


"Okan gak boleh ikut The?"


"Yah boleh"


"Aku nunggu konfirmasi papanya Athena dulu deh. Berangkatnya gak apa-apa kalau gak malam" kata Alan.


"Makasih Alan" Athena memeluk Alan.


"Gini aja peluk gue, kalau chat balasnya lama" cibir Alan.


Okan dan Indi terkekeh mendengar cibiran Alan.


"Paling lambat konfirmasinya sebentar sore, itu berarti kalian bisa berangkat malam" kata Okan.


"Asyikk" seru Alan dan Athena, mereka kembali bertos ria.


Pelayan di kediaman Okan mengehentikan obrolan mereka. Pelayan itu memberi tahu jika waktu makan siang sudah tiba, makanan juga sudah siap.


"Ayo, makan dulu anak-anak" panggil Indi.


Athena bergelayut dilengan kanan Indi, Alan tak mau kalah, ia juga bergelayut di lengan kiri Indi.


"Berasa liat anak kembar yang sedang merebutkan mamanya" kata Okan. Ia merasa bahagia melihat kebahagiaan keluarganya dengan kehadiran Athena di rumahnya.


"Anak kembar kita nih" Indi mengelus kepala kedua remaja beda gender itu.