My Princess

My Princess
#096



Rakes dan kawan-kawan masih menikmati makan malam mereka sambil bercanda ria. Perempuan yang tadinya duduk di meja sebelas perlahan melewati meja mereka.


"Zea awas!" Teriak Rafeal.


Rafeal yang duduk di depan Zea langsung bangun lalu menarik tubuh Zea, lalu dengan cepat Rakes langsung melempar gelas minumannya ke arah gadis yang baru saja melewati meja mereka, lemparan Rakes tepat megenai bahu gadis tersebut. Secepat kilat Marvel berlari menghadang gadis yang hendak kabur tersebut, dengan kasar Marvel menarik lengannya hingga membuat langkah sang gadis terhenti.


"Siapa kamu?" Tanya Marvel yang hendak membuka masker yang gadis itu kenakan.


"Berhenti!" Teriak lelaki berjaket hitam yang entah dari mana munculnya.


Ketika yang lain sibuk mengurus sang gadis yang hendak menyerang Zea, lelaki tersebut justru menyerang Kania. Saat ini Kania berada dibawah sandraan lelaki tersebut.


Sebilah pisau terarah tepat di bagian perut Kania, kejadian tersebut cukup membuat restauran kacau balau, semua di buat tegang dengan pertunjukan mereka, Kania hanya terdiam mematung tanpa berani bergerak sedikitpun sedangkan di sebelah Utara sana, Marvel masih menggenggam kasar tangan gadis tersebut.


"Apa yang kalian inginkan? lepaskan dia, aku bilang lepas!" Gumam Rafeal penuh amarah dan terus melangkah mendekati Kania.


"Berhenti! atau aku akan langsung menusuk gadis yang sangat kamu cintai ini!" Tegas sang lelaki yang ternyata begitu mengenal mereka semua.


Zafran yang hanya diam ternyata perlahan merekam semua kejadian tersebut dengan kamera kecil yang terpasang rapi di jam tangannya, tidak hanya sampai di situ, Zafran bahkan mengirim pesan untuk Angel.


"Sedikit saja kamu sentuh dia, aku akan membunuh mu!" Gumam Zea.


"Katakan, siapa sebenarnya target kalian? karena aku yakin, pasti bukan Kania kan orangnya?" Jelas Rakes yang berusaha untuk tenang.


"Tepat, aku tau kamu paham dengan apa yang aku mau!" Jelas lelaki tersebut.


"Fadhil, aku kan yang kamu incar?" Jelas Zea yang akhirnya mengenali siapa sebenarnya lelaki yang sedang menyeret Kania.


"Kamu memang luar biasa Zea, kamu selalu gesit dalam segala hal, yah persis seperti ayah mu!" Jelas Fadhil dengan tatapan yang terus mengintimidasi Zea


"Bagaimana mungkin aku melupakan musang berbulu domba seperti mu!" Gumam Zea yang semakin emosi.


"Lalu, apa gadis ini tunangan mu?" Tanya Marvel yang akhirnya melepas paksa masker yang sedari tadi menutup wajah gadis yang kini masih berada di bawah kekuasaannya.


"Kesya? apa benar kamu Kesya Marissa?" Tanya Kania dengan pandangan terus tertuju pada sosok gadis tersebut.


"Kamu kena dia? Kania, kamu mengenalinya?" Tanya Rafeal.


"Jadi ini alasan kamu menolong aku tempo hari? ini alasan kamu menjadi teman aku? aku yang bodoh karena mendaftarkan namamu kedalam list orang-orang yang aku sayang, aku yang salah karena terlalu percaya dengan kebaikanmu yang jelas ada maksud tersembunyi." Jelas Kania dengan menitikkan air mata.


"Kamu menjebaknya? akan ku balas dengan rasa sakit yang akan membuatmu hancur berkeping-keping! kamu membuatnya menangis, kamu membuatnya terluka." Bisik Marvel pelan di telinga Kesya.


Bisikan Marvel cukup membuat Kesya seketika gemetar, ia terlihat pucat, ia benar-benar ketakutan.


"Abang lakukan sesuatu, jangan biarkan Kania kenapa-napa!" Pinta Qalesya pelan dengan terus menggenggam tangan Zafran.


"Kamu tenang, Kania pasti akan baik-baik saja, mereka akan menjaga Kania dengan baik." Tegas Zafran, tangannya membalas erat genggaman Qalesya.


Semuanya terdiam dalam tatapan satu sama lain yang begitu menusuk setiap perasaan. Mata Rafeal, Marvel dan Rakes tak bisa lepas dari Kania, mereka terus saja mencari celah untuk mendapatkan Kania kembali tanpa ada sedikit luka pun.


"Sedikit aja kalian gerak, pisau ini akan langsung menembus perutnya!" Ancam Fadhil lalu kembali mendekatkan pisau pada perut Kania.


Kania seakan berusaha untuk tidak berkutik sedikitpun, ia bahkan menahan nafasnya.


"Lima, tujuh, satu!" Teriak Rakes.


Bersamaan dengan teriakan Rakes, semua beraksi sesuai petunjuk. Rakes menarik Zea bersamanya lalu dengan cepat tanga Rakes melemparkan sebuah gelas kearah Fadhil, hingga membuat fokus Fadhil teralih. Rafeal lekas menggunakan kesempatan yang ada, ia langsung beraksi. Rafeal berlari kearah Fadhil lalu segera menahan pisau yang mengarah hendak menusuk perut Kania.


Darah terus menetes dari tangan kanan Rafeal, namun semuanya tak berhenti sampai di situ, kaki panjang Rafeal mendarat di kedua lutut Fadhil hingga membuat sang empunya tumbang seketika. Di sebelah sana Marvel masih saja menggenggam erat kedua tangan Kesya agar tetap bersamanya.


Kania mendekat dan segera menyentuh tangan Rafeal yang masih saja meneteskan darah.


"Maaf!" Pinta Kania dengan terus menekan luka tersebut dengan bagian lengan baju yang ia kenakan.


"Kamu baik-baik saja?" Tanya Zea panik yang ikut mendekat pada Kania dan Rafeal.


"Hmmmm, kalian tenanglah, luka sedikit tidak akan membuat aku mati!" Tegas Rafeal yang masih saja memamerkan senyuman manisnya.


Di saat semuanya fokus pada Rafeal, suara ledakan yang berasal dari dalam restauran mengalihkan pandangan semuanya, semua orang tampak berlarian.


"Sebenarnya apa yang kalian rencanakan?" Tanya Marvel.


"Menghancurkan kalian semua, sehancur-hancurnya!" Gumam Kesya dengan emosi yang menggebu.


Suasana semakin kacau, kesempatan tersebut di gunakan oleh Fadhil untuk melarikan diri, Rakes ingin mengejarnya namun Zea menghentikannya.


"Biarkan saja!" Ujar Zea.


"Kita akan membalas mereka tapi tidak sekarang, karena sekarang kita harus menghentikan kekacauan ini sebelum beritanya meluas!" Jelas Rafeal.


"Lagi pula, Kesya masih berada di tangan kita!" Jelas Zafran.


Semua mata lekas menatap kearah di mana Marvel dan Kesya berdiri tegap, namun dua menit berikutnya perlahan tubuh Marvel tumbang, lalu sebuah tangan dengan gesit menarik Kesya lalu membawa Kesya kabur bersamanya.


"Abang, abang!" Seru Maryana yang langsung bergegas mendekati Marvel yang telah terbaring sempurna di lantai.


Maryana langsung membawa kepala Marvel ke dalam pangkuannya, tangannya langsung menyentuh bagian bahu kiri Marvel yang mulai mengeluarkan darah kental.


"Abang, abang bangun!" Tangis Maryana dengan terus mencoba menekan bahu Marvel agar darahnya terhenti.


"Mereka benar-benar...." Seru Rakes dengan penuh amarah, Rakes bergegas mengikuti jejak mereka.


"Abang...." Tangis Kania dengan tangan yang perlahan menyentuh wajah Marvel yang kian melemah.


"Abang bertahanlah, kita akan membawa abang ke rumah sakit sekarang!" Jelas Zea.


"Aku akan mengambil mobil." Jelas Zafran yang segera berlari untuk mengambil mobil yang terparkir di parkiran sana.


"Jangan coba-coba untuk pergi, jika tidak akan akan merebut segalanya!" Gumam Rafeal yang entah mengapa, air matanya perlahan menetes ketika memerhatikan wajah Marvel yang kian melemah.


Marvel hanya tersenyum lalu menutup matanya rapat-rapat seketika membuat semuanya semakin panik.


"Apa ada yang terluka?" Tanya Angel yang baru saja datang bersama dua orang bawahannya.


"Abang Marvel yang terluka tante!" Lapor Qalesya.


"Abang bangun!" Gumam Maryana dengan tangis yang terdengar semakin pilu.


"Rafeal, cepat bawa dia ke rumah sakit! biar tante yang bereskan kekacauan ini!" Tegas Angel.


"Baik tante!" Jawab Rafeal yang langsung mengangkat tubuh Marvel dengan dibantu oleh Zea, mereka langsung membawa Marvel ke mobil yang sedari tadi telah menunggu kedatangan mereka di depan restauran sana.


"Mama, abang Marvel akan baik-baik saja kan?" Tanya Kania yang terlihat begitu kacau.


"Hmmmm, calon menantu mama adalah orang yang kuat, dia akan bertahan untuk kita semua. Semuanya akan membaik seperti sediakala." Jelas Angel dengan mengusap kepala sang putri tercinta.


"Aku takut ma, aku takut!" Tangis Kania.


"Tenanglah sayang, Qalesya, bawa Kania bersama kalian, tante harus mengurus semua ini, tante akan segera menyusul ke rumah sakit!" Jelas Angel.


"Baik tante, ayo Kania!" Ajak Qalesya yang langsung merangkul Kania lalu segera pergi.


"Cepat, cari ke semua sudut! temukan segala hal yang mencurigakan!" Perintah Angel pada anggotanya setelah Qalesya dan Kania meninggalkan lokasi tersebut.


"Siap kapten!" Tegas keduanya dan segera beraksi.


"Aku akan membuat kalian semua membusuk di penjara!" Gumam Angel dan langsung beraksi.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE😊😊


Stay terus sama My Princess😘😘😘


KaMsaHamida ❀️❀️❀️❀️❀️