
"Chim chim buruan!" Teriak Zea sambil terus menggedor-gedor pintu kamar mandi.
"Sebentar!" Teriak Rakes dari dalam.
"Buruan! atau bakal aku dobrak nih pintu!" Ancam Zea dengan terus melakukan aksi gedor-gedor yang semakin menjadi-jadi.
"Zea...!" Ujar Rakes yang baru saja membuka pintu kamar mandi.
Tubuh Rakes yang hanya mengenakan handuk, membuat mata Zea langsung terbuka lebar apalagi seluruh tubuh Rakes masih terlihat basah bahkan dari ujung rambutnya terus saja meneteskan air.
"Kamu udah rapi? perasaan pas abang tinggal mandi kamu masih pakai kaos." Jelas Rakes saat melihat Zea udah siap dengan stelan favoritnya apalagi kalau bukan celana kulot yang ia kombinasikan dengan kemeja polos kali ini Zea melengkapi penampilannya dengan kerudung yang menutupi bagian perutnya yang mulai terlihat membuncit.
"Chim chim tau kalau Chim chim udah di kamar mandi selama satu jam setengah? Chim chim sebenarnya mandi atau semedi sih? nih lihat! bahkan bedak aku udah berterbangan entah kemana!" Jelas Zea sambil memamerkan kedua pipinya.
"Serius? perasaan baru sepuluh menit abang mandi!" Jelas Rakes.
"Udah buruan! aku udah nggak sabar pengen naik motor nih!" Jelas Zea yang langsung memasang wajah manjanya.
"Tapi abang lagi pengen naik mobil!" Jelas Rakes.
"Jangan ngadi-ngadi ya! tadi subuh Chim chim kan udah janji, lagian aku lagi ngidam tau, harus di turutin dong!"
"Tapi bahaya Zea!"
"Emang Chim chim mau kalau ntar Raze Junior ngeces?"
"Zea....!"
"Buruan!" Pinta Zea yang langsung menarik Rakes ke ruang ganti.
"Zea....!" Keluh Rakes dengan tangan yang terus mencari kemeja diantara deretan kemeja-kemeja yang berjejeran di dalam lemari.
"Oke! Chim chim naik mobil aja, nggak masalah!"
"Nah gitu dong!" Ujar Rakes senang dan langsung mengambil kemeja warna abu-abu lalu segera mengenakannya.
"Chim chim naik mobil, aku sama Raze Junior naik motor, adil kan?"
"Zea...."
"Mana kuncinya?"
"Oke, kita ke rumah sakit naik motor!" Ujar Rakes yang pada akhirnya tunduk pada keinginan Zea.
"Itu Chim chim yang mau sendiri kan? aku nggak maksa loh!"
'Cup' Bibir Rakes mendarat di kening Zea.
"Iya nggak maksa, tapi ngancam!" Jelas Rakes dengan senyuman yang begitu memesona lalu kembali mengecup kening Zea.
"Ayo buruan, sebelum uma dan ayah pulang, kalau mereka lihat abang bawa kamu naik motor, bisa-bisa kepala abang bakal di penggal sama ayah!"
"Love Chim chim!" Ujar Zea yang langsung menggandeng tangan Rakes dan lekas mengikuti langkah Rakes.
Keduanya buru-buru menuju garasi, Rakes langsung menaiki motor kesayangannya yang selama ini memang jarang ia gunakan. Dengan senyuman lebar, Zea langsung naik bahkan sebelum Rakes mempersilahkannya.
"Kamu ini, pegangan!"
"Siap komandan!" Ujar Zea yang begitu bersemangat, ia langsung memeluk erat pinggang Rakes.
"Bagaimana kalau nanti Raze Junior bakal menggilai motor, syukur kalau cowok, tapi kalau cewek bakal bahaya!"
"Chim chim sadar kalau sekarang Chim chim lagi ngatain aku?"
"Nggak tuh!"
"Dasar tukang nyindir!"
"Nggak sayang!"
"Nggak gimana coba? jelas-jelas kan tadi Chim chim bilang kalau cewek suka motor itu bahaya, lah aku malah lebih parah dari kata suka, hobi balapan malah!"
"Nggak gitu maksud abang!"
"Nggak usah ngeles!"
"Huuuuf! salah lagi kan aku!" Gumam Rakes dengan suara pelan.
"Aku dengar loh!" Seru Zea.
"Sorry! tapi beneran abang nggak ada maksud gitu. Maaf!" Jelas Rakes yang menyentuh lembut tangan Zea yang ada di perutnya.
"Aku juga minta maaf! ntahlah, belakangan ini aku emang suka sensi nggak jelas, bahkan sama uma aja aku sering marah nggak jelas, kasian uma!"
"Zea, uma, ayah dan abang paham kok, ini semua bawaan bayi, abang tau kamu juga nggak pengen kek gitu kan? kita berangkat sekarang?"
"Let's go!" Jelas Zea.
"Oke!"
___________________
"Assalamualaikum!" Sapa Rafeal dengan tangan yang masih menggenggam gagang pintu yang baru saja ia buka.
"Waalaikumsalam, abang Rafeal, masuklah!" Ujar Kania saat melihat bahwa yang datang adalah Rafeal.
"Kamu sendirian? Marvel dan Ana mana?" Tanya Rafeal setelah menutup kembali pintu ruangan lalu perlahan melangkah mendekati ranjang dimana Kania masih berbaring.
"Kak Ana lagi di kampus, katanya ada mata kuliah pagi ini dan abang Marvel baru aja keluar ngantarin papi sama maminya!" Jelas Kania.
"Tante Angel dan om Hendra?"
"Mama baru aja pulang karena harus ke kantor dan papa sejak semalam harus pergi karena ada tugas." Jelas Kania.
"Terus.....?" Ucapan Rafeal langsung di selip oleh Kania.
"Kenapa terus bertanya tentang yang lainnya? apa abang tidak leluasa jika hanya bersama aku di ruangan ini? jika iya abang boleh keluar kok, aku tidak ingin membuat abang merasa terganggu!" Jelas Kania.
"Kania...."
"Aku hanya tidak ingin menyakiti abang terlalu dalam lagi. Maaf, karena selama ini aku tidak tau tentang perasaan abang, maaf karena tanpa sengaja aku sering kali melukai hati abang, maaf!" Jelas Kania dengan kepala tertunduk.
"Heiiii, Kania!" Ujar Rafeal dengan begitu lembut, bahkan ini sosok Rafeal yang tidak pernah terekspos selama ini.
"Terima kasih karena sudah begitu mencintaiku! terima kasih!" Ucap Kania yang semakin larut dalam isak tangisnya.
"Kania, bagi abang kamu adalah nyawa abang. Agar abang bisa terus bernafas bukankah abang harus menjaga nyawa abang dengan baik? itulah yang saat ini abang lakukan, abang menjagamu dengan baik dan salah satu caranya adalah menyerahkan mu pada orang yang tepat. Kania, bagi abang, Marvel adalah lelaki yang paling tepat untuk masa depanmu. Dia punya segalanya, tangguh dan yang paling penting dia adalah lelaki baik. Dia akan membuat mu bahagia."
"Tapi...."
"Kamu tau, abang bahkan takut jika kalian berpisah! Kamu dan Marvel adalah orang yang begitu abang sayangi, dan abang akan melakukan apapun untuk kebahagiaan kalian."
"Sebesar itu kah rasa sayang abang untuk aku dan abang Marvel?"
"Hmmmmm! Kania abang sudah melepaskan kamu untuk Marvel, dan sekarang tolong bantu abang untuk mengubah rasa cinta ini menjadi rasa sayang yang hanya sebatas abang dan adik, kamu mau kan membantu abang?"
"Hmmmmm!" Jawab Kania dengan menganggukkan kepalanya.
"Boleh sekali saja abang menyentuh kepala mu?"
"Hmmmmm!" Ujar Kania.
"Terima kasih!" Ucap Rafeal yang terus mengusap lembut kepala Kania.
_________________
"Kenapa mematung di luar?" Tanya Rakes saat melihat Marvel yang berdiri di depan pintu ruang rawat Kania.
Tanpa jawaban Marvel langsung menutup pelan pintu yang tadi sempat sedikit ia buka. Marvel langsung menarik Rakes dan Zea untuk menjauh dari pintu ruangan tersebut.
"Kenapa?" Tanya Zea kebingungan saat ketiganya sudah agak jauh dari ruangan Kania.
"Kita disini aja dulu!" Jelas Marvel dan langsung duduk di kursi yang ada di sana.
"Iya tapi kenapa? aku ingin menemui Kania!" Jelas Zea.
"Zea, ayo duduk dulu!" Ajak Rakes lalu keduanya ikut duduk di sisi Marvel.
"Apa Rafeal yang ada bersama Kania?" Tanya Rakes memastikan.
"Hmmmmmm!" Jawab Marvel.
"Abang Marvel jangan salah paham! Kania nggak akan...." Penjelasan Zea terhenti.
"Aku tau Zea. Justru karena aku percaya sama mereka berdua makanya aku ingin memberikan mereka waktu untuk menyelesaikan semua ini. Sekalipun aku harus melepaskan Kania, aku sudah siap! toh Rafeal jauh lebih mampu menjaga Kania dari pada aku!" Jelas Marvel.
"Jangan membuat Kania merasa bersalah pada kalian berdua. Jika kalian terus begitu aku takut justru Kania tidak akan memilih siapapun diantara kalian berdua." Jelas Zea.
"Marvel, Kania itu milikmu dan akan tetap menjadi milikmu. Kamu kenal Rafeal dengan baik kan? dia selalu saja meletakkan dirinya diurutan setelah aku dan kamu." Jelas Rakes.
"Itulah yang terus membuat aku khawatir, dan aku juga ingin melakukan sesuatu untuk dia." Jelas Marvel.
"Kamu sudah melakukan semuanya Marvel. Aku tau, kamu yang membayar semua hutang keluarga Rafeal, kamu juga kan orang di balik biaya siswa yang Rafeal terima selama kita di akademi militer, aku tau semuanya." Jelas Rakes.
"Rafeal....." Ujar Zea yang langsung berdiri saat melihat Rafeal menatap bingung kearah mereka bertiga, tubuh Rafeal mematung dengan jarak yang tak terlalu jauh dari posisi dimana Rakes, Marvel dan Zea berada.
Mendengar nama Rafeal disebut, membuat Marvel dan Rakes ikut menoleh kearah tatapan Zea, keduanya juga sontak ikut berdiri.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE😊😊
Stay terus sama My Princess😘😘😘
KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️