My Princess

My Princess
#223



Hari yang di tunggu-tunggu pun akhirnya, suasana meriah dan penuh bahagia seakan menyelimuti seluruh penjuru rumah. Semua keluarga besar pun ikut berkumpul untuk merayakan hari kelahiran Urshia.


Mulai dari pasangan Lukman-Khaira, Mikeal-Amanda, Alam-Tia, Hendra-Angel, Iqbal-Elsaliani, Revtankhar-Aryani, Hadi-Erina, dan juga pasangan yang sedang menantikan kedatangan buah hati mereka, siapa lagi kalau bukan pasangan Zafran-Qalesya.


Tidak hanya pihak keluarga, seisi rumah kini mulai di penuhi oleh para tamu undangan, mulai dari teman kelasnya Azan dan Uzun dan pastinya juga teman-teman dari Arina dan Urshia.


Para tamu terus saja berdatangan memenuhi ruang utama yang memang dijadikan sebagai pusat tempat acara akan berlangsung.


"Arin, Shia mana?" Tanya Kania.


"Masih di kamar mama Nia, masih dandan!" Jelas Arina.


"Ya udah biar mama cek dulu." Ujar Kania.


"Barusan mama udah nyusul ke kamar Shia." Jelas Arina.


"Ya udah kalau gitu kamu temanin dulu teman-teman sekolah kamu, sambil kita tungga Shia keluar!" Jelas Kania.


"Siap mama Nia!" Ujar Arina yang segera berlarian menuju ruang utama.


Tanpa sengaja Arina justru menabrak seorang laki-laki hingga membuat yang ada ditangan lelaki tersebut terjatuh ke lantai.


"Sorry, aku nggak sengaja!" Pinta Arina dan segera mengambil kado yang tergeletak di atas lantai.


"Sekali lagi maaf!" Pinta Arina lalu mengembalikan kado tersebut.


"Apa kamu yang bernama Arina?" Tanyanya.


"Iya, kamu kenal sama aku?" Arina malah balik bertanya karena memang ia sama sekali tidak mengenali lelaki yang kini berdiri di hadapannya.


"Kenalin Mario, temannya Azan. Kamu pasti adiknya kan?" Jelas Mario.


"Ah iya, hai salam kenal!" Ujar Arina.


"Persis seperti yang sering Azan ceritakan, cantik!" Ujar Mario.


"Hmmm terima kasih, silahkan di nikmati pestanya, aku permisi!" Jelas Arina yang hendak beranjak dari sana namun langkah Arina seketika terhenti karena tanpa sengaja bagian gaunnya malah nyangkut di jam tangannya Mario.


"Sorry!" Ujar Mario lalu mencoba melepaskan gaun Arina.


"Oke,,,!" Ujar Arina.


"Khmmmmm!" Ujar Uzun yang membuat pandangan Mario yang sejak tadi menatap Arina seketika beralih pada Uzun.


"Yang lain mana? kamu nggak datang sendirian kan?" Tanya Uzun yang perlahan manarik Arina agar mendekat padanya.


"Aku bareng yang lain kok, cuman mereka lagi asyik tuh sama om Rakes." Jelas Mario.


"Lalu kamu asyik merayu adik aku?" Tanya Uzun.


"Ya siapa tau..."


"Stop, jangan macam-macam!" Jelas Uzun.


"Kayaknya tuh Urshia, aku permisi ya!" Ujar Arina yang langsung kabur dari sana.


"Pelit banget sih!" Cetus Mario.


"Kamu tau siapa dia?" Tanya Uzun.


"Pujaan hati Azan kan? justru karena itu aku ingin menggodanya." Jelas Mario.


"Maksudnya?" Tanya Uzun.


"Udah kamu tenang aja, setelah bertemu dengan Arina, aku tau kalau cinta Arina jauh lebih besar dari pada cinta Azan. Jadi kamu nggak usah khawatir, Arina nggak akan pernah meninggalkan Azan, aku jamin." Jelas Mario yang langsung merangkul Uzun.


"Ayo gabung sama yang lain!" Ajak Uzun dan keduanya segera kembali keruang utama karena memang acara akan segera di mulai.


"Selamat ulang tahun Shia!" Ucap Kelvin yang merupakan abang kelas mereka di SD.


"Makasih!" Ucap Urshia dengan senyuman.


"Nih kadonya!" Ujar Kelvin sambil memberikan kado berukuran mungil pada Urshia.


"Terima kasih." Ujar Urshia sambil menerima kado tersebut.


"Kamu cantik sekali malam ini!" Puji Kelvin.


"Cuma malam ini doang?" Tanya Urshia.


"Kapan aja kamu selalu cantik, tapi malam ini cantiknya nambah lagi, membuat jantung aku berdetak tak karuan!" Jelas Kelvin.


"Benar kah?" Tanya Urshia memastikan.


"Pastinya!" Jawab Kelvin pasti.


"Biar aku periksa!" Ujar Urshia yang hendak menyentuh dada Kelvin.


Sebelum tangan Urshia mendarat sebuah tangan sudah lebih dulu menarik tangan Urshia menjauh dari targetnya.


"Bukan muhrim!" Ujar Azan.


"Aku cuman....!" Jelas Urshia polos.


"Tuh lihat Vampir mu udah mau menggila, kamu tau apa yang selanjutnya akan terjadi kan jika taringnya keluar!" Jelas Azan.


Seketika Urshia langsung mengarahkan pandangannya pada Uzun yang memang sejak tadi memantau dirinya.


"Opsss! Sorry!" Ujar Urshia tanpa rasa bersalah dan langsung bergegas menghampiri Revtankhar yang memang sejak tadi menunggunya di depan kue sana.


"Jangan coba-coba dekati adik aku paham! karena aku nggak suka sama kamu!" Tegas Azan lalu segera bergabung dengan pasukannya.


Acara pun akan segera di mulai, di depan meja kue sana Urshia sudah berdiri dengan penuh senyuman di dampingi oleh Arina di sisi kanannya dan sang kakek tercinta disisi kirinya siapa lagi kalau bukan Revtankhar dan juga Hendra.


Acara pun di mulai, suasana semakin meriah membuat malam semakin terasa menyenangkan. Potongan kue pertama langsung diberikan pada Arina sahabat sekaligus kakak terbaiknya, lalu untuk kedua kakeknya yang memang sejak tadi terus menempel padanya.


Para tamu undangan pun mulai menikmati hidangan yang ada.


"Ayo kita foto!" Ajak Mea siapa lagi kalau bukan sahabat baiknya Urshia dan Arina di sekolah.


"Ayo..." Ujar Arina penuh semangat.


"Kakek tolong fotokan kami!" Pinta Urshia.


"Siap tuan putri!" Ujar Hendra yang langsung menggambil gambar keempat gadis tersebut dalam bermacam gaya.


Dari kejauhan sana, Azan dan Uzun serta pasukan mereka terus saja memantau.


"Yang di sampingnya Arina kelihatan cantik, siapa dia?" Tanya Mario sambil terus memandangi Mea.


"Mea, si tukang baper!" Ujar Uzun.


"Kalau yang di sebelahnya Urshia?" Tanya Bayu.


"Alayna si pemalu!" Jelas Azan.


"Kayaknya formasi kita pas nih!" Ujar Mario.


"Mereka masih SD loh!" Ujar Zea yang baru sama muncul di belakang keempat lelaki tersebut.


"Justru aku sukanya sama anak SD!" Jelas Mario.


"Mereka lebih mengemaskan dari pada gadis-gadis di sekolah kita!" Jelas Bayu.


"Tunggu kayaknya ada yang aneh deh!" Ujar Uzun yang menyadari kedatangan Zea.


"Mommy!" Ujar Azan setelah menoleh ke arah Zea.


"Mommy!" Ujar Bayu dan Mario dengan menundukkan pandangan mereka.


"Mau mommy jewer tuh telinga!" Ujar Zea geram.


"Becanda kok mommy!" Ujar Mario.


"Tapi aku serius, boleh kan mommy?" Tanya Bayu.


"Mommy suka cara mu, udah sana gih foto bareng!" Jelas Zea.


"Beneran nih mommy?" Tanya Bayu.


"Hmmm!" Ujar Zea yang langsung membuat mereka segera berlalu.


"Apa lagi yang kamu ajarkan sama mereka?" Tanya Rakes.


"Jadi jantan!" Jelas Zea.


"Biar nggak nyesal nantinya!" Jelas Rafeal.


"Kalau suka ya di perjuangkan, bukan malah diam!" Jelas Kania.


"Ntar di rebut orang baru nangis darah!" Ujar Mariana menambahkan.


"Hebat!" Ujar Marvel lalu merangkul bahu Mariana dan Kania.


Mereka berenam tersenyum bahagia sambil terus memerhatikan buah hati mereka yang mulai beranjak remaja.


"Boleh kita ikutan foto?" Tanya Bayu.


"Abang Azan, abang Uzun!" Ujar Mea dan Alayna secara bergantian.


"Aku malah di di cuekin!" Cetus Bayu.


"Aku Mario kamu Mea kan? ayo kita berteman!" Ujar Mario.


"Udah iyain aja, abang Mario asyik kok orangnya, dan yang satunya lagi juga asyik kok!" Jelas Urshia.


"Papi, tolong fotokan kami!" Pinta Uzun.


"Cucu kurang ajar masak iya kakeknya di jadikan fotografer, untung sayang! seumur hidup baru kali ini jadi tukang foto orang!" Jelas Revtankhar namun langsung mengambil posisi untuk memotret mereka.


"Makasih papi sayang!" Seru Arina dan Urshia dengan senyuman andalan mereka.


"Posenya yang keren dong!" Ujar Bayu yang langsung mengambil posisi di sebelahnya Alayna.


"Siap!" Ujar Mario yang mendekat pada Mea.


Tanpa tunggu lama Azan pun beranjak mendekat pada Arina dan Uzun segera mendekati Urshia.


"ckriitt" Formasi yang indah pun di abadikan oleh Revtankhar.


Bayu yang Berdiri tegak dengan jari telunjuk yang mengarah pada Alayna yang berdiri di sebelahnya, lalu ada Azan dengan tangan yang menggenggam erat tangan Arina yang berada di sebelahnya dan di samping Arina ada Urshia tertawa lepas disusul dengan Uzun yang menatap Pada Urshia dengan tatapan yang begitu meneduhkan serta Mario yang berdiri dengan gaya coolnya sambil menatap pada Mea yang terlihat memasang wajah kesalnya.


πŸ’œTaMaTπŸ’œ


_________________________


Terima kasih banyak untuk semua teman-teman setia My princess 😘😘


Maaf karena sering nggak up, maklum kerjaan di dunia nyata luar biasa buaaaanyak sampai nggak sempat buat nulis.


Sekali lagi terima banyak, love you all.


πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Jangan lupa LIKE Comen vote😘


Stay terus sama My Princess 😘😘😘😘


Khamsahamida πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Oh ya manteman jangan lupa main ke novel baru aku ya,,,


🍁Xue_Lian🍁


Ditunggu kunjungannyaπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ™πŸ™