My Princess

My Princess
#057




"Astaghfirullah!" Seru Zea yang baru saja membuka mata dan wajah Rakes tepat berada di hadapannya dengan jarak yang begitu dekat.


"Apa abang terlihat seperti hantu? sampai kamu terkejut begitu." Tanya Rakes yang kini beranjak duduk di samping Zea.


"Bisa serangan jantung aku kalau lihat wajah Chim chim yang seperti ini" Jelas Zea dengan tangan yang langsung menyentuh posisi jantungnya.


"Menggoda banget!" Bisik Zea di telinga Rakes.


Tangan Zea langsung menyentuh pipi Rakes dengan begitu lembut, lalu perlahan memindahkan rambut Rakes hingga terlihatlah jidat paripurna yang begitu membuat Zea tergoda.


"Jangan pasang wajah yang seperti tadi di hadapan wanita lain." Tegas Zea.


"Apa abang harus pakai topeng?"


"Bukan itu maksud aku! maksudnya jangan pasang ekspresi yang bisa membuat jantung aku senam tak karuan. Wajah polos Chim chim seperti tanpa dosa."


"Jangan aneh-aneh deh, wajah abang ya emang gini, mau gimana lagi. Udah sekarang cepetan mandi, abang udah mau berangkat nih!"


"Kemana? apa abang mau ngajak aku lari pagi?"


"Ini udah jam tujuh, udah waktunya sekolah bukan lari pagi lagi."


"Sekolah? jadi Chim chim mau ngantar aku ke sekolah nih ceritanya? so sweet banget." Ujar Zea dan segera merebahkan kepalanya di dada Rakes.


"Kan semalam udah abang katakan kalau selama dua minggu ini abang akan mengajar di sekolah kamu, udah buruan mandi."


"Tunggu!" Tegas Zea.


Zea yang awalnya sudah bangun dan hendak ke kamar mandi kini kembali mendekati Rakes yang masih duduk di tempat semula.


"Apa lagi?" Tanya Rakes.


"Jangan bilang kalau Chim chim akan ke sekolah dengan penampilan seperti ini."


"Iya, apa ada masalah?"


"Nggak-nggak! ganti baju sana, pakai kemeja yang kita beli kemaren."


"Zea...."


"Ganti!"


"Abang lebih nyaman seperti ini!"


"Mau ganti sendiri atau aku yang gantiin?" Tanya Zea dengan tatapan mesum yang langsung menyerang Rakes.


Dengan lihai Zea membuka jaket Rakes di susul dengan kaos hingga membuat tubuh kekar Rakes terpajang sempurna.


"Waaaaah! Chim chim, gimana kalau hari ini kita libur aja?" Tanya Zea yang mulai menyentuh dada Rakes.


"Buruan mandi sana, atau abang akan langsung berangkat sendirian." Jelas Rakes yang bergegas menuju ruang ganti.


"Huuuuuuf! Zea, bisa-bisanya kamu buat abang gemetar seperti ini. Abang benar-benar tidak bisa menahan diri lebih lama lagi, Huuuuuf! bisa mati berdiri kalau begini terus" Gundah Rakes setelah menutup pintu ruang ganti.


Jantung Rakes masih saja berdetak tak karuan, kedua pipinya memerah sempurna.


Setelah mengenakan kemeja berwarna putih dilengkapi dengan jas hitam, lalu menata rambutnya kembali yang tadi dibuat acak-acakan oleh Zea, setelah siap dengan penampilan barunya Rakes hendak keluar disaat yang bersamaan pula Zea datang.



"SubhanAllah!" Seru Zea dengan mata yang langsung terpana dengan pemandangan yang tepat berada di hadapannya.


"Benarkah ini Chim chim? benar-benar mutiara di dalam cangkang, kalau Chim chim terus berpenampilan seperti ini bisa meleleh hati aku ini." Jelas Zea yang tidak bisa lagi menahan dirinya, ia langsung menarik kerah kemeja Rakes membuat wajah sang empunya merunduk seketika.


Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada dengan cepat Zea langsung meluncurkan ciumnya.


"Masih mau lagi, sepertinya aku benar-benar ketagihan." Tegas Zea yang kembali mencium sang suami tercinta.


"Zea, ayo kita libur sekolah!" Jelas Rakes yang langsung mengambil alih, kini Rakes yang mencium Zea.


"Chim chim!" Seru Zea yang langsung melangkah mundur.


"Hmmmmmmm!" Ujar Rakes dengan wajah tertunduk.


"Terima kasih." Ucap Zea dengan tangan yang mengusap lembut Lengan Rakes.


"Hmmmmm" Jawab Rakes masih dengan wajah yang tertunduk.


"Aku akan segera siap-siap, kita berangkat sekolah bersama." Jelas Zea.


"Hmmmm, abang tunggu di luar!" Ujar Rakes yang langsung keluar.


"Chim chim!" Panggil Zea yang kembali membuat Rakes menoleh padanya.


"Apa tadi itu tabrakan maut yang ingin Chim chim ajarkan semalam?"


"Cepatlah! ini hari pertama abang, abang nggak mau telat!" Tegas Rakes.


"Sweet banget sih my Chim chim, jadi makin love aja!" Ujar Zea dengan begitu girang.


"Selamat pagi semuanya!" Sapa Susi.


Susi masih berdiri di depan papan tulis.


"Pagi bu!" Jawab semua murid serentak.


"Bu sekarang itu jam pelajaran matematika, bukan jam bahasa." Jelas sang ketua kelas memberi tau.


"Iya ibu tau, nah anak-anak, sebenarnya ibu masuk pagi ini karena ibu akan memperkenalkan guru matematika baru yang akan mengejar di kelas kalian selama dua minggu." Jelas Susi.


(Waaah, jadi Chim chim jago matematika nih! keren banget sih suami aku, multitalent banget) Bisik hati Zea yang sudah tidak sabar ingin melihat sang suami mengajar.


"Jadi penasaran! pasti guru muda nih, semoga saja cewek cantik, itung-itung buat jadi bahan godaan." Bisik Bian dengan senyuman nakalnya.


"Ciiih! otak mesum." Cetus Rayyan yang langsung menjitak kepalanya Bian.


"Sakit tau!" Protes Bian.


"Pak, silahkan masuk!" Pintu Susi.


Sebuah langkah mulai memasuki kelas tersebut, lalu berdiri di samping Susi.


"Silahkan perkenalkan diri bapak!" Ujar Susi dengan senyuman.


"Selamat pagi semuanya, perkenalkan nama saya Marvel Zivendra, panggil aja pak Marvel, selama dua minggu ke depan saya yang akan mengajarkan pelajaran matematika di kelas kalian, saya harap kerja samanya." Jelas Marvel.


"Ganteng benget! masih jomblo kan pak?" Tanya seorang siswa yang duduk tepat di hadapan Marvel.


"Dasar kalian, udah jangan buat masalah, pak Marvel adalah guru kalian jaga sikap kalian." Tegas Susi.


"Selowww buk!" Seru beberapa murid.


"Harap tenang, baik pak kalau begitu saya permisi." Jelas Susi.


"Terima kasih bu!" Jawab Marvel dengan senyuman menawannya.


(Kenapa bukan abang Rakes sih guru barunya? terus abang Rakes ngajar di kelas mana sih?) Gumam hati Reva kesal.


Reva juga melanjutkan sekolah di SMA tersebut, dan dia juga satu kelas dengan Zea. Sekedar informasi, sebelumnya Zafran juga merupakan murid dari SMA tersebut, Zafran baru saja lulus dan melanjutkan kuliah universitas favoritnya, tentunya masih di dalam negeri.


"Baiklah, buka buku kalian." Jelas Marvel yang mulai menjalankan tugas barunya.


Tepatnya di kelas dua belas sana, Rakes tampak sedang memperkenalkan dirinya dengan ditemani oleh sang kepala sekolah.


"Nama saya Rakes Al-Maliki, saya guru Kimia kalian selama dua minggu ke depan, mohon kerja samanya." Jelas Rakes.


"Baiklah anak-anak, bapak harap kalian bisa belajar dengan baik, karena pak Rakes adalah guru profesional yang sengaja bapak datangkan untuk mengajari kalian dengan sebaik mungkin. jadi belajarlah dengan baik." Jelas Hilman dengan penuh ketegasan.


"Baik pak!" Jawab semua murid hampir serentak.


"Baiklah Rakes, selamat datang di sekolah kami, kalau begitu saya permisi." Jelas Hilman.


"Terima kasih pak!" Jawab Rakes.


Hilman segera meninggalkan Rakes bersama para muridnya.


"Pak, kita kenalan dulu lah!" Seru Cindy yang tak lain adalah bintang SMA tersebut, selain cantik Cindy merupakan murid terpandai, dia juga aktif di segala kegiatan exstrakurikuler sekolah dan dia juga tergabung sebagai bendahara OSIS.


"Tadi kan sudah kenalan." Ujar Rakes.


"Baru juga nama doang pak!" Protes Naumi teman sebangkunya Cindy.


"Lalu apa lagi yang ingin kalian tau?" Tanya Rakes.


"Usia?"


"Status?"


"Nomor kontak?"


Pertanyaan demi pertanyaan terus diajukan.


"Oke stop! segera buka buku kalian, kita mulai pelajaran sekarang!" Tegas Rakes yang langsung membuka buka paketnya.


Pernyataan Rakes sempat membuat kelas riuh seketika.


"Diamlah!" Teriak sang ketua kelas yang sontak membuat semua terdiam.


"Oke buka halaman 27!" Jelas Rakes yang langsung memulai pelajarannya.


Kelas mulai terdiam para murid mulai menyimak penjelasan Rakes dengan begitu baik, tapi hanya beberapa siswa saja yang fokus dengan apa yang Rakes terangkan selebihnya para murid malah terlihat sedang menikmati keindahan paras yang Rakes miliki.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE😊😊


Stay terus sama My Princess😘😘😘


KaMsaHamida ❀️❀️❀️❀️❀️