My Princess

My Princess
#165



"Abang juga rindu!" Ujar Rakes yang langsung mendekap erat tubuh Zea.


"Chim chim!" Ujar Zea setelah tau bahwa yang kini bersamanya adalah sang suami tercinta.


"Bagaimana belajarnya?"


"Jangan tanyakan apapun, diamlah, dan peluk erat tubuh ku...." Jelas Zea yang langsung membenamkan wajahnya di dada bidang Rakes.


"Hmmmmmmmm!" Ujar Rakes yang tidak ingin membantah sama sekali, ia hanya menuruti dan membiarkan Zea melakukan apa yang dia inginkan.


"Kenapa pergi begitu lama?"


"Maaf" Pinta Rakes lalu mengecup kening Zea.


"Apa semuanya berjalan lancar?"


"Iya, bagaimana dengan Raze Junior? apa dia mulai buat ulah?"


"Masih aman kok, cuman udah mulai kerasa berat aja, perut aku mulai semakin membesar."


"Maaf abang tidak bisa bersamamu dua puluh empat jam, harusnya abang menjaga mu dengan baik."


"Berhentilah minta maaf, lagi pula lama-kelamaan juga aku bakal terbiasa dengan perut buncit ini, dan jujur aku suka, aku sangat menikmati keadaan ini." Jelas Zea.


"Zea, bagaimana kalau kita resmikan pernikahan kita?"


"Aaaaapa?" Tanya Zea kaget dan langsung menatap lekat wajah Rakes.


"Ayo kita gelar pesta pernikahan!"


"Benarkah? apa nggak masalah? apa nggak akan berefek pada pekerjaan Chim chim?" Tanya Zea.


"Zea, bukan abang yang harus kamu khawatirkan tapi kamu, apa yang akan orang pikirkan tentang kamu, abang takut mereka akan menjadikanmu sebagai bahan perbincangan mereka." Jelas Rakes.


"Aku sama sekali tidak peduli dengan pemikiran orang lain."


"Tapi abang peduli, abang nggak mau orang berpikir buruk tengang istri abang, abang khawatir Zea."


"Orang lain berhak berpikir apapun tentang kita, tapi yang mejalani semuanya adalah kita sendiri, cukup hanya dengan kita bahagia maka kita tidak perlu khawatir pada yang lainnya."


"Tapi...."


"Yang aku khawatirkan adalah Chim chim, atau memang sebaliknya tidak perlu ada acara pesta."


"Zea, kamu itu putri satu-satunya ayah, lalu bagaimana mungkin tidak ada pesta pernikahan, berbeda dengan abang..."


"Apa bedanya? sudahlah jangan lagi bahas masalah pesta atau apalah itu, aku sama sekali nggak peduli dengan acara-acara yang seperti itu. Jangan berpikir terlalu keras, aku baik-baik saja selama Chim chim tetap bersamaku!" Jelas Zea lalu kembali memeluk Rakes dengan penuh kehangatan.


"Maaf karena abang tidak bisa menjadi suami sebagaimana mestinya, harusnya kamu bisa mendapatkan orang yang lebih baik dari abang."


"Diamlah!" Pinta Zea lalu mengecup pipi kiri Rakes.


"Maafkan abang Zea...!"


"Apa Chim chim merasa tidak pantas buat aku? lalu apa kabar diriku? bukankah aku jelas tidak pantas buat Chim chim. Rakes al-Maliki lelaki tampan sedangkan aku hanya gadis jelek, Rakes yang begitu mapan sedangkan aku hanya siswi SMA, Rakes yang merupakan cucu orang kaya sedangkan harta orang tuaku tidak seberapa, lalu apa pantas aku jadi pendamping Chim chim?"


"Zea...."


"Sudah ku katakan berkali-kali, asalkan aku bisa bersama Chim chim itu semua sudah lebih dari cukup buat aku!" Tegas Zea lalu kembali mengecup pipi kanan Rakes.


"Terima kasih sayang, terima kasih atas segala cinta mu, my Princess." Ucap Rakes lalu mengusap pelan perut buncit Zea, keduanya terlihat begitu bahagia.


___________________


"Ana......!" Panggil Rafeal yang langsung menerobos masuk ke dalam ruang kerja Mariana hingga membuat Mariana terperanjat dari tempat duduknya.


"Rafeal! ada apa? Apa kamu tidak bertemu dengan Rindu? apa aku harus mencarinya untuk mu?"


"Tidak perlu!" Tegas Rafeal lalu melangkah mendekati Mariana hingga membuat Mariana berdiri mematung saat jarak keduanya benar-benar begitu dekat.


"Aaaaada aaaaapa?" Tanya Mariana terbata-bata.


"Haisssssh! aku yang gila, fixs aku memang sudah gila, baiklah alih-alih harus menyesal lebih baik sekalian saja aku gila beneran!" Gumam Rafeal yang begitu kesal dengan dirinya sendiri.


"Maksudnya?" Tanya Mariana.


"Rindu, kamu lah orang yang begitu aku rindukan! puas? haisssssh!" Tegas Rafeal lalu bergegas menjauh dari Mariana.


Rafeal yang terus melangkah menuju pintu seketika langsung menghentikan langkahnya saat tangan kanannya di genggam erat oleh Mariana.


"Benarkah? yakin aku? apa kamu nggak keliru? Ana atau Kania?" Tanya Mariana yang menatap dalam wajah Rafeal.


"Ana...."


"Baiklah, kalaupun aku jadi pelarian, itu sama sekali tidak masalah, aku baik-baik saja. Itu semua lebih baik dari pada kamu terus mengharapkan kedatangan Kania." Jelas Mariana.


"Ana, aku...."


"Cukup! ayo kita kencan! anggap saja aku sebagai pelarian mu, aku terima!"


"Aku bilang aku baik-baik saja. Jangan buat aku merasa begitu menyedihkan. Ayo kita kencan!"


"Baiklah, ayo kita mulai hubungan gila ini!" Jelas Rafeal lalu menyentuh tangan Mariana yang masih menggenggam erat tangannya.


(Tidak masalah jika aku terluka, yang penting hubungan abang Marvel tidak terancam. Aku pasti akan baik-baik saja, selama Kania terus bersama abang Marvel itu sudah lebih dari cukup, hati aku pasti akan baik-baik saja. Kania, aku mohon jangan pernah tinggalkan abang aku, aku tidak ingin melihatnya kembali hancur karena di tinggal pergi oleh orang yang begitu ia cintai. Karena aku dia harus kehilangan gadis yang dia cintai untuk selama-lamanya, dan kini aku tidak ingin cerita itu kembali terulang, aku mohon teruslah cintai abang aku, aku mohon Kania.) Pinta Hati Mariana dengan penuh harap.


Disaat Rafeal dan Mariana masih dalam posisi tangan yang saling menggenggam erat dan saling menatap satu sama lain, disaat itu pula pintu ruangan Mariana dibuka dari luar.


"Opssss! apa ini? papi nggak salah lihat kan?" Tanya Revtankhar.


"Papi..." Ujar Mariana yang langsung melepaskan tangannya dari genggaman Rafeal.


"Om...." Ujar Rafeal yang bahkan langsung menjauh dari Mariana.


"Papi sama sekali nggak lihat apa-apa, lanjutkan, papi permisi!" Jelas Revtankhar dan lekas menutup kembali pintu ruangan tersebut.


"Papi, papi tunggu!" Pinta Mariana dan lekas menyusul Revtankhar.


"Huffffff! baru aja mulai udah kepergok! dasar nasib ya nasib! sial mulu nih hidup!" Keluh Rafeal.


"Ana...." Panggil Marvel setelah membuka pintu ruangan Mariana.


"Abang Rafeal? kenapa di sini?" Tanya Kania yang juga ikut bersama Marvel.


"Aaaaaaha, jadi tadi kamu lari buru-buru kesini toh tujuannya! baru paham aku!" Ujar Marvel dan langsung duduk di sofa.


"Kania jangan salah paham!" Ujar Rafeal.


"Aku sama sekali nggak salah paham!" Ujar Kania dan ikut Marvel duduk di sofa.


"Udah, pepet terus, ntar di selip loh!" Ujar Marvel.


"Emang ya tuh mulut ngomongnya nggak pernah benar! bikin emosi!" Cetus Rafeal.


"Abang, kak Ana itu wanita idaman loh, buruan! atau abang butuh bantuan? aku siap membantu dua puluh empat jam!" Jelas Kania.


"Benar-benar! kayaknya lama-kelamaan virus Harimau mulai menyerang otak polosnya Kania deh! yah kalian mulai terlihat mirip, persih kayak Zea dan Serigala gila itu!" Cetus Rafeal kesal.


"Serigala gila mana tuh?" Tanya Rakes yang baru saja masuk.


"Paket komplit datang, bisa-bisa aku gila!" Jelas Rafeal yang hendak keluar namun langsung terhenti saat melihat Mariana dan Zea ikut masuk dibelakang Rakes.


"Mau kemana?" Tanya Zea.


"Lari dari manusia gila!" Cetus Rafeal.


"Jadi kamu anggap aku gila?" Tanya Mariana kesal.


"Bukan, maksud aku...." Keluh Rafeal.


"Maksudnya kami aja nih yang gila, kak Ana nggak?" Cetus Zea yang langsung menepuk bahu Rafeal.


"Zea...." Gumam Rafeal.


"Apa?" Tanya Zea dengan tatapan menentang.


"Ibu hamil, nggak boleh galak-galak loh!" Ujar Rafeal lalu mencoba menenangkan Zea.


"Dasar....!" Ujar Zea dengan senyuman puas karena berhasil menggoda Rafeal.


"Kenapa menyerang kantor ku?" Tanya Mariana.


"Ayo makan siang bareng!" Ajak Marvel.


"Nggak bisa, lagi banyak kerjaan!" Cetus Mariana.


"Udah tinggalin aja dulu, ayo!" Ajak Rakes.


"Nggak bisa gitu dong!" Jelas Mariana.


"Apa sih yang nggak bisa buat putri kesayangannya pak Revtankhar." Ujar Kania.


"Ayo kak!" Ajak Zea yang langsung merangkul Mariana lalu keluar dari ruangan tersebut.


"Ayo sayang!" Ajak Marvel lalu ikut keluar dengan disusul oleh Kania.


"Ayo Kancil...!" Ajak Rakes dan langsung menyeret Rafeal keluar.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Jangan lupa Like comen n VOTE 😊😊


Stay terus sama My Princess😘😘


KaMsaHamida πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ