
Stefany terkejut dengan perkataan Alrico dan membuat wajah nya menjadi panas, bagaimana bisa ia harus menikah dengan seorang pria yang tidak disukai nya dan bahkan pria yang sangat ia benci
Banyak wanita diluar sana memperebutkan cintanya seorang laki-laki tampan dengan wajah yang dingin yaitu Alrico.
Kali ini hanya Stefany seorang gadis cantik dengan berambut panjang dan badan yang mungil hanya dia yang menolak seorang Alrico David Wang.
Mungkin bagi Stefany menikah dengan Alrico adalah pilihan yang sangat sulit. Stefany tidak bisa jika harus menikah dengan Alrico, bahkan ia baru kenal dengan Alrico dan dia tidak mengenal keluarga bahkan Alrico pun ia tidak kenal sama sekali.
Pernikahan hanya sekali seumur hidup dan Stefany tidak mau menikah dengan laki-laki yang tidak ia cintai, dan Stefany tidak mau pernimahannya hancur dan bercerai memikirkannya saja sudah membuatnya takut.
Mungkin bagi semua wanita di luaran sana menikah dengan seorang Bilioner dengan kekayaan yang tidak ada habisnya dan wajah yang tampan mungkin ia sangat bersyukur sekali namun beda dengan Stefany yang sangat benci dengan Alrico.
Setelah kejadian pertama kali ia bertemu dengan Alrico itu membuat ia sangat jengkel dengannya, bagaimana harus menikah mungkin ia akan bertengkar setiap hari bahkan setiap menit.
"Don't cry baby" Alrico menghapus air mata Stefany dan menangkup wajah Stefany dengan jarak yang sangat dekat dengan wajahnya.
Stefany tidak mengerti dengan dirinya kenapa tubuhnya tidak bisa menolak perlakuan Alrico kepadanya, dan air mata nya pun menetes kembali.
Stefany baru kali ini mendapatkan perlakuan semanis ini, ia jadi rindu dengan ayahnya yang selalu mengusap air matanya dan memeluk tubuhnya dengan sangat lembut dan penuh cinta. Stefany lebih dekat dengan ayahnya sejak ayahnya masih ada.
Sebutir demi sebutir air mata terus meluncur di pelupuk mata Stefany. Stefany tidak sadar bahwa ada seorang laki-laki di depan wajahnya, dan ia biasanya menyembunyikan tangis nya di depan orang lain.
"Please don't cry baby please" Alrico pun memeluk tubuh Stefany dan ia merasakan tubuh Stefany yang gemetar bahwa ia menahan tangisnya.
"Tumpahkan semua masalah ke aku dan aku akan menerimanya" Alrico membawa kepala Stefany ke dada nya dan dipeluknya tubuh Stefany.
Alrico tidak bisa melihat seorang wanita menangis, tapi dengan cara menangis ia bisa berbagi masalahnya dan membuat dirinya merasa tenang.
Seseorang dengan sangat mudahnya memendam masalah dan tangisnya kepada diri nya sendiri dengan cara terlihat baik-baik saja di depan semua orang dan tertawa seakan-akan ia tidak mempunyai masalah.
Seseorang tidak mau membuat semuanya merasa kasian dengannya dan ia tidak mau semua orang merasakan hal yang sama dengannya cukup diri nya saja yang menanggung semua masalahnya.
Namun memang ada masa nya seseorang menumpahkan semua beban yang ada pada dirinya, masalah yang sudah di pendam dalam-dalam dan ia tidak bisa lagi menahannya, dan suatu saat ia bertemu dengan seseorang yang cocok baginya untuk menumpahkan semua masalahnya dan ia akan menumpahkan semua masalahnya walaupun hanya tangisan.
Tangis Stefany sudah mulai memudar dan badannya pun sudha tidak lagi gemetar seperti tadi, Alrico merasakan gadisnya sudah merasa tenang dan ia melepaskan pelukannya memberikan nafas kepada Stefany untuk menghirup udara.
"Kau bisa berbagi cerita denganku, dan aku akan membantumu. Aku tidak mau kau memendamnya sendiri" Alrico menatap Stefany dalam diam ia meneliti semua wajah Stefany.
Seperkian detik kemudian Stefany tersenyum, senyum yang tulus diberikan kepada Alrico. Alrico pun yang melihatnya merasa sangat hangat dengan senyumannya.
"Tidak ada, aku tadi hanya merasa sakit saja" Ucap Stefany dan ia pun merapihkan rambutnya yang berantakan dan menghapus sisa air matanya, mungkin sekarang wajahnya sudah sangat merah dan matanya sudah bengkak akibat tangisannya.
Alrico tahu betul rasa sakit itu rasa sakit yang ia pendam akibat masa lalunya dan Stefany tidak mu berbagi cerita dengannya. Alrico tetap lah Alrico walaupun Stefany tidak memberitahu semua masa lalunya ia bisa mencari tahu sendiri.
"Tidak perlu, aku baik-baik saja" Stefany pun melihat sekelilingnya ruangannya dipenuhi oleh bunga-bunga.
"Kenapa banyak bunga di ruangan ini?" Stefany merasa heran kenapa ruang inap nya banyak sekali bunga.
Stefany melihat bunga tulip yang berada di dekat sofa, ia pun turun dari ranjang nya dan berjalan membawa infusnya.
"Kau tidak boleh turun dari ranjangmu, jika perlu sesuatu bilang saja kepadaku akua kan mengambilkannya" Alrico menghampiri Stefany dan memeluk pinggang Stefany ia takut jika gadisnya jatuh.
"Kau tidak perlu panik seperti ini lagi pula aku tidak kenapa-kenapa, dan lepaskan tanganmu!" Stefany mencekal tangan Alrico dan membuat Alrico terkejut dengan sikapnya.
Alrico baru saja melihat gadisnya bersikap manis namun sikap manisnya sudah hilang digantikan oleh sikap seperti semula Stefany yang garang.
"Owh baiklah tuan putri, aku hanya tidak mau kau terjatuh" Alrico hanya berjalan di belakangnya, apalagi Stefany baru saja bangun dari koma nya dan ia sudah turun dari ranjangnya. Sungguh gadis nakal.
"Panggil aku Stefany atau Stef atau Fany seterah kau dan aku merasa jijik dipanggil seperti itu" Ucap Stefany dan Alrico tidak mendengarkannya dia hanya fokus pada gadisnya takut jika terjatuh.
Stefany sudah sampai di pinggir sofa dan ia mengambil bunga tulip putih dan ia menutup matanya di hirup nya aroma wangi dari bunga tulip putih itu.
Ia sangat suka dengan bunga tulip itu, jika digambarkan ia sama seperti bunga tulip itu ia tidak mekar seperti bunga mawar dan ia berhasil menympan semua masalahnya.
Alrico yang menyaksikannya hanya diam dan ia sudah tau bahwa bunga kesukaan gadisnya yaitu tulip putih dan ia akan menghiasi ruang kamar gadisnya dengan tulip putih.
"Apakah kau suka? Bunga ini aku yang membawakannya untukmu semenjak kau koma dan aku selalu membawa bunga jika mengunjungimu" Ucap Alrico yang masih berada di belakang Stefany untuk menjaganya.
"Tulip putih ia sangat tegar, dengan warna putih yang suci dan ia mampu menutup dirinya tanpa harus mekar seperti bunga mawar" Stefany masih saja menhirup wangi dari bunga tulip putih dan ia sekarang merasa tenang.
ππππ
**TBC
Hay semua aku come back lagi hehe π
ini part ke 6 aku ya semoga kalian suka dengan ceritaku dan jangan lupa comments like dan share ke teman-teman kalian semuaπ€π€
semoga karyaku bisa diterima oleh kalian semua aamiinππ
Salam dari penulis Amatir π
DINβ€οΈ**