
"Sedang apa?" Tanya Rakes saat mendapati Zea sedang sibuk mencari sesuatu di lemari.
"Nggak ada!" Jawab Zea yang terlihat jelas begitu kaget ia bahkan langsung menutup pintu lemari.
"Apa terjadi sesuatu yang tidak abang tau?" Tanya Rakes.
"Nggak ada, ayo!" Ajak Zea yang langsung mengajak Rakes untuk ikut bersamanya.
Sebelum tangan Zea menyentuh gagang pintu, Rakes telah lebih dulu menghadang dari depan, tubuhnya langsung ia tempelkan pada daun pintu kamar.
"Pasti terjadi sesuatu kan?" Tanya Rakes yang kembali memastikan keadaan sang istri.
"Chim chim!" Ujar Zea lalu menyentuh wajah Rakes.
"Ada apa? jangan buat abang khawatir!"
"Semuanya baik-baik saja, ayo buruan yang lain nungguin kita tuh di luar!"
Rakes bergeser dari pintu namun sebelum Zea kembali mencoba membuka pintu kali ini Rakes malah memeluk tubuh Zea dari belakang lalu membenamkan wajahnya di bahu Zea.
"Chim chim..." Ujar Zea lalu mengusap lembut tangan Rakes yang melingkar di pinggang rampingnya.
"Jujur sejak semalam pikiran abang benar-benar nggak tenang, ada rasa khawatir yang tak jelas!" Jelas Rakes.
"Mungkin itu hanya karena abang sedang capek aja, abang tenang ya, karena semuanya baik-baik saja." Jelas Zea
"Lalu kenapa tadi kamu begitu kaget saat abang datang?" Tanya Rakes.
"Ya karena abang datangnya nggak permisi." Keluh Zea.
"Benarkah cuma itu alasannya?" Tanya Rakes memastikan.
"Iya, benar sayang!" Tegas Zea.
"Rakes, Zea, buruan!" Panggil Rafeal dari luar kamar.
"Kalau masih betah di kamar mending kami duluan aja!" Jelas Marvel.
"Iya ini kami keluar!" Ujar Rakes yang langsung keluar.
"Udah siang kali, masih aja pengen nempel mulu!" Cetus Rafeal.
"Ciiih, terserah dong mau ngapain." Cetus Zea.
"Yee mau ngapa-ngapain pun ingat waktu kali, kita lagi buru-buru nih!" Ujar Rafeal.
"Ya udah sana pergi, siapa juga yang minta di tungguin!" Jelas Zea.
"Hah! dasar tak tau terima kasih!" Cetus Rafeal.
"Lanjutkan! kalian berdua memang keren!" Cetus Rakes dan Marvel bersamaan bahkan keduanya menghela nafas kasar karena tingkah Zea dan Rafeal yang kerap kali bergelut tak jelas.
"Dia duluan yang mulai!" Gumam Rafeal dan Zea serentak.
"Waaah! kalian berdua memang luar biasa." Jelas Rakes.
"Yang satu nggak ingat umur yang satu nggak ingat status! ampun deh!" Ujar Marvel.
"Mending kita duluan, ayo!" Ajak Rakes yang langsung merangkul Marvel dan lekas berlalu.
"Gara-gara kamu tuh!" Tuduh Zea.
"Aku? bukannya kamu yang mulai?" Tegas Rafeal.
"Habis kamu yang mancing duluan!" Tegas Zea.
"Ikan kali di pancing! kenapa? apa belakangan kamu jadi susah dapat full time sama Rakes? atau....!" Goda Rafeal.
"Apa?" Tanya Zea.
"Nanti malam biar aku yang urus si kembar biar kamu bisa manja-manja sama Rakes." Jelas Rafeal.
"Sok tau, emang situ udah merdeka apa?" Tanya Zea.
"Udah kali!" Tegas Rafeal.
"Beneran?" Tanya Zea dengan tatapan yang seketika langsung di penuhi dengan aura mesum.
"Apaan sih! awas, ayo buruan!" Jelas Rafeal yang seketika salah tingkah karena di goda oleh Zea.
"Cieeee yang udah nyetak gol, waaaah! selamat!" Ujar Zea semakin menggoda Rafeal.
"Mulut...!" Gumam Rafeal yang mencoba membungkam mulut Zea dengan tangannya.
Namun Zea segera berlari keluar, Rafeal pun segera mengejarnya, dia tidak ingin mulut ember Zea malah membuat Mariana malu dan tidak nyaman.
"Masih aja kayak bocah SMA!" Ujar Mariana saat melihat kedatangan Zea dan Rafeal yang terus berlarian kearah mereka.
"Cieeeeee!" Goda Zea yang kembali melanjutkan aksinya.
"Coklat? nonton bola? atau nonton balapan langsung ke arena balap?" Tawar Rafeal mencoba untuk menghentikan Zea.
"Deal! arena balap!" Jawab Zea girang.
"Zea....!" Tegas Rakes.
"Sekali aja, lagian bareng Rafeal kok, boleh ya!" Rengek Zea.
Rafeal langsung memberi kode pada Rakes agar Rakes tidak mengiyakan permintaan Zea.
"Sebenarnya ada apa sih dengan kalian berdua? jadi penasaran." Ujar Kania yang terlihat sibuk dengan Uzun.
"Nggak ada apa-apa!" Jawab Rafeal dan Zea hampir bersamaan.
"Jadi gimana? jadi nggak nih kita jalan?" Tanya Mariana.
"Jadi dong, ayo!" Ajak Rafeal yang langsung bergegas ke mobil.
"Yeee jalan-jalan!" Ujar Azan girang khas dengan aksennya yang masih belepotan.
"Senang banget kayaknya anak mommy, ayo kita jalan, lets go!" Ujar Zea yang ikut bersama Marvel.
"Ayo!" Ajak Rakes yang mengambil alih Uzun ke dalam gendongannya.
Lalu diikuti oleh Mariana dan Kania, mereka semua langsung memasuki mobil dan lekas tancap gas menuju lokasi tujuan.
___________________
"Mau kemana?" Tanya Jordan saat mendapati Roger yang terlihat begitu buru-buru keluar dari ruang kerjanya.
"Kakek." Ujar Roger kaget.
"Mau kemana?" Ulang Jordan.
"Jumpai investor baru!" Jawab Roger.
"Investor? bukannya kamu baru mengadakan pertemuan kemaren?" Tanya Jordan yang memang tau agenda kerja Roger.
"Tiba-tiba saja dia minta bertemu kembali, kakek tenang aja, aku akan menyelesaikannya dengan baik!" Jelas Roger.
"Baiklah!" Ujar Jordan.
"Aku permisi, selamat siang kakek!" Ujar Roger yang langsung masuk ke dalam lift.
Setelah pintu lift tertutup rapat, Jordan langsung merogoh kantong jasnya lalu segera mengambil ponselnya dan memanggil nama kontak 'Anak kedua'.
"Lexel, lacak lokasi Roger dan ikuti dia!" Jelas Jordan.
"Baik!" Jawab Lexel dari seberang.
"Semoga saja yang aku takutkan tidak benar terjadi!" Ujar Jordan pada dirinya sendiri.
________________
"Huuuuf! Hampir aja ketauan!" Ungkap Roger lega saat ia sedang mengemudikan mobilnya, ia terlihat begitu lega karena bisa lepas dari Jordan dengan begitu mudah.
"Baiklah, kini saatnya beraksi! udah cukup main-mainnya, dan sekarang permainan yang sebenarnya akan segera kita mulai!" Jelas Roger pada dirinya dan langsung menambah kecepatan laju mobil.
__________________
"Waaaaah nyaman banget!" Teriak Kania puas.
mereka baru saja sampai tepat di depan danau yang memiliki pemandangan yang begitu indah, di tambah dengan angin sepoi-sepoi yang semakin menambah rasa nyaman setiap pengunjung yang datang.
"Kamu benar Kania, rasanya benar-benar nyaman!" Ujar Mariana sambil memejamkan mata menikmati angin yang memainkan rambutnya.
"Bakal betah banget nih!" Ujar Zea.
"Baguslah kalau kalian suka sama tempat ini!" Ujar Marvel.
"Suka banget!" Ujar Mariana yang langsung memeluk Marvel.
"Khmmmmmm!" Ujar Rafeal.
"Ada yang cemburu tuh!" Ujar Rakes saat melihat Rafeal dan Kania yang terus saja menatap Marvel dan Mariana yang masih berpelukan.
"Mama Ana...!" Panggil Azan yang terus menarik celana Mariana.
"Iya sayang, ayo sini sama mama Ana!" Ujar Mariana yang langsung melepaskan pelukannya lalu Membawa Azan ke dalam gendongannya.
"Khmmmm tubuh aku juga masih nyaman kok buat di peluk!" Ujar Rafeal sambil memeluk tubuhnya sendiri.
"Jangan ngaco deh, jangan bilang kamu cemburu karena aku memeluk abang Marvel, dia abang aku loh! jangan gila!" Cetus Mariana yang seketika langsung berlalu menuju tepi danau.
"Ana...." Panggil Rafeal yang segera menyusul Mariana.
"Kania, kamu...." Ujar Marvel saat melihat wajah jutek Kania.
"Ayo sayang, kita jalan-jalan! cari udara segar!" Ujar Kania yang langsung membawa Uzun bersamanya.
"Huffff! sayang...." Panggil Marvel dan segera mengikuti langkah Kania.
"Sayang...." Tiru Zea dengan nada yang begitu manja lalu memeluk lengan Rakes.
"Ada ada aja mereka semua!" Ujar Rakes.
"Sayang..." Ulang Zea dengan tangan yang beranjak menyentuh kotak-kotak milik Rakes.
"Zea....!" Ujar Rakes yang langsung menghentikan aksi Zea.
"Kenapa?" Tanya Zea yang terlihat begitu kecewa.
"Nggak enak loh di lihat sama yang lain!" Jelas Rakes.
"Biarin! habis aku benar-benar rindu setengah mati sama Chim chim." Ungkap Zea yang langsung membenamkan wajahnya di dada bidang Rakes.
"Maafkan abang, karena membuat mu menahan rindu seperti ini!" Pinta Rakes lalu mengusap lembut jilbab Zea.
"Zea..." Panggil sebuah suara dengan begitu lembut dan anehnya suara yang berasal dari Utara sana terdengar begitu familiar bagi Rakes dan Zea.
Zea seketika melepaskan pelukannya dan segera mengarahkan pandangannya pada sosok pemilik suara tersebut.
Keduanya tampak begitu kaget dengan sosok yang kian mendekati keduanya.
πππππ
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTEππ
Stay terus sama My Princessπππ
KaMsaHamida πππππ