
Mereka berdua menikmati makanan nya dengan keheningan, Stefany sibuk dengan makanan nya sedangkan Alrico sesekali melirik ke arah Stefany.
Sampai akhirnya selesai, Stefany bingung tidak seperti biasanya Alrico diam seperti ini. Biasanya ia akan selalu menggoda Stefany hingga membuatnya jengkel.
"Hmm, Al" Stefany berdehem untuk mencairkan suasana yang diam ini.
"Kenapa Princess?" Alrico menatap wajah Stefany dengan senyuman devil nya.
"Jangan panggil aku princess, atau aku akan mendiami mu selama seminggu!" Suara tegasnya Stefany dan sepertinya ia sedang marah.
"Okey baiklah, jangan mendiamiku Princess, eh maksud ku Stef. Satu detik saja tidak mendengar suara kamu bikin aku gelisah" Alrico tidak mau didiami oleh Stefany, jika itu terjadi ia pasti tidak akan fokus mengerjakan pekerjaannya.
"Aku pegang janjimu Al, owh iya aku boleh pinjam uang mu tidak? Aku pengen pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahan masakan. Aku janji akan aku ganti uang mu" Ucap Stefany.
"Kau bisa pakai uang ku semaumu Stef, lagi pula kau tidak perlu repot-repot untuk memasak, hanya membeli makanan saja tidak akan membuatku jatuh miskin Stef. Dan kau juga tidak perlu menggantikan uangku kau bisa memakai uangku semaumu" Alrico mengeluarkan kartu ATM nya dan diserahkan kepada Stefany, namun Stefany tidak menerimanya.
"Mulai deh sombong nya keluar! Aku tidak mau menerima kartu atm kamu. Kalau kamu maksa aku akan mencoba untuk kabur dari sini" Stefany mengembalikkan kartu atm Alrico dan ia melengoskan wajah nya memandang lantai.
"Oke baiklah aku tidak mau membuat mu marah lagi, kau tidak perlu ke supermarket biar asisten ku yang belanja," Stefany menatap kembali wajah Alrico dengan kesal dan menghembuskan nafasnya dengan berat.
"Aku bosen Al! Sudahlah biar aku saja yang beli, lagi pula aku tidak akan kabur dan aku tidak mau merepotkan orang lain," Stefany menangkup wajahnya dengan kedua tangannya, sedangkan Alrico sangat gemas melihat wajah Stefany yang kesal seperti ini.
"Kamu lucu sekali Stef" Ucap Alrico dengan mencolek hidung Stefany yang mencung.
"Aku tidak sedang melawak Al!" Stefany membersihkan hidungnya dengan wajah yang kesal.
"Okey, okey, kalau gitu perginya sama aku titik tanpa bantahan" Ucap Alrico final dan membuat Stefany menghela nafas berat.
Alrico keluar kamar terlebih dahulu dengan memakai sweater hitam dan celana bahan berwarna cream.
Tak lama kemudian Stefany keluar kamar dengan memakai baju hitam dan celana jeans dengan rambut yang digerai dan polesan make up tipis di wajahnya.
Alrico yang sedang duduk dikursi memandang terus wajah Stefany, ia seperti sedang melihat seorang bidadari turun dari kayangan.
"Biasa aja kali ngeliatnya!" Stefany berjalan melewati Alrico dan membuat Alrico tersadar hingga ia terlihat gugup dengan mengusap tengkuknya.
"Ayo Al!" Stefany sudah berdiri di depan pintu dan Alrico segera menyusulnya.
"Siap! Biarkan seperti ini atau tidak jadi pergi" Alrico melingkarkan tangannya di pinggang Stefany.
Dari pada ia tidak jadi pergi mending Stefany menuruti perkataan Alrico saja dan Stefany hanya bisa menghela nafas nya.
**Aku mohon bantuannya agar cerita ini tembus 10k ya teman-teman 🙏
Aku mohon di pencet jempolnya dan di komen mohon bantuannya dan kalian bisa share ke teman-teman kalian😘💞❤️
Salam penulis Amatir 😘
DIN❤️**