My Princess

My Princess
Chapter #4



Sudah 3 jam Stefany berada di dalam ruang operasi dan Alrico masih setia menunggu nya. Alrico merasa sangat aneh dengan dirinya, ia tidak pernah sepeduli dengan wanita bahkan kali ini ia memanggil Stefany gadisnya.


Semua wanita yang pernah ditidurinya pun tidak pernah mendapatkan perlakuan Alrico kepada Stefany. Bahkan semua wanita yang berhubungan dengan Alrico tidak pernah di bawa ke dalam Mension nya.


Alrico terduduk diam dengan mata tertuju di depan pintu ruang operasi, ia tidak pernah megalihkan pandangan nya. Ia takut jika saja mengalihkan pandangan nya ia takut kehilangan barang berharganya.


Alrico mengambil ponsel di saku jas nya dan dia menyalahkan ponselnya, baru saja ponsel nya nyala suara panggilan telepon dari sekretarisnya.


Maaf pak jika saya mengganggu, bapak hari ini ada jadwal meeting dengan Claen dari New York. Ucap sekretaris AL disebrang sana.


"Batalkan semua kegiatan saya hari ini"


Tapi pak ini Clean penting. Ucap sekretaris AL.


"Saya bilang batalkan semua jadwal kegiatan saya hari ini!"


Alrico memutuskan panggilan telepon secara sepihak dan dia memasukkan kembali handphone nya ke dalam saku jas nya.


Tidak lama kemudian seorang dokter laki-laki keluar dari ruang operasi dan Alrico pun langsung menghampiri sang dokter.


"Bagaimana keadaannya dok?" Alrico mencoba untuk tidak terlihat panik di depan dokter itu.


"Operasi berjalan dengan lancar, tetapi" Ucap dokter itu dengan wajah yang sedih.


"Tapi kenapa dok?" Alrico mulai cemas ketika sang dokter terdiam dan tidak melanjutkan ucapan nya.


"Tetapi Mrs.Stefany mengalami koma" sang dokter menghembuskan nafas nya dengan kasar.


Alrico pun terdiam cukup lama, ia sangat takut kehilangan gadisnya. Bagaimana jika Stefany tidak bangun, tetapi Alrico menepiskan semua pikirannya.


"Mr.Alrico apa kau baik-baik saja" Sang dokter menyentuh lengan Alrico.


Alrico pun tersadar dan dia mengusap wajahnya dengan kasar.


"Apa saya bisa menjenguknya"


"Anda bisa menjenguknya ketika Mrs.Stefany sudah berada di ruang rawat inap nya" Ucap dokter dan Alrico pun menganggukkan kepalanya.


Alrico sudah membayar semua biaya Stefany termasuk ruang rawat inap VVIP 1, dia tidak mau gadisnya terganggu.


Alrico memberhentikan suster yang mendorong ranjang Stefany dan dia melihat dengan detail wajah Stefany dan tanpa Alrico sadari ia mengecup kening Stefany dengan sangat lama dan setelah itu ia mengelus rambut Stefany dengan lembut.


Suster pun mendorong kembali ranjang Stefany dan Alrico pun mengikutinya dibelakang. Alrico menghembuskan nafasnya dengan kasar berkali-kali dan tangan yang mengacak rambutnya.


Terlihat wajah Alrico yang sangat kacau dan dia tidak memperdulikan semuanya termasuk dirinya sendiri.


Sesampainya di ruang inap VVIP 1 para suster memasang alat bantu pernapasan kepada Stefany dan jarum infus yang menempel di lengan Stefany.


Setelah selesai para suster meninggalkan ruang inap Stefany nampak para suster memberitahu Alrico jika ada sesuatu bisa memencet tombol merah yang berada di dekat Stefany, dan Alrico pun mengangguk.


Pintu ruang inap Stefany pun tertutup dan hanya tersisa Alrico dan Stevany yang berada di ranjang nya dengan alat bantu nya.


Paman dan Bibi Stefany sudah di urus oleh Supir Alrico dan merek berdua sudah di penjara, Alrico ingin membunuh mereka berdua namun jika ia membunuhnya Stefany pasti akan membenci nya karena hanya mereka berdua yang ia punya.


Alrico pun sudah mencari tahu tentang keluarga Stefany dan benar semua yang di ucapakan oleh Stefany kedua orang tua nya sudah tidak ada.


Alrico berjalan ke arah ranjnag Stefany dan di tatapnya wajah Stefany dengan sangat teliti, wajah yang damai namun tersimpan kesakitan yang amat dalam.


Alrico pun duduk di bangku yang berada di sebelah ranjang Stefany dan dia menggenggam tangan Stefany dan dikecupnya tangan Stefany.


"Andai saja kamu tidak pulang, andai saja aku bisa menahanmu. Pasti tidak akan terjadi apa-apa kepadamu, aku menyesal tidak bisa menahanmu dan aku berjanji tidak akan terulang kejadian seperti ini lagi kepadamu, aku akan menjagamu gadisku" Alrico terus mengecup tangan Stefany yang dingin dan nampak keluar butiran air mata Alrico keluar dari pelupuk matanya.


Alrico terus mengecup tangan Stefany dan memeluk tubuh Stefany dengan tangan kirinya menggenggam tangan kanan Stefany.


Alrico pun tertidur dengan posisi nya memeluk tubuh Stefany.


TBC


**Maaf ya semua aku update nya lama🙏


nanti aku usahain untuk update setiap hari tapi aku gak janji ya teman-teman semuaa😊


semoga chapter 4 ku ini bisa di terima sama kalian yaa🤗


salam dari penulis amatir


Din❤️**