
Setelah mandi dan sudah merasa tenang Stefany berjalan keluar kamar untuk menghampiri Alrico dan Andrew mereka berdua sedang bermain PS seperti biasa.
Alrico yang menyadari kehadiran Stefany segera mempaush permainannya dan menghampiri Stefany.
"Kau sudah lebih baik?" Ucap Alrico dengan melingkarkan tangannya di pinggang Stefany takut jika gadisnya terjatuh.
"Aku tidak apa-apa, kamu lanjutkan saja bermainnya" Ucap Stefany dengan lembut kepada Alrico karena tenaga nya sudah habis dan ia tidak akan bertengkar untuk malam ini dengan Al.
"Kamu makan dulu ya, aku sudha siapkan makan untukmu agar tubuhmu kembali fit lagi" Alrico membujuk Stefany agar ia mau makan.
"Benar kata dia Stef, kamu kehabisan tenaga untuk membunuhnya dan sebaiknya kamu mengisi tenaga agar bisa membunuhnya" Ucap Andrew dan dihadiahi tatapan tajam dari Alrico dan membuat Stefany tertawa dengan sikap mereka berdua.
"Baiklah aku akan makan, dimana makanannya? aku akan mengambilnya" Stefany bertanya kepada Alrico.
"Biar aku yang mengambilkannya tetapi kau jangan membunuhku Stef" Alrico beetingkah seperti anak kecil yang merengek meminta mainan kepada ibunya.
"Haha kau seperti anak kecil Al! Aku tidak akan membunuhmu Al" Stefany tertawa dan Alrico segera mengambilkan makanannya sedangkan Stefany duduk disebelah Andrew.
"Oh iya namaku Andrew sahabat sekaligus dokternya Al hehe" Andrew mengulurkan tangannya kepada Stefany dan Stefany menerima uluran tangan itu. "Stefany" Ucapnya dengan senyumannya.
"Seumur-umur aku baru pertama kali melihat sahabatku luluh kepada perempuan biasanya nih dia kaya macan mana jarang senyumdan jarang berbicara juga itupun kalo ada hal yang penting aja" Andrew menceritakan tentang Alrico dan membuat Stefany tertawa.
"Aku juga pas lihat dia kaya Om-om pedofil makanya aku takut tapi kalau aku takut nanti dia mencari kesempatan dalam kesempitan dan akhirnya aku jutekin aja dia" Ucapan Stefany terhenti karena Alrico datang.
"Jangan dekat-dekat dengan dia Stef! Dia Om-om kurang belaian" Alrico duduk ditengah-tengah mereka berdua dengan membawa nampan berisi makanan.
"Bukannya kamu yang om-om?" Alrico tersentak mendengar penuturan Stefany dan membuat Andrew tertawa terbahak-bahak.
"Kau diam Drew! Stef kau bukannya membelaku malah membela dia" Ucap Alrico dengan nada manja kepada Stefany dan Stefany malah merasa jijik mendengar nada itu.
"Kalian berdua seperti anak kecil saja!" Stefany berdiri dengan mengambil nampan yang dibawa oleh Alrico dan ia membawanya ke meja makan untuk menikmati makanannya.
"Aku bantu ya princess" Alrico baru ingin menghampiri Stefany dan suara Stefany memberhentikan langkahnya.
"Tidak perlu! Jangan membuntutiku, aku bisa sendiri" Alrico kembali duduk di sofa nya dan Stefany kembali melanjutkan langkahnya menuju meja makan.
"Sepertinya Stefany yang terbaik untukmu Al, jangan sia-siakan dia Al. Dia wanita yang ceria sekali aku baru berbincang dengan nya sebentar saja sudah nyaman sekali. Aku hanya berpesan saja kepada kau jaga dia dengan baik dan dimanakah keluarganya Al?" Andrew selalu memberikan wejangan kepada Al.
"Dia milikku kau jangan macam-macam dengannya! Dia mempunyai Paman dan bibi namun mereka dipenjara sedangkan orangtuanya sudah tiada akibat kecelakaan pesawat" Ucap Alrico dengan menatap tubuh gadis mungil yang telah menyantap makanannya.
"Aku tidak akan merebutnya dude! Berarti dia sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi, terus selanjutnya rencana kau apa?" Alrico masih setia menatap Stefany yang sedang menikmati makanannya.
"Aku akan menikahinya dan aku akan memiliki dia seutuhnya" Ucap Alrico dengan tegas, nampak tidak ada keraguan di dalam kata-kata nya.
"Iya aku serius, aku mengerti Drew. Itu ucapanku dulu dan sekarang semenjak mengenal dia aku percaya bahwa pernikahan itu tidak hanya hubungan sex namun pernikahan itu dua hati yang bersatu dan jika kita bermain itu dengan cinta kami tidak dengan keterpaksaan" Andrew dibuat terperangah dengan ucapan Alrico.
"Aku ingin bertanya kepadamu Al, sejak kapan kau tidak berhubungan sex dengan wanita?" Andrew sengaja bertanya kepada Al untuk memastikannya jika dia serius apa tidak dengan Stefany.
"Semenjak kejadian pertama kali waktu kau dan lainnya bermain ke Mension ku di Madrid" Andrew terkejut dengan penuturan Al, bagaimana bisa sahabatnya itu tidak berhubungan sex selama itu.
"Oh my god! Bagaimana bisa kau tidak berhubungan sex selama itu? Kau bahkan setiap hari selalu berganti wanita Al. Dan apakah kau dengan Stefany sudah berhubungan sex dengan mu, apakah Stefany hamil??!" Perkataan Andrew yang terakhir sangat kencang sehingga membuat Alrico menutup mulut laki-laki itu.
"Bisa kecilkan suaramu dude! Ya, aku memang tidak berhubungan dengan wanita-wanita jalang itu, dan Stefany tidak hamil berhubungan dengan dia saja tidak pernah" Ucap Alrico walaupun sudah pernah merasakan bibir ranum nya itu.
"Bagaimana bisa?!" Andrew menatap wajah Alrico dengan intens dan baru saja Alrico ingin menjawabnya Stefany menghampiri mereka berdua.
"Kalian sedang membicarakan apa sih? Sepertinya serius sekali?" Ucap Stefany, Al segera mendorong wajah Andrew dan ia segera menghampiri Stefany.
"Kau sudah selesai makannya princess?" Alrico mengalihkan pembicaraannya agar Stefany tidak curiga.
"Namaku Stefany bukan princess!" Stefany tidak terlalu minat juga dengan pembicaraan mereka, aplaagi ia bukan siapa-siapa disini.
"Oh ok baiklah, sudah malam dan sebaiknya kau tidur agar cepat pulih" Alrico memberi tatapan tajam kepada Andrew dan Andrew segera pamit kepada mereka berdua.
"Kalau begitu aku pulang dulu ya Stef, sampai jumpa di lain waktu" Andrew menghampiri Alrico untuk bertosan ala pria dan berbisik ditelinga Alrico. "Jaga dia Al".
"Okey, dadah Andrew. Hati-hati" Andrew melambaikan tangan dan keluar dari apartemen Alrico.
"Sudah malam sebaiknya kau tidur" Stefany mengangguk pergi ke kamarnya ia juga sudah mengantuk, Alrico mengikuti Stefany.
"Good night my princess, mimpiin aku ya" Ucap Alrico dan ia segera berlari ke kamarnya.
πππππ
TBC
Aku mohon bantuannya agar cerita ini tembus 1k ya teman-teman π
Aku mohon di pencet jempolnya dan di komen mohon bantuannya dan kalian bisa share ke teman-teman kalianππβ€οΈ
Salam penulis Amatir π
DINβ€οΈ