
"Harus sekarang ya?" Tanya Zea dengan wajah yang terlihat begitu bersedih.
"Hmmmm!" Ujar Rakes yang sudah siap dengan satu ransel di punggungnya dan juga tas selempang milik Zea yang ia pakai di bahu kirinya.
"Rasanya baru aja semenit yang lalu berada di sini!" Jelas Zea lalu bangun dari duduknya, tubuh Zea terlihat jelas begitu malas beranjak dari tempatnya.
"Nggak ada yang tinggal kan? seragamnya udah di dalam ransel kan?" Tanya Rakes memastikan.
"Udah!" Cetus Zea.
"Buku-buku kamu nggak ada yang tertinggal kan?" Rakes kembali memastikannya.
"Udah semua!" Seru Zea dengan wajah datar.
"Sorry, karena abang nggak bisa jadi suami seperti suami-suami pada umumnya. Abang tau abang bukanlah suami yang baik, abang nggak bisa menghabiskan banyak waktu bersama kamu, abang selalu saja sibuk dengan pekerjaan abang, maafkan abang!" Jelas Rakes dengan kedua tangan yang langsung mendekap tubuh Zea dari belakang, perlahan Rakes menempelkan dagunya di pucuk kepala Zea, kedua tangan Rakes saling bertautan melingkar di perut rata Zea.
"Waaaah aku suka Chim chim dengan versi mama kayak gini!" Ujar Zea lalu menyentuh kedua tangan Rakes.
"Versi mama? maksudnya?"
"Mama itu Manis Manja! itu aja nggak tau!" Ujar Zea.
"Apa abang terlihat manis menurut kamu?"
"Hmmmm, saat sama aku Chim chim selalu saja terlihat begitu manis, aku malah jadi takut!"
"Takut kenapa?"
"Ntar hati aku kena diabetes karena sering disuguhkan yang manis-manis!"
"Kamu ini...." Ujar Rakes yang langsung mencuil hidung Zea.
"Lalu apa menurut Chim chim aku juga manis?" Tanya Zea yang langsung menghadap Rakes.
Zea bahkan memamerkan muka imutnya dari tiap sisi.
"Owwww!" Seru Rakes yang langsung ambruk ke lantai dengan tangan kanan yang menekan bagian jantungnya.
"Kenapa? apa luka waktu itu kambuh lagi?" Tanya Zea panik yang langsung mengecek keadaan Rakes.
"Kayaknya abang harus ke rumah sakit sekarang!"
"Apa separah itu? ayo buruan!" Jelas Zea yang segera membantu Rakes untuk bangun.
"Hmmmm, pesona Jannati emang sangat parah, sampai-sampai jantung abang bermasalah! Kamu cantik banget sayang! My princess, Jannati!" Jelas Rakes yang langsung memeluk erat tubuh Zea.
"Baru tau? aku itu udah chaaantik dari sononya. Berpenampilan gini aja tanpa make up, tanpa baju-baju glamor aku udah wow, gimana kalau sampai sedikit aja aku poles nih wajah bakal klepek-klepek semua cowok di bumi ini!" Jelas Zea.
"Makanya abang lebih suka kamu seadanya, biar saingan abang nggak banyak!" Jelas Rakes.
"Hasil perpaduan ayah yang tampan rupawan dan uma yang cantik jelita, y gini deh jadinya, chantik sempurna. Hmmmm, jadi penasaran sama perpaduan si cantik sempurna membahana dengan si kelewat tampan." Ujar Zea.
"Nah Raze Junior dengar kan? sehat selalu sayang, kami begitu menantikan dirimu!" Jelas Rakes.
"Chim chim tugas jam berapa?" Tanya Zea saat Rakes masih asik mengusap bagian perutnya.
"Ya ampun abang hampir lupa!" Ujar Rakes yang segera mengecek jam yang terpasang di tangan kirinya.
"Satu jam lagi, ayo buruan!" Jelas Rakes setelah melihat jarum jam yang berada di angka 10.
Rakes segera keluar dengan menggandeng tangan Zea. Keduanya segera masuk ke dalam mobil lalu segera meluncur meninggalkan vila, tempat dimana keduanya menghabiskan waktu romantis mereka selama satu hari satu malam.
Rakes terus fokus menyetir hingga suara ponselnya berdering, lagu 'Bad Liar' menggema memecah suasana yang sunyi. Rakes sejenak melirik kearah dimana Zea berada, Sejenak memerhatikan Zea yang ternyata sudah tertidur pulas baru setelahnya Rakes menerima panggilan tersebut.
"Aku OTW!" Jelas Marvel dari seberang sana.
"Kancil gimana? apa dia udah gerak?" Tanya Rakes dengan suara yang ia pelankan sepelan mungkin agar suaranya tidak membuat Zea terusik dari tidur nyenyaknya.
"Sudah, sesuai rencana. Kancil di posisi queen, aku akan stay di posisi bishop dan kamu langsung berangkat ke posisi Knight!" Jelas Marvel.
"Oke, operasi catur di mulai setelah 15 menit dari sekarang, target adalah king, tujuan kita hanya skakmat bukan menerkam, ingat bukan menerkam!" Jelas Rakes.
"Siap laksanakan!" Tegas Marvel bersamaan dengan Rakes yang langsung menekan tombol merah pada layar ponselnya.
Tepat di persimpangan Rakes menghentikan mobilnya, seorang lelaki lengkap dengan stelan serba hitam yang berada di atas motor sana seketika langsung mendekat saat melihat mobil Rakes terhenti.
(Kenapa Chim chim berhenti di sini? apa yang terjadi? apa yang sedang ia lakukan, trus siapa lagi itu!) Tanya Zea pada dirinya sendiri. Sedari tadi Zea memang tidak tidur ia hanya pura-pura tidur. Zea mulai mengintip lelaki yang sekarang berdiri tepat di pintu mobil mereka.
"Pastikan kamu mengantarnya dengan selamat!" Tegas Rakes.
"Siap!" Jawab Lelaki yang tak lain adalah Lexel.
"Antar sampai masuk ke dalam rumah, serahkan pada Kapten Iqbal." Jelas Rakes penuh penekanan.
"Siap laksanakan!" Jawab Lexel tegas.
Rakes keluar dari mobil lalu Lexel masuk dan langsung mengambil alih stir.
"Siap!" Jawab Lexel.
"Terima kasih dan hati-hati!" Ujar Rakes yang langsung menutup kembali pintu mobil.
Lexel segera meluncur menuju rumah Iqbal sedangkan Rakes segera menaiki Motornya dan lekas pergi menuju lokasi tujuan misi mereka malam ini.
____________________
"Apa kamu yang namanya Lexel?" Tanya Zea.
Suara Zea sukses membuat Lexel terperanjat kaget, mengapa tidak, karena sedari tadi yang ia tau Zea tertidur lelap lalu tiba-tiba mengajukan pertanyaan dengan suara yang begitu lantang.
"Aaaah! hmmmmm. Sejak kapan kamu bangun? eh maksudnya nona, hmmmm nyonya, hmmmmm...." Ujar Lexel salah tingkah bahkan ia terlihat begitu canggung berada di dekat Zea.
"Zea, panggil aja Zea!"
"Hmmmm, Zea."
"Lalu?"
"Lalu? maksudnya?" Tanya Lexel yang tak paham dengan pertanyaan Zea.
"Apa benar abang yang bernama Lexel?" Tanya Zea.
"Iya."
"Apa abang di minta untuk mengawal aku pulang? perintah dari ayah atau dari abang Rakes?"
"Dari semuanya!"
"Semuanya? so, ada pemeran lain selain abang Rakes dan ayah?"
"Iya maksud saya, ya perintah dari kapten Iqbal dan Tuan Muda eh pak Rakes, maksud saya, Rakes."
"Tuan Muda? apa abang bawahannya kakek Jordan?" Tanya Zea yang langsung mengarahkan tatapan intimidasi pada Lexel.
"Bukan, nggak! maksud saya...!" Lexel terlihat begitu kesulitan untuk menjelaskannya.
"Tidak perlu bersembunyi, aku tau!" Jelas Zea enteng.
"Kamu tau? bagaimana bisa? bukankah ini kali pertama kita bertemu?" Tanya Lexel.
"Hanya butuh beberapa menit saja, aku udah bisa ngabaca semua gerak gerik abang. Selain berada di dunia yang sama dengan abang Rakes, abang juga punya hubungan khusus dengan kakek Jordan kan?" Tanya Zea memastikan.
(Waaaah! benar-benar sesuai cerita yang aku dengar, dia tidak hanya jago ilmu beladiri dan berani, tapi juga jeli dan cerdas. Benar-benar fotocopy dari kapten Iqbal. Luar biasa, pantes aja Rakes begitu menggilainya, aku aja langsung oleng di buatnya. Sempurna!) Bisik hati Lexel yang diam diam begitu mengagumi sosok Zea.
"Iya. Zea, tolong jangan bicara pada Rakes." Pinta Lexel.
"Abang pikir abang Rakes tidak tau?"
"Maksud kamu?"
"Abang Rakes pasti tau semuanya!"
"Nggak mungkin, dia pasti nggak tau sama sekali karena yang dia tau abang adalah rekan kerjanya." Jelas Lexel.
"Sekedar informasi, abang Rakes tidak hanya lihai menggunakan senjata tapi dia juga jeli dan teliti dalam mengamati setiap situasi, gerak gerik bahkan hal sekecil apapun itu. Nah kita sampai!" Jelas Zea.
Setelah gerbang terbuka, Lexel langsung kembali menjalankan mobil, hingga keduanya tiba tepat di depan teras rumah Iqbal.
"Abang Rakes diam bukan berarti dia tidak tau. Aku turun dan terima kasih!" Jelas Zea dengan senyuman dan segera keluar dari mobil.
Zea segera memeluk Iqbal yang memang sedang menunggunya di depan pintu sana. Setelah mengobrol sebentar, Zea langsung masuk ke dalam rumah.
Lexel yang baru keluar dari mobil langsung menghadap Iqbal dengan memberi hormat.
"Terima kasih!" Ucap Iqbal.
"Sama-sama, kalau begitu saya pamit pulang!" Jelas Lexel.
"Hati-hati!" Pesan Iqbal.
"Terima kasih!" Ucap Lexel yang di lanjutkan dengan memberi hormat.
Lexel segera mengambil mobilnya yang terparkir di garasi sana. Lexel meninggalkan mobilnya di sana karena tadi Rakes memberinya perintah untuk datang dengan menggunakan motor milik Rakes. Lexel segera pulang dan Iqbal pun lekas kembali ke dalam rumah.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE😊😊
Stay terus sama My Princess😘😘😘
KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️