
"Kania..." Panggil Rafeal sambil terus melangkah mendekati Kania yang sedang duduk termenung di teras depan.
Panggilan Rafeal bahkan sama sekali tidak membuat lamunan Kania buyar, ia masih saja di posisi semula dengan tatapan yang kosong ke arah gerbang sana.
"Kania..." Ujar Rafeal yang kali ini langsung duduk di tembok pembatas teras tepatnya di sebelah Kania.
"Abang Rafeal, belum tidur?" Tanya Kania saat menyadari keberadaan Rafeal di sampingnya.
"Belum, terus kamu sendiri kenapa masih di teras? udah jam setengah sebelas malam loh!" Jelas Rafeal dengan sejenak menoleh pada arloji yang terpasang ditangan kirinya.
"Aku belum ngantuk!" Jawab Kania datar.
"Nungguin Marvel?"
"Hmmmm!"
"Dia sedang tugas!"
"Tugas? atau...!"
"Kania, Marvel lagi tugas, ada hal yang harus dia selesaikan." Jelas Rafeal yang begitu paham dengan perasaan Kania saat ini.
"Boleh aku gabung?" Tanya Zea yang baru saja datang dan langsung duduk pada tembok disebelahnya Rafeal.
"Si kembar mana? kenapa kakak ke sini?" Tanya Kania.
"Hufff, lari dari mereka!" Jawab Zea dengan diiringi tawa.
"Dasar kamu ini!" Cetus Rafeal.
"Lagian aku itu nggak terlalu mereka butuhkan kalau Daddy-nya ada, aku langsung tersingkirkan!" Jelas Zea.
"Yah karena mereka tau siapa yang lebih asyik!" Jawab Rafeal.
"Mulut!" Cetus Zea yang langsung mengacungkan tinjunya ke arah Rafeal.
"Tapi abang Rafeal emang benar sih!" Ujar Kania dengan senyuman.
"Nah! tuh dengar sendiri kan?" Jelas Rafeal yang semakin puas.
"Kalian..." Cetus Zea kesal.
"Kak Ana mana? kenapa abang di sini?" Tanya Kania.
"Ana lagi sibuk, ada berkas yang sedang ia siapkan, abang nggak mau gangguin dia kerja!" Jelas Rafeal.
"Wowww, suami idaman!" Ujar Zea.
"Ya gitu deh!" Ujar Rafeal dengan penuh bangga diri.
"Hmmmmm, Kania..." Ujar Zea pelan.
"Iya, kenapa kak?" Tanya Kania.
"Kamu nggak lagi mikirin yang aneh-aneh kan?" Tanya Zea.
"Kakak tenang aja, aku nggak aneh-aneh kok" Jelas Kania.
"Kania, Marvel benar-benar sedang dalam tugas, dia sama sekali tidak melarikan diri. Kamu kenal dia dengan sangat baik kan? dia tidak pernah berniat membuat kamu kecewa lebih-lebih terluka." Jelas Rafeal.
"Aku tau! aku tau kalau abang Marvel tidak akan pernah melakukan semua itu, tapi aku lah yang kerap kali melakukannya!" Jelas Kania.
"Kania..." Ujar Zea pelan lalu mendekati Kania dan merangkulnya.
"Aku yang berulang kali menyakitinya, aku yang selalu saja membuat dia kecewa, aku yang tidak baik untuk dia!" Jelas Kania dengan hati yang begitu terluka.
"Tidak Kania, kamu sama sekali tidak melakukan semua itu!" Tegas Rafeal.
"Tapi buktinya dia selalu terluka karena sikap aku!" Jelas Kania.
"Tenanglah sayang, abang Marvel nggak pernah tuh merasa terluka karena kamu. Udah, berhenti nangis, jangan lagi menyalahkan diri sendiri." Ujar Zea.
"Begitu tugasnya selesai, Marvel pasti akan langsung pulang, sekarang ayo kita masuk, udah malam kalian harus istirahat." Jelas Rafeal.
"Ayo Kania, kakak akan menemani mu!" Jelas Zea.
"Nggak usah kak, lagi pula kakak harus ngurus si kembar kan, kasian loh abang Rakes pasti kewalahan ngurus sendirian." Jelas Kania.
"Atau biar nanti abang minta Ana untuk menemani kamu!" Usul Rafeal.
"Aku baik-baik aja, abang Rafeal nggak perlu minta kak Ana nemanin aku, ya udah aku ke kamar duluan, kalian juga kembalilah ke kamar masing-masing, selamat malam!" Ujar Kania yang langsung masuk.
"Apa benar dia akan baik-baik saja?" Tanya Zea khawatir.
"Hmmmmm, dia pasti akan baik-baik saja, ayo masuk!" Ajak Rafeal dan keduanya langsung masuk.
___________________
"Bagaimana?" Tanya Mariana saat Rafeal kembali ke kamar.
Karena sejak awal memang Mariana lah yang meminta Rafeal untuk menghibur Kania yang sedang berada di teras.
"Dia baik-baik aja!" Jawab Rafeal yang langsung duduk di sebelah Mariana.
"Syukurlah! aku benar-benar khawatir." Jelas Mariana lega.
"Terus, kamu jadi menghubungi Marvel?" Tanya Rafeal.
"Udah, setelah menelpon ratusan kali akhirnya di angkat juga." Jelas Mariana kesal.
"Mana sempat dia bicara, aku sudah lebih dulu menghantamnya!" Jelas Mariana yang masih terdengar begitu kesal.
"Jadi kamu marah-marah sama Marvel?"
"Terus? kalau sempat aja berhadapan sudah aku patahkan tangannya! lelaki dewasa tapi masih aja bertingkah kayak anak-anak! nggak ingat umur."
"Ana..."
"Udah nggak usah di belain! kamu juga sama!"
"Loh kok aku juga ikut terseret?"
"Yah emang kalian sama, hobi banget buat aku kesal! kalau masalah ya diselesaikan jangan menghilang!"
"Lah kapan kami menghilang? emang beneran lagi ada tugas!"
"Tugas yang dibuat-buat!"
"Ana..."
"Apa? mau unjuk rasa? dasar!"
"Kok malah aku yang jadi sasaran? haduh!"
"Habisnya kalian ngeselin, maunya di perhatiin tapi kalian sendiri nggak peka, maunya di manjain tapi kalian sendiri cueknya selangit! terus ujung-ujungnya kami juga yang salah!"
"Waaaah, baru tadi siang aja aku nyatain cinta dan sekarang kamu malah mulai mengeluarkan semua unek-unek mu selama ini, waaah cewek emang luar biasa!"
"Iya aku ngejelasin biar kalian paham!" Jelas Mariana yang seketika langsung memeluk erat tubuh Rafeal.
"Ana...." Ujar Rafeal yang kaget dengan tingkah Mariana.
"Masih belum peka? atau harus aku yang ngajarin?" Tanya Mariana yang langsung menatap wajah Rafeal.
"Ana..." Ujar Rafeal yang perlahan langsung mengecup kening Mariana.
"Sebelum menuntut perhatian harusnya kalian paham dengan kewajiban kalian sebagai seorang suami terlebih dulu!" Jelas Mariana yang tanpa menunggu lebih lama lagi langsung menyerang sang suami.
"Jangan menatap aku seperti itu, aku tidak berniat untuk memangsa kamu, aku....ya, aku cuman....!" Penjelasan Mariana langsung terhenti saat Rafeal menatapnya begitu dalam.
"Menuntut hak?" Tanya Rafeal dengan tatapan mautnya.
"Yah begitu!" Ujar Mariana yang langsung melancarkan aksinya untuk kembali menyerang sang suami.
Dan pada akhirnya Mariana lah pemenangnya, dia berhasil membuat sang suami luluh dengan permintaannya.
________________
Pelan pelan Marvel menutup kembali pintu kamar lalu perlahan melangkah mendekati tempat tidur dimana sang istri sedang tertidur nyenyak.
Setelah meletakkan ransel di lantai, lalu perlahan ia duduk di samping Kania, sejenak menatap dalam wajah Kania yang tertidur pulas lalu tangannya bergerak menyentuh pipi sang istri.
"Maafkan abang, Kania. Harusnya abang bisa lebih dewasa, harusnya abang bisa berfikir lebih matang tapi nyatanya abang tidak bisa melakukan semua itu, abang egois, abang lebih mementingkan diri abang dari pada perasaan kamu. Maafkan abang, Kania!" Jelas Marvel dan beranjak untuk bangun namun dalam sekejap tangan Kania langsung menarik tangan Marvel yang tadinya menyentuh pipi Kania.
"Minta maaf?" Tanya Kania dengan mengernyitkan dahinya.
"Maafkan abang!" Ulang Marvel dengan langsung menundukkan wajahnya.
Kania bangun dari tidurnya, lalu sedikit bergeser agar lebih dekat dengan Marvel dan kini dia duduk tepat di hadapan Marvel.
"Abang, aku akui kalau aku masih labil, terkadang banyak hal yang tidak aku mengerti, aku butuh bimbingan abang, aku butuh teguran dan nasihat abang, aku sama sekali nggak akan paham kalau abang hanya diam saja. Abang, untuk membina sebuah keluarga maka komunikasi yang baik itu penting, jadi jangan lagi menghindar dari aku, setiap kali aku salah ingatkan aku, aku ini istri abang." Jelas Kania dengan kedua tangan yang perlahan mendekap kedua pipi Marvel.
"Sayang..." Ujar Marvel bahkan dengan tetasan air mata.
"Apa abang sudah makan malam? mau aku siapkan?" Tanya Kania dengan senyuman lalu mengusap pelan air mata Marvel.
"Abang nggak lapar, abang hanya butuh kamu." Ujar Marvel yang langsung merebahkan kepalanya di pundak Kania.
Kania menyambutnya dengan begitu hangat ia bahkan mengusap pelan rambut Marvel.
"Abang mencintai mu, Kania."
"Aku tau, abang bahkan sudah mengatakannya hingga ribuan kali." Ujar Kania dengan senyuman.
"Dan abang akan terus mengatakannya." Jelas Marvel.
"Aku juga sangat mencintai abang." Ujar Kania.
"Kamu belum tidur? apa itu karena kamu nungguin abang?"
"Hmmmm, aku sangat merindukan abang." Ujar Kania yang kini mengeratkan tangannya di tubuh Marvel.
"Abang juga sangat merindukanmu!" Ujar Marvel lalu mengecup lembut kening Kania.
"Ayo tidur..." Ajak Kania.
"Hmmm, selamat malam!" Ujar Marvel yang langsung berbaring dengan diikuti oleh Kania.
πππππ
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTEππ
Stay terus sama My Princessπππ
KaMsaHamida πππππ