
...๐Satu Minggu Kemudian๐...
Zea masih saja berdiri tegap di depan cermin, matanya terus saja menatap bagian perutnya yang mulai sedikit terlihat. Zea bahkan sesekali memutarkan tubuhnya ke sisi kiri dan kanan, dengan terus memantau setiap lekuk tubuhnya.
"Zea....!" Ujar Rakes yang perlahan mendekati sang istri.
"Udah siap? ayo!" Ajak Zea.
"Zea..." Keluh Rakes dengan wajah tertunduk.
"Apa? mau protes? nggak ada, aku nggak terima alasan apapun itu." Tegas Zea dengan tatapan tajam yang seakan siap menerkam Rakes.
"Tapi abang beneran udah sembuh total, nggak ada yang harus di cek ulang. Abang bahkan udah istirahat total di rumah selama lima hari full, bahkan keluar dari kamar aja nggak. Abang benar-benar udah sembuh." Protes Rakes yang memang sejak keluar dari rumah sakit lima hari yang lalu ia hanya menghabiskan waktu dikamar tanpa boleh kemana-mana.
"Oke!" Seru Zea.
"Beneran nih oke?"
"Hmmmm!" Jawab Zea dan langsung mengambil tasnya yang ada di atas tempat tidur dan lekas melangkah menuju pintu.
"Kemana?" Tanya Rakes yang ikut mengikuti langkah Zea.
"Ke rumah sakit, mau periksa." Jelas Zea yang langsung bergegas menuruni tangga.
"Periksa kandungan?" Tanya Rakes yang terus saja mengikuti Zea.
"Bukan!" Tegas Zea yang seketika menghentikan langkahnya hingga membuat Rakes hampir saja terjatuh dari tangga karena tubuhnya yang terbentur dengan pembatas tangga.
"Aku mau cek ulang darah aku!" Gumam Zea kesal dan pergi meninggalkan Rakes begitu saja.
"Mau kemana?" Tanya Rafeal yang menghadang Zea tepat di depan pintu utama rumah Iqbal.
"Ke rumah sakit!" Jawab Zea jutek.
"Ayo, biar abang antar, sekalian abang juga mau cek darah, kali aja darah abang kembali bermasalah." Cetus Marvel saat melihat kedatangan Rakes.
"Ayo!" Ajak Zea bersemangat dan bergegas menuju mobil.
"Gimana mau ikut sama kami?" Tanya Rafeal.
"Tambah runyam!" Cetus Rakes yang segera ikut menuju mobil.
Marvel mulai mengemudi setelah semua pasukannya lengkap. Mobil terus melaju dengan para penghuni yang diam dengan seribu bahasa, hingga akhirnya Rakes mulai angkat bicara.
"Tidak ada yang perlu kalian khawatirkan, aku sudah sehat, lukanya sudah pulih, sekarang aku bahkan bisa ikut ke medan perang!" Jelas Rakes yang duduk di samping Marvel karena memang Zea tidak ingin duduk bersebelahan dengan Rakes, makanya sejak awal dia yang meminta Rafeal duduk di belakang bersamanya.
"Diam!" Tegas Rafeal, Marvel dan Zea serentak bahkan ketiganya memasang wajah yang di penuhi dengan kemarahan.
"Dokter sendiri yang meminta mu untuk melakukan cek ulang, penyakit kamu itu serius, berbahaya, seperti bom yang sewaktu-waktu akan meledak!" Jelas Rafeal.
"Kalaupun abang sudah bosan hidup, setidaknya pikirkan perasaan kami, kami takut kehilangan abang." Jelas Zea dengan menitikkan air mata.
"Saat ini aku yang berkuasa, bukan kamu. Jadi kamu harus ikut semua perintah aku, tanpa ada protes sama sekali jika tidak, aku dan Rafeal akan keluar dari dunia kita!" Jelas Marvel.
"Abang, kami melakukan semua ini karena kami benar-benar nggak mau kehilangan abang, kami mencintai mu, dan aku juga Raze Junior butuh abang." Jelas Zea dengan perlahan mengusap bagian perutnya yang tertutup dengan pashmina.
"Maaf dan terima kasih karena kalian sudah datang dalam hidup aku!" Ujar Rakes pelan dengan mata yang memerah karena menahan tangis.
"Kamu harus ikut semua jadwal yang sudah dokter buat, aku, Zea dan Rafeal akan selalu bersamamu." Jelas Marvel lalu menepuk pundak Rakes.
"Sebenarnya, aku lebih takut dari kalian, aku takut jika aku harus pergi dari kalian, aku takut jika sewaktu-waktu semuanya meledak dan aku mau tak mau harus meninggalkan kalian untuk selamanya. Aku takut, bahkan untuk memikirkannya saja membuat aku gila, jika saja aku tau kalau efeknya akan separah ini, aku pasti tidak akan meminumnya!" Jelas Rakes.
"Abang..." Lirih Zea.
"Jangan buat suasana seperti ini, aku nggak suka!" Tegas Rafeal dengan perlahan menyeka air matanya.
"Apa yang kalian tangisi? semuanya akan baik-baik saja." Tegas Marvel yang terus menahan air matanya.
"Setelah dari rumah sakit, ayo pulang ke rumah kita." Ajak Rakes.
"Ayo!" Ujar Rafeal bersemangat.
_________________
Rafeal, Marvel dan Zea masih saja duduk menunggu Rakes yang sedang menjalani pemeriksaan. Mereka bertiga terlihat jelas begitu gelisah bahkan sejak Rakes masuk mereka hanya diam satu sama lain.
Dua puluh menit berlalu akhirnya Rakes dan dokter keluar dari ruangan tersebut.
"Bagaimana hasilnya dok?" Tanya Zea yang sejak tadi memang begitu gelisah menunggu sang suami yang tak kunjung keluar.
"Sejauh ini masih baik-baik saja, tidak ada yang serius, Rakes hanya harus kembali melakukan cek up beberapa kali lagi." Jelas Dokter yang menangani Rakes.
"Dokter di bayar berapa?" Tanya Rafeal.
"Untuk membohongi kami, berapa yang dia bayar, kami akan membayarnya sepuluh kali lipat, jadi jelaskan kondisi yang sebenarnya!" Jelas Marvel.
"Jika sesuatu yang buruk terjadi pada suami aku di kemudian hari, maka aku akan menyeret dokter ke pengadilan." Ancam Zea.
Dokter pria paruh baya yang memiliki nama Hakim tersebut bukannya takut ia malah tersenyum bahagia mendengar penjelasan dan ancaman yang baru saja tertuju untuk dirinya. Reaksi dokter Hakim justru membuat Rafeal, Marvel dan Zea kebingungan.
"Apa ancaman aku terdengar lucu?" Tanya Zea.
"Zea...." Ujar Rakes yang perlahan mengusap lembut kepala Zea yang terbungkus dengan pashmina berwarna biru muda.
"Dok, kami sama sekali tidak sedang bercanda, kami serius!" Tegas Rafeal.
"Benar kata kamu, Rakes. Mereka benar-benar luar biasa mencintaimu, saya jadi iri pada kamu, karena seumur hidup saya belum pernah memiliki orang-orang yang begitu peduli dengan hidup saya. Dan untuk kalian, saya sama sekali tidak berbohong, saya bicara apa adanya dan ini hasil tes hari ini, jika kalian ragu dengan ucapan saya, silahkan kalian bawa ini lalu minta penjelasan pada dokter lain. Sekali lagi kalian benar benar hebat, permisi." Jelas Dokter Hakim dengan senyum sumringah lalu menyerahkan amplop kuning pada Marvel.
"Makanya jangan terlalu berlebihan." Ujar Rakes.
"Dasar Serigala gila!" Gumam Rafeal kesal.
"Jadi abang ngerjain kami?" Tanya Zea kesal.
"Lihat aja, karma itu nyata loh!" Cetus Marvel.
"Makanya kalau aku ngomong jangan ngeyel, aku bilang oke itu artinya oke, paham! jangan keras kepala!" Jelas Rakes yang langsung mengusap kepala Zea saat ia mengungkapkan kata 'Keras Kepala' dengan penuh penekanan.
Lalu langkah Rakes beralih mendekati Marvel lalu perlahan tangannya menyentuh kepala Marvel sembari berkata "Jangan Bandel!" Lalu beralih menyentuh kepala Rafeal sambil mengatakan " Jangan ngenyel kalau dikasih tau sama orang dewasa, ngertikan bocah!" Lalu tertawa puas melihat ekspresi ketiganya yang terlihat begitu geram dengan tingkahnya.
"Akan aku bunuh kamu!" Gumam Rafeal dan lekas pergi.
"Lihat saja, aku akan membuat sisa hidup mu menderita!" Cetus Marvel lalu ikut menyusul Rafeal yang telah lebih dulu pergi.
"Tunggu aja pembalasan aku, jangan nagih jatah, jaga jarak, jangan bicara, jangan pandang-pandang! itu hukumannya" Jelas Zea.
Zea juga hendak menyusul yang lainnya namun segera di cegah oleh Rakes.
"Zea...."
"Apa? aku bilang jaga jarak, udah lepas!"
"Jangan gila, mana bisa abang menjalani hukuman segila itu, yang ada abang bakal gila benaran. Abang nggak bisa!" Jelas Rakes.
"Makanya jangan buat masalah!"
"Siapa yang buat masalah coba, Zea...!"
"Nggak ada tawar menawar!"
"Nggak bisa gitu dong! mana tahan abang jauh-jauh dari kalian berdua!" Jelas Rakes yang langsung memeluk Zea.
"Chim chim..."
"Nggak akan abang lepaskan!"
"Chim chim ini masih di depan umum, gimana kalau ada yang ngenalin kita!"
"Biar, biar seluruh dunia tau kalau kamu milik abang!"
"Beneran nih?"
"Hmmmmm!"
"Love my Chim chim!" Ujar Zea yang langsung mengecup kening Rakes lalu lekas kabur.
"Zea....!" Ujar Rakes sambil menyentuh keningnya yang baru saja mendapat kecupan dari sang istri.
Mata Rakes melirik ke sekeliling, benar saja banyak mata yang terus menatap dirinya, Rakes perlahan menundukkan wajahnya berharap semua mata berhenti menatapnya, lalu segera mengambil langkah seribu menuju parkiran.
๐๐๐๐๐๐๐
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE๐๐
Stay terus sama My Princess๐๐๐
KaMsaHamida ๐๐๐๐๐
_____________
Assalamualaikum๐๐ para pembaca setia My Princess๐๐๐ Sebelumnya saya mau minta maaf sama manteman semua karena sudah lebih dari 10 hari nggak up, sorry banget๐๐ karena memang lagi buaaanyak banget kerjaan di dunia nyata. kerjaan numpuk dan harus diselesaikan semuanya๐ฅบ๐ฅบ๐ฅบ lembur siang malam, pagi petang๐ซ๐ญ sampai tangan serasa kriting semuanya๐คฃ๐คฃ
Terimakasih ๐๐๐
Ikutin terus ya๐๐ jangan bosan ya๐๐ love you all๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ