
"Bagaimana keadaan Rafeal? dia tidak akan meninggal kan?" Tanya Mariana yang sama sekali tidak bisa menahan isak tangisnya yang kian membuncah.
"Ana tenanglah!" Pinta Rakes yang semakin mengeratkan pelukannya.
"Kenapa dia bisa terluka?" Tanya Mariana.
"Lagi lagi dia menjadi tameng untuk abang, dia terluka karena abang, maafkan abang karena tidak bisa menepati janji abang sama kamu, abang gagal melindungi dia, maafkan abang!" Jelas Marvel.
"Marvel, ini semua jelas bukan salah kamu atau pun Rafeal. Aku, aku yang sama sekali tidak bisa menjaga kalian dengan baik. Ana, abang minta maaf dan sebagai wujud permintaan maaf abang, akan abang pastikan kalau orang yang melukai Rafeal akan membusuk di dalam penjara." Tegas Rakes dengan penuh penekanan pada setiap ucapannya.
"Hmmmm, aku juga minta tolong sama abang Rakes, tolong pastikan bajingan itu hidup menderita di balik jeruji besi, jangan biarkan dia menghirup udara dengan tenang!" Pinta Mariana dengan penuh emosi.
"Akan abang pastikan, Ana!" Janji Rakes.
"Terima kasih!" Ucap Mariana yang mulai sedikit bisa mengendalikan emosinya.
Saat ketiganya masih berdiri di depan ruangan operasi, para dokter yang menangani Rafeal pun keluar, membuat Ketiganya langsung mendekati sang dokter.
"Bagaimana?" Tanya Marvel.
"Dia baik-baik saja kan?" Tanya Mariana gelisah.
"Operasinya berjalan dengan lancar, tapi keadaan pasien masih belum stabil. Lukanya begitu dalam dan juga merusak beberapa organ dalamnya." Jelas Dokter.
"Apa lukanya sangat parah?" Tanya Rakes.
"Iya, cukup parah dan cukup membuat Rafeal harus berbaring untuk waktu yang agak lama!" Jelas Dokter.
"Waktu yang lama? apa maksud dokter?" Tanya Mariana.
"Sebulan atau bahkan lebih! pasien akan kami pindahkan ke ruangan inap, kalian boleh menemuinya tapi ingat beri Rafeal waktu untuk istirahat, saya permisi." Jelas dokter dan berlalu meninggalkan ruangan operasi.
Sesaat kemudian Rafeal pun dibawa ke ruang rawat oleh para perawat dengan diikuti oleh Mariana, Rakes dan Marvel.
Setelah Rafeal di baringkan di ranjang, para perawat pun lekas keluar membiarkan para sahabat menemaninya.
Perlahan ketiganya terus melangkah mendekati tubuh Rafeal yang terbaring kaku dengan beberapa mesin yang terpasang ditubuhnya dan berada tepat di sisi ranjangnya.
"Rafeal..." Ujar Mariana lalu menyentuh lembut tangan Rafeal yang terasa begitu dingin.
"Aku akan beri waktu sampai besok pagi, jika kamu masih juga belum bangun maka aku tidak akan mau berteman dengan mu lagi!" Cetus Marvel dan langsung duduk di kursi dengan menyandarkan kepalanya di sisi kanan kasur dimana Rafeal berbaring.
"Kali ini aku biarkan kamu istirahat, tapi ingat waktu kamu cuma malam ini, besok kau harus bangun jika tidak aku akan langsung menendang mu keluar dari tim aku!" Tegas Rakes lalu segera berbaring di atas sofa yang terletak di samping kiri ranjang.
"Ada apa dengan kalian berdua? kenapa bicara begitu pada Rafeal?" Tanya Mariana setelah menatap Rakes dan Marvel secara bergantian, dia benar-benar tidak bisa mengerti dengan ucapan keduanya.
"Ana, kamu juga istirahatlah! besok juga dia bakal bangun!" Jelas Marvel yang langsung memejamkan matanya.
"Ayo berbaringlah di sofa, dia akan baik-baik saja!" Jelas Rakes yang juga ikut memejamkan matanya.
"Rafeal, kamu dengarkan apa yang mereka katakan, jadi aku mohon buktikan sama dua manusia batu ini, kalau kamu itu kuat dan kamu pasti akan bangun besok!" Jelas Mariana yang masih setia menggenggam tangan Rafeal.
"Rafeal, cepatlah bangun, aku janji setelah kamu bangun nanti aku akan mengikuti semua perintah mu, aku nggak akan lagi gangguin kamu dan aku juga janji kalau aku nggak akan lagi buat kamu kesal dan risih dengan sikap aku, jadi aku mohon cepatlah bangun." Pinta Mariana yang juga ikut merebahkan kepalanya disisi tangan Rafeal lalu mencoba memejamkan matanya, ia memilih tetap di situ dari pada berbaring di sofa yang berada di sisi sofa yang telah di tempati oleh Rakes.
_________________
"Uma, aku boleh ikut ke rumah sakit kan?" Tanya Zea yang masih menuruni tangga dengan langkah yang begitu pelan.
"Sayang, kamu di rumah aja, biar uma dan ayah aja yang ke rumah sakit, nanti biar uma minta Rakes agar pulang sebentar untuk nemuin kamu." Jelas Elsaliani.
"Tapi uma, Zea ingin lihat keadaan Rafeal, Zea khawatir!" Jelas Zea.
"Rafeal akan segera sembuh, jadi kamu nggak perlu khawatir, tetaplah di rumah, ayah nggak mau kalau sampai kamu yang kenapa-napa!" Jelas Iqbal.
"Tapi ayah..." Keluh Zea.
"Sayang, kamu nggak mau kan kalau semua orang ngeliatin perut buncit kamu?" Tanya Elsaliani sambil mengelus lembut rambut Zea yang dia ikat asal asalan.
"Sayang, kamu tenang aja sesampai di sana ayah akan langsung vidio call supaya kamu bisa langsung lihat keadaan Rafeal, kamu ngerti kan kenapa ayah dan uma melarang kamu ikut?" Jelas Iqbal.
"Zea ngerti ayah, titip salam buat Rafeal." Jelas Zea.
"Akan uma sampaikan, ya udah sana gih sarapan, uma udah siapkan nasi goreng favorit kamu, makan yang banyak ya!" Jelas Elsaliani.
"Baik uma sayang. Ayah dan uma juga hati-hati di jalan, dan jangan lupa janji ayah!" Jelas Zea.
"Siap nyi ratu." Ujar Iqbal lalu mengusap pelan kepala Zea.
Setelah Iqbal dan Elsaliani berangkat, Zea pun lekas menuju meja makan untuk sarapan.
___________________
Beberapa saat kemudian Elsaliani dan Iqbal keluar lalu bergabung dengan yang lainnya.
"Apa dia masih belum bangun?" Tanya Marvel.
"Biarkan dia istirahat sedikit lebih lama, dia akan segera bangun." Jelas Iqbal lalu duduk di sebelahnya Rakes.
"apa yang dokter katakan tentang luka Rafeal?" Tanya Elsaliani.
"Lukanya parah dan mungkin dia butuh waktu yang lama untuk bangun!" Jelas Mariana datar.
"Ana...!" Tegur Ariani yang tak lain adalah mami Mariana dan Marvel yang juga ikut menjenguk Rafeal.
"Aku bicara apa yang aku dengar dari dokter semalam!" Jelas Mariana.
"Ana, tenanglah, Rafeal akan segera sembuh!" Jelas Erina.
"Awas saja kalau sampai dia tidak bangun bangun, aku sendiri yang akan menyeretnya dari ranjang itu!" Gumam Rakes.
"Rakes!" Tegur Hadi.
"Dia akan segera bangun, kalian kenal dia dengan baik bukan? dia tangguh, luka itu tidak akan bisa membuatnya terbaring terlalu lama!" Jelas Alam
"Dia pasti akan segera bangun!" Jelas Khaira.
"Sebaiknya, Ana, Rakes dan juga kamu Marvel, kalian bertiga istirahatlah, biar kami yang jagain Rafeal." Jelas Elsaliani.
"Iya, El benar. Dari semalam kalian di sini terus, pulang lah, nanti sore baru kalian kembali ke sini!" Jelas Tia.
"Udah pulang sana, akan kami pastikan kalau sahabat kalian akan aman, kami akan menjaganya dengan baik!" Jelas Luqman.
"Ayo biar om antar!" Ajak Mikeal.
"Aku masih mau di sini!" Jelas Mariana.
"Ana, ayo kita pulang!" Pinta Amanda lalu merangkul tubuh Mariana.
"Baiklah!" Ujar Mariana nurut.
"Uma, jika sesuatu terjadi segera kabari kami!" Pinta Rakes.
"Iya sayang!" Jawab Elsaliani.
"Kami pamit sebentar, tolong jaga Rafeal dengan baik!" Pinta Marvel.
"Kalian tenanglah, kami akan menjaganya dengan sangat baik!" Jelas Hendra.
Setelah Mariana, Rakes dan Marvel pulang dengan diantar oleh Mikeal dan Amanda, Kania pun datang bersama sang mama.
"Dimana Rafeal? apa dia baik-baik saja?" Tanya Angel khawatir.
"Dia masih belum bangun, gimana dengan pelukannya?" Tanya Iqbal.
"Sekarang dia sedang diselidiki, dan semua tempatnya sudah kami sita." Jelas Angel.
"Apa aku boleh menemuinya sebentar?" Tanya Kania.
"Tentu, masuklah!" Jelas Ariani.
Kania lekas masuk ke ruangan di mana Rafeal berada. Dengan langkah yang begitu pelan dia terus mendekati ranjang dimana Rafeal terbaring tak sadarkan diri.
"Abang....!" Panggil Kania dengan suara tertahan dan air mata yang mulai menetes.
"Bangunlah! jangan buat aku khawatir, aku mohon bangunlah!" Pinta Kania lalu perlahan tangannya menyentuh tangan Rafeal.
"Jika abang terbaring seperti ini, aku semakin merasa bersalah! maafkan aku!" Tangis Kania pecah.
Mata Kania bahkan tidak bisa menatap wajah pucat Rafeal, ia hanya bisa menunduk hingga tanpa sengaja air matanya menetes tepat mengenai tangan Rafeal yang berada di dalam genggamannya, sesaat kemudian tangan Rafeal mulai sedikit bergerak dan Kania bisa merasakan gerakan tersebut.
"Abang...." Panggil Kania lembut dengan pandangan yang langsung tertuju pada wajah Rafeal.
πππππππ
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTEππ
Stay terus sama My Princessπππ
KaMsaHamida πππππ