
"Kania!" Panggil Marvel yang terus menatap sosok Kania yang juga menatapnya intens.
"Abang Marvel......" Ujar Kania.
Kania segera menghampiri mobil Marvel dan lekas masuk ke dalam mobil.
"Gimana?" Tanya Marvel yang begitu penasaran.
"Jika tidak bisa dengan jalur meminta bukankah mengancam adalah langkah yang lebih efektif!" Jelas Kania.
"Kamu mengancam Rafeal? Kania, dia tidak akan berkutik sama sekali jika kamu mengancamnya."
"Aku tau itu, makanya orang yang aku ancam bukan abang Rafeal, tapi abang!" Jelas Kania santai.
"Abang? maksudnya?" Tanya Marvel yang benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikirannya Kania.
"Jika abang yang aku ancam maka abang Rafeal akan langsung beraksi, kita tinggal duduk manis menyaksikan abang Rafeal dan kak Ana jadian." Jelas Kania.
"Sepertinya jalan pikiranmu makin lihai aja, abang suka!" Jelas Marvel lalu mengusap pelan kepala Kania.
"Ayo berangkat!"
"Kemana?"
"Abang kan punya banyak duit, hmmmm sekali-kali boleh dong traktir aku makan di tempat yang mewah!"
"Huuuuuf, akhirnya sifat Rafeal nular juga ke kamu! hadeuhhhh!"
"Ayo buruan, aku lapar!"
"Baik kanjeng Ratu!" Ujar Marvel dengan senyuman dan lekas menjalankan mobilnya.
Mereka segera menuju lokasi yang menjadi tujuan keduanya.
____________________
"Masuk nggak, masuk nggak, masuk! haisssssh! udah ah mending pulang aja, dasar pecundang!" Maki Rafeal pada dirinya.
Meski matahari begitu terik namun Rafeal terlihat begitu betah berada di parkiran mobil, ia terus saja mondar-mandir dengan terus mengobrol dengan dirinya sendiri.
"Au ahhhh!" Gumam Rafeal yang semakin kesal pada dirinya hingga ia menendang kasar ban mobil miliknya.
Sejenak berdiam diri dengan terus menatap kearah gedung megah tepat di hadapannya.
"Cukup Rafeal, ayo pulang!" Ajak dirinya sendiri dan lekas kembali masuk ke dalam mobil.
Tangan Rafeal yang mulai menyalakan mesin mobil seketika terhenti saat tampa sengaja matanya melihat sosok Mariana yang sedang berjalan menuju mobil yang ada di parkiran.
Mariana terlihat fokus berbicara dengan Roger bahkan sesekali keduanya tampak tertawa penuh rasa bahagia, sosok Roger yang terlihat begitu akrab dengan Mariana membuat Rafeal mengernyitkan dahinya, hingga membuat dirinya terus menatap kearah keduanya.
"Ada hubungan apa mereka berdua? Apa Ana tidak kenal siapa Roger sebenarnya? kenapa aku khawatir jika Ana sedang bersama Roger, bagaimana kalau Roger malah memanfaatkan Ana? atau mungkin menjadikan Ana sebagai pelampiasan amarahnya karena tidak bisa mendapatkan Zea? Apa yang harus aku lakukan???" Tanya Rafeal dengan perasaan yang tambah tak karuan, hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti mobil Mariana yang perlahan meninggalkan area parkiran.
Meski terus bertengkar dengan hatinya sendiri pada nyatanya Rafeal terus saja mengikuti mobil Mariana yang mulai meninggalkan area kantornya.
Tujuh menit telah berlalu namun mobil Mariana belum juga kunjung berhenti, hingga suara ponsel Rafeal membuat fokus Rafeal pecah, tangan kiri Rafeal langsung mengambil earphone lalu memakainya.
"Lagi dimana?" Suara Rakes terdengar dari seberang.
"Kenapa? apa ada tugas dadakan?" Tanya Rafeal dan masih saja terus fokus pada mobil Mariana.
"Lexel baru saja melacak keberadaan Roger tapi Roger meninggalkan ponselnya di kantor, tolong cari tau posisinya sekarang!" Jelas Rakes dengan nada yang terdengar begitu khawatir.
"Apa dia buat ulah lagi?" Tanya Rafeal.
"Dia membatalkan pertemuan dengan perusahaan penting, Tuan Jordan khawatir kalau sebenarnya dia sedang merencanakan sesuatu karena tidak bisanya dia membatalkan janji dengan perusahaan tersebut." Jelas Rakes.
"Aku tau dimana dia sekarang, dan bilang sama tuan Jordan mu itu, untuk tenang karena aku pasti akan mematahkan tangan cucunya itu jika dia berani macam-macam!" Tegas Rafeal.
"Benar kamu tau keberadaan Roger? apa kamu melihat Zea di sana?" Tanya Rakes.
"Zea? kenapa apa Princess menghilang? lalu apa yang Ivent lakukan? kenapa dia tidak menjaga Princess?" Tanya Rafeal yang mulai khawatir.
"Uma bilang Zea baru aja keluar bersama Ivent, dia keluar setelah menerima telpon yang entah dari siapa? uma nggak tau!' Jelas Rakes.
"Bukan Zea yang bersama Roger tapi Ana? aku sedang membututi mereka berdua, akan aku kirim lokasinya, segeralah kemari!" Jelas Rafeal.
"Oke! aku ke sana sekarang!" Tegas Rakes yang langsung memutuskan panggilannya.
"Apa sebaiknya aku cek dari dekat? bagaimana kalau bukan hanya sekedar makan siang! Ana sebenarnya apa yang sedang kamu lalukan dengan Roger? kenapa bisa kecolongan gini sih? haisssssh!" Gundah Rafeal yang segera turun dari mobilnya.
Rafeal sedikit membenarkan letak topi dan kaca matanya, lalu perlahan berjalan santai mengikuti Mariana dan Roger.
Saat seseorang berteriak memanggil nama Mariana, disaat itu pula Rafeal langsung duduk di meja yang memang agak dekat dengan meja dimana suara itu berasal.
"Kak Ana, abang Roger...." Suara yang awalnya berteriak girang memanggil nama Mariana dengan melambaikan tangan seketika langsung melemah saat memanggil nama Roger.
Mata elang Rafeal langsung beraksi mencari tau pemilik suara yang ia yakin bahwa ia mengenali suara itu dengan sangat baik.
"Zea...! Kenapa dia disini? terus dimana Ivent? kenapa bocah itu tidak kelihatan?" Tanya Rafeal yang semakin khawatir.
Rafeal yang begitu ingin beraksi namun tetap ia kendalikan dirinya sebaik mungkin, meski kesal pada dirinya sendiri pada akhirnya ia tetap di posisi awal dengan terus memantau mereka.
"Hai Zea, sudah lama kita nggak jumpa, kamu apa kabar my lovely Queen?" Sapa Roger yang langsung duduk di kursi tepat disebelahnya Zea.
"Baik!" Jawab Zea singkat dan kembali duduk di kursinya.
"Maaf, kakak nggak bilang kalau Roger juga ikut. Dan sebenarnya ini ide Roger, katanya dia rindu sama kamu, udah lama banget nggak jumpa jadi dia sengaja minta bantuan aku buat ngasih kejutan buat kamu, kamu juga pasti kangen banget kan sama abang mu yang satu ini kan?" Jelas Mariana panjang lebar setelah ia duduk tepat di hadapan Zea.
"Hmmmm....!" Jawab Zea pelan.
"Aku tau, soalnya kemaren pas ketemu sama Mikeal kamu juga begitu girang." Ujar Mariana dengan tawa bahagia.
"Kalian saling kenal?" Tanya Zea.
"Iyap, partner bisnis dan juga kawan baik!" Jelas Roger.
"Kayaknya aku harus balik ke kantor sekarang deh, kalian lanjutkan makan siang kalian, permisi!" Jelas Mariana.
"Kak Ana!" Panggil Zea yang dengan spontan bangun dari kursinya.
"Zea...!" Ujar Roger bersamaan dengan menyentuh lembut tangan Zea.
"Zea, kamu nggak perlu merasa nggak enak gitu, aku nggak apa-apa kok, lagian aku senang bisa mempertemukan kalian berdua, selamat siang!" Ujar Mariana dengan senyuman dan lekas pergi meninggalkan Zea bersama Roger.
"Apa yang Ana lakukan? kenapa dia malah membiarkan Zea berduaan bersama Roger, sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Rafeal yang seketika bergegas menyusul Mariana.
"Ana!" Panggil Rafeal dengan suara lantang membuat Mariana yang hendak masuk ke dalam mobilnya seketika menoleh kearah Rafeal.
"Rafeal? loh, kenapa kamu di sini? sama siapa? Abang Marvel atau mungkin bersama Kania?" Tanya Mariana.
"Aku sengaja ngikutin kamu dan Roger!" Tegas Rafeal.
"Kenapa? ahhhhh, aku paham, kamu pasti cemburu kan? udah ngaku aja kalau kamu mulai sula kan sama aku?" Jelas Mariana yang kini melangkah mendekati Rafeal.
"Ana, apa yang sebenarnya sedang kamu rencanakan?"
"Maksud kamu?"
"Kenapa membiarkan Roger menemui Zea?"
"Loh, kenapa? apa salah jika aku mempertemukan adik dan abang yang saling rindu?"
"Saling rindu? Ana, apa yang Roger katakan pada mu? apa kamu tidak kenal dengan Roger? dia itu, haissssss aku hampir lupa, Princess, aku malah meninggalkan dia dengan bajingan itu!" Jelas Rafeal yang kembali ingat pada Zea yang tak sengaja ia biarkan bersama Roger.
"Rafeal, ada apa sebenarnya? ada apa dengan Roger?" Tanya Mariana sambil terus berlari mengikuti Rafeal yang kembali masuk ke restauran tanpa lagi peduli dengan Mariana yang terus mengejarnya.
"Auwww!" Teriak Mariana sambil mengusap dahinya yang menabrak Rafeal karena ulah Rafeal yang berhenti mendadak.
"Sial!" Umpat Rafeal saat tidak lagi bisa menemukan Zea dan Roger di dalam restauran.
"Kemana mereka?" Tanya Mariana panik.
"Kamu dimana? cepat lacak keberadaan princess! Roger membawa princess bersamanya!" Lapor Rafeal setelah menghubungi kontak yang tersimpan dengan nama 'Serigala'.
πππππππ
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTEππ
Stay terus sama My Princessπππ
KaMsaHamida πππππ