
Sinar matahari masuk kedalam celah jendela dan seorang wanita yang sedang tertidur pulas perlahan menggerakkan tubuhnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi dan Stefany belum terbangun dari tidurnya.
Perlahan ia menggerakkan tubuhnya yang terasa kaku dan ia pun mengucek-ucek matanya.
"Hoammm" ia menggeliat di atas ranjangnya dan masih mengucek matanya.
Perlahan matanya pun terbuka betapa kaget nya ia melihat pemandangan di depannya seorang laki-laki yang ia benci dan laki-laki yang ia hindari bisa ada di kamar ini apakah ia sudah lama berada di kamar ini.
"Kau sudah bangun sayang, rupanya kau tertidur seperti kerbau lama sekali" Ucap Alrico dengan senyum manisnya, senyum yang jarang sekali ditampilkan diwajahnya.
Flashback on
Alrico sampai di rumah Bibi Alexa dan ia segera masuk ke rumah Bibi Alexa di dalam rumahnya sudah ada Javiero dan Bibi Alexa yang sedang duduk di sofa.
"DIMANA DIA!" Ucap Alrico dengan sangat kencang.
"Shuttt jangan berisik Al! Kau bisa membangunkannya!" Ucap Bibi Alexa yang terlihat kesal dengan Al.
Javiero hanya bisa terkikik geli melihat Alrico diomeli oleh grandma nya, grandma nya tidak pernah memarahi Alrico dan Javiero baru kali ini ia memarahi Alrico dan membuat Alrico diam.
"Kau tidak usah tertawa!" Ucap Al dan Javiero memeletkan lidahnya ke arah Alrico.
"Sudah kalian hanya akan membangunkannya, dia belum lama tidur jangan sampai membangunkannya" Suara Bibi Alexa menghentika perdebatan Alrico dan Javiero.
"Bagaimana bisa Grandma kenal dengannya?" Ucap Alrico yang sudah mulai serius dengan pembicaraan nya.
"Dia gadis malang, tidak seharusnya dia seperti ini, dulu Stef bekerja sangat lama di salah satu Cafe dekat dengan rumah Grandma padahal ia masih duduk di bangku SMP. Ia tidak mempunyai kedua orangtuanya dan ia pun tinggal bersama Paman dan bibi nya yang sangat kejam, Paman nya selalu meminta uang kepadanya dan jika ia tidak memberinya pasti Paman nya akan memukulinya, grandma ingin melaporkannya ke polisi namun Stef melarang Grandma melaporkannya bahkan Grandma sudah menyuruh Stef untuk tinggal bersama Grandma tapi Stef tetap tidak mau dan kami sudah tidak bertemu lagi selama 1 tahun dan hari ini ia baru ke rumah grandma lagi" Ucap Grandma yang terlihat sedih menceritakan kisah pilu gadis cantik yang malang.
Alrico semakin geram mendengar cerita dari Grandma.
"Tadi ia sangat pucat sekali, kau boleh melihatnya tapi jangan sampai membuatnya terbangun, ia terlihat sangat lelah" Bibi Alexa mengizinkan Alrico untuk melihat Stefany.
"Dia sangat takut dengan Al, Grandma" Ucap Javiero dengan tertawa baru saja Alrico ingin menjawabnya tetapi suara Grandma menghentikannya.
"Sudah jangan mulai lagi, kau Al bisa lihat keadaan Stef tapi janji tidak membangunkannya!" Alrico pun mengangguk dan berjalan ke kamar Stefany.
Terlihat Stefany yang nampak pucat dan terlihat sangat lelah, Alrico pun berjalan ke ranjang Stefany dan digenggamnya tangan mungil dan rapuh itu. Alrico mengecup tangan Stefany sangat lama dan ia beralih mengecup kening Stefany dielusnya rambut Stefany.
Alrico tidak melepaskan genggaman tangannya dengan tangan Stefany dan ia mengecup kembali tangan Stefany, ia menaruh kepalanya ditangan Stefany hingga ia pun ikut tertidur disamping Stefany dengan mengenggam tangannya.
Flashback off
"Pergi! Aku tidak mau ada disini! PERGI!!" Stefany menarik dirinya ke pinggir ranjang tidurnya dengan membawa selimut ke dalam pelukannya.
"Aku tidak akan menyakitimu sayang, aku mencarimu sampai larut pagi sayang" Ucap Alrico sangat tulus, ia tidak tau kenapa Stefany berubah seperti itu pasalnya kemarin baru saja ia dan Stefany membuat perjanjian.
"Aku tidak mau kau ada disini! Pergi!" Stefany menunjuk pintu bahwa Alrico harus keluar dari kamarnya dan ia pun menangis dengan memeluk tubuhnya.
Stefany tidak mengerti dengan dirinya sendiri, ia tidak biasanya menangis dengan hal sepele seperti ini.
Bibi Alexa dan Javiero pun datang ke dalam kamar Stefany mendengar suara tangis Stefany yang semakin kencang, namun Alrico memberi isyarat bahwa ia bisa mengatasinya dan bibi Alexa serta Javiero pun pergi dari kamar Stefany.
Alrico menutup pintu kamar Stefany dan seperti biasanya ia selalu menguncinya dan kunci itu ia simpan di saku celananya.
Alrico pun menghampiri Stefany yang berada di pinggir kasur dan memegang tangan Stefany dengan lembut, namun Stefany bisa menepisnya.
"Jangan menyentuhku, aku mohon jangan menyentuhku." Stefany pun memeluk tubuhnya dengan sangat kencang sekali.
Alrico merasa aneh dengan sikap Stefany yang seperti ini, dan ia seperti mempunyai dua kepribadian nya.
"Aku berjanji Stef tidak akan menyakitimu bahkan aku akan menjagamu tidak akan pernah aku menyakitimu. Dan kau bisa sharing denganku" Ucap Alrico dengan sangat pelan dan seketika tangis Stefany pun mereda.
Alrico tidak mau kehilangannya untuk kedua kalinya, ia tidak akan melepaskannya sampai kapanpun.
"Percayalah Stef aku tidak tidak tidak akan menyakitimu aku akan menjagamu, ku mohon Stef aku tidak bisa kehilanganmu lagi. Dengan kau kabur semalam saja sudah membuatku sangat kacau, ku mohon ikutlah denganku" Al tetap tidak menyerah hingga Stefany mau ikut dengannya.
"Aku tidak kenal denganmu! Aku tidak mau ikut denganmu ingat itu!"
Alrico tetap akan membawa gadisnya untuk ikut bersamanya, namun ia harus merencanakan sesuatu terlebih dahulu. Alrico meninggalkan Stefany dan keluar dari kamar Stefany.
Ia menghampiri Bibi Alexa dan Javiero dan Al ikut duduk bersama mereka.
"Grandma aku minta tolong bantu aku kali ini saja, aku tidak bisa kehilangannya" Alrico memberikan Bulusan kertas kepada bibi Alexa.
"Apa ini?" Bibi Alexa mengernyit bingung dengan benda yang dikasih Alrico.
"Ini obat tidur, aku mohon Grandma aku akan membawanya ke New york. Aku berjanji akan menjaganya, aku tidak mau kehilangannya lagi dan belum lagi ia disini tidak punya siapa-siapa lagi. Paman dan bibi nya yang keji itu sudah aku penjarakan tadinya aku mau membunuh mereka berdua ditanganku tapi aku takut Stefany benci denganku pasalnya hanya mereka berdua yang ia punya" Ucap Alrico dengan sangat pelan takut jika Stefany mendengarnya.
"Aku pegang janjimu Al, bawalah ia kepadaku kalau kau tidak sanggup menjaganya" Alrico menggeleng.
"Aku sangat sangat sanggup menjaganya ia akan menjadi princess di dunia ini" Seru Alrico dengan tersenyum dan membuat Bibi Alexa tersenyum juga.
"Ingat dude jangan bermain-main dengan jalangmu lagi, jika kau bermain-main dengan jalang-jalangmu lagi aku akan membawa Stef jauh dari mu" Javiero serius dengan pembicaraannya.
"Kau jangan macam-macam dengannya atau kau akan mati ditanganku!" Bibi Alexa yang sudah merasa panas dengan pembicaraan mereka langsung melerainya.
"Sudah! Jangan bertengkar kembali! Kapan kau akan membawanya Al?" Bibi Alexa bertanya kepada Alrico dan Alrico tersenyum ke arah bibi Alexa.
"Aku sudah siap sekarang Grandma, aku akan membawanya menggunakan helikopter ku" Ucap Alrico.
"Baiklah Grandma ke dapur dulu kalian berdua duduk disini jangan bertengkar!" Grandma pergi meninggalkan Alrico dan Javiero.
Bibi Alexa menuangkan obat tidur di minuman Stefany, ia tidak bermaksud jahat kepada Stefany namun ini cara terbaik untuknya. Benar yang dikatakan oleh Alrico, gadis itu tidak punya siapa-siapa disini.
"Maafkan aku nak, ini cara terbaik untukmu" batin bibi Alexa.
Bibi Alexa pun mengantarkan minumannya ke kamar Stefany, Alrico dan Javiero melihat semuanya sedangkan Alrico tersenyum ke arah Bibi Alexa.
Bibi Alexa mengetuk pintu kamar Stefany dan masuk kedalam kamarnya, terlihat Stefany yang sedang duduk di ranjang tidurnya namun ia sudah tidak menangis lagi. Bibi Alexa tersenyum kepadanya dan Stefany pun membalas senyum Bibi Alexa.
"Kau tidak apa-apa nak? Ini minumlah" Stefany menggeleng dengan tersenyum dan menerima minum dari bibi Alexa.
Stefany meneguk habis minuman itu dan senyum manisnya masih terukir di bibirnya.
"Kau tidak apa-apa kan Stef?" Ucap Bibi Alexa.
"Aku baik-baik saja kok bi, tapi kenapa kepala ku pusing ya? apa karena aku menangis membuat kepala ku pusing?" Stefany memegangi kepalanya yang terasa pusing akibat reaksi obat tidur itu.
"Kamu terlalu banyak menangis Stef, Sebaiknya kamu istirahat mungkin badanmu juga masih lelah" Stefany mengangguk dan menarik selimutnya untuk menutupi dirinya.
Tidak butuh waktu lama Stefany pun tertidur dengan sangat pulas dan reaksi obat tidur itu pun berhasil membuatnya tertidur.
"Sekali lagi aku minta maaf Stef" Ucap Bibi Alexa dan setelah itu ia pergi dari kamar Stefany.
πππππ
TBC
Aku mohon bantuannya agar cerita ini tembus 1k ya teman-teman π
Aku mohon di pencet jempolnya dan di komen mohon bantuannya dan kalian bisa share ke teman-teman kalianππβ€οΈ
Salam penulis Amatir π
DINβ€οΈ