
Rakes yang baru mendapatkan chat segera meraih ponsel miliknya lalu buru-buru membaca chat tersebut. Sejenak menatap wajah Zea, dengan begitu pelan Rakes mengangkat kepala Zea yang ada di lengannya lalu meletakkannya ke atas bantal.
"Abang tinggal sebentar ya!" Ujar Rakes lalu mengecup lembut kening Zea.
Rakes segera keluar, menuruni tangga lalu cepat-cepat menuju pintu utama.
"Maaf karena aku menganggu tidur abang!" Ujar Roger setelah Rakes membukakan pintu untuknya.
"Kenapa? ada apa? apa ada yang luka?" Tanya Rakes bersamaan dengan kedua tangannya yang langsung mengecek seluruh tubuh Roger.
"Aku baik-baik aja!" Jelas Roger lalu melangkah mundur menjauh dari Rakes.
"Jangan bohong!" Gumam Rakes yang langsung menyentuh bagian lengan Roger yang terluka.
"Awwwww!" Jerit Roger tak terkendali.
"Ayo masuk!" Ajak Rakes yang langsung menarik Roger untuk ikut masuk.
"Ada hal yang lebih penting dari keadaan aku saat ini, aku mau bicara dengan abang!" Jelas Roger yang menghentikan langkahnya.
"Kita bicara setelah abang mengobati luka mu!" Tegas Rakes.
"Tolong! berhenti membuat ku terlihat jahat!" Gumam Roger lalu dengan spontan menarik kasar tangannya dari genggaman Rakes.
"Berhenti mengatakan omong kosong! ikut dengan abang sekarang juga!" Tegas Rakes serta menyeret kasar Roger untuk ikut masuk bersamanya.
"Abang!"
"Diam!" Tegas Rakes dan masih terus menyeret Roger hingga ke kamarnya.
"Tetap di situ!" Perintah Rakes setelah Roger duduk di sofa dekat jendela.
Rakes segera mengambil kotak obat dan lekas kembali mendekati Roger.
Tanpa ucapan sama sekali, Rakes langsung membersihkan luka yang ada di lengan Roger. Setelah selesai, barulah Rakes duduk tepat di sebelah Roger yang masih terdiam seribu bahasa.
"Abang masih saja sama!" Ujar Roger dengan kepala menunduk.
"Lalu? apa abang harus mengubahnya? kamu adik abang satu-satunya, abang tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mu, abang akan terus menjaga mu, abang masih sama seperti dulu, masih menyayangi mu, masih takut jika kamu terluka." Jelas Rakes panjang lebar.
"Soal waktu itu.....?"
"Yang mana?"
"Saat tante Lestari dan pasukannya menyerang abang!"
"Ohhhh! abang minta maaf karena menyeret mu dalam masalah abang!"
"Kenapa abang tidak bertanya tentang aku yang ada di lokasi kejadian? kenapa tidak meminta penjelasan apapun dari aku?" Tanya Roger.
"Apa ini hal penting yang ingin kamu bicarakan dengan abang?" Tanya Rakes.
"Iya!" Jawab Roger tegas.
"Tidurlah! kamu butuh istirahat, bukankah besok kamu harus ke kantor?"
"Abang!!"
"Tidurlah, kita bicara soal ini lain kali, lagi pula abang tidak ingin tau apapun tentang kejadian itu." Jelas Rakes.
"Tapi aku...."
"Tidurlah, selamat malam!" Ujar Rakes yang langsung lekas menuju pintu kamar.
"Apa abang akan terus seperti ini?"
"Roger..."
"Jika aku salah tegur aku! jika pergaulan aku mulai salah jalur, tarik aku kembali! jangan bersikap seolah aku ada di pihak yang benar, jika abang terus membersihkan kesalahan aku secara diam-diam, jika abang terus membuka peluang aku akan semakin brutal, aku akan terus maju, aku akan merebut my Queen kembali!"
"Abang tidak ingin membuat mu merasa bersalah, abang hanya ingin terus menjaga mu meski cara abang salah. Soal Zea, kamu berhak untuk berusaha mendapatkan dia dan abang juga punya hak untuk membuatnya tetap di pihak abang. Soal kamu yang bergabung dengan tante Lestari, abang tau apa tujuan utama mu, abang tau kamu tidak pernah berniat mengkhianati abang."
"Apa abang tau semuanya bahkan tentang semua hal yang aku sendiri tak mengerti tentang diri aku."
"Roger, satu hal yang harus kamu tau, abang lebih kenal dengan kamu dari pada dirimu sendiri sama halnya dengan Zea. Lupakan tentang keinginan mu untuk balas dendam pada tante Lestari, lagi pula sekarang dia sudah mendekap di penjara kan?"
"Aku tetap ingin membuat tante Lestari tau bahwa yang salah bukan abang ataupun om Iqbal tapi.....!"
"Jangan ungkit lagi cerita lama, lagi pula abang sudah membuang kejadian itu dari memori abang!"
"Dasar pembohong! aku tau abang masih trauma dengan kejadian lama itu. Om Iqbal sudah menceritakan semuanya, abang begitu bersih keras untuk menjelaskan semuanya pada tante Lestari, kenapa kalian begitu ingin melindungi ku?"
"Apa yang om Iqbal katakan?"
"Semuanya!"
"Jangan berpikir yang tidak-tidak! tidurlah, abang akan mengurus semuanya!"
"Berhenti bersikap baik-baik saja. Aku benci sosok abang yang seperti itu."
"Apapun akan abang lakukan untuk kamu dan Zea, jadi berhenti mempersoalkan semua itu, abang akan mengurusnya."
"Abang...."
"Abang tidak akan mengulang untuk meminta, jadilah Roger sebagaimana yang kakek dan mama inginkan, sisanya abang yang akan urus. Selamat malam!" Jelas Rakes lalu menepuk pundak Roger, sejenak memandang wajah Roger masih kebingungan, lalu lekas keluar dari kamarnya membiarkan Roger untuk istirahat.
"Aku harus bagaimana, semakin aku ingin menghancurkan mu semakin kamu menyayangi aku, maaf karena aku benar-benar tidak bisa mengiklankan Zea untuk abang." Ujar Roger dan segera berbaring.
__________________
"Nea eobsin nan amugotto
mot hae,
Neaga babo gota
boigetjji yeah,
ttwijil motae,
Meoributeo balkkeutkkaji modu,
Da saranghae...
Neol saranghae....
Neol saran..............."
Nyanyian Zea seketika terhenti ketika matanya mendapati Roger yang baru saja keluar dari kamar Rakes. Langkah Zea juga ikut terhenti membuat tubuhnya seketika kaku di tempat, hingga beberapa saat lamanya, Zea masih mematung di hadapan Roger yang sejak tadi terus menatap dirinya dari ujung kepala hingga ujung kaki.
"Kenapa berhenti? suara kamu bagus banget, lanjutkan!" Ujar Roger dengan menaikkan kedua alisnya.
"Stop!" Pinta Zea yang langsung membuat kaki Roger yang hendak melangkah terhenti dalam seketika.
"Zea, jadi beneran kalau kamu sedang hamil?" Tanya Roger dengan pandangan yang terhenti pada perut Zea yang mulai terlihat.
"Haissssss!" Gumam Zea saat menyadari arah tatapan Roger, tak hanya itu, kedua tangan Zea langsung menyentuh kepalanya, ia bahkan baru menyadari bahwa sedari tadi ia tidak mengenakan jilbab, wajah Zea langsung panik dan segera berlari kembali ke kamarnya.
"Kamu masih sangat imut Zea, bahkan terlihat lebih imut, jika penampilanmu seperti itu abang semakin ingin memilikimu. Abang ingin jadi pemilik mu Zea!" Tegas Roger lalu segera berlalu menuju tangga.
"Abang Roger!" Panggil Zea yang kembali keluar kamar kali ini lengkap dengan jilbab panjang yang menutupi seluruh perutnya.
"Kenapa My Queen?" Tanya Roger dengan senyuman manisnya. Roger kembali menatap kearah di mana Zea berada.
"Jangan lagi mengharapkan aku! jika pun abang berniat merebut aku dari abang Rakes, aku minta berhenti melakukannya, apapun usaha yang abang lakukan semua itu tidak akan mengubah apapun. Aku hanya mencintai abang Rakes, sekarang ataupun selamanya. Jangan terus menyakiti diri abang dengan membuat harapan kalau aku akan membalas cinta abang, aku hargai semua perasaan abang tapi tolong jangan lagi usik aku dan abang Rakes. Satu hal lagi, aku sedang mengandung anak abang Rakes." Jelas Zea dengan tatapan yang begitu tajam.
"Zea...."
"Cukup! jangan lagi bahas apapun, tolong jangan ganggu abang Rakes, jangan sakiti dia. Jika abang benar-benar menyayangi aku, aku mohon tolong biarkan aku bahagia dengan abang Rakes." Tegas Zea dan segera menuruni tangga.
"Apa kalian benar-benar bahagia?" Tanya Roger yang terus menatap punggung Zea yang perlahan menghilang dari pandangannya.
"Selamat pagi uma....!" Sapa Zea yang langsung duduk di kursi meja makan.
"Pagi sayang! mau sarapan apa?" Tanya Elsaliani.
"Hmmmmm apa aja deh uma, Zea mah apa aja laris manis, semua jenis makanan Zea suka! yang penting bisa dimakan!" Jelas Zea penuh semangat.
"Kamu ini!" Ujar Elsaliani yang langsung menyerahkan sepiring nasi goreng lengkap dengan telor mata sapi.
"Terima kasih uma sayang! ditinggal lagi nih kita ceritanya ya uma?" Tanya Zea setelah melirik ke sana sini, karena yang ada di meja makan hanya dia dan Elsaliani.
"Ya mau gimana lagi, ayah bahkan udah berangkat sejak tadi subuh, dan pagi pagi buta tadi Rakes juga terlihat begitu buru-buru ia bahkan berlarian sambil menjinjing sepatunya!" Cerita Elsaliani diakhiri dengan tawa karena teringat akan tingkah Rakes yang menurutnya begitu lucu saat berlarian menuruni tangga dengan tangan kanan yang menjinjing sepatu dan tangan kiri yang sibuk merapikan seragamnya ditambah dengan senjata besar yang menempel di punggungnya.
"Salah sendiri kenapa nggak bangunin Zea!" Cetus Zea lalu melahap nasi gorengnya.
"Zea, uma tau kamu lagi hamil, dan Rakes pasti nggak mau menyusahkan mu, tapi setidaknya layani dia sebisa kamu, jaga segala keperluannya, bantu dia saat dia membutuhkan bantuan seorang istri, seperti tadi pagi, setidaknya bantu dia memakaikan seragamnya, atau hanya sekedar membantu merapikannya." Jelas Elsaliani mencoba menasehati sang putri semata wayang.
"Uma tau kan gimana abang Rakes, justru dia yang sibuk mengurusi semua keperluan Zea!" Ujar Zea.
"Uma paham, uma ngerti, tapi setidaknya coba biasakan diri." Ujar Elsaliani.
"Baiklah!" Ujar Zea menurut.
"Selamat pagi!" Ujar Roger yang baru bergabung di meja makan.
"Selamat pagi, ayo duduk sayang, kita sarapan bersama!" Ajak Elsaliani.
"Makasih tante!" Ujar Roger lalu duduk di sebelah Zea.
"Bagaimana keadaan kamu?" Tanya Elsaliani.
"Baik! hmmmm apa abang bilang sesuatu?" Tanya Roger.
"Hmmm, dia bilang kamu terluka, sekarang sarapan dulu, biar nanti tante olesi lagi salepnya." Jelas Elsaliani.
"Udah sembuh kok tante!" Jelas Roger.
"Yakin?" Tanya Elsaliani memastikan.
"Banget!" Jawab Roger semangat.
"Zea...." Panggil Elsaliani.
"Zea udah selesai uma, Zea mau mandi." Jelas Zea dan segera meninggalkan meja makan.
"Roger...." Panggil Elsaliani.
"Nasi gorengnya enak banget, tante emang the best!" Ujar Roger dengan senyuman.
"Makanlah!" Ujar Elsaliani yang paham dengan keadaan Zea dan Roger saat ini.
Elsaliani dan Roger kembali melanjutkan sarapan mereka sambil bercanda ria.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Assalamualaikum Semuanya😊😊😊
Hay hay hay para pembaca setia My Princess 🤗🤗🤗
Sebelumnya maaf, karena lama nggak bisa up😔😔 karena kondisinya yang sedang tidak memungkinkan, kami sedang musibah, tempat kami dilanda banjir bandang komplit dengan mati lampu😭😭😭 Alhamdulillah hari ini airnya mulai surut🤲🤲 mohon doanya dari manteman semua, semoga musibah ini segera berlalu dan semuanya bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala, aamiin🤲🤲🤲🤲.
Tetap semangat💪💪
______________________
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE😊😊
Stay terus sama My Princess😘😘😘
KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️