My Princess

My Princess
#185



"Dimananya yang sakit sayang, Zea, katakan sesuatu, jangan buat abang ketakutan." Pinta Rakes dengan tangan yang terus mendekap erat bahu Zea yang duduk bersandar di dada Rakes.


"Zea....." Panggil Rafeal yang memang sejak tadi terus mengarahkan pandangannya ke jok belakang dimana Rakes dan Zea berada.


"Zea, bertahanlah! abang tau kamu dan bayi mu kuat, kita akan segera tiba di rumah sakit." Jelas Marvel yang semakin menambah laju mobilnya.


"Sayang....." Ujar Rakes pelan bersamaan dengan air mata yang terus saja menetes bahkan hingga membasahi wajah Zea yang berada di dalam dekapannya.


Zea hanya terdiam bahkan matanya juga ikut terpejam yang terdengar hanyalah hembusan nafasnya yang seakan begitu memburu serta kedua tangan yang terus menggenggam erat lengan kanan Rakes.


Kian lama genggaman Zea terasa semakin menyakiti lengan Rakes, namun semua itu malah semakin membuat Rakes ketakutan, ia bahkan sama sekali tidak protes saat berulang kali kuku Zea memberi bekas pada bagian lengannya.


"Zea, buka mata mu sayang, lihat abang! abang mohon jangan hanya diam!" Pinta Rakes dengan tangan kiri yang terus membelai wajah Zea.


"Chim chim, jangan menangis, aku dan Raze Junior baik-baik saja!" Ujar Zea yang perlahan membuka matanya.


"Zea, aku tau kamu kuat, kita akan segera tiba di rumah sakit." Jelas Rafeal.


"Hmmmm!" Ujar Zea lalu kembali memejamkan matanya.


Mobil Marvel berhenti di parkiran rumah sakit, secepat kilat Rafeal meloncat keluar mobil lalu bergegas membukakan pintu untuk Rakes, Rakes keluar dengan membawa Zea di dalam gendongannya.


Rakes terus berlari memasuki rumah sakit dengan di susul oleh Marvel dan Rafeal.


"Rakes....." Panggil Mira yang saat itu memang sedang melintasi ruang UGD.


"Kak, selamatkan Zea...." Pinta Rakes yang langsung menghampiri Mira.


"Zea kenapa? Perawat cepat bawa pasien ini ke ruang pemeriksaan, pasien sedang hamil." Jelas Mira yang langsung dilaksanakan oleh para perawat yang berkerja di UGD.


Zea langsung dibawa ke ruangan.


"Kak, aku boleh ikut masuk kan?" Tanya Rakes saat berada tepat di depan pintu ruangan dimana saat ini Zea berada.


"Baiklah, ayo!" Ajak Mira lalu keduanya langsung masuk.


"Apa semuanya akan baik-baik saja?" Tanya Rafeal dengan suara yang melemah.


"Hmmmm, pasti!" Tegas Marvel.


Marvel beranjak menuju kursi tunggu, namun sebelum langkah Marvel bergerak tubuh Rafeal telah lebih dulu tumbang keatas lantai.


"Rafeal..." Seru Marvel panik dan langsung menghampiri Rafeal.


Terlihat jelas darah segar yang terus mengalir membasahi kemeja Rafeal, perlahan Marvel menyentuh darah tersebut, sejenak menatap bagian perut Rafeal kini pandangan Marvel beralih pada wajah pucat Rafeal yang mulai dipenuhi dengan keringat dingin.


"Rafeal! Rafeal bangun!" Pinta Marvel dengan tangan yang mendekap kedua pipi Rafeal.


"Rafeal...." Panggil Marvel lagi namun sama sekali tidak ada jawaban.


Tanpa tunggu lebih lama lagi, Marvel langsung mengangkat tubuh Rafael lalu membawanya pada dokter.


Marvel berdiri mematung tak berdaya, tangannya yang berlumuran darah bahkan ia biarkan begitu saja, ia terus berdiri dengan silih berganti menatap dua ruangan yang berada tepat di sisi kiri dan kanannya.


"Roger, aku benar-benar akan membunuh mu!" Gumam Marvel penuh penekanan, dengan kedua tinju yang ia genggam begitu erat.


__________________


"Apa mereka berdua baik-baik saja?" Tanya Rakes dengan mata yang tidak bisa dia alihkan dari tubuh Zea yang terbaring lemah dengan infus yang terpasang ditangannya.


"Apa yang sebenarnya terjadi? tadi itu jelas bukan kontraksi, juga bukan keram yang bisanya Zea alami. Rakes, apa Zea terjatuh atau mungkin ada yang sengaja melukai Zea." Tanya Mira setelah para suster yang membantunya keluar dari ruangan tersebut.


"Apa keadaan mereka parah?" Tanya Rakes lagi.


"Ada bekas goresan kecil di bagian leher Zea, lalu memar pada lengan kirinya dan juga lebam keunguan pada ibu jari kaki kirinya. Rakes, kamu taukan kalau Zea sedang hamil, kondisinya tidak stabil, apalagi usianya masih sangat muda, dan juga kakak melihat ada lebam pada bagian perut besar Zea." Jelas Mira.


"Rakes, jaga Zea dengan baik, jangan sampai kejadian hari ini terulang lagi, kakek takut jika lain kali keajaiban hari ini tidak datang lagi, nyawa Zea dan juga bayi kamu dalam bahaya Rakes." Jelas Mira.


"Kak, aku...." Keluh Rakes namun seketika ia kembali terdiam.


"Kakak paham perasaan kamu saat ini dan kakak juga tidak akan bicara soal kejadian ini sama om dan tante, jaga Zea dengan baik, kakak permisi." Jelas Mira dan lekas keluar.


Rakes mendekati Zea yang masih terbaring lelap, perlahan Rakes menyentuh memar yang ada di lengan Zea lalu beralih mengusap pelan perut Zea.


"Maafkan abang, maaf karena abang tidak bisa mendidik adik abang dengan baik, maaf karena Roger kamu harus mengalami semua ini, maaf karena abang tidak bisa menjaga mu dengan baik, maafkan abang, Zea." Ungkap Rakes dengan penuh penyesalan.


"Maaf karena aku tidak bisa jagain anak abang, maaf karena aku, abang hampir saja kehilangan bayi abang." Jelas Zea dengan suara yang begitu pelan.


"Zea..." Ujar Rakes lalu menatap dalam wajah Zea.


"Jangan lagi minta maaf, ini bukan kesalahan abang." Tegas Zea.


"Pasti begitu menyakitkan?" Ujar Rakes.


"Iya, rasanya sangat menyakitkan, tapi semua rasa sakit itu seolah pergi ntah kemana saat tangan abang menyentuh tubuhku." Jelas Zea.


"Zea..." Ujar Rakes yang kembali meneteskan air mata.


Perlahan tangan Zea menyentuh tangan Rakes yang tadi sempat menjadi targetnya.


"Ini nggak sebanding dengan apa yang harus kamu alami." Jelas Rakes saat Zea menyentuh bagian tangannya yang bahkan terluka karena cengkraman Zea.


"Maaf!" Pinta Zea.


"Istirahat lah sayang, jangan pikirkan apapun lagi, abang akan terus disini menemani kalian berdua!" Jelas Rakes lalu mengusap lembut Perut Zea.


"Terima kasih!" Ucap Zea yang berusaha memamerkan senyumannya.


Di ambang pintu sana, Marvel berdiri dengan terus menatap Rakes dan Zea, perlahan Marvel kembali menutup rapat pintu ruang rawat Zea, lalu beralih menuju ruang dimana Rafeal berada.


"Bagaimana keadaan Zea?" Rafeal langsung menyerang Marvel dengan pertanyaannya bahkan sebelum Marvel melangkah masuk.


"Zea baik-baik saja!" Jelas Marvel sambil terus mendekati Rafeal.


"Syukurlah!" Ujar Rafeal lega.


"Luka mu?" Tanya Marvel sambil menunjuk kearah perut Rafeal.


"Aman, ini jahitan ketiga, pasti bakal tahan lama!" Jelas Rafeal dengan tawa khasnya.


Marvel terus mendekat sejenak menatap Rafeal lalu kembali melangkah keluar meninggalkan Rafeal begitu saja.


"Mau kemana?" Tanya Rafeal.


"Jangan banyak tanya, istirahat lah!" Jelas Marvel sambil memamerkan kunci di tangannya lalu ia lekas keluar tanpa peduli dengan teriakan Rafeal yang terus memanggil namanya.


"Gila! dari mana dia mendapatkan borgol, haissssss!" Maki Rafeal kesal saat menyadari tangannya yang telah terborgol sempurna dengan bagian samping ranjang.


"Marvel, lepaskan aku, Marvel, aku akan membunuh mu! haisssssh!" Gumam Rafeal yang semakin tidak bisa mengendalikan kekesalannya.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE😊😊


Stay terus sama My Princess😘😘😘


KaMsaHamida πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ