
"Surprise!!!" Seru Mariana, Qalesya dan juga Kania.
Sejak tadi mereka bertiga memang sedang menunggu kedatangan Rakes dan pasukannya, dan setelah mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumah, Kania dengan girang segera berlari lalu membukakan pintu depan tepat saat Rakes dan yang lainnya berada di depan pintu.
"Selamat datang!" Ujar Mariana.
"Ini masih rumah aku kan? lalu kenapa kalian muncul dari dalam?" Tanya Rafeal dengan terus menatap ketiga wanita yang ada di hadapannya.
"Minggir!" Cetus Mariana yang langsung mendorong tubuh Rafeal ke samping.
"Selamat datang abang Rakes, sehat-sehat selalu calon daddy!" Ujar Mariana dengan senyuman bahagia.
"Makasih Ana!" Ujar Rakes.
"Ayo masuk, kami udah siapin surprise yang lebih wow lagi." Jelas Kania.
"Ayo buruan, abang Zafran nungguin kita di halaman belakang!" Jelas Qalesya.
"Beneran? waaah makan-makan!" Ujar Zea girang dan lekas masuk.
"Giliran makan aja, lupa sama yang lain!" Ujar Marvel lalu perlahan mendekati Kania.
"Ayo sayang!" Ajak Marvel manja.
"Situ apa bedanya, giliran udah ada Kania, langsung lupa dunia." Cetus Rakes yang segera pergi.
"Abang Marvel sama kak Zea mah sama aja!" Ujar Qalesya lalu mengikuti langkah Rakes.
"Abang sih!" Keluh Kania.
"Biarin aja tuh manusia pada cemburu, ayo sayang!" Ujar Marvel dengan senyuman dan lekas masuk bersama Kania.
"Ciiiih!" Cetus Mariana dengan terus menatap sosok Rafeal yang masih berdiri mematung menatap dirinya.
"Apa? ngajak gulat?" Tanya Rafeal kesal.
"Eh bocah jangan ngelunjak ya! iya kali ngajak gulat sama orang yang lebih tua, dasar nggak ada akhlak!" Cetus Mariana.
"Kamu!" Seru Rafeal penuh penekanan ia bahkan langsung mendekati Mariana lalu menatap dengan tatapan yang begitu dalam.
"Haissssh!" Gumam Rafeal kesal dan lekas masuk.
"Huuuuuf! apa ini? kenapa tiba-tiba jantung aku menggila begini? kenapa tatapan bocah itu begitu dalam! aku harus periksa keadaan jantungku ke dokter, pasti jantung aku sedang bermasalah." Gundah Mariana saat ia tinggal seorang diri.
Sejenak mengatur nafasnya yang tadi sempat memburu karena berada begitu dekat dengan Rafeal, setelah merasa agak tenang Mariana lekas masuk dan menutup pintu rapat rapat.
____________________
Langkah Zea terhenti saat matanya mendapati sosok Zafran yang sedang sibuk menata makanan di atas tikar sana bersama Roger.
"Zea...." Ujar Ivent yang datang dengan beberapa kresek yang berisi makanan ringan di tangannya.
Suara Ivent sontak membuat Roger dan Zafran menoleh kearah di mana Zea dan Ivent berada hingga yang lainnya juga silih ganti berdatangan.
"Udah sampai rupanya, ayo sini!" Ajak Zafran.
"Zea..." Ujar Roger dengan tatapan yang begitu dalam.
"Aku, hmmmmm!" Keluh Zea yang masih saja mematung.
"Udah buruan!" Desak Zafran yang langsung menarik Zea ikut bersamanya.
"Ayo kita piknik!" Ajak Kania yang ikut bergabung diatas tikar.
"Senangnya bisa ngumpul gini, yah meski Reva nggak bisa ikut." Jelas Qalesya yang duduk di samping Zafran.
"Lain kali Reva pasti bakal ikutan kok!" Ujar Mariana yang langsung duduk di sebelah Zea bukan tanpa alasan, ia melakukannya karena khawatir Roger akan mengambil tempat di samping Zea.
"Liburan itu nggak harus kemana-mana, asal bisa bersama-sama dengan orang yang kita sayangi, dimana aja tempatnya nggak masalah, ayo kita liburan ala kita!" Jelas Marvel bahagia dan langsung mengambil tempat di samping Mariana.
"Tunggu apa lagi, ayo!" Ajak Rakes yang langsung diikuti oleh Rafeal dan Ivent.
Semuanya sudah berkumpul di atas tikar yang di penuhi oleh berbagai makanan ringan, buah-buahan segar dan juga berbagai jenis minuman. Di sisi timur deretan utama dimulai oleh Zafran, Qalesya, Rafeal, Rakes dan Roger, sedangkan di sisi barat tepatnya di hadapan Zafran diambil posisi oleh Kania lalu Zea, Mariana, Marvel dan Ivent. Semuanya mulai menikmati makanan yang ada terlebih Zea, ia langsung memburu semua jenis makanan dan memakannya dengan begitu lahap.
"Bagaimana keadaan abang? maaf karena aku nggak bisa jenguk ke rumah sakit!" Ujar Roger dengan menatap lekat wajah sang abang tersayang.
"Abang oke, lukanya juga sudah membaik. Gimana dengan pekerjaan kamu? semuanya lancarkan?" Jelas Rakes lalu menyentuh lembut bahu sang adik.
"Hmmmmmm, semuanya baik-baik saja!" Jelas Roger lalu meneguk jus yang ada di tangannya.
"Roger!" Panggil Rafeal.
"Iya, kenapa?" Tanya Roger yang langsung menoleh pada Rafeal.
"Kamu ke sini tidak hanya ingin makan bersama kami kan? pasti ada tujuan lainnya, bicaralah!" Jelas Rafeal.
"Aku, hmmmmm!" Ujar Roger yang merasa begitu canggung karena semua mata beralih menatap dirinya.
'Khuuuuuk' Suara Zea yang tersendak buah membuat fokus semuanya pecah.
"Minum!" Ujar Rakes dan Roger dalam waktu yang bersamaan dengan tangan yang menyodorkan gelas yang berisi jus, bedanya Roger menyodorkan jus jeruk sedangkan Rakes malah memberikan jus apel.
"Ayo minum Zea...!" Ujar Marvel yang langsung mengambil alih gelas dari tangan Rakes lalu memberikannya untuk Zea.
"Terima kasih!" Ujar Zea setelah meneguk habis jus apel tersebut.
"Makanya kalau makan itu pelan-pelan kak, makanannya masih banyak kok, kakak bisa makan sepuasnya." Ujar Kania yang terus mengusap lembut punggung Zea.
"Zea, Zea....!" Ujar Mariana dengan senyuman.
"Roger!" Panggil Rafeal yang masih kekeh ingin mengintrogasi Roger.
"Oke fine, aku sengaja ke sini karena...." Penjelasan Roger langsung di selip oleh Mariana.
"Nih bocah ngeselin banget sih, orang udah aman cari perkara lagi! nggak usah bahas soal keluarga atau dendam pribadi sekarang saatnya kita L-I-B-U-R-A-N." Jelas Mariana yang begitu menekankan kata 'liburan'.
"Ana benar, lupain semua masalah diantara kita semua, ini waktunya kita nikmati waktu tanpa beban dan masalah apapun. Otak kita juga butuh liburan!" Jelas Marvel.
"Rafeal, Ayo makan." Ajak Ivent yang langsung menyodorkan piring buah-buahan ke hadapan Rafeal.
Meski masih begitu kesal namun akhirnya Rafeal memilih diam dan melahap semua buah yang ada di hadapannya.
"Ide siapa ini?" Tanya Marvel.
"Ya ide kami semua dong!" Seru Qalesya bangga.
"Gimana kalau kita lanjut makan malam di luar bersama!" Ajak Zafran.
"Ide bagus! pasti bakal seru banget." Jelas Kania.
"Deal!" Seru Zea penuh semangat.
"Kalau gitu aku permisi!" Ujar Roger yang langsung berdiri.
"Mau kemana?" Tanya Rakes.
"Pulang, ada kerjaan yang harus aku selesaikan." Jelas Roger.
"Baguslah!" Cetus Rafeal.
"Aku pamit!" Ujar Roger.
"Dek, ikutlah bersama kami!" Ajak Rakes.
"Sorry, tapi aku benar-benar nggak bisa. Aku harus pulang!" Jelas Roger.
"Aku juga harus pulang, kalau gitu aku juga permisi." Jelas Ivent.
"Kamu beneran nggak mau ikutan, Ivent?" Tanya Zea.
"Iya kali aku ikut, Zea. Aku nggak mau jadi obat nyamuk kalian semua, ini kan makan malam pasangan, trus aku sendirian? nggak ah, mending aku pulang, ayo Roger! aku boleh nebeng kan?" Jelas Ivent.
"Oke!" Ujar Roger yang segera pergi.
"Aku pamit, semoga kencan kalian menyenangkan!" Ujar Ivent yang segera menyusul Roger.
"Huuuuf!" Ujar Zea yang akhirnya bisa bernafas lega.
"Kenapa?" Tanya Rakes.
"Nggak ada apa-apa! aku mau mandi, aku duluan!" Ujar Zea yang juga ikut bangun.
"Ayo! sini abang bantu!" Ujar Rakes yang langsung merangkul bahu Zea.
"Yah jadi penonton drama romantis lagi deh!" Seru Rafeal.
"Makanya buruan cari pacar!" Cetus Marvel yang langsung bangun lalu mengajak Kania ikut bersamanya.
"Kami juga pamit undur diri, mau siap-siap buat acara nanti malam." Ujar Qalesya.
"Abang Rafeal sama kak Ana tolong bereskan tempat ini ya!" Ujar Zafran dan langsung kabur bersama Qalesya.
"Lagi lagi aku yang jadi korban!" Gumam Rafeal yang mulai berberes.
Diam-diam Mariana juga mulai ikut membereskan semuanya.
"Biar aku aja, kamu...ah kak Ana masuk aja!" Jelas Rafeal.
"Bukankah melakukannya bersama akan lebih cepat." Jelas Mariana dan terus saja memungut sampah.
"Emang tuan Putri keluarga Revtankhar bisa bersih-bersih?" Goda Rafeal.
"Kamu pikir papi dan mami bakal manjain aku seperti orang tua lainnya? aku bahkan pernah ngepel, cuci piring dan lainnya, yah meski cuma bantuin bi Inah." Jelas Mariana.
"Waaaaah papi emang terbaik!" Ujar Rafeal dengan senyuman.
"Udah buruan! ntar nggak ada waktu buat siap-siap loh!" Jelas Mariana yang masih sibuk membereskan semuanya.
"Nah kalau lagi gini kan enak, ngga harus teriak-teriak, ngomel-ngomel, kamu yang seperti ini benar-benar bikin betah!" Jelas Rafeal.
"Maksudnya?" Tanya Mariana.
"Aaahhhh! udah siap, aku duluan!" Jelas Rafeal yang tiba-tiba gugup dan langsung kabur.
"Tuh bocah kalau lagi diam oke juga, tampan, manis dan.... haissssss aku ngomong apa sih? auuh ahhh!" Cetus Mariana dan lekas masuk.
πππππππ
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTEππ
Stay terus sama My Princessπππ
KaMsaHamida πππππ