
Tepatnya di sebuah Group WA yang bernama:
🍁 Monster's Action🍁
***P* ~Srigala~
*Apaan🤬* ~Kancil~
*cieeeeeeeeee😉😉 ada yang kesal toh rupa@🤭* ~Harimau~
*Tiga tahun yg lalu aku butuh waktu dua bulan untuk membiasakan diri memanggil Srigala sebagai abang, nah sekarang aku harus memanggil kalian berdua sebagai pak guru, haissss lama2 bisa gila aku ~Kancil~.
*Rilexs! lama2 juga biasa tuh, khmmmmm pak Marvel, pak Rakes🤣🤣*~Harimau.
"Gila kalian😤 tunggu aja pembalasan ku* ~Kancil~
*Wajah elo kan emang cocok jadi siswa, baby face gitu loh🤭* ~Srigala~
*Lihat ja, kalau misi aku udah selesai bakal aku balas kalian berdua😎* ~Kancil~
*Masih lama tau, baru juga kelas satu, butuh waktu tiga tahun lagi baru selesai. Semangat berjuang💪💪* ~Harimau~
*Ciiih!😏* ~Kancil~
*Selowww, setelah Zea lulus, kami akan menjemput mu kembali hidup normal sebagai kancil licik!* ~Srigala~
*Au ah🙄! aku harus ke kantin, bey!*~Kancil~
*Yakin nggak mau gabung sama kami? udah lama loh kita nggak barengan?* ~Harimau~
*Sorry! gw nggak level gabung sama bapak2🤣🤣*~Kancil~
*Dasar bocah stresss!* ~Harimau.
*Biar aja, situ kan masih ABG🤭*~Srigala~
*Ya udah pergi gih sana!* ~Harimau~
*Yok Harimau kita jumpa di kantin, sekalian ngegodain si Kancil🤣*~ Srigala~
*😠*~Kancil~
*Oke, segera bubar, dari pada nih group kenak hamtam😅* ~Srigala***~
Semuanya langsung off seketika. Marvel yang memang sedang duduk di kursi yang ada di bawah pohon rindang di halaman sekolah sana, ia terlihat begitu puas bisa menggoda rekan kerjanya yang kini jadi muridnya. Bahkan gelak tawa tak dapat ia tahan hingga membuat para murid yang melintas memandangnya heran.
"Senang banget pak, lagi chat sama doi ya, sampai segitunya!" Seru seorang siswi.
"Ah, sama teman kok!" Jawab Marvel yang langsung memasukkan ponsel ke dalam saku celananya.
"Guru baru ya? ganteng banget!" Seru siswi lainnya.
"Ah iya, bapak guru baru disini, kalau gitu bapak permisi." Jelas Marvel dengan senyuman lebar lalu segera meninggalkan area tersebut.
"Ayo ke kantin!" Ajak Rakes.
"Yakin?" Tanya Marvel.
"Terus? makan gratis kita, kan Reva janji mau traktir kita hari ini"
"Kita? kamu aja kali!"
"Apa kamu berniat ingin melihat Zea memenggal kepala ku?"
"Ahhhhh aku paham, ayo berangkat!" Ajak Marvel penuh semangat.
Keduanya langsung bergegas ke kantin.
Suasana kantin memang cukup berdesakan, karena memang lagi jam istirahat, semua murid memenuhi seluruh kantin.
"Abang Rakes!" Panggil Reva yang berada di bangku sana.
Teriakan Reva membuat Zea segera mengalihkan pandangannya mencari sosok yang baru saja di dengar namanya.
Meski dalam kerumunan, akhirnya mata Zea menemukan sosok yang ia cari.
"Abang cepetan sini!" Desak Reva.
"Oke!" Jawab Rakes.
Perlahan Marvel dan Rakes mendekati bangku dimana Reva berada lalu ikut bergabung.
"Ayo pesan!" Ajak Marvel bersemangat.
"Siapa?" Tanya Reva dengan terus menatap kearah Marvel.
"Ah ini teman abang, kenalin namanya Marvel." Jelas Rakes.
"Hai! Marvel teman baiknya Rakes." Jelas Marvel.
"Pak Marvel, eh makan di kantin juga?" Tanya Susi yang baru saja datang.
"Bu Susi, iya. Mau gabung?" Ajak Marvel.
"Dengan senang hati!" Jelas Susi yang langsung duduk di sebelahnya Marvel.
"Ah kenalkan ini Rakes teman aku, dia juga magang di sini, dan ini Reva adiknya Rakes." Jelas Marvel.
"Ohhh adiknya toh!" Ujar Susi.
"Ya udah ayo pesan." Jelas Rakes.
"Ayyyyo!" Ajak Marvel penuh semangat.
Keempatnya langsung memesan makanan dan minuman sesuai selera mereka, dari kejauhan Zea terus saja memperhatikan sang suami bahkan dengan mata yang melotot sempurna, di sisi lain sana ada Kania yang terus saja menatap horor pada Marvel yang terlihat begitu asyik makan bersama Reva dan juga Susi. Tidak hanya Kania dan Zea yang terlihat sedang menahan rasa cemburu yang bercampur rasa kesal, ada seorang siswa juga yang diam-diam begitu membenci adegan makan bareng mereka.
(Ingin rasanya aku congkel mata mereka berdua, haissssss! lihat saja setelah misi ku melindungi Zea selesai, aku akan buat perhitungan dengan kalian berdua yang terus saja memperlakukan aku sebagai bocah. Tunggu aja tanggal mainnya.) Cetus 'Kancil' Sang anggota ketiga dalam tim Rakes.
"Cieeeee cieee, cemburu ni yeee!" Goda Bian.
"Ada yang marah eiiii, tuuuuh kelihatannya sang kekasih begitu senang makan di temani bu Susi dan Reva" Goda Taufan
"Diam! aku balik ke kelas." Tegas Zea yang langsung bangun dari bangkunya.
"Habiskan dulu baksonya!" Pinta Rayyan.
"Nggak selera!" Tegas Zea.
"Ayo kita ke kelas, aku juga nggak selera." Jelas Rafeal yang ikut pergi.
Zea dan Rafeal langsung meninggalkan area kantin.
"Apa mereka berdua sedang datang bulan?" Tanya Bian kebingungan.
"udah biarin aja, yok kita lanjut makan!" Ajak Rayyan yang kembali melanjutkan makannya.
"Kalian lanjutkan lah! aku juga nggak mood buat lanjutin makannya."Jelas Taufan yang akhirnya mengikuti Zea dan Rafeal ke kelas.
"Ah yang penting makan!" Ajak Bian yang segera menyantap semua makanan yang ada di hadapannya.
___________________
"Zea...!" Panggil Elsaliani.
Zea terus saja melintas dengan wajah yang terlihat begitu kesal, ia bahkan tidak melihat Elsaliani yang ada di ruang keluarga.
"Zea!" Panggil Elsaliani untuk yang kedua kalinya.
"Eh uma, ada apa?" Tanya Zea yang baru menyadari keberadaan Elsaliani.
"Kamu kenapa?" Tanya Elsaliani.
"Biasa, lagi cemburu tuh tante!" Jelas Fadhil yang ikut bergabung di ruangan tersebut.
"Ishhh apaan sih, nggak usah dengarin uma, eh Fadhil nggak usah sok tau ya." Tegas Zea.
"Udah! kalian pulang bareng? Rakes mana?" Tanya Elsaliani.
"Au ah, Zea capek, Zea ke kamar dulu ya uma." Jelas Zea yang langsung menaiki tangga.
"Apa benar mereka sedang perang?" Tanya Elsaliani.
"Ya gitu deh tante! biasa cemburu buta." Jelas Fadhil.
"Terus Rakes mana?" Tanya Elsaliani.
"Di belakang tante, ya udah aku juga mau ke kamar, permisi tante." Jelas Fadhil yang juga bergegas ke kamarnya.
"Baru juga hari pertama, bagaimana hari-hari berikutnya, bakal sering salah paham nih kayaknya. Bakal kewalahan nih Rakes mengahadapi Zea, semoga saja nggak akan ada salah paham yang berkepanjangan, semoga rumah tangga keduanya akan terus sakinah hingga akhir masa." Ungkap Elsaliani dengan penuh harap.
__________________
"Masih belum ada titik temu!" Jelas Rakes sambil terus menaiki tangga.
"Sama aku juga!" Jelas Marvel dari seberang sana.
"Sepertinya target main cantik, jadi harus benar-benar jeli dalam menyelidikinya." Jelas Rakes yang kini sampai di depan pintu kamarnya.
"Ini kan baru hari pertama, kita lihat saja perkembangannya, secerdik apapun mereka kita jauh lebih jeli dari taktik mereka." Jelas Marvel.
"Oke, besok sepertinya kita harus mulai naikkan level penyelidikan." Usul Rakes.
"Siap!" Jawab Marvel penuh semangat.
"Oke, sampai ketemu besok" Ucap Rakes yang langsung memutuskan panggilannya.
"Sampai ketemu besok?" Ulang Zea yang berdiri tepat dibelakang Rakes.
Seketika Rakes langsung membalikkan tubuhnya menghadap Zea.
"Zea." Ujar Rakes yang langsung memperlihatkan layar ponselnya.
"Aku tau kalau Chim chim ngomongnya sama abang Marvel." Jelas Zea.
"Lalu?"
"Lalu?" Ulang Zea yang semakin mendekati Rakes.
"Iya lalu?" Ulang Rakes.
"Rakes!" Panggil Iqbal dengan suara lantang.
"Iya ayah." Jawab Rakes.
"Temui ayah sekarang juga di ruangan ayah." Jelas Iqbal.
"Jannati, abang harus menghadap kapten sekarang!" Jelas Rakes yang mencoba kabur dari Zea.
"Oke, pergilah!" Jelas Zea yang langsung melepaskan tangannya dari bahu Rakes.
"Terima kasih!" Ucap Rakes senang.
"It's oke! aku masih bisa sabar sampai nanti malam kok!" Jelas Zea dengan senyuman nakal.
Rakes segera berlari menuruni tangga untuk menghadap sang ayah mertua.
🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE 😊😊
Stay terus sama My Princess😘😘😘
KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️