My Princess

My Princess
ES_10: Kita



"Kalian mau kemana?" Tanya Kania saat mendapati Arina dan Urshia sudah rapi dan duduk manis di ruang tamu sana.


"Nggak seperti biasanya, rapi benar! mau kemana sih?" Tanya Zea yang bahkan langsung duduk di sebelah Urshia lalu sedikit menarik jilbab biru yang membalut kepala Urshia.


"Mommy, ntar nggak cantik lagi deh!" Keluh Urshia yang segera membenarkan kembali jilbabnya.


"Sebenarnya kalian mau kemana?" Tanya Maryana yang ikut bergabung lalu duduk di sebelahnya Kania yang telah lebih duduk di samping Arina.


"Mau liburan!" Jawab Arina dengan senyuman girang.


"Jalan, makan, main, pokoknya bakal seru banget!" Tambah Urshia.


"Terus mommy nggak di ajak nih?" Tanya Zea.


"Mama Nia juga mau ikut!" Jelas Kania bersemangat.


"No!"Tegas Urshia dan Arina serentak.


"Ops....! nggak iya nih!" Cetus Maryana yang mulai curiga.


"Kalian mau jalan sama tuh tuyul yah?" Tanya Zea.


"Mommy apaan sih, kok tuyul? pangeran dong!" Protes Urshia.


"Nggak boleh, mama Ana nggak ngizinin kalian jalan cuma berempat doang, nggak boleh!" Tegas Maryana.


"Jangan gitu dong ma, kali ini aja!" Rengek Arina.


"Mommy boleh dong, mama Nia boleh kan? kali ini aja!" Kini Urshia yang mulai merengek.


"Boleh apa nih?" Tanya Marvel yang barus saja pulang dengan disusul oleh Rafeal dan Rakes yang berjalan dibelakangnya.


"Kalian semua pada mau kemana?" Tanya Rafeal.


"Bukan semua tapi cuman para bocah!" Jelas Maryana.


"Papa Rafeal, bolehkan kami pergi liburan?" Pinta Urshia yang langsung mood manja pada Rafeal.


"Boleh dong sayang, emang kalian mau kemana?" Tanya Rafeal.


"Ke laut!" Jawab Arina dan Urshia serentak.


"Berdua aja?" Tanya Rakes.


"Bareng abang..." Ucapan Arina langsung di selip oleh Rakes dan Marvel.


"Nggak!" Tegas Rakes dan Marvel.


"Cuma jalan-jalan doang, nggak nginap!" Jelas Arina.


"Papa ikut!" Jelas Marvel.


"Nggak seru!" Cetus Urshia.


"Kalian mau jalan cuman berempat doang, terus ke laut lagi. Jangan becanda, di rumah aja harus daddy awasi 24 jam gimana kalau di luar!" Jelas Rakes.


"Daddy!" Rengek Arina.


"Tetap nggak boleh, mama Ana juga nggak ngizinin!" Tegas Maryana.


"Kenapa pada ngumpul disini?" Tanya Azan yang baru saja pulang.


"Kamu mau bawa kabur putri mommy?" Tanya Zea yang langsung menghadang Azan.


"Maksud mommy apaan?" Tanya Azan.


"Tuh, mereka udah siap-siap, kalian mau bawa mereka kemana? terus tuyul yang satu lagi mana?" Tanya Marvel.


"Papa Marvel dan mommy pasti salah paham kan?" Tanya Azan.


"Salah paham gimana?" Tanya Maryana.


"Mama Ana, mommy dan juga semuanya, aku sama sekali nggak mau nyulik putri tercinta kalian, aku cuma mau ngajak mereka jalan, terus sorenya langsung pulang, jalan doang nggak lebih, aku janji!" Jelas Azan.


"Ayo berangkat!"Ajak Uzun dengan suara lantang sambil berlarian memasuki rumah.


"Berangkat?" Tanya Kania.


"Hmmmmm, kita liburan. berhubung hari ini aku cuti dan juga abang Azan lagi nggak ada sidang, ya hayyok kita liburan!" Jelas Uzun.


"Nggak boleh! Daddy nggak ngizinin kalian pergi berempat!" Tegas Rakes.


"Berempat? kita berse-puluh kan?" Tanya Uzun yang sontak membuat semua orang heran.


"Siapa lagi yang bakal ikut?" Tanya Azan, Arina dan Urshia hampir bersamaan.


"Papa Rafeal, papa Marvel, daddy, mommy, mama Ana, mama Nia, Shia, Arin, abang dan aku, genap kan, sepuluh?" Jelas Uzun dengan begitu polosnya.


"Lah bukannya semalam abang bilangnya cuma kita?" Tanya Urshia.


"Ya emang cuma kita, cuma keluarga kita." Jelas Uzun.


"Dasar..." Cetus Azan yang langsung mengucek-ngucek rambutnya Uzun.


"Kalau gitu, lets go! udah lama kita nggak liburan keluarga!" Jelas Zea girang.


"Kalian tunggu sebentar ya, kami siap-siapnya nggak akan lama kok!" Jelas Maryana yang lekas pergi untuk siap-siap.


Kania dan Zea pun bergegas untuk siap-siap, begitu juga dengan yang lainnya.


"Sorry, kalau aku nggak ngomong gitu, mereka pasti nggak bakal biarin kita pergi berempat doang! apa lagi daddy, dia bakal ngamuk kalau kita sampai macam-macam sama kedua putri tersayangnya!" Jelas Uzun.


"Emang kita mau abang apain? Tanya Urshia.


"Dasar Kuyang mesum!" Cetus Azan yang langsung mengusap pelan kepala Urshia.


"Kalau semuanya ikut pasti bakal lebih seru! lagian udah lama banget kita nggak keluar sama-sama." Jelas Arina.


"Kamu benar Arin, pasti bakal seru banget!" Ujar Uzun.


________________


Arina tampak begitu asyik menikmati angin laut yang membelai mesra wajahnya, ia duduk di deretan batu-batu yang terikat rapi di pinggir laut sana, bahkan matanya sama sekali tidak berkedip saat menatap deburan ombak yang begitu indah.


Azan perlahan duduk di sebelah kanan Arina lalu menyodorkan sebotol minuman pada Arina.


"Di minum dulu!" Ujar Azan setelah Arina menerima botol minuman pemberiannya.


"Terima kasih!" Ucap Arina lalu meneguk minumannya.


"Indah sekali kan?" Tanya Azan.


"Hmmmm, sangat indah! aku harap kita bisa selalu seperti ini, selamanya keluarga kita akan terus bersama." Jelas Arina.


"Iya, keluarga yang papa daddy bina dengan begitu penuh kehangatan. Mereka bahkan tidak memiliki ikatan apapun, tapi mereka hidup bahagia bersama, bukankah mereka membuat semesta cemburu dengan persahabatan mereka." Jelas Azan.


"Iya, abang benar. Aku juga begitu cemburu pada mereka, aku harap aku juga bakal punya sahabat yang seperti mereka."


"Itu kan sahabat mu!" Ujar Azan sambil menunjuk kearah timur sana di mana Urshia sedang bermain riang dengan deburan ombak yang bahkan membuat setengah celananya basah kuyup.


"Hmmmm, itu sahabat terbaik aku dan juga merupakan adik kesayangan abang!" Jelas Arina.


Keduanya tersenyum bahagia kearah Urshia yang sejak tadi terus melambaikan tangannya pada mereka.


"Bukankah mereka terlihat begitu serasi?" Tanya Uzun yang sejak tadi terus melangkah beriringan dengan Urshia.


"Hmmm, sangat serasi sepeti kita berdua!" Tegas Urshia lalu menatap lekat wajah Uzun.


"Shia...."


"Hmmmmm?"


"Abang sangat mencintai mu."


"Shia tau!"


"Abang ingin menikahi mu!"


"Shia juga!"


"Boleh abang memeluk mu?"


"Silahkan kalau abang mau di mutilasi sama mereka bertiga!" Jelas Urshia sambil mengarahkan pandanganya pada tiga lelaki kekar yang berdiri di teras resort sana dengan mata yang terus memantau kearah Urshia dan Uzun.


"Serem!" Ujar Uzun yang kembali melangkah menelusuri buih yang perlahan kembali pada lautan.


Sambil tertawa Urshia segera menyusul Uzun yang telah lebih dulu melangkah meninggalkannya.


"Hampir copot tuh mata!" Cetus Zea sambil berdiri di diantara Rafeal dan Rakes.


"Udah tenang aja, mereka nggak bakal macam-macam kok, Uzun dan Azan tau batasannya." Jelas Kania lalu mengambil posisi di sisi kanan Marvel.


"Justru itu, aku tau kalau Uzun dan Azan tau batasan, Arin juga aman, tapi nggak dengan si bontot itu!" Jelas Maryana lalu berdiri di sisi kiri Marvel.


"Iya, Ana benar! si bungsu emang beda sama mereka, ada aja alasannya buat merobohkan pertahan Uzun! berlagak tenang tapi sebenarnya menyusun akal burik." Jelas Rafeal.


"Kayak papanya, diam-diam mendamparkan!" Cetus Maryana dengan gelak tawa khasnya saat menggoda sang abang.


"Kamu ngatain abang?" Gumam Marvel yang langsung menjitak kepalanya Maryana.


"Ya emang fotocopy kan? Tuh Kania korbannya!" Cetus Rafeal yang segera menarik Maryana kedalam pelukannya.


"Benar sih!" Ujar Kania pelan.


"Kania..." Ujar Marvel.


"Ya benar kan?" Ujar Kania.


"Kalau abang nggak gesit mana bisa abang dapatkan kamu yang begitu anggun dan sopan lain cerita tuh sama Ana, cewek berasa preman." Jelas Marvel sambil mengarahkan pandangannya pada Maryana.


"Hahhhhh! kamu ngatain istri aku? noh yang itu lebih parah, cewek tapi julukannya raja balap, bigbos, hobi berkelahi, bar-bar, mesum, sengklek, ges..." Penjelasan Rafeal langsung terhenti saat tangan Zea menghantam bahu kanannya.


"Mulut..." Gumam Zea kesal.


"Ya emang..." Cetus Rafeal.


"Abang nggak ngebelain aku? istri abang di ejek loh!" Lapor Zea karena Rakes hanya diam saat Rafeal terus mengejeknya.


"Sayang, dia bicara fakta, lalu apa yang harus abang bela!" Jelas Rakes yang langsung mendapat hantaman keras pada dada bidangnya.


"Uaaah! sakit sayang!" Ujar Rakes.


"Tuh kan ke bukti!" Cetus Rafeal.


"Benar-benar!" Gumam Zea kesal dan hendak kembali melayangkan tinjunya pada Rafeal namun segera di cegah oleh Rakes.


"Justru semua sikap itulah yang membuat abang jatuh cinta sama kamu." Tegas Rakes yang langsung memeluk sang istri tercinta.


"Tapi kamu adalah teman terbaik aku, Zea." Ucap Rafeal dengan senyuman.


"Kakak terbaik ku!" Ujar Kania.


Keenamnya tersenyum bahagia sambil terus menatap putra putri mereka yang terlihat begitu bahagia menikmati liburan indah mereka.


๐Ÿ๐Ÿ๐ŸTAMAT๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Buat semua pembaca setia My Princess terima kasih banyak banyak๐Ÿ™๐Ÿค—๐Ÿ˜˜


sehat selalu dan sampai jumpa di novel-novel aku selanjutnya.


I love you all๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


sekali lagi trima kasih banyak๐Ÿ˜Š


Khamsahamida๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜