
Semuanya seketika langsung memenuhi teras rumah, Zea bahkan langsung bergegas menuju gerbang berharap gerobak mie bakso ayam segera datang memenuhi panggilan cacing yang sejak tadi terus konser di perutnya.
"Mommy!" Panggil Uzun yang bergegas menyusul Zea ke gerbang.
"Kalau udah bahas soal makan, mereka emang nggak bisa diajak kompromi lagi! hadeuhhh!" Ujar Mariana yang memang kerap kali kesal dengan tingkah, Zea, Rafeal dan juga Uzun yang selalu saja menjadi tim terdepan kalau soal makan.
"Nggak usah di pikirkan, mereka emang udah gitu sejak lahir!" Ujar Marvel yang kini beralih membantu Mariana untuk duduk di kursi.
"Terima kasih, abang tersayang!" Ucap Mariana dengan senyuman manisnya.
"Dasar!" Ujar Marvel sambil mencuil hidung Mariana dan Azan secara bergantian.
"Kenapa gerobaknya belum datang juga ya?" Tanya Kania yang diam-diam ternyata terus saja memantau ke arah gerbang.
"Bentar lagi juga bakal datang kok, mending kamu duduk dulu!" Ujar Rakes.
"Ayo sayang, sini abang bantu!"Tawar Marvel yang kini beralih mendekati Kania.
"Aku lebih enakan berdiri aja bang, kalau duduk suka sesak tiba-tiba!" Jelas Kania.
"Yakin nih, mau terus berdiri? atau sini biar abang pangku!" Ujar Marvel.
"Ntar aja bang, sekarang aku benar-benar nyaman banget berdiri!" Jelas Kania.
"Ya udah!" Ujar Marvel yang langsung berdiri di sisi Kania.
"Mama Ana..." Panggil Azan sambil menarik ujung baju Mariana.
"Sayang mama Ana lagi duduk loh, jangan di gangguin!" Ujar Rakes yang segera membawa Azan ke dalam gendongannya.
"Abang nggak mau sama daddy, abang maunya sama dedek Putri!" Tegas Azan yang memberontak ingin lepas dari gendongan Rakes.
"Udah biarin aja bang,,,!" Ujar Mariana.
"Azan mulai ngeyel deh! Mama Ana juga butuh istirahat loh, kalau abang sering gangguin mama Ana, terus bisa mengganggu pertumbuhan dedek Putri, gimana?" Jelas Rakes.
"Emang gitu? betul mama Ana?" Tanya Azan memastikan.
"Iya dong sayang!" Jawab Marvel pasti.
"Hmmmm jadi kalau abang rindu gimana?" Tanya Azan yang seketika langsung mendadak Sedih.
"Nggak gitu juga sayang, udah ayo sini!" Ajak Mariana yang bahkan langsung merentangkan tangannya menyambut kedatangan Azan.
"Boleh?" Tanya Azan.
"Hmmmm!" Ujar Mariana dengan senyuman.
Azan seketika langsung mendekati Mariana lalu segera memeluknya.
"Wah akhirnya datang juga!" Ujar Kania saat melihat gerobak yang mulai memasuki halaman rumah mereka.
"Mama Nia, ini buat mama Nia!" Seru Uzun saat kang bakso mulai menyajikan mie bakso ayam dalam mangkuk pertama.
"Makasih sayang!" Ujar Kania senang.
"Pak, bakso banyak-banyak ya!" Pinta Uzun.
"Siap tuan muda!" Ujar kang bakso.
"Wuihhhh papa Rafeal yang nyariin kok malah Uzun yang jadi pelanggan pertama yang dapat?" Tanya Rafeal.
"Uzun gitu loh!" Seru Uzun bangga.
"Nah ini punya tuan muda, selamat makan!" Ujar Kang bakso yang memang sudah menjadi langganan mereka.
"Terima kasih!" Ujar Uzun yang hendak mengambil mangkok bakso tersebut.
"Biar papa Rafeal yang bawain!" Ujar Rafeal yang langsung mengantar mangkok pertama buat Kania lalu di susul yang kedua untuk Mariana.
"Selamat menikmati putrinya papa!" Ujar Rafeal dengan senyuman lalu sekilas mengusap pelan perut besar Mariana.
"Makasih!" Balas Mariana lalu mengusap lembut pipi kiri Rafeal.
"Duduk dulu sayang, ayo sini!" Ajak Marvel lalu menuntun Kania menuju kursi di dekat Mariana.
"Abang Azan nggak makan sayang?" Tanya Kania setelah duduk di sebelah Azan.
"Ntar aja mama Nia, abang Azan mau tungguin dedek Putri makan dulu habis itu baru abang Azan makan!" Jelas Azan.
"Cieeee setia banget sih, mama Nia jadi cemburu nih, mau juga dapat pasangan kayak Azan bukan yang modelnya gituh!" Ujar Kania sambil mengarahkan tatapannya pada Marvel.
"Mulai lagi deh!" Ujar Marvel yang memang begitu kewalahan dengan sikap Kania selama kandungannya mulai jalan delapan bulan.
"Namanya juga lagi hamil bang, ya pasti butuh perhatian ekstra dong! makanya jadi suami harus peka!" Jelas Mariana.
"Mau apapun masalahnya ujung-ujungnya tetap juga suami yang salah, emang udah begitu undang-undangnya!" Timpal Rakes.
"Tuh kan mulai lagi!" Ujar Marvel sambil menghela nafas panjang.
"Udah makan gih sebelum baksonya dingin, kalau pun di perpanjang tetap aja istri nggak salah!" Ujar Rakes.
"Ya emang benar!" Cetus Mariana.
"Udah papa Marvel sama daddy sana jangan gangguin mama Nia dan mama Ana makan dong!" Protes Azan.
"Hufffff!" Ujar Marvel dan Rakes serentak.
"Uzun mana sih?" Tanya Kania.
"Tuh! mereka bertiga nggak akan beranjak sejengkal pun dari gerobak!" Ujar Marvel sambil melihat kearah gerobak bakso yang sedang di serang oleh mereka bertiga.
"Kalau udah nyangkut soal makanan nggak akan ada yang bisa menghalangi mereka!" Ujar Rakes.
Agak jauh dari teras sana, Rafeal, Uzun dan Zea tampak sedang menikmati makanan mereka, Zea bahkan sudah mulai dengan mangkuk yang kedua.
"Aku juga nambah kang!" Ujar Rafeal yang langsung menggantikan mangkuk kosongnya dengan mangkuk yang sudah dipenuhi dengan bakso lengkap.
"Aku juga, aku juga!" Seru Uzun yang buru-buru menghabiskan kuah baksonya.
"Uzun!" Ujar Rakes yang bergabung dengan mereka di gerobak bakso.
"Aku mau lagi daddy, mommy sama papa Rafeal aja udah dua mangkuk, aku juga mau!" Rengek Uzun.
"Sayang udah cukup, ntar perutnya meledak loh!" Ujar Rakes.
"Papa Rafeal!" Uzun beralih merengek pada Rafeal.
"Nih!" Ujar Rafeal yang langsung menyerahkan mangkuk yang full pada Uzun.
"Rafeal!" Gumam Rakes.
"Sama anak sendiri kok pelit!" Cetus Rafeal.
"Udah Uzun hajar terus! kalau nambah lagi biar mommy yang belikan!" Ujar Zea yang larut dengan makanannya.
"Kamu mau juga? nih!" Ujar Rafeal yang menyodorkan mangkuknya.
"Kalian makan aja sampai habis satu gerobak! kalau perlu sekalian gerobaknya juga kalian makan." Cetus Rakes dan lekas kembali ke rumah.
"Daddy minta di bujuk mi!" Ujar Uzun lalu menyeruput habis kuah di mangkuk keduanya.
"Huffff!" Ujar Zea yang selesai dengan mangkuk keduanya.
"Udah buruan gih sana, kalau Serigala yang ngamuk gawat nanti!" Cetus Rafeal.
"Serigala berbulu domba!" Zea bergumam sambil berjalan masuk ke rumah.
"Minta di manjain lagi tuh!" Goda Marvel.
"Hati-hati Zea, ntar mulai ngeyel tuh!" Ujar Mariana.
"Nggak akan aku biarin!" Gumam Zea.
"Bila perlu di ikat kak!" Seru Kania yang malai ikut manasin.
"Harus kayaknya!" Seru Zea yang langsung berlari ke dalam.
"Awas aja kalau ada yang berani buat ulah, bakal aku bunuh dengan sadis!" Gumam Mariana sambil mengunyah bakso di mulutnya.
"Iya kak, bila perlu kita siksa dengan brutal sampai mereka...." Gantung Kania sambil menatap Marvel.
"Kalian...." Ujar Marvel lalu mengusap kepala Kania dan Mariana secara bergantian.
"Sampai kapan pun abang akan selalu bersama kalian, selamanya! bahkan jika Rakes dan Rafeal mulai macam-macam maka abang sendiri yang akan membunuh mereka.
"Bang Azan juga akan bunuh mereka!" Ujar Azan yang sontak membuat mereka bertiga tertawa.
____________________
Jangan lupa LIKE Comen voteπ
Stay terus sama My Princess ππππ
Khamsahamida πππππ
Oh ya manteman jangan lupa main ke novel baru aku ya,,,
πXue_Lianπ
Ditunggu kunjungannyaπππππ