
"Ikut aku sekarang!" Gumam Cindy yang baru saja berlalu di samping Zea.
Zea yang tadinya berjalan menuju kelasnya, seketika menghentikan langkahnya, ia masih saja menatap punggung Cindy yang terus berjalan lalu masuk ke lorong tangga.
Zea yang tau jika saat ini Cindy menuju atap sekolah, sejenak terdiam akhirnya Zea memutuskan untuk mengikuti Cindy.
Sesampai di atap sekolah, suasana benar-benar sepi, hanya ada Cindy yang berdiri mematung di sana. Zea yang baru tiba menghentikan langkahnya di sana, keduanya saling bertatapan dari jarak yang berjauhan.
"Ada apa lagi?" Tanya Zea santai.
"Katakan, sebenarnya apa hubungan kamu dengan pak Rakes?" Tanya Cindy.
"Kenapa aku harus menjelaskan hal pribadi aku sama kakak? emang kakak siapanya aku?" Jelas Zea.
"Apa kalian pacaran? atau dia hanya sebatas sahabat dari abang kamu, jawab!" Gumam Cindy.
Zea seolah tidak mendengarkan ucapan Cindy, dengan senyuman sinis Zea segera berbalik arah, ia hendak kembali ke kelas. Langkah Zea kembali terhenti saat tiga orang siswi lainnya tampak perlahan menaiki tangga.
"Main keroyokan lagi?" Tanya Zea setelah kembali menghadap kearah Cindy.
"Pertemukan aku dengan pak Rakes lalu aku akan membiarkan kamu pergi dengan selamat." Jelas Cindy.
"Oke!" Seru Zea santai.
"Good! nanti sore jam lima, aku akan mengirimkan alamat tempatnya, minta abang Rakes untuk menemui ku!" Jelas Cindy girang lalu perlahan mendekati Zea.
"Jangan salah paham!" Cetus Zea.
"Apa maksudmu?" Tanya Cindy yang kembali murka.
"Siapa bilang aku menerima tawaran kakak?" Tanya Zea.
"Zea jangan buat aku marah! kamu sendiri yang bilang oke barusan kan?" Gumam Cindy.
"Aku emang bilang oke, tapi bukan untuk mempertemukan kak Cindy dengan abang Rakes, aku bilang oke untuk ancaman kak Cindy yang tidak akan membiarkan aku pergi dengan selamat." Jelas Zea.
"Kamu menantang aku?" Tanya Cindy.
"Jika kak Cindy rasa begitu, berarti iya." Tegas Zea.
"Zea, akan aku buat kamu menyesal karena berurusan dengan aku!" Tegas Cindy yang langsung menyerang Zea.
Tangan Cindy yang ingin meraih Jilbab Zea, langsung di tepis kasar oleh Zea.
"Jangan berani-berani sentuh aku! atau aku akan memisahkan tangan dari tubuh kakak!" Tegas Zea.
"Pegang dia!" Perintah Cindy yang langsung di laksanakan oleh ketiga siswi yang sejak tadi menonton perkelahian antara Cindy dan Zea.
"Aku tidak ingin cari gara-gara sama sekali. Minggir! atau aku akan langsung mendatangkan abang Marvel Revtankhar untuk mengurus kalian semua!" Jelas Zea.
"Jangan dengarkan dia, cepat seret dia ke tepi atap!" Pinta Cindy.
"Ahhhh menyebalkan!" Cetus Zea yang langsung menarik kasar tangan Cindy lalu menghempaskan tubuh Cindy ke lantai.
"Jangan usik kekasih aku!" Tegas Zea dengan suara lantang lalu segera menuruni tangga.
Ketiga siswi lainnya segera menyingkir memberi jalan untuk Zea, ketiganya terlihat ketakutan setelah melihat aksi Zea yang membuat Cindy terjatuh.
"Sialan! lihat saja aku akan membuat kamu menyesal karena sudah berurusan dengan aku!" Teriak Cindy kesal.
"Ya ya ya ya!" Ujar Zea sambil terus menuruni tangga.
"Hufffff pagi-pagi udah naik darah! sabar ya sayang, cobaan kita emang berat, ini udah menjadi konsekuensi yang harus kita tanggung karena punya Daddy yang guantengnya keterlaluan, benar-benar di luar batas wajar jadi kita harus maklumi kalau Daddy punya banyak fans di mana-mana." Jelas Zea dengan suara pelan dan tangan kanan yang mengusap bagian perut ratanya.
Seketika kaki Zea terhenti dengan sendirinya, tangan yang tadinya mengusap bagian perutnya juga ikut terhenti, Zea mematung dengan mata yang melotot sempurna, ingatan nya kembali memutar ulang setiap kata yang baru saja ia ucapkan.
"Daddy? daddy? sejak kapan mulut aku memanggil Chim chim dengan panggilan daddy? Raze Junior, apa mulai sekarang kita biasakan aja panggilan itu? gimana menurut kamu? oke kan? waaaah jadi nggak sabar buat langsung praktek di lapangan!" Jelas Zea pada dirinya sendiri, bahkan tanpa sadar ia tersenyum setiap kali wajah Rakdes melintas di ingatannya.
"Woiiiiiii!" Panggil Taufan dari jauh sana.
"Dari tadi di cariin, nyasar ke mana sih?" Tanya Bian.
"Mau tau aja urusan cewek!" Cetus Zea dan segera ke kelas.
"Kayaknya hari ini Zea pakek mode Ayah Iqbal deh, galak bener!" Celetuk Bian.
"Iya benar, harus agak jauh-jauh nih, takut jadi korban." Jelas Bian.
"Dasar kalian! buruan masuk!" Ujar Rayyan yang segera kembali ke kelas.
"Jangan macam-macam, awas kalau sampai cari gara-gara!" Jelas Namira dengan wajah kesalnya.
"Kita yang salah, atau mereka sih yang pada tensi hari ini." Ujar Bian.
"Kalian yang lupa bawa ini..." Jelas Ivent sambil menunjuk kepalanya lalu segera berlari masuk.
"Dasar...." Seru Taufan yang segera mengejar Ivent di ikuti dengan Bian.
__________________
~***Ayo dinner! jam delapan, lokasi hotel XVX, datang sebagai peran kita masing masing!~ Srigala.
~🙄🙄Serius nih?~ Kancil.
~Jangan bercanda😠!~ Srigala.
~Ahhh aku nggak ikutan ah!~ Harimau.
~Jangan ngadi-ngadi ya!~ Kancil.
~Aku hanya takut....~ Harimau.
~Apa Temi menyerang mu? atau dia mulai membuat onar lagi?~ Srigala.
~Apa kamu terluka?~ Kancil.
~Lebih dari yang kalian khawatirkan 😭😭😭~ Harimau.
~Kamu di mana?~ Kancil.
~Tetap di posisimu, aku ke sana sekarang!~ Srigala.
~Jangan berlebihan 😒😒~ Harimau.
~Katakan apa yang terjadi? kenapa kamu tidak bisa ikut misi malam ini?~ Srigala.
~Apa kamu terluka?~ Kancil.
~🙄🙄🤔~ Harimau.
~Ngomong!😤😤~ Kancil.
~Aku takut jika kita datang dengan peran kita saat ini~ Harimau.
~Apa kamu sudah ketahuan?~ Srigala.
~Bukan~ Harimau.
~Lalu apa yang kamu takutkan?~ Kancil.
~Aku takut jatuh cinta, aku takut klepek-klepek dengan pesona Risty 🤣🤣🤣🤣🤣~ Harimau.
~🤬🤬🤬~ Kancil.
~😤😤😤 lagi serius 😠 berhenti bercanda! tapi.....
sebenarnya aku juga takut sih, soalnya Risty itu channnnntik banget, seksi, mulus, pokoknya sempurna 😂😂😂~ Srigala.
~Akan aku jahit mulut kalian berdua 😡😡~ Kancil.
~🤣🤣🤣🤣~ Srigala.
~Aaaaaaku tergoda😂😂😂~ Harimau.
~Sialan! tunggu aja pembalasan aku!~ Kancil.
~Sampai ketemu di lokasi dedek Risty aduhai🤭🤭~ Harimau.
~Cihhhhhh~ Kancil*** yang langsung off dari group.
~***Srigala, pastikan kalau kancil baik-baik saja! aku tau saat ini Kancil sedang tegang, banyak hal yang membuatnya khawatir, kali ini misi kita bukan hanya menyeret Temi ke penjara tapi juga melindungi Kancil dari incaran mereka~ Harimau.
~Oke, minta Tupai (Andika) untuk memantau Risty dengan baik selama kita beraksi nanti~ Srigala.
~👌 perintah di laksanakan!~ Harimau.
~Oke, go!~ Srigala***.
Secara bersamaan Marvel dan Rakes langsung off dari group. Rakes yang saat itu memang sedang bersiap-siap di ruangannya setelah memasukkan ponsel ke dalam saku jas yang ia kenakan, lalu sedikit merapikan jasnya lalu segera keluar.
Selama beberapa hari ini Rakes memang tinggal di istana Temi, bahkan ia di beri ruang kerja dan juga kamar khusus oleh Temi.
"Bagaimana? apa sudah kamu persiapkan semuanya?" Tanya Fadhil yang terus berjalan kearah Rakes.
"Kamu hanya harus menontonnya dengan baik!" Jelas Rakes.
"Apa kamu yakin kalau cara mu bisa membuat Naga Merah berhasil menundukkan Ular Putih?" Tanya Roger yang ikut bergabung.
"Kalian akan lihat sendiri hasilnya nanti." Jelas Rakes.
"Aditya, jika kamu gagal bukan hanya pekerjaan kamu taruhannya tapi nyawa kamu juga ikut melayang!" Jelas Roger.
"Aku cukup paham dengan cara kerja dunia yang kita tempati saat ini, berhenti menggurui aku, permisi." Jelas Rakes dan lekas pergi.
Rakes segera bergabung dengan para penjaga lainnya yang sedang berada di ruang utama, semuanya terlihat sigap dalam balutan stelan hitam. Mereka terlihat jelas sedang menunggu kedatangan Temi.
Setelah ikut menunggu selama beberapa menit, akhirnya Temi keluar dengan di dampingi Risty dan Lestari.
"Apa kamu siap?" Tanya Temi.
"Siap!" Tegas Rakes pasti.
"Ayo!" Ajak Temi lalu semakin mengeratkan tangannya di pinggang Risty.
Temi dan Risty berada dalam mobil yang sama dengan satu orang penjaga dan supir, lalu Lestari bersama Rakes, Fadhil dan Roger serta lima mobil lainnya yang di huni oleh para anak buah Temi.
kedelapan mobil langsung meluncur menuju hotel XVX tempat pertemuan Naga Merah dengan Ular Putih, sesuai dengan kesepakan yang telah mereka buat.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE😊😊
Stay terus sama My Princess😘😘😘
KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️