
***Aku rasa Fadhil nggak akan kembali lagi ke sekolah, so percuma aku buang waktu di sekolah, setelah memastikan semuanya mungkin besok terakhir aku ngajar~Srigala~
*wiiiiih! jangan gitu dong, kalau kamu keluar terus aku gimana?*~Harimau~
*🙄🙄*~Kancil~
*Trus elo anggap gw ini siapa? 😤😤 emosi jiwa. Kalian benar-benar mau lihat aku ngamuk ya?*~Kancil~
*Rilexssss🤭! situ kan SISWA beda kelas dong sama para guru thampan membahana seanteror jagat langit bumi🤣🤣*~Harimau~
*Bisa serius nggak sih?*~Srigala~
*Noh Harimau gila yang mulai!*~Kancil~
*Lah aku cuma lanjutin doang kan Kancil sogong yang opening 😅😅*~Harimau~
*Stop! kita bicara serius. Kapan terakhir kalian lihat Fadhil?*~Srigala~
*Terakhir kalinya pas hari kamu dan princess nggak masuk sekolah*~Kancil~
*Lama bener! kok nggak laporan?*~Harimau~
*Emang citu siapa? pak guru, nggak ngaruh kali🤭 satu sama🤣🤣🤣*~Kancil~
*Nah nah nah Kancil kan yang mulai!* ~Harimau~
*Kalian mau aku jambak satu persatu🤬 bikin emosi😤😤*~Harimau~
*Oke, aku serius! Srigala aku minta maaf sebenarnya ada hal yang aku sembunyikan dari kamu, secara sembunyi-sembunyi aku menyelidiki Roger.*~Kancil~
*Apa?????*~Harimau~
*Beneran? apa lagi ulahnya?*~Srigala~
*Sebenarnya, kemaren itu aku melihat tante Lestari, Fadhil dan Roger sedang bertemu di belakang sekolah.*~Kancil***~
Setelah membaca chat dari Rafeal, Marvel dan Rakes yang sedang duduk di ruang guru langsung tersentak kaget, keduanya bangun dengan mata yang saling menatap satu sama lain.
**Kita berangkat sekarang!*~Srigala*~
Marvel dan Rakes langsung berlarian keluar dari kantor guru tanpa peduli dengan para guru lainnya yang memandang keduanya dengan heran.
"Awwwwww!" Teriak Rafeal sembari bangun dari kursinya.
"Ada apa Rafeal?" Tanya guru yang sedang mengajar mata pelajaran Sejarah di kelas mereka.
"Tiba-tiba perut aku sakit banget, aku boleh ke UKS nggak pak?" Bohong Rafeal dengan membuat wajah yang bak orang yang benar-benar sedang menahan rasa sakit.
"Biar aku yang temani, ayo!" Jelas Zea yang langsung membantu Rafeal untuk bangun dari kursi.
"Baiklah, Zea segera bawa Rafeal ke UKS." Jelas pak guru.
"Baik pak! ayo..." Jelas Zea dan segera keluar.
"Kembali lah ke kelas, aku harus pergi." Jelas Rafeal saat keduanya berada di luar kelas.
"Apa kali ini misi lagi?" Tanya Zea sambil menghentikan langkahnya.
"Rakes akan membunuh ku jika aku membahas soal pekerjaan pada siapapun itu, termasuk kamu." Jelas Rafeal.
"Aku ikut!" Tegas Zea.
"Jangan bercanda!" Gumam Rafeal yang begitu kaget dengan permintaan Zea.
"Aku serius!" Jelas Zea.
"Ayolah Zea, tolong jangan buat aku berada dalam masalah besar!" Jelas Rafeal.
**Mau aku seret atau datang sekarang juga ke parkiran*~Srigala*~
"Mati aku! Zea please!" Jelas Rafeal sembari memperlihatkan chat dari Rakes.
Dengan sigap Zea langsung berlari menuju parkiran, Rafeal segera menyusul. Sesampai di parkiran Zea langsung membuka pintu mobil milik Marvel dan langsung masuk lalu lekas duduk di kursi penumpang.
"Zea...!" Ujar Marvel dan Rakes bersamaan ketika Zea sudah duduk tepat di samping Rakes.
Rafeal yang baru datang ikut masuk ke mobil, ia mengambil tempat di samping Marvel yang duduk tepat di depan Stir.
"Jangan salahkan aku!" Tegas Rafeal.
"Kalian pergilah lebih dulu, ayo Zea kita turun!" Ajak Rakes yang langsung membuka pintu mobil.
"Aku nggak ngikutin abang" Tegas Zea.
"Kita berangkat sekarang!" Jelas Marvel.
"Marvel!" Seru Rakes.
"Nggak apa kan? lagian kita emang mau pulang ke rumah kamu kan? berarti rumah Zea juga, kita pulang sama-sama, jadi nggak sabar pengen makan masakan mama Erina,. laparrrr?" Jelas Marvel yang mulai menjalankan mobil.
"Nah sama, aku juga kangen banget sama masakan mama Erina. Tancap gasss!" Seru Rafeal yang begitu senang.
(*Mereka bertiga benar-benar jago dalam berperan, waaaah setara sama aktor-aktor Korea, kenapa nggak jadi actor aja sih!") Zea membatin sembari memerhatikan wajah ketiga lelaki yang berada di dalam mobil bersamanya.
*Kita cek Roger ke rumah dulu, setelah itu baru kita beraksi*~Marvel~
*Oke, biar aku dan Harimau ambil alih untuk hari ini, sebaiknya kamu tinggal sama Princess* ~Kancil~
*Baiklah!*~Srigala*~
"Khhhhhhhm" Zea terus berdehem dengan keras karena sedari tadi suasana di dalam mobil begitu hening.
"Ciiih!" Cetus Zea kesal namun tetap mengambil botol minuman tersebut.
"Zea, boleh abang tanya sesuatu?" Tanya Marvel.
"Tentu, tanyalah!" Jawab Zea.
"Apa kamu mengenal temanmu ini dengan baik?" Tanya Marvel.
Tangan Rafeal mendarat sempurna di bahu Marvel membuat sang pemilik meringis kesakitan.
"Dasar mulut!" Seru Rafeal dengan suara lantang.
"Aku mau tidur, jika ingin melanjutkan pertengkaran lakukan dengan telepati, jangan usik tidurku!" Tegas Rakes yang langsung memejamkan mata.
"Haaaah kata-kata legen keluar lagi! auto diam kalau gini caranya. Huffff!" Keluh Rafeal yang memang begitu hafal dengan cara Rakes membuat ia dan Marvel diam.
Perlahan Zea menggerakkan tangannya lalu menyentuh jemari Rakes dengan sentuhan yang begitu lembut hingga membuat Rakes kembali membuka mata dan menatap sang istri tercinta.
"Jangan khawatirkan apapun, karena semuanya baik-baik saja." Ujar Rakes lalu mengusap lembut jilbab putih yang Zea kenakan.
"So sweet, bikin jiwa jomblo ku seketika meronta!" Jelas Rafeal.
"Berisik!" Tegas Zea menatap horor pada Rafeal.
Jawaban Zea sontak membuat Marvel dan Rakes tertawa puas membuat kekesalan Rafeal semakin menjadi jadi.
Mobil terus melaju membelah jalan hingga akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Mobil Marvel langsung masuk setelah gerbang terbuka sempurna, setelah memarkirkan mobil tepat di depan rumah nan megah tersebut, keempatnya langsung keluar.
"Asli, kangen banget sama suasana rumah ini!" Ungkap Rafeal yang bahkan langsung menerobos masuk.
"Ma, mama putra terganteng mama pulang nih!" Seru Rafeal yang terus masuk menelusuri setiap ruangan.
"Assalamualaikum ma, putra soleh mama pulang nih!" Seru Marvel yang tak ingin kalah dari Rafeal.
"Kalian berisik banget tau!" Seru Roger yang baru saja turun dari lantai atas. Roger terus menuruni tangga lalu menghampiri sang tamu yang baru datang.
"Zea...!" Sapa Roger yang mendapati keberadaan Zsa.
"Assalamualaikum." Ucap Zea lalu sedikit menyeret tubuhnya ke belakang Rafeal.
"Waalaikumsalam! waah anak mama pada datang semua, ayo duduk mama bakal masak semua makanan favorit kalian." Ujar Erina.
Erina langsung memeluk Zea melepaskan rindu.
"Mama sehat kan?" Tanya Zea.
"Alhamdulillah sehat, kalian?" Tanya Erina.
"Alhamdulillah sehat juga, oh ya kamu nggak kerja?" Tanya Rakes sambil beralih menatao Roger.
"Hari ini aku akan menghadiri rapat dengan klien nanti sore, jadi aku pulang ke sini sebentar jengukin mama." Jelas Roger.
"Besok ke kantor nggak?" Tanya Rakes.
"Kenapa?" Roger balik bertanya.
"Abang rencana mau mampir ke kantor besok, itu pun kalau kamu ada di kantor." Jelas Rakes.
"Kenapa tiba-tiba mau ke kantor?" Tanya Roger.
"Suka aja." Jelas Rakes.
"Ahhhh apa di kantor abang Roger ada cewek bening yang jomblo?" Tanya Rafeal yang mencoba meredakan perdebatan yang terjadi antara kedua saudara tersebut.
"Dasar bocah mesum!" Seru Roger.
"Abang Roger kenal dengan Rafeal?" Tanya Zea yang terlihat kebingungan.
"Ya jelas kenal, selain teman sekolah Zea, dia itu adiknya abang Marvel temannya abang Rakes, sejak dulu mereka sering main ke sini." Jelas Roger.
"Ahhhh begitu rupanya." Ujar Zea.
"Zea, ayo kita jalan-jalan ke taman belakang!" Ajak Roger.
"Aku ikut!" Ujar Rafeal.
"Ayo!" Ajak Zea bersemangat.
Zea dan Rafeal segera keluar dengan disusul oleh Roger yang terlihat kesal dengan ulahnya Rafeal.
"Pasti terjadi sesuatu kan? cerita sama mama!" Jelas Erina setelah mereka hanya tinggal bertiga di ruangan tersebut.
"Belum jelas ma, masih buram!" Jelas Marvel lalu menyandarkan punggungnya di sofa.
"Semoga saja yang kami curigakan bukanlah hal yang sebenarnya sedang terjadi." Jelas Rakes yang ikut rebahan di sofa.
"Kalian istirahatlah, mama akan masak makanan kesukaan kalian, tunggulah sebentar." Jelas Erina.
"Makasih ma!" Ujar Rakes dan Marvel serentak.
Erina bergegas ke dapur membiarkan Marvel dan Rakes istirahat.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE 😊😊
Stay terus sama My Princess😘😘😘
KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️