
Dengan gagahnya Rakes segera membuka pintu gerbang, baru saja ia hendak melangkah keluar, seketika sebuah tangan mengarahkan tinjunya tepat di wajah Rakes namun secepat kilat pula Rakes menghindari serangan tersebut tak sampai di situ, Rakes kembali diserang dan lagi-lagi dengan cepat ia menghindarinya.
"Katakan siapa kamu sebenarnya?" Tanya Rayyan yang akhirnya menghentikan serangannya.
"Rayyan! kenapa menyerang ku? apa aku buat salah sama kamu?" Tanya Rakes.
"Jangan balik bertanya, jawab saja pertanyaan ku!" Gumam Rayyan lalu kembali melayangkan tinjunya pada Rakes.
Kali ini Rakes malah sama sekali tidak menghindar dari serangan Rayyan, tinju Rayyan mendarat tepat di pipi kirinya.
"Sudah puas? aku buru-buru!" Jelas Rakes saat sebuah mobil sedan hitam berhenti di hadapan mereka.
Rakes bergegas ingin masuk ke mobil.
"Zea, kamu yang menghamilinya kan? jawab?" Tanya Rayyan dengan penuh amarah dan sukses membuat Rakes menghentikan langkahnya.
Bahkan ucapan Rayyan membuat Rafeal dan Marvel yang berada di mobil ikut keluar.
"Apa maksud mu?" Tanya Rakes yang kembali mendekati Rayyan.
"Cukup, aku sudah tau semuanya! sejak awal Zea memutuskan untuk melakukan homeschooling aku sudah menaruh curiga, dan setelah melihat Zea tadi, aku langsung tau kalau sekarang Zea sedang hamil, brengsek! kamu kan pelakunya! bajingan kamu Rakes!" Gumam Rayyan dan kembali melayangkan tinjunya pada Rakes namun kali ini langsung dihadang oleh Marvel.
"Hentikan! jangan kurang ajar!" Gumam Marvel lalu menghempas kasar tangan Rayyan yang ada di dalam genggamannya.
"Jadi kalian berdua kaki tangan bajingan ini? apa om Iqbal tau? kalau laki-laki yang tinggal bersamanya adalah Serigala yang bahkan memangsa anaknya? bagaimana jika dia tau? dan kamu Rafeal, sejak kapan kamu jadi dekat dengan mereka berdua?" Jelas Rayyan.
"Rayyan, maafkan aku untuk segala yang selama ini aku lakukan pada kalian semua, dan mereka berdua adalah sahabat aku sama seperti kamu dan yang lainnya. Aku bicara sebagai sahabat kamu, tolong hentikan sampai di sini!" Jelas Rafeal.
"Kamu benar-benar!" Gumam Rayyan yang kian marah.
"Baiklah, lakukan semau mu! kamu ingin mengadukannya pada om Iqbal, pergilah, temui dia, adukan semuanya pada dia, katakan kalau Rakes menghamili putri tercintanya! tunggu apa lagi, pergi!" Gumam Rafeal.
"Baik! akan aku lakukan." Tegas Rayyan.
"Rayyan, meski kamu sahabatnya terkadang ada hal yang tidak bisa Zea ceritakan pada mu, masuklah dan tanyakan pada Zea siapa aku sebenarnya! dan terima kasih karena sudah begitu peduli pada Zea. Rafeal, Marvel, ayo pergi!" Jelas Rakes dan langsung masuk ke dalam mobil.
"Rayyan, meski teman aku itu terlihat brutal tapi aku jamin dia tidak akan menyentuh selain miliknya!" Jelas Rafeal lalu ikut masuk ke mobil.
"Tarik kembali ucapan mu yang mengatakan kalau dia itu bajingan, dia bukan orang seperti yang kamu pikirkan. Untuk kali ini aku maafkan kelancangan mu terhadap teman ku, tapi lain kali aku tidak akan tinggal diam, permisi." Jelas Marvel lalu segera ke mobil dan ketiganya lekas pergi.
"Apa maksud dari ucapan mereka bertiga? tanyakan pada Zea? tidak menyentuh yang bukan miliknya? bukan bajingan? apa yang sebenarnya aku tidak tau, apa mungkin....." Gundah Rayyan yang masih saja berdiri mematung tepat di depan gerbang.
"Rayyan!" panggil Zea yang baru saja tiba di gerbang dan mendapati sosok Rayyan yang berdiri tepat di gerbang.
"Zea...." Ujar Rayyan.
"Aku tidak tau harus memulainya dari mana, tapi...iya, aku memang hamil." Jelas Zea dengan menundukkan kepalanya.
"Zea, haissssss! kemana perginya Zea yang aku kenal dulu? kamu bahkan mematahkan tangan lelaki yang menyentuh tanganmu, lalu apa ini? kamu hanya berdiam diri saat bajingan itu merenggut kehormatan mu? Zea..." Gumam Rayyan yang tidak lagi bisa mengendalikan amarahnya.
"Rayyan, bagaimana bisa aku mematahkan tangan orang yang halal atas diriku? apa kamu ingin melihat sahabatmu ini jadi istri durhaka?"
"Istri?"
"Hmmmm, aku sudah menikah dengan abang Rakes sejak beberapa bulan lalu, tepatnya setelah pengumuman kelulusan kita. Rayyan, jangan berfikir buruk tentang abang Rakes, dia bahkan sama sekali tidak menyentuh ku saat aku belum halal baginya."
"Kamu sedang mengarang ceritakan? ahhhh aku tau kamu baru saja selesai membaca novel kan?" Ujar Rayyan dengan tawa kesalnya.
"Zea...!" Gumam Rayyan dengan suara lantang dan cukup membuat Zea kaget.
"Rayyan, aku tau kamu begitu sayang dan peduli pada kami semua." Jelas Zea.
"Aku, Zea...haisssshhh!" Teriak Rayyan frustasi dan lekas pulang meninggalkan Zea begitu saja.
"Aku harap kamu bisa mengerti Rayyan, aku harap kamu paham kalau aku begitu bahagia dengan keadaan ini. Aku senang bisa menjadi istri abang Rakes dan aku sangat bahagia karena bisa menjadi ibu dari anak-anak abang Rakes. Aku harap kamu bisa sedikit tau dengan perasaan aku, dan juga aku sangag terima kasih atas semua perhatian dan kebaikan mu untuk ku" Ucap Zea sambil terus menatap kepergian Rayyan.
____________________
"Auwwwwww!" Jerit Kania saat tanpa sengaja ia menjatuhkan gelas yang ada di tangannya.
'Kriiiiing' Gelas tersebut pecah seketika. Angel yang mendengar suara jeritan sang anak langsung bergegas ke dapur di mana Kania berada.
"Sayang, kenapa?" Tanya Angel karena mendapati Kania yang berdiri mematung dengan mata terus menatap beling gelas yang berserakan di lantai dan tanpa terasa air matanya ikut menetes.
"Mama...." Ujar Kania.
"Ya ampun, kamu sampai nangis gini, padahal cuma gelas yang pecah. Udah tinggal ambil gelas lain, biar mama yang bersihkan." Jelas Angel.
"Ma, tiba-tiba perasaan aku nggak enak!" Jelas Kania.
"Ssssssttt, jangan ngomong yang aneh-aneh, udah gih sana ambil minum yang baru!" Pinta Angel.
"Tapi ma, ini gelas kesayangan aku, mama taukan ini hadiah dari abang Marvel, bagaimana kalau ternyata sesuatu yang buruk terjadi sama abang Marvel?" Jelas Kania yang dipenuhi rasa khawatir.
"Kania, udah tenangkan diri kamu, biar mama hubungi Marvel sekarang!"
"Nggak bisa ma, abang lagi dalam misi." Jelas Kania.
"Kania, ini cuma gelas, nggak ada sangkut pautnya sama Marvel, udah mending sekarang kamu kembali ke kamar, istirahat, ini udah larut loh sayang!" Jelas Angel.
"Tapi ma..."
"Sayang percaya kan sama mama?"
"Hmmmm"
"Nah, kembalilah ke kamar, biar mama yang bersihkan semua ini!"
"Terima kasih ma!"
"Sama-sama sayang!" Ucap Angel lalu mengecup kening Kania.
Setelah Kania kembali ke kamarnya, Angel segera mengambil sapu untuk membersihkan pecahan gelas yang berserakan di lantai.
"Ya Allah jagalah mereka bertiga, semoga tidak ada yang terluka. Rakes, Rafeal dan juga Marvel, jaga diri kalian baik-baik, jangan buat kami semua khawatir." Ungkap Angel lalu segera membersihkan semuanya.
πππππππ
Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTEππ
Stay terus sama My Princessπππ
KaMsaHamida πππππ