My Princess

My Princess
#059



Rakes yang baru selesai mandi segera mengenakan kaos oblong merah dan juga celana pendek yang berwarna hitam, setelah mengeringkan rambutnya ia segera mencari keberadaan sang istri yang sedari tadi tak berada di kamarnya.


Rakes yang kini berjalan menuju kamar Zea seketika tangannya yang hendak membuka pintu terhenti karena suara Fadhil yang terdengar memanggil namanya dari bawah sana.


"Abang Rakes!" Suara lantang Fadhil menggema hingga ke lantai dua.


"Iya, ada apa?" Tanya Rakes yang melangkah menuju tangga.


"Turunlah sebentar!" Pinta Fadhil.


"Ada apa, bicaralah!" Pinta Rakes yang perlahan menuruni tangga.


"Zea ketiduran di ruang tengah tuh! aku nggak tega bangunin soalnya dia terlelap banget!"


"Kenapa dia bisa di sana?"


"Tadi dia minta tolong sama aku buat ngejelasin PR nya, terus tiba-tiba ketiduran, kecapean kali."


"Oke, terima kasih!"


"Sama-sama." Jelas Fadhil yang kembali ke kamarnya.


Rakes segera ke ruang tengah dimana Zea berada. Yah memang Zea begitu terlelap, dia duduk lesehan dilantai dengan kepala yang tertidur di atas lengan kanannya yang berada diatas meja. Buku-buku masih terbuka lebar bahkan pulpen pun masih tergenggam erat di tangan kirinya.


Rakes perlahan mendekat, lalu duduk di sisi Zea, dan kemudian memandangi wajah polos Zea yang terlelap bahkan dengan kerudung yang menutupi sebagian wajahnya.


Tangan kanan Rakes mulai menyentuh kerudung Zea lalu membenarkannya, hingga wajah jelita Zea terlihat sempurna.


"Kenapa tidak minta bantuan sama abang? kamu pasti sangat kelelahan kan? sorry karena sebagai suami abang malah sama sekali tidak membantu mu, maafkan abang, Jannati." Jelas Rakes pelan dengan jemari yang mulai mengusap lembut pucuk kepala Zea.


Zea hanya menggeliat lalu kembali terlelap, Rakes hanya tersenyum melihat tingkah Zea yang begitu menggemaskan baginya.


"Ayo tidur!" Ajak Rakes yang langsung mengangkat tubuh ramping Zea dan segera membawanya ke kamar.


Setelah membaringkan tubuh Zea ke atas kasur lalu membuka kerudung Zea hingga rambut panjangnya yanh terurai berantakan terlihat jelas.


"Selamat malam Jannati, mimpikan abang." Ujar Rakes lalu mengecup lembut kening Zea.


Setelah menyelimuti Zea, Rakes kembali turun lalu mengambil semua buku dan alat tulis Zea yang berserakan di atas meja lalu membawanya kembali ke kamar Zea.


"Jadi dari tadi apa saja yang kamu kerjakan? kenapa baru jawab tiga soal, apa soalnya sesusah itu hingga membuatmu begitu kewalahan? dasar bocah, bisa-bisanya kamu tidur dengan meninggalkan tugas yang harus kamu kumpulkan besok." Jelas Rakes yang memang selalu dibikin bingung dengan sikap Zea.


Rakes memutuskan untuk melanjutkan tugas yang masih tersisa tersebut, hanya butuh waktu sepuluh menit Rakes sudah selesai menjawab dua puluh tujuh soal matematika yang disisakan oleh Zea. Setelah semuanya selesai Rakes langsung menyimpan semua buku didalam keranjang buku milik Zea yang ada di atas meja belajarnya.


"Chim chim!" panggil yang yang baru saja membuka matanya dan langsung bangun dari tidurnya.


"Tidurlah!" Pinta Rakes.


"Chim chim tolong, sakit!" Adu Zea dengan raut wajah yang tiba-tiba berubah.


Zea tampak sedang berusaha menahan rasa sakit yang menyerangnya, tangannya terus menekan bagian dadanya. Melihat keadaan Zea membuat Rakes segera mendekat.


"Dimana yang sakit? Zea, ada apa? kamu kenapa?" Tanya Rakes panik dengan tangan yang langsung menyentuh tangan Zea yang dari tadi terus menekan dadanya.


"Di sini! sakit banget!" Tegas Zea.


"Ayo ke rumah sakit."


"Nggak mau!"


"Kalau kita nggak ke rumah sakit, bagaimana kita bisa tau kamu sakit apa!"


"Aku tau aku sakit apa!"


"Apa?"


"Rindu."


"Rindu? maksud kamu?" Tanya Rakes dengan wajah kebingungan.


"Iya rindu, dada aku sesak dengan perasaan rindu pada Chim chim."Jelas Zea yang langsung menyerang Rakes dengan ciumannya.


"Zea..." Ujar Rakes setelah Zea melepaskannya.


"Masih Rindu!" Jelas Zea dengan begitu manja.


"Maafkan abang!" Pinta Rakes yang langsung mengambil alih aktifitas malam mereka.


"Terima kasih, karena Chim chim mengerti meski tanpa harus aku jelaskan. Terima kasih karena sudah begitu mencintai aku, aku janji aku akan jadi istri terbaik untuk Chim chim." Jelas Zea yang kembali meng-kancingi piyamanya yang tadi sempat di buka oleh Rakes.


"Selamat malam my lovely Chim chim." Lanjut Zea dan segera menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


_____________________


"Tolong berhentilah berdetak wahai jantung, huffff! benar-benar bikin panas dingin. Haaaaah! sepertinya aku butuh udara segar, Zea kamu benar-benar buat abang, ahhh!" Keluh Rakes yang segera mengambil jaketnya lalu segera keluar dari kamar.


Di taman dekat komplek rumah, Rakes terlihat sedang berlari mengelilingi taman dengan kecepatan tinggi, ia terus berlari meski keringat telah membasahi wajah dan seluruh tubuhnya.


"Mau bertanding?" Tanya Marvel yang ikut berlari.


"Marvel, kenapa di sini?"


"Ada yang ingin aku bahas!" Jelas Marvel setelah mengaktifkan alat pendengar yang terpasang di telinganya, lalu perlahan memperlambat geraknya agar tertinggal jauh dari Rakes.


"Tentang apa?" Tanya Rakes yang juga ikut menekan benda yang ada di dalam telinganya.


"Aku rasa Reva tidak berkerja sendirian, dia pasti punya partner yang handal." Jelas Marvel yang mulai mendiskusikan tugasnya.


"Berapa persen?"


"Tujuh puluh, aku tau dia berniat untuk merampas kamu dari Zea, om Luqman juga pernah bilang kalau Reva begitu menggilai kamu. Tapi bukan itu pokok permasalahannya." Jelas Marvel.


"Lalu apa?"


"Aku takut Reva main terlalu jauh, aku takut dia nekat lalu bekerja sama dengan pihak yang salah, aku khawatir jika nanti dia bukan hanya ingin merampas kamu tapi dia juga berniat untuk melukai Zea."


"Tenanglah! kamu hanya harus menjaga Reva dengan baik, pastikan dia tidak terlibat dengan gangster ataupun kelompok preman manapun, walau bagaimana pun dia adik kita." Jelas Rakes.


"Aku tau, tapi tetap saja..." Penjelasan Marvel langsung di selip tanpa permisi.


"Jangan khawatirkan Zea, aku akan memperketat pengawalan aku, kalian fokuslah pada misi kalian masing-masing." Jelas Kancil yang baru ikut bergabung.


"Ciiih! tiba-tiba muncul, kangen ya?" Goda Marvel.


"Kangen? ihhhh nggak banget. Srigala, aku akan secepatnya menghubungimu jika sesuatu terjadi pada Princess." Jelas Kancil yang sedikit membenarkan topi dan masker yang ia kenakan.


"Aku percaya, selama tiga tahun kamu sudah membuktikannya." Jelas Rakes.


"Termasuk menjadi murid, jempol deh!" Goda Marvel yang di akhir dengan gelak tawa.


"Dasar Harimau gila!" Cela kancil lalu kembali fokus "Bagaimana dengan Fadhil?"


"Dia benar-benar misterius, segala hal tentangnya begitu susah untuk di tebak. Sesaat ucapannya terdengar begitu meyakinkan, namun semenit kemudian wajahnya tampak puas karena bisa mempermainkan kita." Jelas Rakes.


"Setelah mengamatinya, aku rasa dia masih berhubungan baik dengan tante Lestari." Jelas Kancil.


"Aku juga merasakannya, seolah dia tertawa puas karena berhasil menipu kita semua dengan wajah polosnya." Jelas Marvel.


"Barusan aku dapat info, katanya tante Lestari sekarang bergabung dengan Naga Merah." Jelas Kancil.


"Kamu yakin?" Tanya Rakes dan Marvel hampir bersamaan.


"Iyap, dan yang paling mengagumkan adalah Putri dari Naga merah adalah calon istrinya Fadhil, dan hingga hari ini mereka masih berkomonimasi." Jelas Kancil.


"Baiklah, aku akan terus menyelidikinya" Jelas Rakes.


"Iya, aku juga akan fokus untuk menjaga Reva sesuai dengan perintah sang komandan." Jelas Marvel.


"Oke, aku juga akan terus memantau Zea sesuai instruksi komandan." Jelas Kancil yang langsung pergi entah kemana.


"Oke, aku rasa olahraga ku cukup sampai disini." Jelas Marvel yang juga ikut menghilang dari taman, membiarkan Rakes seorang diri.


"Jauh lebih mudah menyelesaikan misi menangkap mafia dari pada harus mengurus masalah kapten Iqbal. Semuanya terlihat semu tapi nyatanya sangat mengerikan, butuh totalitas dalam bekerja agar tidak ada yang terlewatkan." Jelas Rakes yang menghentikan olahraga malamnya.


"Semoga semuanya cepat berlalu." Lanjut Rakes dan segera meninggalkan taman.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE😊😊


Stay terus sama My Princess😘😘😘


KaMsaHamida ❀️❀️❀️❀️❀️