My Princess

My Princess
#079



Suara bel yang terus di tekan tanpa henti, membuat Marvel yang sedang melahap sarapannya terpaksa harus beranjak dari meja makan. Dengan wajah yang begitu kesal serta mulut yang masih di penuhi dengan nasi goreng Marvel terus saja menuju pintu, lalu dengan kasar tangannya membuka pintu utama rumahnya.


"Woiii masih pagi bu......!" Amarah Marvel seketika terhenti ketika matanya melihat sosok yang sedari tadi menekan bel tanpa henti.


"Maaf, aku akan datang kembali nanti saja." Jelas Kania yang segera berlari menuruni teras rumah.


"Tunggu!" Pinta Marvel yang segera menghadang Kania.


"Ayo masuk! kita sarapan bersama." Ajak Marvel dengan senyuman.


"Masih pagi buta, aku pasti ganggu abang kan? udah abang lanjutkan lagi sarapannya, aku tunggu di gerbang."


"Ayo kita masuk!" Ajak Marvel yang kali ini langsung menggandeng tangan Kania lalu membawanya masuk.


"Duduklah!" Pinta Marvel setelah menarik kursi untuk Kania.


Kania menurut, ia langsung duduk, Marvel segera menghidangkan sepiring nasi goreng lengkap dengan telor dadar dan juga segelas teh hangat.


"Kita sarapan dulu habis itu baru sama sama berangkat ke sekolah." Jelas Marvel yang kembali melanjutkan sarapannya yang tadi sempat tertunda.


"Terima kasih!" Ucap Kania yang mulai menyantap sarapannya.


"Makanlah pelan-pelan, abang akan menunggu sampai kamu selesai setelah itu baru kita bicara." Jelas Marvel dengan penuh perhatian.


Sejauh ini Kania hanya menurut dengan semua ucapan Marvel, hingga keduanya menyelesaikan sarapan pagi mereka.


Kania hanya mengikuti Marvel hingga ke mobil.


"Masuklah! abang akan mengantarkan mu ke sekolah." Jelas Marvel.


"Aku sudah mengatakan semuanya sama mama dan papa! aku mencintai abang, aku menolak perjodohan itu!" Jelas Kania yang tidak lagi bisa menahan semua amarahnya.


"Apa tanggapan om Hendra dan tante Angel?" Tanya Marvel dengan tangan yang masih memegang pintu mobil yang memang ingin ia bukakan untuk Kania.


"Aku nggak peduli apapun keputusan mama dan papa, aku akan tetap memilih abang!"


"Jangan jadi anak durhaka hanya kerena cinta. Om Hendra dan tante Angel lebih tau apa yang terbaik untuk kamu, apapun keputusan mereka patuhilah, lakukan semua perintah mereka." Jelas Marvel.


"Apa abang sedang mencampakkan aku?"


"Kania, mereka orang tua kamu, orang yang membesarkan kamu dengan penuh kasih sayang, abang hanya orang yang datang saat kamu beranjak dewasa, jangan hanya karena abang kamu malah berseteru dengan orang yang bekerja keras demi membesarkan mu!" Jelas Marvel.


"Terserah bagaimana keputusan abang, yang jelas aku tidak akan menyerah!" Tegas Kania yang langsung melangkah keluar dari gerbang rumah, sedangkan Marvel hanya berdiam diri membiarkan Kania begitu saja.


"Kania sudah cukup kamu berjuang untuk abang, sekarang waktunya abang yang bergerak. Roger datang dengan latar belakangnya, maka abang juga akan melakukan hal yang sama, abang akan minta bantuan papa untuk melamar mu, om Hendra nggak akan mungkin menolak jika papa yang terjun lapangan kan. Kali ini abang akan menggunakan papa untuk mendapatkan mu Kania, meski abang risih dengan cara ini, tapi abang tetap harus melakukannya demi kamu, demi cinta kita. " Jelas Marvel lalu dengan cepat menghubungi bawahan papanya.


_____________________


"Abang....!" Panggil Reva sambil berlarian mendekati Rakes yang hendak memasuki mobilnya yang ada si parkiran sekolah.


"Kenapa?" Tanya Rakes yang menghentikan kakinya untuk memasuki mobil.


"Boleh aku nebeng?" Tanya Reva.


"Biasanya di jemput sama orangnya om Luqman kan?"


"Hari ini nggak ada yang jemput, boleh lah!" Rengek Reva.


"Reva, abang harus balik ke kampus ada tugas yang harus abang serahkan."


"Ya aku ikut abang, ke kampus juga nggak masalah!"


"Ntar di cariin sama tante Khaira loh!"


"Sebenarnya abang ngebolehin aku ikut sama abang nggak sih?"


"Nggak! aku nggak mau buat Zea cemburu." Tegas Rakes.


"Hanya karena pacar abang melupakan hubungan kekeluargaan kita, aku ini adiknya abang!" Jelas Reva yang mulai emosi.


"Hanya karena, katamu? Reva, apapun itu akan abang lakukan demi Zea, abang sangat mencintainya, jika kamu menganggap abang sebagai abang kamu, maka abang mohon jangan rusak hubungan abang dan Zea. Abang sangat menghormati om Luqman dan tante Khaira, jadi tolong jangan merusak hubungan keluarga kita, abang mohon Reva." Jelas Rakes yang langsung masuk ke mobil.


Rakes lekas pergi meninggalkan Reva begitu saja.


"Lihat aja, aku pasti akan pisahkan kalian berdua bagaimanapun caranya. Jika aku tidak bisa memiliki abang Rakes maka kak Zea juga nggak boleh memilikinya.". Tegas Reva dengan penuh ambisi dan lekas meninggalkan area parkiran.


"Serius amat mantaunya, awas ntar naksir loh!" Seru Marvel yang sukses mengagetkan Rafeal yang sedari mengintip Rakes dan Reva.


"Tolong ya pak jaga jarak, kita masih di sekolah nih!" Gumam Rafeal sambil bangun dari tempat persembunyiannya.


"Nggak ada orang tuh! lagian Reva itu lahan aku kali!" Cetus Marvel setelah melirik ke sana sini.


"Kenapa? apa ada yang aneh?"


"Aku rasa dia akan terus membenci Princess, aku takut jika dia menyakiti Princess." Jelas Rafeal yang memijit keningnya yang tak sakit sama sekali.


"Aku juga bingung dengan keluarga mereka."


"Bingung! apa hubunganmu dan Kania sedang bermasalah?"


"Kami baik-baik aja!"


"Harus baik-baik saja kalau nggak mau aku tikung!" Jelas Rafeal yang segera berlari meninggalkan lokasi parkiran.


"Kamu tenang aja Rafeal, aku tidak akan membiarkan siapapun merusak hubungan aku dan Kania." Jelas Marvel yang juga segera ke mobilnya.


_____________________


"Nungguin di jemput?" Tanya Zea.


Zea yang sedang berada di dalam mobil Taufan, sedikit menurunkan kaca mobil saat melihat Qalesya yang sedang berdiri menunggu jemputan di halte.


"Iya kak!" Jawab Qalesya dengan senyuman.


"Om Mikeal yang jemput? atau mau bareng sama pasukan kakak!" Tanya Zea.


"Udah sini aja, kami akan mengantar anak pak Mikeal dengan aman hingga sampai ke rumah." Jelas Rafeal.


"Uwuuu mulai modus nih!" Ujar Rayyan yang ikut menoleh kearah dimana Qalesya sedang berdiri.


"Papa lagi sibuk, jadi abang Zafran yang lagi otw jemput, bentar lagi juga sampai jadi kalian duluan aja." Jelas Qalesya.


"Waahhhh parah, saingannya langsung anak tunggalnya partner kerja om Mikeal, udah pasti kalah lo Rafeal, om Mikeal dan om Alam pasti sudah mengatur pernikahan mereka sejak puluhan tahun lalu." Jelas Bian yang begitu semangat menggoda Rafeal.


Gelak tawa pun pecah di dalam mobil tersebut.


"Wah kalah sebelum mulai nih namanya, sadis eeeeey!" Ujar Rayyan.


"Biar tau rasa tuh ply boy!" Cela Taufan.


"Itu sepertinya mobil abang Zafran, aku permisi, assalamualaikum semuanya." Jelas Qalesya.


"Hati-hati dek, salam buat abang Zafran." Ujar Zea.


"Iya kak, Bey!" Ujar Qalesya yang segera menghampiri mobil Zafran.


"Ayo jalan!" Perintah Taufan.


"Baik tuan!" Jawab sang sopir yang langsung kembali menjalankan mobil.


"Namira kenapa nggak ikut?" Tanya Rayyan.


"Ada acara keluarga katanya!" Jelas Zea.


"Wah pantes ada yang kecewa tuh!" Jelas Bian dengan melirik kearah Taufan.


"Kasian....cinta bertepuk sebelah tangan nih!" Cetus Rafeal.


"So, nih mobil di penuhi dengan para hati yang kecewa." Cetus Bian dengan gelak tawa yang diikuti oleh Zea.


"Brisik!" Gumam Taufan yang kesal dengan kedua sahabatnya itu yang paling suka menggoda yang lainnya.


"Sabar brooooo!" Ujar Zea yang semakin larut dalam tawanya.


"Marah tuh....!" goda Rayyan.


"Aku mau molor, mending kalian diam deh!" Jelas Rafeal.


"Dasar tukang molor!". Seru Taufan, Rayyan dan Bian hampir bersamaan.


Begitulah jika kelimanya berkumpul, selalu saja berisik, ada saja hal yang mereka bahas. Pak sopir pribadinya Taufan adalah saksi yang senantiasa mendengar semua ocehan mereka setiap kali berpergian bersama.


Siang ini mereka sepakat untuk makan siang di rumah Taufan dalam rangka mengerjakan tugas sekolah yang harus di kumpulkan besok. Mobil terus melaju mengantarkan kelimanya ke istana megahnya Taufan sang anak miliader.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE😊😊


Stay terus sama My Princess😘😘😘


KaMsaHamida ❀️❀️❀️❀️❀️