My Princess

My Princess
#081



"Kalian udah lihat berita hari ini?" Tanya Iqbal yang masih melahap sarapannya.


"Berita apa ayah? emang penting ya?" Tanya Zea yang duduk si depan Elsaliani dan langsung menyambar gelas yang diisi dengan teh hangat lalu meneguknya sampai habis.


"Haus banget ya, udah berapa hari nggak lihat air?" Tanya Iqbal.


"Mulut ayah emang nggak ada remnya sama sekali deh, ngasal aja!" Protes Zea.


"Biarin, toh mulut ayah kok situ yang ribet!" Ujar Iqbal.


"Mulai lagi!" Keluh Elsaliani.


"Biarkan aja uma, kita anggap aja cuma ada kita berdua di meja makan ini." Jelas Rakes yang menerima sepiring roti yang telah di olesi dengan selai coklat yang sedari tadi Elsaliani sodorkan.


"Terus kami apaan? batu!" Gumam Zea.


"Rakes mau minum apa sayang?" Tanya Elsaliani yang tidak mau melayani protes yang baru saja Zea ajukan.


"Sayang, mas mau tambah kopi!" Jelas Iqbal.


"Rakes mau uma tambahkan lagi rotinya?" Tanya Elsaliani yang mengacuhkan suami dan anaknya.


"Boleh uma, terima kasih!" Ucap Rakes.


"Oke, kami damai. Kita nggak akan ribut lagi, iya kan yah?" Jelas Zea.


"Iya, janji!" Ujar Iqbal.


Pernyataan Zea dan Iqbal sontak membuat Rakes dan Elsaliani tertawa lepas.


"Apa ada yang lucu?" Tanya Iqbal dan Zea hampir bersamaan.


"Nggak ada sama sekali, ini kopi buat mas." Jelas Elsaliani lalu meletakkan segelas kopi di hadapan Iqbal.


"Oh ya, soal berita yang barusan ayah bilang, emang berita tentang apa?" Tanya Rakes yang kembali teringat dengan ucapan Iqbal tadi.


"Jadi kalian belum lihat?" Tanya Iqbal.


"Emang tentang apa sih? seheboh itu ya? trending nggak?" Tanya Zea.


"Bukan lagi trending sayang, tapi udah meledak, di stasiun TV, medsos, Radio, koran semuanya memberitakan tentang keluarga mereka." Jelas Elsaliani.


"Wah heboh banget jadi penasaran!" Jelas Zea yang langsung merogoh ponsel dari saku seragamnya.


"Ayah aja syok lihatnya, benar-benar diluar dugaan." Jelas Iqbal.


"Deabak! wowwww, ini beneran kan?" Gumam Zea setelah melihat berita.


"Coba lihat!" Pinta Rakes yang langsung mengambil alih ponsel Zea.


"Marvel? ini, ini beneran? ayah udah cek keaslian berita ini?" Tanya Rakes dengan wajah yang luar biasa kebingungan.


"Hmmmm, seratus persen ori." Jelas Iqbal.


"Wahhh jadi selama ini dia menipu aku dan Rafeal, dasar teman gila!" Cetus Rakes kesal.


"Nggak nyangka banget!" Ujar Zea.


"Aku harus menemuinya sekarang, ayo Zea!" Ajak Rakes dan lekas meninggalkan meja makan.


"Kami pamit uma, ayah, Assalamualaikum." Ujar Zea lalu buru-buru menyalami tangan kedua orang tuanya.


Rakes langsung meluncur menuju rumah di mana ia dan Marvel selama ini tinggal, setelah memarkirkan mobil di halaman depan, Rakes dan Zea segera berlari menuju pintu utama rumah dan ternyata di sana sudah ada Rafeal dan juga Kania.


"Dimana bocah itu?" Tanya Rakes.


"Kami juga baru sampai, mungkin masih tidur, atau dia sudah tidak tinggal di sini lagi, balik ke kastil megahnya kali!" Jelas Rafeal.


"Jadi abang Rakes juga baru tau?" Tanya Kania.


"Hmmm, awas saja aku akan membuat perhitungan dengan Harimau gila itu, bisa-bisanya dia menipu kita selama bertahun-tahun." Gumam Rakes kesal lalu segera membuka pintu dengan kunci cadangan yang ada padanya.


Setelah pintu terbuka, keempatnya segera masuk namun langkah mereka langsung terhenti ketika mendapati Marvel yang begitu rapi dengan kostum mengajarnya, ia terlihat sedang berjalan menuju pintu utama.


"Kalian mau demo? kenapa pagi-pagi buta udah main nyerang rumah orang? kalian mau sarapan gratis ya?" Tanya Marvel dengan wajah bodohnya.


"Udah nggak usah pura-pura bodoh deh!" Cetus Rafeal.


"Apaan sih? Kania, kamu juga ikutan? ada apa?" Tanya Marvel yang memang tidak tau apa-apa.


"Zea, apa yang kamu bicarakan?" Tanya Marvel dengan wajah yang mulai pucat.


"Nih lihat!" Seru Kania yang langsung menyerahkan ponselnya pada Marvel.


Meski agak ragu akhirnya Marvel mengambil ponsel Kania yang memang sedang memutar sebuah Vidio, perlahan Marvel mulai menyaksikan vidio tersebut.


🍁🍁🍁


Seorang pria berbadan tegap, dengan penampilan yang begitu rapi dan elegan bahkan jas yang ia kenakan ditaksirkan memiliki harga sekitar ratusan juta. Pria paruh baya namun masih terlihat begitu tangguh dan kekar, di sisi kanannya ada seorang wanita yang berpenampilan begitu glamor, wanita dengan rambut panjang terurai membuat ia terlihat bak ratu kerajaan sedangkan disisi kirinya ada seorang gadis yang terlihat begitu cantik jelita, dress panjang berwarna silver semakin membuat auranya terasa begitu luar biasa.


Keluarga kaya raya tersebut memang sudah sering melintang di setiap berita, banyak awak media yang menyoroti kehidupan mereka, namun pagi ini negara kita atau bahkan mungkin seluruh dunia digemparkan dengan pernyataan yang mereka buat, karena Pak Ghaffar Revtankhar akhirnya mempublikasikan identitas putra sulungnya yang selama ini tak pernah ia perkenalkan ke publik. Sebelumnya bahkan ia begitu menutup rapat tentang putranya bahkan tidak ada satu orang pun yang mengenali wajah putranya tersebut.


Ghaffar Revtankhar adalah seorang pengusaha sukses, dia bahkan merupakan orang terkaya nomor satu di negaranya yang mana urutan kedua di tempati oleh Jordan yang tak lain adalah kakeknya Rakes. Ghaffar Revtankhar dan istrinya yang bernama Delia Aryani, keduanya di karunia dua orang anak, putra sulung mereka bernama Marvel Revtankhar dan putri bungsu mereka bernama Mariana Revtankhar.


Pagi ini mereka tidak hanya memperkenalkan putranya ke khalayak umum, tetapi juga dengan tegas menyatakan bahwa Kania Kamila Binti Hendra adalah calon menantunya, tak sampai di situ mereka juga mengizinkan beberapa stasiun TV untuk menyiarkan secara langsung kedatangan mereka ke rumah orang tua Kania.


Yah, pagi ini Ghaffar dan Delia serta putri bungsu mereka Mariana datang secara langsung untuk meminang Kania Kamila untuk dijadikan calon memantu yang sah.


🍁🍁🍁


Setelah melihat vidio tersebut, Marvel segera meraih ponsel miliknya lalu segera menghubungi nomor yang ia simpan dengan nama kontak *JanganAngkat*.


"Apa-apaan ini pi? siapa yang ngizinin papi untuk mengekspos kehidupan aku?" Tanya Marvel yang begitu marah.


"Bukannya kamu sendiri yang memberi papi izin, kamu nggak lupa kan? beberapa hari yang lalu kamu meminta bantuan papi lewat Alex." Jelas Ghaffar dari seberang sana.


"Tapi bukan begini caranya! aku hanya minta papi datang melamar Kania bukan buat kehebohan seperti ini." Jelas Marvel.


"Jika papi tidak datang dengan cara seperti ini apa kamu yakin kita bisa mengalahkan cucunya Jordan yang sombongnya selangit itu!" Jelas Ghaffar.


"Roger pi! cucu kakek Jordan ada dua, mereka beda jangan samakan mereka." Tegas Marvel yang tak terima jika sahabat baiknya di samakan dengan Roger.


"Kenapa nama kakek aku ikut dibawa?" Tanya Rakes heran.


"Udah kamu tenang aja, serahin sama papi. Katakan saja kapan kamu mau nikah maka akan langsung papi laksanakan." Jelas Ghaffar.


"Aku akan segera pulang, papi harus tanggung jawab dengan semua kehebohan yang papi buat!" Tegas Marvel lalu memutuskan panggilan nya.


Marvel yang tadi sibuk dengan ponselnya, kini dikagetkan dengan tatapan horor dari keempat orang yang sedari tadi terus menerornya.


"Bukankah semuanya sudah jelas! kalian sudah tau semuanya dari berita jadi nggak ada yang harus aku jelasin lagi." Jelas Marvel.


"Dasar penipu! kamu membuat jiwa misquein ku meronta tau! hah, Harimau yang suka dengan makanan gratis ternyata pangeran yang memiliki berkarung karung uang. Cihhh, segera lunasi utang mu!" Gumam Rafeal.


"Yang kaya itu orang tau aku, aku kan sama kayak kalian." Jelas Marvel.


"Jadi? kamu kenal dengan kakek?" Tanya Rakes yang terlihat begitu serius.


"Hmmmm, kakek Jordan dan papi rekan kerja baik, tapi belakangan papi sering kesal dengan sikap Roger yang suka semena-mena, kan sekarang Roger yang pegang kuasa di perusahaan kakek Jordan." Jelas Marvel.


"Lalu kenapa kamu menipu ku?" Tanya Rakes.


"Waduuh, slowww bray, kalian kan sesama orang khahya, pewaris kekayaan yang wow gituh, please jangan bertengkar ntar gimana nasib aku coba." Jelas Rafeal yang mencoba mencairkan suasana yang mulai tegang.


"Abang, setiap orang punya cerita yang tak harus diceritakan pada orang lain karena ada alasannya tersendiri. Aku rasa abang Marvel melakukan semua ini karena memang ada hal yang ingin dia jaga." Jelas Zea.


"Sekalipun dia punya alasan, tetap saja dia tidak berhak menipu orang lain sesukanya." Cetus Kania.


"Kania, maafkan abang! dan kamu Rakes, tolong ngertiin keadaan aku. Aku sama sekali tidak berniat untuk menipu kalian semua." Jelas Marvel.


"Apa kami terlihat begitu gampangan sehingga kamu mempermainkan kami sesuka mu, pak Marvel Revtankhar?" Gumam Rakes.


"Tidak ada yang harus dijelaskan, ayo abang Rakes kita pulang! permisi pak Marvel Revtankhar." Jelas Kania.


"Kania, abang Rakes, kalian jangan egois! apapun keputusan kalian setidaknya dengarkan dulu penjelasan abang Marvel." Jelas Zea.


"Biar Zea, ternyata mereka tidak mengenalku dengan baik, mereka bahkan tidak memberi aku kesempatan untuk bicara." Ujar Marvel lalu segera kembali ke kamar meninggalkan yang lainnya begitu saja.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE 😊😊


Stay terus sama My Princess😘😘😘


KaMsaHamida ❀️❀️❀️❀️❀️