My Princess

My Princess
#021



Baru saja jam sembilan pagi, semua keluarga sudah mulai berdatangan membuat ruang tamu rumah Iqbal penuh. Hari ini Iqbal sengaja mengundang sahabat dan keluarganya untuk menghadiri acara syukuran kecil-kecilan yang ia buat sebagai tanda syukur atas kehamilan Elsaliani yang selama ini begitu di nantikan oleh keluarganya. Setelah melahirkan Zea tujuh belas tahun yang lalu, Elsaliani sempat menjalani operasi pada rahimnya dan semua itu membuatnya susah untuk hamil lagi, dan sekarang setelah penantian panjang akhirnya Allah mengabulkan doa-doa mereka selama ini.


Beginilah jika semuanya berkumpul, ribut, kacau dan juga rusuh. Setelah semuanya datang acara langsung dimulai dengan berzikir bersama yang di pimpin oleh Ismail lalu di lanjutkan dengan doa, setelah serangkaian acara syukuran selesai kini saatnya semua tamu menyantap hidangan yang telah disediakan.


"Ayo semuanya kita makan, bunda dan umi udah siapin semuanya di meja makan." Jelas Ayu.


"wuiiiiiiih makan enak nih, udah lama nggak makan masakan bunda, ayo bunda!" Jelas Mikeal penuh semangat dan langsung beranjak dari tempat duduknya.


"Aku juga kangen banget sama masakan lezat bunda, tuh kan langsung ngiler!" Ujar Hendra sambil menjilat kedua bibirnya.


"Makanya sering-sering jenguk bunda, jangan cuma sibuk sama tugas sampai bunda sendiri di lupakan." Jelas Ayu.


"Tuh dengar! bunda tenang aja ntar biar aku ceramahin mereka semua, dasar anak durhaka!" Jelas Alam.


"Kamu juga sama!" Tegas Ayu.


"Makan tuh ceramah!" Cetus Iqbal.


"Udah-udah, dari pada terus dengarin ocehan mereka mending kita duluan aja ke meja makan, ayo bunda!" Ajak Luqman yang langsung merangkul Ayu.


"Ayo sayang!" Sambut Ayu lalu mengikuti langkah Luqman.


"Apa ngerumpi membuat kalian melupakan segala hal? asal udah ngumpul kalian larut dengan dunia kalian yang nggak jelas, sampai-sampai para suami aja kalian lupakan!" Jelas Hendra ketika melewati para wanita yang sedang asyik mengobrol di ruang keluarga.


"Ngerusuh aja abang nih, udah sana gih, para ibu-ibu lagi nggak bisa diganggu!" Cetus Amanda.


"Iya nih, ngiri aja urusan perempuan." Cetus Angel.


"Hantam aja angel!" Goda Arumi.


"Main hantam dikira aku ini begal apa!" Cetus Hendra.


"Begal hatinya kak Angel!" Ujar Elsaliani yang diikuti dengan tawa semuanya.


"Dari tadi celingak-celinguk terus tuh mata, cariin Luqman ya?" Tanya Alam yang memperhatikan tingkah Khaira.


"Nggak ah, aku nyariin anak-anak, dari tadi nggak ada yang keliantan satu pun!" Jelas Khaira.


"Yakin nih anak-anak aja?" Goda Mikeal.


"Terserah kalian deh!" Cetus Khaira.


"Iya juga ya, dimana mereka semua?" Tanya Tia.


"Mereka udah duluan ke meja makan sama umi!" Jelas Rizal yang baru saja melewati kerumunan pasangan suami istri tersebut.


"Ya udah tunggu apa lagi ayo kita ikut gabung ke meja makan." Ajak Erina.


"Ayyo!" Seru Hendra yang langsung menuju meja makan dengan disusul oleh yang lainnya.


Ruang makan benar-benar begitu padat, semuanya telah berkumpul di sana, ada yang sedang makan, ada pula yang masih sibuk memilih makanan yang akan mereka makan.


Disaat semuanya begitu sibuk disaat itu pula Rakes membuat suara denting dengan memukul gelas dengan sendok hingga membuat semua mata mengarahkan pandangannya kearah di mana Rakes berdiri.


"Ada apa abang?" Tanya Reva yang langsung menatap Rakes.


"Apa abang mau buat onar?" Tanya Zafran yang memang selama ini begitu dekat dengan Rakes, bahkan Zafran hafal dengan semua kebiasaan dan sifat Rakes.


"Aku, aku minta waktu kalian semua, sebentar saja! tenang aja Zafran, abang nggak akan buat onar kok!" Jelas Rakes.


"Apa yang ingin abang bicarakan?" Tanya Roger yang sedari tadi terus menempel didekat Zea, bahkan sikap Roger membuat Zea risih ditambah lagi dengan Rayyan yang tak mau kalah, kedua lelaki tersebut terus menghimpit Zea.


"Ada hal penting yang harus aku katakan pada semuanya, terutama kamu, Roger." Jelas Rakes.


"Aku? tentang apa? apa abang berubah pikiran? abang mau aku menyerahkan jabatan CEO untuk abang?" Tanya Roger.


"Ini acara syukuran tante El, apa pantas kalian membahas tentang masalah harta dan jabatan yang kalian perebutkan? Rakes, Roger jangan buat mama malu dengan sikap kalian." Jelas Erina yang langsung mendekati kedua adik abang yang sedari tadi saling berhadapan.


"Ma, bukan itu yang ingin aku bahas. Aku bahkan tidak tertarik dengan jabatan itu." Tegas Rakes.


"Kak Erina, biarkan Rakes bicara, aku tau dia tidak akan membicarakan hal konyol yang seperti kakak tuduhkan!" Jelas Iqbal.


"Iya, sebaiknya kita berikan waktu untuk Rakes, yang ingin dia bicarakan pasti hal penting tentang keluarga kita!" Jelas Rizal.


"Kenapa suasananya jadi tegang seperti ini?" Tanya Kania yang mulai tidak nyaman dengan suasana yang mulai memanas. Kania Kamila merupakan putri dari pasangan Angel dan Hendra.


"Kamu tenang aja, ini urusan orang dewasa. Tidak ada yang harus kamu khawatirkan, dilanjutkan lagi makannya!" Pinta Adam yang mencoba menenangkan Kania. Sedangkan Adam adalah adik tersayangnya Mikeal, ia adalah putra dari pasangan Arumi dan Rizal.


"Katakan apa yang ingin kamu katakan! apapun itu kami akan mendengarnya dengan baik sebelum memberi saran atau mungkin menanggapinya jika itu salah!" Jelas Adimaja.


"Baiklah, sebenarnya yang ingin aku bicarakan adalah tentang aku dan Zea." Penjelasan Rakes yang terhenti sontak membuat semuanya penasaran.


"Lalu?" Tanya Elsaliani yang tidak lagi bisa berkompromi dengan rasa penasarannya.


"Aku dan Zea pacaran!" Jelas Rakes.


"Apa?" Tanya Reva dengan raut wajah kecewa karena memang sejak dulu Reva begitu mengagumi Rakes.


"Kamu bercanda kan? Zea nggak mungkin pacaran dengan pria yang begitu tua dirinya!" Cetus Rayyan.


"Sebegitu frustasinya abang untuk mendapatkan Zea? kenapa memaksa kehendak? harusnya abang bersaing secara sehat jangan main curang seperti ini, Zea cinta sama aku, bukan sama abang, harusnya abang sadar diri!" Gumam Roger penuh emosi.


"Perkiraan abang Roger salah! aku sama sekali tidak pernah mencintai abang, perasaanku selama ini untuk abang murni hanya sebatas adik dan abang, nggak lebih!" Jelas Zea lalu melangkah mendekati Rakes yang masih menundukkan pandangannya.


"Aku mencintai abang Rakes, aku yang melamarnya." Tegas Zea.


"Wooowwww, romantisnya!" Seru Hendra.


"Apa kamu serius dengan ucapan mu itu, Zea?" Tanya Iqbal.


"Iya ayah, restui hubungan kami, aku mohon!" Pinta Zea.


"Ini konyol!" Gumam Roger yang langsung meninggalkan ruangan tersebut.


"Roger tunggu!" Pinta Hadi yang segera mengejar sang anak bungsu.


"Syukurlah!" Ujar Elsaliani lega dan langsung memeluk Rakes.


"Kenapa semua ini terasa membingungkan?" Keluh Qalesya yang tak lain adalah putri dari Amanda dan Mikeal.


Qalesya adalah adik terkecil dalam keluarga besar tim pasukan khusus. Adik yang begitu di manja dan disayangi oleh semuanya, terlebih Zafran yang memang menaruh perhatian lebih padanya.


"Qalesya, ayo kita ke halaman belakang!" Ajak Zafran yang langsung mendapat anggukan dari Qalesya.


"Aku ikut!" Pinta Kania yang juga tidak ingin lagi berada di ruangan tersebut.


"Ayo!" Ajak Adam.


keempatnya segera meninggalkan ruangan tersebut membiarkan orang dewasa menyelesaikan masalah mereka dengan tenang.


"Apa kalian serius?" Tanya Zulfa yang tak lagi bisa diam melihat semuanya.


"Iya umi, Zea ingin menjadi istri abang Rakes." Tegas Zea.


"Zea, kamu gila? selisih umur kalian itu bukan setahun, dia terlalu tua untuk jadi pasanganmu!" Gumam Rayyan kesal.


"Umur? kenapa umur jadi masalah? aku mencintai abang Rakes dengan segala hal yang ada padanya termasuk selisih umur kami." Jelas Zea.


"Zea, Rakes yang kamu lihat bukanlah dia yang sebenarnya banyak hal yang tidak kamu tau tentang dia. Apa kamu masih akan menerimanya jika dia bukanlah Rakes yang kamu kenal?" Tanya Erina.


"Hmmm, aku terima semuanya tentang abang Rakes baik yang terlihat ataupun yang tersembunyi." Jelas Zea.


"Ayah akan urus Roger, dia pasti akan menerima keputusan kalian!" Jelas Iqbal.


"Terima kasih ayah!" Ucap Zea girang dan langsung memeluk Iqbal.


"Jadi pengen muda lagi!" Seru Tia yang terharu dengan kesungguhan Zea dalam mencintai Rakes.


"Iya nih, jadi kangen masa SMA dulu!" Ujar Amanda.


"Ingat setiap orang punya masa, dan setiap masa ada orangnya, masa kita telah berlalu dan saat ini Zea dan Rakes lah pemeran utamanya." Jelas Khaira.


"Meski agak sedih dengan akhir kisah cinta Roger, tapi aku benar-benar bahagia dengan keberanian Zea dan Rakes yang langsung membicarakan semua ini secara terbuka." Jelas Arumi.


"Zea memang tangguh seperti Iqbal begitu pula Rakes dia juga begitu berani pantas saja sejak dulu Iqbal begitu menginginkan Rakes sebagai lelaki yang akan menjaga Zea." Jelas Tia.


"Semoga semuanya berjalan seperti yang diharapkan." Ujar Zulfa.


"Bunda rasa semuanya udah selesai, nggak ada lagi yang harus dibahas. Sekarang ayo kita makan!" Ajak Ayu.


"Ayo!" Ajak Mikeal yang kembali semangat ketika melihat hidangan yang begitu menggiurkan.


"Sayang ayo makan!" Ajak Iqbal yang langsung merangkul Elsaliani untuk ikut bersamanya.


"Kalian juga makan!" Ajak Erina yang beranjak meninggalkan Rakes dan Zea yang masih berdiri di sudut ruangan.


"Chim chim ku memang hebat! terima kasih untuk hari ini, setelah ini aku harap abang Roger bisa menerima semuanya dan dia tidak akan lagi salah paham dengan sikap aku ke dia." Jelas Zea.


"Abang yang harusnya berterima kasih, karena kamu membantu abang menjelaskan semuanya, terima kasih karena telan memilih abang!"


"Terima masih? aku tidak butuh terima kasih, aku butuh imbalan!"


"Apa? akan abang berikan apapun yang kamu minta."


"Hmmmmm, sedikit aja, aku mau merasakan bagaimana rasanya menyentuh dada kotak-kotak Chim chim!" Jelas Zea setengah berbisik lalu mengedipkan matanya pada Rakes.


"Zea, berhenti merobohkan pertahanan abang!" Tegas Rakes yang langsung menjauh dari Zea


"Chim chim!" Panggil Zea menggoda.


"Zea,,,!"


"Chim chim, love you so much!"


"Abang lapar!" Tegas Rakes dan segera kabur dari Zea lalu bergabung dengan yang lainnya di meja makan sana.


"Digoda sedikit aja langsung salah tingkah, bikin tambah gemas aja." Ujar Zea tersenyum manis mengingat semua tingkah konyol Rakes ketika Zea menggodanya..


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE ya😉😉


Stay terus sama My Princess 😘😘😘


KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️