My Princess

My Princess
#138



"Ada apa? apa ada panggilan tugas? masa cuti kita masih sisa kan?" Tanya Rafeal sambil terus menatap Marvel dan Rakes secara bergantian.


"Sebelumnya, ayo cari tempat yang aman!" Ajak Marvel yang langsung masuk ke dalam mobilnya.


"Oke, ayo pulang ke rumah kita!" Ajak Rakes yang segera masuk ke mobil miliknya.


"Baiklah!" Ujar Rafeal yang juga segera memasuki mobil miliknya.


Ketiga lelaki tersebut segera meluncur menuju rumah mereka, rumah yang selama ini dihuni oleh Marvel merupakan rumah milik mereka bertiga, yang memang mereka beli dengan gaji pertama mereka.


Tidak hanya itu, ketiga lemari di kamar milik mereka tidak hanya di isi dengan pakaian mereka namun juga ada pakaian yang sengaja mereka sediakan untuk pasangan mereka kelak yang memang mereka beli setiap kali mereka membeli pakaian untuk diri mereka masing-masing.


Lucu, tapi begitulah mereka yang memiliki cita-cita tinggal bersama di sana bersama para pasangan dan anak-anak mereka kelak.


Mobil milik Rakes tiba lebih dulu, disusul olah Rafeal lalu Marvel. Setelah memarkirkan mobil di halaman mereka segera masuk ke dalam rumah lalu berkumpul di ruangan rahasia milik mereka.


"Apa yang terjadi?" Tanya Rafeal yang memang sejak tadi begitu penasaran. Ia langsung menghempaskan tubuhnya di sofa yang sering kali ia gunakan untuk rebahan memanjakan badan.


"Rama!" Seru Marvel.


"Ada apa dengan Rama? bukankah saat ini dia di penjara?" Tanya Rakes memastikan.l


"Iya, dia memang sedang berada di penjara, tapi papanya bergerak diam-diam untuk balas dendam!" Jelas Marvel.


"Aku kan yang jadi targetnya?" Tanya Rafeal.


"Tidak!" Tegas Marvel.


"Lalu?" Tanya Rakes dan Rafeal serentak.


"Aku baru dapat info dari Lexel yang sengaja aku suruh untuk memata-matai para suruhannya pak Feri, dan Lexel mengatakan kalau target mereka adalah Mariana, Kania dan juga Princess!" Jelas Marvel.


"Princess?" Tanya Rakes dan Rafeal dengan wajah kebingungan.


"Mereka menyelidiki kamu, Rakes. Dan hasilnya mereka melihat Princess bersamamu!" Jelas Marvel.


"Ayo buat laporan!" Usul Rafeal.


"Aku sudah membahasnya dengan tante Angel dan Kapten Iqbal, dan inilah keputusan mereka." Jelas Marvel.


"Keputusan mereka?" Tanya Rafeal tak mengerti.


"Apa maksud kamu kalau liburan adalah keputusan mereka?" Tanya Rakes.


"Iyap! Saat ini orang-orang suruhannya pak Feri terus mengintai mereka bertiga, oleh karena itu liburan adalah solusi yang tepat dan hanya dengan cara ini kita bisa beraksi tanpa harus meminta izin pada komandan." Jelas Marvel.


"Apa kamu sudah memprediksikan semua kemungkinan yang akan terjadi?" Tanya Rafeal.


"Pak Mikeal sudah membuat profile yang sempurna kita bertiga hanya harus bermain dengan baik. Kita hanya harus meringkus mereka selanjutkan akan diurus oleh tante Ange." Jelas Marvel.


"Tapi....!" Keluh Rakes.


"Kamu tenang aja, kita pasti bisa menjaga mereka dengan baik. Dan untuk misi kali ini kita datang dengan status sebagai masyarakat sipil biasa pada umumnya." Jelas Marvel.


"Kalian tau kan bagaimana Zea!" Jelas Rakes yang benar-benar terlihat begitu khawatir.


"Aku tau dia dengan baik, dia pasti bisa melindungi dirinya dengan baik, dia tangguh dan yang paling penting dia tidak akan membiarkan siapapun menyentuh dirinya!" Jelas Rafeal.


"Justru karena itu aku mengkhawatirkan dia. Kalian tau kan kalau saat ini dia sedang hamil." Jelas Rakes.


"Apa aku harus meminta bantuan Ivent?" Tanya Marvel.


"Hmmmm, biarkan dia yang menempel pada Zea dengan begitu aku bisa bekerja dengan tenang!" Jelas Rakes.


"Baiklah, aku akan segera menghubungi dia. Kalian siap-siaplah! dan ingat hanya boleh membawa satu senjata!" Jelas Marvel lalu segera menghubungi Ivent.


"Aku udah siap! Aku akan pulang untuk menjemput Zea." Jelas Rakes setelah menyelipkan sebuah pistol di saku dalam Jaket yang ia kenakan.


"Aku juga akan bersiap! sampai jumpa di bandara!" Jelas Rafeal yang ikut keluar dari ruangan setelah mengambil sepucuk senjata yang telah ia isi dengan pelurunya.


"Kalian berdua hati-hatilah!" Pesan Marvel setelah mengakhiri panggilannya dengan Ivent.


"Siap pak tua cerewet!" Seru Rafeal dan Rakes yang telah menghilang entak kemana.


"Dasar! Baiklah Marvel, semangat!" Ujar Marvel dan ikut meninggalkan ruang pertemuan mereka.


____________________


Rakes perlahan mendekati Zea yang terlihat sedang memasukkan baju-baju ke dalam koper.


"Kenapa lama? apa ada masalah?" Tanya Zea.


"Zea...." Panggil Rakes lembut lalu mendekap erat tubuh Zea.


"Ada apa?" Tanya Zea lalu mengusap lembut punggung Rakes.


"Duduklah!" Pinta Rakes yang langsung menuntun Zea untuk duduk ke atas tempat tidur.


"Biar abang aja yang berkemas." Jelas Rakes yang segera memasukkan pakaian Zea ke dalam koper lalu mengisi koper yang satunya lagi dengan perlengkapan miliknya.


"Senangnya jadi kak Ana!" Ujar Zea.


"Kenapa? apa jadi Zea tidak menyenangkan?" Tanya Rakes yang perlahan mendekat lalu duduk lesehan di lantai dengan kepala yang ia jatuhkan diatas paha kiri Zea.


"Bukan itu maksud aku! Senang aja lihat kak Ana, udah cantik, baik kaya pula. Emang orang kaya mah bedahhh!"


"Emang harta ayah masih nggak cukup buat kamu?"


"Ayah mah nggak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan papinya kak Ana."


"Sok tau! kamu nggak tau apa kalau ayah itu anak tunggal dari pak Adimaja yang memiliki harta kekayaan yang bahkan tidak akan habis sampai tujuh turunan. Sekedar informasi, Bapak itu orang kaya tersembunyi loh!" Jelas Rakes.


"Beneran? kok aku nggak pernah tau ya!"


"Dasar matre! Asal ngomong soal harta aja tuh mata langsung bersinar mengalahkan bulan purnama."


"Yeeee biarin, dengar ya Chim chim, hidup itu butuh duet! Ngomong-ngomong, jika seandainya harta bapak sama harta kekayaan kakek Jordan nyatu bakal bisa ngalahin om Revtankhar nggak?"


"Dasar kamu ini!" Ujar Rakes dengan tawa lepasnya.


"Nah gitu dong senyum, jangan murung kayak tadi, aku khawatir jika Chim chim seperti tadi!" Jelas Zea yang langsung mengusap pelan rambut Rakes.


"Zea...."


"Hmmmmmm!"


"Ivent akan ikut bersama kita, nanti tetaplah di samping dia jika sewaktu-waktu abang menghilang selama liburan kita!" Jelas Rakes.


"Sebenarnya ada apa?" Tanya Zea lalu mendekap wajah Rakes dengan kedua tangannya membuat wajah Rakes yang berada dalam pangkuan Zea langsung menatap pada wajah Zea.


"Abang belum bisa memastikan apapun, saat ini. Zea, apapun yang terjadi nantinya di sana, tetaplah bersama ivent, dia akan menjaga kamu dan Raze Junior dengn baik!"


"Baiklah! Chim chim!" Ujar Zea dengan wajah yang mulai gelisah.


"Ada apa?"


"Apa nanti saat di sana, kita tidak bisa sekamar?" Tanya Zea dengan tatapan yang begitu serius.


"Reva juga ikut loh, dia kan nggak tau hubungan kita yang sebenarnya."


"Terus aku nggak bisa ngapa-ngapain sama Chim chim?"


"Zea....!"


"Tiba-tiba semangat aku lenyap seketika."


"Cuma dua hari kan?"


"Nggak seru!! hufffff" Keluh Zea lalu melepaskan nafas kasar.


"Udah, ayo siap-siap! " Ajak Rakes.


"Baiklah!" Ujar Zea lalu dengan malas-malasan segera mengikuti Rakes ke ruang ganti untuk siap-siap, karena sebentar lagi mereka harus berangkat.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Jangan lupa LIKE KOMEN n VOTE😊😊


Stay terus sama My Princess😘😘😘


KaMsaHamida ❤️❤️❤️❤️❤️